Analisis Faktor Determinan Pencegahan Stunting pada Anak Usia 2 Tahun di Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2759Kata Kunci:
gizi balita, kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, praktik MP-ASI, Sanitasi lingkunganAbstrak
Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang signifikan di Kabupaten Sukabumi, yang memerlukan pemahaman mendalam mengenai determinan spesifik di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan faktor determinan dominan yang memengaruhi pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Nyalindung dan Puskesmas Cikidang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional komparatif dengan melibatkan 140 ibu yang memiliki balita usia di bawah dua tahun (65 responden di Nyalindung dan 75 responden di Cikidang). Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat serta Regresi Logistik untuk analisis multivariat guna menentukan faktor determinan yang paling dominan. Prevalensi stunting ditemukan lebih tinggi di Nyalindung (43,1%) dibandingkan Cikidang (22,7%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa praktik pemberian MP-ASI dan sanitasi lingkungan berhubungan signifikan dengan pencegahan stunting di kedua wilayah (p<0,05). Analisis multivariat mengidentifikasi praktik MP-ASI sebagai faktor yang paling dominan di Nyalindung (OR=8,245; 95%CI: 2,342–29,031) dan Cikidang (OR=8,073; 95%CI: 1,455–44,808). Sanitasi lingkungan menjadi determinan dominan kedua, terutama di Nyalindung (OR=7,122). Variabel pengetahuan ibu, pola asuh, dan personal hygiene tidak menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan. Praktik pemberian MP-ASI dan sanitasi lingkungan merupakan pilar utama dalam pencegahan stunting. Intervensi kebijakan harus memprioritaskan edukasi intensif mengenai konsumsi protein hewani serta perbaikan infrastruktur air bersih dan sanitasi untuk menurunkan beban infeksi enterik pada balita.
Referensi
Aisyah, S., & Fitri, L. (2023). Animal source foods consumption and its relation to stunting among children aged 6–23 months in Indonesia. Journal of Public Health and Nutrition, 6(1), 45–54.
Anshori, M., & Iswati, S. (2009). Metodologi penelitian kuantitatif. Airlangga University Press.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., De Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.
Handayani, S., Kaprawi, K., & Sitorus, R. J. (2022). Hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 145–152.
Hidayat, A. A. (2017). Metodologi penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Salemba Medika.
Hosmer, D. W., & Lemeshow, S. (2000). Applied logistic regression (2nd ed.). John Wiley & Sons.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Mulia, A., Syam, A., & Stang, S. (2021). Pola asuh makan dan stimulasi psikososial terhadap kejadian stunting di wilayah pedesaan. Journal of Nutrition College, 10(3), 210–218.
Muzigaba, M., Ngonzi, J., & Tumwine, J. K. (2023). The limits of nutrition-specific interventions: Why environmental enteric dysfunction remains a barrier to stunting reduction. African Journal of Food, Agriculture, Nutrition and Development, 23(4), 23145–23160.
Nasution, H., & Azis, A. (2023). Analisis perilaku personal hygiene ibu terhadap kejadian diare dan stunting pada anak usia 6-24 bulan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas術, 8(1), 45–56.
Nurhidayati, E., Hasanah, N., & Rahayu, S. (2022). Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan keragaman diet sebagai determinan stunting pada anak usia 6-24 bulan. Jurnal Gizi dan Pangan, 17(2), 89–98.
Pasalina, M., Kusuma, R., & Utami, T. (2023). Dampak anemia gestasional terhadap luaran antropometri bayi baru lahir: Sebuah studi longitudinal. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(1), 22–30.
Pradana, A., Budiyono, B., & Saraswati, L. D. (2023). Hubungan kualitas sanitasi lingkungan dan kejadian penyakit infeksi dengan stunting pada balita di wilayah pesisir. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 77–85.
Pratiwi, R. A., & Kurniasari, R. (2024). Pengaruh konsumsi makanan ultra-proses terhadap status gizi dan kejadian stunting pada balita di daerah urban. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 20(3), 112–121.
Pratiwi, R. D., Sulistiyani, S., & Budiyono, B. (2021). Faktor risiko lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9(3), 360–367.
Rahman, M. S., Howlader, T., Masud, M. S., & Rahman, M. L. (2021). Association of low-quality environmental sanitation and water with childhood stunting: Evidence from Bangladesh demographic and health surveys. PLOS ONE, 16(10), Artikel e0258169.
Rahmati, S., Azami, M., Badfar, G., Parizad, N., & Sayehmiri, K. (2020). The relationship between maternal anemia during pregnancy and low birth weight: A systematic review and meta-analysis. Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, 33(23), 4000–4009.
Sari, K., Sartono, A., & Ardiansyah, S. (2021). Minimum dietary diversity and its association with stunting among children aged 6–23 months: A cross-sectional study in rural areas. Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics, 9(2), 67–75.
Setiawan, A., Machmud, R., & Masrul, M. (2021). Analisis faktor determinan pengetahuan ibu dan peran petugas kesehatan dalam pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(1), 12–20.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Statistika untuk penelitian. Alfabeta.
UNICEF. (2020). Strategy on maternal and child nutrition 2020-2030. UNICEF Child Nutrition Section.
Wijaya, H. A., & Kusuma, A. R. (2024). Analisis patofisiologi environmental enteric dysfunction terhadap hambatan pertumbuhan linier anak di pemukiman padat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 15–24.
World Health Organization. (2020). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development. WHO Press.











