Studi Etnofarmakognosi Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional Untuk Mengobati Penyakit Pada Ternak Oleh Masyarkat Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Catharina De Ricci Ivony Manek Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Lukas Seran Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Maria Novita Inya Buku Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

DOI:

https://doi.org/10.55784/juster.v1i2.164

Keywords:

Etnofarmakognosi, Tumbuhan Obat, Penyakit Pada Ternak

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jenis tumbuhan, bagian tumbuhan yang digunakan,  cara pengolahan,  jenis penyakit yang diobati,  jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan,  jenis tumbuhan yang dibudidayakan, dan alasan masyarakat membudidaya tumbuhan yang digunakan untuk mengobati penyakit pada ternak oleh masyarakat di Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu observasi langsung. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara terhadap narasumber. Tumbuhan yang berhasil ditemukan  dikumpulkan, didokumentasi dan diidentifikasi.  Hasil penelitian ditemukan  10 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit pada ternak oleh masyarakat Di Desa Naekasa yaitu Mahoni (Swietenia mahagoni), ekor naga (Rhaphidophora pinnata), sereh (Cymbopogon nardus), Kemiri (Aleurites moluccana), kesambi (Schleichera oleosa), cabai rawit (Capsicum frutescens), kunyit (Curcuma longa), pohon daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea), gewang (Corypha utan), mangga (Mangifera indica).  Bagian organ tumbuhan yang digunakan adalah daun (Folium), Biji (Semen), Batang (Lignum), dan Kulit (Cortex), Rimpang (rhizome). Bagian tumbuhan tersebut diolah dengan cara ditumbuk atau dihaluskan, direndam, dan diberikan langsung pada ternak. Terdapat 8 jenis penyakit yang diobati yaitu nafsu makan menurun pada babi, keracunan pada anjing, cacing pada mata sapi, penyakit snot pada ayam, diare pada kambing dan babi, demam pada babi, feses kapur pada ayam,  kudis pada babi, dan luka potong pada ternak sapi, babi, dan ayam. Tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah pohon daun kupu-kupu. Jenis tumbuhan yang dibudidaya adalah sereh, lombok, mangga, mahoni,  dan kelapa.  Alasan masyarakat membudidayakan tumbuhan obat yaitu karena selain digunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit pada ternak, tumbuhan tersebut juga biasa dikonsumsi oleh masyarakat sehingga dibudidaya agar mudah diambil saat diperlukan tanpa mengeluarkan biaya untuk membeli.

References

Arasti, (2016). Studi Keanekaragaman Pollen Spesies Pada Famili Caesalpiniaceae (Dikembangkan Sebagai Sumber Belajar Biologi). Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah. Malang.

Astiti. (2010). Manajemen Pengendalian Penyakit Tropis Pada Ternak. Mataram: Balai Pengkajian Teknologi Peternakan.

Azmin, N., & Rahmawati, A. (2019). Skrining dan analisis fitokimia tumbuhan obat tradisional masyarakat kabupaten bima. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI), 6(2), 259â-268.

Ferguson. (27 Mei 2019). Profil Kabupaten Belu. Diakses Dari : https://www.wikiwand.com/id/Kabupaten_Belu

Hardianti. (2021). Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat di Desa Sumillan Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah. Makassar.

Iryani. (2015). Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Untuk Pengobatan Infeksi Cacing Pada Ternak Di Sub Dan Krueng Simpo Provinsi Aceh. Jurnal: Ilmiah Peternakan, 3(1), 14 20.https://www.researchgate.net/publication/303723005.

Kaunang, S. R., Asyiah, I. N., & Aprilya. (2019). Etnobotani (Pemanfaatan Tumbuhan secara Tradisional) Dalam Pengobatan Hewan Ternak oleh Masyarakat Using di Kabupaten Banyuwangi. Journal: Biotechnology and Biodiversity, 3(1), 27-32.

Kaunang, S. R. (2015). Etnobotani (Pemanfaatan Tumbuhan Secara Tradisional) Dalam Pengobatan Hewan Ternak Oleh Masyarakat Using Di Kabupaten Banyuwangi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jember. Jawa Timur.

Muhamad, S. (2020). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Etnis Bali dan Jawa di Desa Simpang Bayat Kecamatan Bayung Lencir Provinsi Sumatera Selatan. Skripsi. Program Studi Tardris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri. Jambi.

Nursiyah. (2013). Studi Deskriptif Tanaman Obat Tradisional Yang Digunakan Orang Tua Untuk Kesehatan Anak Usia Dini Di Gugus Melati Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Skripsi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri. Semarang.

Oralia, T. (2021). Jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai obat untuk penyakit hewan ternak di Kecamatan Amabi Oefeto Timur Kabupaten Kupang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Katolik Widya Mandira. Kupang

Rahayu. (2020). Penyakit Tropis. Samarinda : Universitas Mulawarman.

Sukarti. (2020). Deteksi Dini Matabolit Sekunder. Mitra Cendekia Media.

Veriana, T. (2014). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Tradisional Oleh Suku Jawa Dan Lembak Kelingi Di Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong Dan Implementasinya Pada Pembelajaran Biologi SMA. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Bengkulu.

Yowa, M. K., Boro, T. L., & Denong, M. T. (2019). Inventarisasi Jenis-Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat Tradisional Di Desa Umbu Langang Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat Kabupaten Sumba Tengah. Jurnal: Biotropikal Sains, 16(1), 1–13

Downloads

Published

2022-05-30