Potensi Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Sebagai Pewarnaan Alternatif Pengganti Eosin Pada Pewarnaan Papanicolaou Terhadap Sediaan Apusan Epitel Mulut Ayam

Penulis

  • Rita Permata Sari Universitas Perintis Indonesia
  • Endang Suriani Universitas Perintis Indonesia
  • Hikmah Adinda Universitas Perintis Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55784/jkj.Vol1.Iss1.103

Kata Kunci:

Antosianin, Buah naga merah, Papanicolaou

Abstrak

Buah Naga adalah tanaman dari jenis kaktus, yang mempunyai 16 spesies. Salah satunya adalah buah naga merah (Hylocereus costaricensis), buah naga merah ini dapat digunakan untuk pewarnaan alternatif sebab ia mempunyai kandungan antosianin didalam buahnya. Antosianin tersebut mempunyai sifat amfoter, yaitu memiliki kemampuan baik untuk menanggapi asam atau basa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi serapan warna pada pewarnaan  alternatif buah naga merah (Hylocereus costaricensis) dalam pewarnaan sitologi. Jenis penelitian ini adalah Study Laboratoric. Sampel apusan epitel mulut ayam ini dilakukan dengan 7 perlakuan perlima lapang pandang, dengan variasi konsentrasi yaitu, Larutan Murni/induk, Pengenceran 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, 1:5 dan Larutan papanicolaou sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengenceran 1:1 (10.50) mendapatkan hasil yang paling rendah, sedangkan hasil yang paling mendekati larutan pembanding adalah larutan induk/murni, pengenceran 1:2, 1:3, 1:4, 1:5. Pewarnaan yang menggunakan Larutan papanicolaou/ pembanding (33.00). Didapatkan hasil pewarnaan sediaan tewarnai tetapi tidak sama seperti control atau berbeda signifikan.

Referensi

Adiyanto Joko. (2011). Strategi Pengembangan Produksi Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Strategi Pengembangan Produksi Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus ).

Fakhrizal, F., Fauzi, R., & Ristianingsih, Y. (2015). Pengaruh Konsentrasi Pelarut Hcl Pada Ektraksi Pektin Dari Kulit Pisang Ambon. Konversi, 4(2), 7. https://doi.org/10.20527/k.v4i2.264

Kaban, D. N., & Gigi, F. K. (2021). Dengan Non Perokok Menggunakan Universitas Sumatera Utara.

Kurniati, Y., Yanti, S., Agustine, D., & Amyranti, M. (2020). Pengaruh Konsentrasi Zat Warna Reaktif dan Waktu Celup Pada Pencelupan Benang 100% Kapas Terhadap Ketuaan Warna. Jurnal Ilmiah …, 1, 1–5. https://core.ac.uk/download/pdf/288306683.pdf

Mutoharoh, L., Santoso, S. D., & Mandasari, A. A. (2020). PEMANFAATAN Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) SEBAGAI Alternatif Pewarna Alami Sediaan Sitologi Pengganti Eosin Pada Pengecatan Diff Quik. Jurnal SainHealth, 4(2), 21. https://doi.org/10.51804/jsh.v4i2.770.21-26

Pagur, Y. W., Mulyani, S., & Suhendra, L. (2020). Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) terhadap Karakteristik Krim Kunyit dan Daun Asam. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 8(4), 569. https://doi.org/10.24843/jrma.2020.v08.i04.p10

Pujilestari, T. (2016). Review: Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam untuk Keperluan Industri. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 32(2), 93. https://doi.org/10.22322/dkb.v32i2.1365

Saati, Elfi .A., (2007). (2014). Identifikasi Dan Uji Kualitas Pigmen Kulit Buah Naga Merah (Hylocareus costaricensis) Pada Beberapa Umur Simpan Dengan Perbedaan Jenis Pelarut. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 1–16.

Samber, L. N., Semangun, H., & Prasetyo, B. (2011). Karakteristik Antosianin Sebagai Pewarna Alami. Nutrition and Food Science., 41(4), 403–410.

Tensiska, Sumanti, D. M., & Pratamawati, A. (2010). Stabilitas Pigmen Antosianin Kubis Merah (brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L.) Thell) Terenkpsulasi Pada Minuman Ringan yang Dipasteurisasi. Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati Dan Fisik, 12(1), 41–49.

Unduhan

Diterbitkan

2022-06-22