UMK, PDRB, dan PMDN terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Banten
DOI:
https://doi.org/10.57218/jueb.v5i2.3080Keywords:
UMK, PDRB, PMDN, Penyerapan tenaga KerjaAbstract
Penyerapan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam mengukur efektivitas pembangunan ekonomi regional. Penelitian ini mengkaji pengaruh upah minimum, PDRB, dan PMDN terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten periode 2017–2024, menggunakan regresi data panel pada empat kabupaten/kota: Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon. Uji Chow dan uji Hausman mengarahkan pada penggunaan Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, namun secara parsial hanya PDRB yang signifikan, sedangkan UMK dan PMDN tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi regional menjadi faktor dominan penyerapan tenaga kerja, sementara struktur industri padat modal di Banten mereduksi sensitivitas penyerapan tenaga kerja terhadap perubahan upah dan investasi domestik. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan bukti empiris determinan penyerapan tenaga kerja pada wilayah berstruktur industri padat modal, konteks yang masih terbatas dikaji dibandingkan wilayah padat karya. Implikasinya, kebijakan penyerapan tenaga kerja di Banten perlu diarahkan pada penguatan pertumbuhan ekonomi regional dan diversifikasi sektor padat karya, tidak hanya mengandalkan instrumen upah minimum dan investasi domestik.
References
Anggrya, Y., & Maimunah, E. (2024). Determinan penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa. Journal on Education, 6(4), 18544–18551. https://eprints.ums.ac.id/id/eprint/106334
Astuti, R. D., & Gunawan, G. (2023). Penanaman Modal Asing dan Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Kebijakan Ekonomi Dan Keuangan, 2(2), 188–193. https://doi.org/10.20885/jkek.vol2.iss2.art10
Gujarati, D. N. (2015). Econometrics by example. Palgrave Macmillan.
Hafiz, E. A., & Haryatiningsih, R. (2020). Pengaruh PDRB, UMK, dan IPM terhadap penyerapan tenaga kerja kabupaten/kota di Jawa Barat tahun 2010–2020. Journal Riset Ilmu Ekonomi, 1, 55–65.
Handoyo, F., & Rudatin, A. (2023). Analisis penyerapan tenaga kerja sektor industri di Provinsi Banten. Jurnal Kebijakan Ekonomi Dan Keuangan, 2(1), 107–114. https://doi.org/10.20885/JKEK.vol2.iss1.art13
Hasmarini, I. M., & Budi, Y. H. S. (2025). Analisis pengaruh IPM, PDB, PMA, PMDN, dan TPAK terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia 2004–2013. Indonesian Journal of Digital Business, 5(4), 2243–2254.
Katz, L. F. (1986). Efficiency wage theories: A partial evaluation. In S. Fischer (Ed.), NBER Macroeconomics Annual 1986 (Vol. 1, pp. 235-290). MIT Press.
Lube, F., Kalangi, J. B., Tolosang, K. D., Pembangunan, J. E., Ekonomi, F., & Ratulangi, U. S. (2021). Analisis pengaruh upah minimum dan PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Bitung. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21(03), 25–36.
Mankiw, N. G. (2016). Macroeconomics. Worth Publishers.
Marshall, A. (1920). Principles of Economics.
North, D. C. (1955). Location theory and regional economic growth. Journal of Political Economy, 63(3), 243–258.
Putra, F. W., Ariani, N., & Nofrian, F. (2022). Analisis Relevansi Penanaman Modal Asing, Modal dalam Negeri dan Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia 1990 – 2019. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 3(4), 708–719. https://doi.org/10.36418/jiss.v3i4.571
Priyatno, D. (2022). Olah data sendiri: Analisis regresi linier dengan SPSS dan analisis regresi data panel dengan EViews. ANDI.
Putri, E., Setyowati, E., & Rosyadi, I. (2022). Pengaruh produk domestik regional bruto (PDRB), upah minimum kota/kabupaten (UMK), dan indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah tahun 2016–2019.. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 6(2), 651. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v6i2.594
Sakti, M., Saleh, M., & Juliansyah, J. (2022). Pengaruh produk domestik regional bruto dan investasi swasta serta upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja. Kinerja, 18(4), 689–694. https://doi.org/10.30872/jkin.v18i4.10557
Sari, R. J., & Setyowati, E. (2022). Analisis pengaruh jumlah penduduk, upah, dan IPM terhadap tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah tahun 2016–2020. Procedia of Social Sciences and Humanities, 3(c), 1–7. https://doi.org/10.21070/pssh.v3i.196
Sholihah, N., & Arisetyawan, K. (2025). Pengaruh Upah, Angkatan Kerja, Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Jawa Barat. Independent : Journal Of Economics, 5, 79–90.
Simanjuntak, P. J. (2001). Pengantar ekonomi sumber daya manusia. Lembaga Penerbit FE UI.
Sukirno, S. (2013). Teori pengantar makroekonomi. RajaGrafindo Persada
Tarman, M., Ruski, Purnomo, I. A., Wahyuni, Zahroh, A., Besri, H., & Wafa, M. (2022). Pengaruh PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Equilibria Pendidilan, 6(2), 57–64.
Wafin Renaldi, & Nurfahmiyati. (2022). Pengaruh upah minimum, pertumbuhan ekonomi, dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Sumbar. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 2(1), 23–30. https://doi.org/10.29313/jrieb.vi.647
Warapsari, E. B., Hidayat, W., & Boedirochminarni, A. (2023). Analisis pengaruh inflasi, PDRB, dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur. Jurnal Ilmu Ekonomi (Jie), 5(2), 247–261.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








