Evaluasi Kesiapan Infrastruktur dan Fasilitas Penunjang Wisata Pantai Panmuti Di Desa Noelbaki Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Desa

Authors

  • Antonius Moda Wawa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Kresentino Lama Tokan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Veronika Yesatra Baumau Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Brian Christofer Wongsono Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Mariano Wiliams Fahik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

DOI:

https://doi.org/10.57218/jueb.v4i2.1620

Keywords:

Infrastruktur, PADes, Sengketa lahan

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung dalam pengembangan wisata Pantai Panmuti di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, sebagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Pantai Panmuti memiliki potensi daya tarik wisata alam yang tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal akibat berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, sengketa kepemilikan lahan, minimnya keterlibatan masyarakat, serta kurangnya sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara, penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan wisata masih bersifat parsial dan belum terkoordinasi secara profesional. Pembangunan aula serbaguna menjadi langkah awal yang positif, namun belum diikuti oleh penyediaan fasilitas dasar lainnya. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan strategi pembangunan terpadu yang mencakup penyelesaian konflik lahan, pembentukan BUMDes wisata, pelibatan aktif masyarakat, digitalisasi promosi, serta penguatan kerja sama dengan pemerintah kabupaten. Sinergi lintas aktor menjadi kunci utama dalam mewujudkan pariwisata desa yang berkelanjutan dan mampu mendukung kemandirian fiskal Desa Noelbaki.

References

Astuti, Tri. (2014). Upaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata Dan Kominfo Kota Samarinda Dalam Pengembangan Objek Wisata Desa Pampang. Administrasi Negara Vol. 4, No. 2. Hal.177-178.

Firdaus, M. (2020). Pembangunan Infrastruktur dan Dampaknya terhadap Ekonomi Wilayah. Bogor: IPB Press.

Herat, R. A., Rembang, M. R., & Kalangi, J. (2015). Peran Bidang Promosi Dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai Dalam Mempromosikan Potensi Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai. e-jurnal Akta Diurna.

Kadek Aris Puspantari. (2022). Pengelolaan Desa Wisata Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Desa di Desa Wisata Besan Kabupaten Klungkung. Journal of Contemporary Public Administration (JCPA), Volume 2, Nomor 2.

Mubyarto. (1999). Pengembangan Ekonomi Pedesaan. Jakarta: LP3ES.

Muhammad,Badrudin, Rizky. (2017). Desa Wisata: Sebuah Upaya Mengembangkan Potensi Desa Dan Meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim Volume 7 Nomor 2. Pemerintahan.

Permendesa PDTT No. 21 Tahun (2020). tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Pitana, I Gde & Diarta, I K S. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Putra, I. N. D. (2019). Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal. Yogyakarta: Deepublish.

Riski, M. F. (2021). Pengaruh Pengelolaan Obyek Wisata terhadap Peningkatan PADes: Studi pada Desa Wisata di Kabupaten Bantul

Rohmadin, S. (2016). Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Berbasis Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Politik

Sutrisno, E. (2020). Manajemen Pembangunan Daerah dan Desa. Jakarta: Prenadamedia Group.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun (2014) tentang Desa.

Yanuar, D. A. (2020). Analisis Efektivitas Infrastruktur Pendukung Pariwisata terhadap Peningkatan PAD di Desa Wisata Nglanggeran. [Tesis]. Universitas Gadjah Mada.

Downloads

Published

2025-06-30