Studi Etnofarmakognosi Pemanfaatan Tumbuhan Obat Untuk Mengobati Penyakit Pada Ternak Oleh Masyarakat Desa Kelle Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan

Authors

  • Debri Titi Boimau Boimau Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Lukas Seran Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Maria Novita Inya Buku Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

DOI:

https://doi.org/10.55784/juster.v1i2.169

Keywords:

Etnofarmakognosi, Tumbuhan Obat, Penyakit Pada Ternak, Masyarakat Desa Kelle

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang paling banyak digunakan,cara pengolahan, tumbuhan obat yang dibudidayakan, alasan masyarakat membudidayakan tumbuhan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit pada ternak. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yaitu observasi langsung. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara terhadap narasumber. Tumbuhan yang berhasil ditemukan didokumentasi, diidentifikasi, diklasifikasi dan dideskripsikan. Hasil penelitian ini ditemukan 23 jenis tumbuhan yang digunakan untuk mengobati penyakit pada ternak oleh masyarakat Desa Kelle yaitu Swietenia macrophyla, Aloe vera, Ficus microcarpa, Corpi utan, Punica granatum, Melia azedarch, Zingiber zerumbet, Azadirachta indica, Aegle marmelos, Allium cepa, Casuarina equisetifolia, Cordia myxa, Anredera cordifolia, Abrus precatoris, Moringa oleifera,Cucumis sativus, Sanseviera grandis, Aleurites moluccana, Tamarindus indica, Tridax procumbens, Morus alba. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun (folium), biji (semen), kulit (cortex), buah (fructus), rimpang (rhizoma) dan umbi (bulbus). Terdapat 14 jenis penyakit yang diobati yaitu snot, kolibasilosis, batuk, diare, cacingan, antrax, luka potong, urat putus, demam, kurang nafsu makan, luka kebiri pada babi, patah tulang dan feses kapur. Cara pengolahan yang digunakan adalah dihaluskan dan direndam. Tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah mahoni. Jenis tumbuhan obat yang dibudidayakan adalah lidah buaya, delima, bawang merah, binahong, mentimun,kunyit, kemiri, kelor dan mahoni. Alasan masyarakat Desa Kelle membudidayakan tumbuhan obat yaitu karna selain manfaatnya sebagai obat penyembuh penyakit pada ternak juga sebagai tumbuhan hias dipekarangan, sebagai sumber makanan bagi manusia, sebagai bahan pembuatan ukiran serta masyarakat melestarikan tumbuhan obat tersebut agar  tidak punah

References

Ali, S. R. (2017). Inventarisasi Tumbuhan Obat Ramuan Tradisional Untuk Reproduksi Suku Dayak Bakumpai di Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Agama Islam Negeri Palangka Raya.

Azmin, N., & Rahmawati, A. (2019). Skrining dan analisis fitokimia tumbuhan obat tradisional masyarakat kabupaten bima. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI), 6(2), 259â-268

Astiti. (2010). Manajemen Pengendalian Penyakit Tropis Pada Ternak. Mataram: Balai Pengkajian Teknologi Peternakan.

Azmin, N., Rahmawati, A., & Hidayatullah, M. E. (2019). Uji kandungan fitokimia dan etnobotani tumbuhan obat tradisional berbasis pengetahuan lokal di kecamatan Lambitu kabupaten Bima. Florea: J Biol Pembelajarannya, 6, 101-113.

Azmin, N., & Rahmawati, A. (2019). Inventarisasi Tumbuhan Obat Tradisional Di Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Oryza: Jurnal Pendidikan Biologi, 8(2), 34-39.

Hardianti. (2021). Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Di Desa Sumillan Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Skripsi. Program Studi Kehutanan.UMM.

Ibrahim. (2016). Inventarisasi Tumbuhan Obat Tradisional Suku Dayak Bakumpai Di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi. Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya.

Kaunang, S. R. (2015). Etnobotani (pemanfaatan tumbuhan secara tradisional) dalam pengobatan hewan ternak oleh Masyarakat Using di Kabupaten Banyuwangi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Jember.

Leisha, A. (2017). Inventarisasi Tumbuhan Obat di Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan Sebagai Buku Referensi di SMA. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi. Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia.

Manao, M. (2018). Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat Di Desa Oebobo Kecamatan Batu Putih Kabupaten Timor Tengah Selatan. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Farmasi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang.

Rubianti, I., Azmin, N., & Nasir, M. (2022). Analisis Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Golka (Ageratum conyziodes) Sebagai Tumbuhan Obat Tradisional Masyarakat Bima. JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan, 1(2), 7-12.

Rahayu. (2020). Penyakit Tropis. Samarinda : Universitas Mulawarman.

Riswati. (2015). Tradisi Masyarakat dalam Penanaman dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Lekat di Pekarangan. Jurnal Kefarmasian Indonesia. 5(2), 123-132.

Sarwono, B. (2005). Jamu Untuk Ternak. Jakarta: Penebar Swadaya.

Veriana, T. (2014). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Tradisional Oleh Suku Jawa Dan Lembak Kelingi Di Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong Dan Implementasinya Pada Pembelajaran Biologi SMA. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Bengkulu.

Yuliani. (2018). Kandungan Metabolit Sekunder Kulit Batang Dan Biji Mahoni. Jurnal Lenterabio, 7 (1), 66-75.

Downloads

Published

2022-05-30