Perbandingan Pelarut Ekstrak Air, Etanol 70%, dan N-Heksana Herba Utasupe terhadap Kandungan Metabolit Sekunder Menggunakan Skrining Fitokimia
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2679Kata Kunci:
kinerja herba utasupe, metabolit sekunder, skrining fitokimiaAbstrak
Obat tradisional merupakan warisan budaya yang masih banyak dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan. Salah satu tanaman herbal yang digunakan masyarakat Pulau Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk mengatasi konstipasi adalah herba Utasupe. Penelitian ini bertujuan membandingkan kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak herba Utasupe menggunakan pelarut air, etanol 70%, dan n-heksana. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan rancangan posttest only control group design. Identifikasi kandungan metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia terhadap ekstrak yang diperoleh dari masing-masing pelarut. Sampel penelitian berupa herba Utasupe yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Fisher untuk mengetahui perbedaan kandungan metabolit sekunder antar pelarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air dan etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan ekstrak n-heksana mengandung alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin. Meskipun terdapat perbedaan jenis metabolit sekunder yang terdeteksi pada masing-masing pelarut, hasil uji Fisher menunjukkan nilai p > 0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Dengan demikian, ketiga pelarut memiliki kemampuan yang relatif sama dalam mengekstraksi senyawa metabolit sekunder herba Utasupe berdasarkan hasil analisis yang dilakukan.
Referensi
Abiche, E. (2020). Medicinal uses, phytochemistry, and pharmacological activities of Mitracarpus species (Rubiaceae): A review. Scientific African, 10, Article e00593. https://doi.org/10.1016/j.sciaf.2020.e00593
Agustina, W., & Handayani. (2017). Beberapa fraksi dari kulit batang jarak (Ricinus communis L.). Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, 1(2), 117–122.
Anggraito, Y. U., Susanti, R., Iswari, R. S., Yuniastuti, A., Lisdiana, WH, N., & et al. (2018). Metabolit sekunder dari tanaman: Aplikasi dan produksi (hlm. 25–28). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.
Becker, B. E., Huselid, M. A., & Ulrich, D. (2001). The HR scorecard: Linking people, strategy, and performance. Harvard Business Review Press.
Ekor, M. (2013). Meningkatnya penggunaan obat-obatan herbal: Masalah yang berkaitan dengan reaksi merugikan dan tantangan dalam pemantauan keamanan. Frontiers in Pharmacology, 4, Article 177. https://doi.org/10.3389/fphar.2013.00177
Halimu, B., Sulistijowati, R. S., & Mile, L. (2017). Identifikasi kandungan tannin pada Sonneratia alba. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 5(4), 93–97. (Catatan: Referensi Rizkito B. telah digabung di sini karena merujuk pada artikel yang sama)
Herlina, & Mulyani, E. (2020). Pengaruh jenis pelarut terhadap kandungan total flavonoid ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill) secara spektrofotometri UV-VIS. Jurnal Ilmiah Farmacy, 7(1), 1–10.
Khoirunnisa, I., & Sumiwi, S. A. (2019). Review artikel: Peran flavonoid pada berbagai aktifitas farmakologi. Farmaka, 17(2), 131–142.
Mangurana, W. O. I., Yusnaini, Y., & Sahidin, S. (2019). Analisis LC-MS/MS (Liquid Chromatography Mass Spectrometry) dan metabolit sekunder serta potensi antibakteri ekstrak n-heksana spons Callyspongia aerizusa yang diambil pada kondisi tutupan terumbu karang yang berbeda di Perairan Teluk Staring. Journal of Biology Tropical, 19(2), 131–141.
Marusin, S., dkk. (2013). Potensi sifat antioksidan pada 10 jenis ekstrak dari famili Rubiaceae. Jurnal Biologi Indonesia, 9(1), 93–100.
Ningtyas, R. D. (2021). Pengembangan sensor berbasis kertas (paper microzone plates) untuk penentuan tannin pada ekstrak tanaman obat (hlm. 13–16) [Skripsi/Disertasi, Digital Repository Universitas Jember]. Digital Repository Universitas Jember.
Parwata, I. M. O. A. (2016). Obat tradisional. Jurnal Keperawatan Universitas Jambi, Article 218799.
Putri, U. K. D., Hajrah, H., & Ramadhan, A. M. (2021). Uji aktivitas antikoagulan ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L) secara in vitro. Proceeding Mulawarman Pharmacy Conference, 14, 332–338.
Setyowati, W. A. E., Ariani, S. R. D., Ashadi, Mulyani, B., & Rahmawati, C. P. (2014). Skrining fitokimia dan identifikasi komponen utama ekstrak metanol kulit durian (Durio zibethinus Murr.) varietas petruk. Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, 3(1), 7–15.
Silalahi, M. (2013). Peningkatan kandungan metabolit sekunder tumbuhan melalui penambahan prekursor pada media kultur in vitro. Jurnal Dinas Pendidikan, 6(1), 17–23.
Suradji, S. I., Najib, A., & Ahmad, A. R. (2016). Studi komparasi kadar flavonoid total pada bunga rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) asal Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 3(2), 175–181.
Warditiani, N. K., et al. (2016). Pemisahan fraksi terpenoid dari ekstrak etanol 90% daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) menggunakan kromatografi kolom. Jurnal Farmasi FMIPA UDAYANA.
Warsito, M. F. (2018). Analisis metabolomik: Metode modern dalam pengujian kualitas produk herbal. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 3(1), 27–31.
Yobi, K., & Budaya, U. D. (2018). Uji aktivitas ekstrak etanol 70% daun kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex Froehn) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti instar III. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal, 3(1), 1–12.











