Hubungan Tingkat Pengetahuan Orangtua Tentang Internet Gaming Disorder Dengan Peran Orangtua Dalam Mencegah Internet Gaming Disorder Pada Anak Usia Sekolah

Penulis

  • Septhian Pherry Lumban Tobing Universitas Riau
  • Arneliwati Arneliwati Universitas Riau
  • Nopriadi Nopriadi Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.55784/jkj.Vol1.Iss1.127

Kata Kunci:

Internet gaming disorder, Parents, School-Age Children

Abstrak

Peran orang tua menjadi penting karena Internet Gaming Disorder (IGD) merupakan masalah yang dihadapi oleh anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas hubungan antara pengetahuan orang tua tentang Internet Gaming Disorder dan peran mereka dalam pencegahan Internet Gaming Disorder pada anak usia sekolah. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Survei dilakukan di SD Negeri 26 Pekanbaru dengan sampel sebanyak 87 responden dengan menggunakan sampel bertingkat. Kuesioner yang menegaskan validitas dan reliabilitas berfungsi sebagai alat ukur. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil: survei ini mayoritas responden adalah 79 perempuan (89,7%). Mayoritas responden berada pada masa dewasa awal,44 (50,6%) pada masa dewasa akhir, mayoritas responden berpendidikan tinggi,49 (56,3%), dan mayoritas responden adalah ibu rumah tangga,56 (64,4%) 18 (30 %) mayoritas responden adalah etnis. Hasil survei ini menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan baik 51 (58,6%) dan peran cukup 28. Kesimpulan: hal ini menunjukkan tingkat pengetahuan sangat baik (32,2% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan peran cukup). sebesar 8 (9,2%) sehingga diperoleh nilai p=0,001<(0,05), yaitu tingkat pengetahuan orang tua tentang gangguan judi internet dan peran orang tua dalam pencegahan gangguan judi internet pada anak usia sekolah.

Referensi

American Psychiatric Association. (2013). DSM V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V).

American Psychiatric Association. (2018). Internet Gaming. Retrieved from Association American Psychiatric.

Amtas, M. P. (2018). Gambaran Tingkat Adiksi Dan Penyesuaian Sosial Pada Remaja Dengan Internet Gaming Disorder Di Kecamatan Bogor Barat Tahun 2018.

Bawotong, J. (2019). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecanduan Game Online Pada Anak Usia Remaja Di SMA Kristen Zaitun Manado. Jurnal Keperawatan, 7(1).

Gusnita, syiflia. (2019). Psikologi Komunikasi Orang Tua Dalam Mengatasi Dampak Gaming Disorder Pada Anak.

Hayati, N., & Nasution, H. S. (2020). Hubungan Kebiasaan Bermain Game Online Pada Anak Usia Sekolah Dengan Kebutuhan Istirahat Dan Tidur Di Sd Negeri 010083 Kisaran Kabupaten Asahan The. Jurnal Kesehatan Global, 3(3), 116–122.

Iswinarti, I., & Cahyasari, A. (2017). peningkatan konsentrasi anak attention deficit hyperactivity disorder melalui permainan tradisional engklek. Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia , 1 .

Johnson, L., Levine, A., Smith, R., & Stone, S. (2010). The 2010 Horizon Report. New Media Consortium. 6101 West Courtyard Drive Building One Suite 100, Austin, TX 78730.

Nuredah. (2016). Peran Orang Tua dalam Penanggulangan Dampak Negatif Handphone Pada Anak. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Notoadmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan teori dan aplikasinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Notoadmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rhineka Cipta.

Nursalam. (2011). Proses Dan Dokumentasi Keperawatan, Konsep Dan Praktek. Jakarta: Salemba Medika.

Rayadi. (2018). Analisi Peran Orang Tua Terhadap Kebiasaan Anak Bermain Game Online Di Desa Tanjung Bugis.

Santrock, Jhon W (2011). Masa perkembangan anak.

Tiwa, J. R., Palandeng, O. I., & Bawotong, J. (2019). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecanduan Game Online Pada Anak Usia Remaja Di Sma Kristen Zaitun Manado Juwi. Jurnal Keperawatan, 7, 1–7.

World Health Organization. (2018). Gaming disorder. Diakses 27 September 2021, dari https://www.who.int/ features/qa/gaming-disorder.

Unduhan

Diterbitkan

2022-06-22