Pengaruh Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens)

Authors

  • Erni Suryani STKIP Bima

DOI:

https://doi.org/10.55784/juster.v1i2.87

Keywords:

Jarak Tanam, Pupuk Kandang, Pertumbuhan Cabai Rawit

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan cabai rawit, serta interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama: spasi (J) terdiri dari 3 level. faktor kedua adalah dosis pupuk kandang yang terdiri dari 4 taraf dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Cabang dan diukur dari umur 7, 21 dan 35 HST. Hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman cabai rawit pada perlakuan J2 pada 35 HST dan jumlah cabang pada perlakuan J2 pada 7 HST, dan tidak berpengaruh nyata. berpengaruh terhadap jumlah daun pada umur 7 HST, 21 HST, dan 35 HST. Pada aplikasi pupuk kandang, rata-rata tinggi tanaman cabai rawit tidak terlalu berbeda, kecuali pada perlakuan P3 pada 35 HST. Namun secara keseluruhan pada perlakuan P0 sampai P3 umur tanam 35 HST pertumbuhan tanaman cabai rawit sangat baik. Pada perlakuan P3 pada 35 HST rata-rata tinggi cabai rawit 34,78 cm. Pertumbuhan cabai rawit pada perlakuan ini sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kandang 1,5 kg dengan jarak tanam 50 cm x 60 cm sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit. Rata-rata jumlah daun cabai rawit tidak berpengaruh nyata berdasarkan jumlah aplikasi pupuk kandang, hal ini terlihat dari data perlakuan P0 sampai P3 pada umur 7 HST sampai 35 HST menunjukkan angka yang hampir sama. Jarak tanam tanaman cabai rawit juga mempengaruhi jumlah cabang. Data menunjukkan cabang daun paling banyak terdapat pada perlakuan J2 dengan jumlah rata-rata tertinggi 6,00 dan 5,17 helai.

References

Attanzil, S. M., & Ammar, M. (2021). Evaluasi Laju Asimilasi Bersih, Laju Pertumbuhan Tanaman, Dan Indeks Panen Pada F6 Hasil Persilangan Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Dengan Cabai Keriting (Capsicum Annum L.) Sebagai Kriteria Seleksi (Doctoral dissertation, Sriwijaya University).

Azmin, N. N., & Hartati, H. (2020). Pengaruh Pemberian Pupupk Hayati Daun Kersen Terhadap Pertmbuhan Tanaman Tomat (Solanum lyicopersicum L). ORYZA (JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI), 9(1), 8-14.

Azmin, N. N., Hartati, H., Nasir, M., Bakhtiar, B., & Nehru, N. (2020). Penggunaan Media Tanam Hidroponik Terhadap Produktivitas Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum melongena). ORYZA (Jurnal Pendidikan Biologi), 9(2), 14-20.

Baharuddin, R., & Sutriana, S. (2019). Pertumbuhan dan produksi tanaman tumpangsari cabai dengan bawang merah melalui pengaturan jarak tanam dan pemupukan NPK pada tanah gambut. Dinamika Pertanian, 35(3), 73-80

Hartati, H., Azmin, N., Baktiar, B., Nasir, M., & Andang, A. (2021). Pengaruh Penambahan Arang Sekam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans). ORYZA (Jurnal Pendidikan Biologi), 10(1), 1-7.

Hariyadi, H., Winarti, S., & Basuki, B. (2021). Kompos dan pupuk organik cair untuk pertumbuhan dan hasil cabai rawit (Capsicum frutescens) di tanah gambut. Journal of Environment and Management, 2(1), 61-70.

Hartati, H., Azmin, N., Andang, A., & Hidayatullah, M. E. (2019). Pengaruh Kompos Limbah Kulit Kopi (Coffea) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Florea: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 6(2), 71-78.

Ilyasa, M., Hutapea, S., & Rahman, A. (2018). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L) terhadap pemberian kompos dan biochar dari limbah ampas tebu. Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 3(1), 39-49.

Sari, K. R., Battong, U., & Rahing, A. (2020). Pengaruh Jarak Tanam Dan Penggunaan Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). EnviroScienteae, 16(1), 77-84.

Downloads

Published

2022-05-31