Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Tuberkulosis (TBC) di Wilayah Kerja Puskesmas Cidahu

Penulis

  • Hendar Ristiawan Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Hendri Hadiyanto Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Hadi Abdillah Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Ernawati Hamidah Universitas Muhammadiyah Sukabumi

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2592

Kata Kunci:

dukungan keluarga, kepatuhan, tuberkulosis

Abstrak

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama karena rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan jangka panjang. Salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan TBC adalah dukungan keluarga, yang berperan dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta bantuan praktis selama proses terapi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Cidahu Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 61 responden penderita TBC yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Duke-UNC Functional Social Support Questionnaire (FSSQ) untuk menilai dukungan keluarga dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan minum obat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat (p < 0,000). Responden dengan dukungan keluarga tinggi menunjukkan tingkat kepatuhan lebih tinggi dibandingkan mereka dengan dukungan keluarga rendah. semakin tinggi dukungan keluarga, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien TBC dalam menjalani pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan peran keluarga dalam memberikan dukungan emosional, informasional, dan instrumental untuk meningkatkan keberhasilan terapi pengobatan TBC.

Referensi

Broadhead, W. E., Gehlbach, S. H., de Gruy, F. V., & Kaplan, B. H. (1988). The Duke–UNC Functional Social Support Questionnaire: Measurement of social support in family medicine patients. Medical Care, 26(7), 709–723.

Dahlan, M. S. (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan (ed. terbaru). Jakarta: Epidemiologi Indonesia.

Haynes, R. B., Ackloo, E., Sahota, N., McDonald, H. P., & Yao, X. (2008). Interventions for enhancing medication adherence. Cochrane Database of Systematic Reviews, (2), CD000011.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Pedoman nasional etik penelitian kesehatan. Jakarta: Badan Litbangkes.

Morisky, D. E., Ang, A., Krousel-Wood, M., & Ward, H. J. (2008). Predictive validity of a medication adherence measure in an outpatient setting. Journal of Clinical Hypertension, 10(5), 348–354.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan (ed. revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2015). Metodologi penelitian ilmu keperawatan (ed. 4). Jakarta: Salemba Medika.

Osterberg, L., & Blaschke, T. (2005). Adherence to medication. The New England Journal of Medicine, 353(5), 487–497.

Putra, M. M., Astriani, N. M. D. Y., Purwantara, K. G. T., Mernadi, M., & Dewi, P. I. S. (2020). Relationship Between Family Support and Self Motivation with Compliance in Taking Medication in Patients with Tuberculosis. Journal of Nursing Science Update (JNSU), 8(2), 108–112. https://doi.org/10.21776/ub.jik.2020.008.02.7

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2021). Health psychology: Biopsychosocial interactions (10th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif (ed. terbaru). Bandung: Alfabeta.

World Health Organization. (2021). WHO consolidated guidelines on tuberculosis: Module 4—Treatment. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. Geneva: WHO.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30