Belt Road Initiative (BRI) Dan Kerangka Kebijakan Hukum Ekonomi Indonesia

Authors

  • Deny Susanto Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

DOI:

https://doi.org/10.55784/jueb.v1i3.272

Keywords:

Belt Road Initiative, Kebijakan, Pertumbuhan ekonomi

Abstract

Belt Road Initiative (BRI) adalah suatu inisiasi program ekonomi yang memfokuskan pada pembentukan jaringan yang memungkinkan aliran perdagangan bebas yang lebih efisien dan produktif serta integrasi lebih lanjut di pasar internasional, baik secara fisik maupun digital. Berbagai institusi regional tersebut memperlihatkan, bahwa kedekatan geografis merupakan salah satu unsur penting dalam menjalin kerja sama di tinkat regional. Institusi-institusi regional tersebut memudahkan aktivitas perdagangan, meminimalisir hambatan tariff dan nontarif, mengurangi biaya perdagangan, dan lebih mudah untuk memproyeksikan kekuatan militer di Kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normative yang berfokus pada kebijakan-kebijakan yang menjadi suatu landasan aturan serta penggunaan bahan sekunder berupa kajian ilmiah yang relevan. Diharapkan dalam penelitian ini program BRI dapat digunakan sebagai jembatan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara di tingkat internasional terutama pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

References

Andika, M. T., & Aisyah, A. N. (2017). Analisis Politik Luar Negeri Indonesia-China di Era Presiden Joko Widodo: Benturan Kepentingan Ekonomi dan Kedaulatan?. Indonesian Perspective, 2(2), 161-179.

Badan Kordinasi Penanaman Modal RI. (2019). Perkembangan_Realisasi PMA Berdasarkan Sektor TW I 2019.

Bockman, J. (2013). Neoliberalism. Contexts, 12(3), 14–15.

Breuer, J. (2017). Two Belts, One Road?-The role of Africa in Chinas’s Belt & Road initiative.

Drinkwater, L. (2017). The Belt and Road Initiative: Country Profiles. Lehman Brown International Accountants, 6, 1–4.

Ed Hirs. (2019). China is Betting Big on Increasing Oil Production. Forbes .

HSBC. (2017). Belt and Road Initiatives untuk Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Tiongkok. HSBC.

Max B Gallop. (2016). Endogenous networks and International cooperation. Journal of Peace Research, 53(3), 314–315.

Ong, A. (2007). Neoliberalism as a mobile technology. Transactions of the Institute of British Geographers, 32(1), 3–8.

Pevehouse, J. C., & Goldstein, J. S. (1919). Internasional Relations.

Susanto, D. (2020). Indonesian Good Corporate Governance In An Ivory Tower: Communication Ethics Perspectives. Jurnal Komunikasi Dan Bisnis, 8(2), 100–105.

Downloads

Published

2022-09-19