Efektivitas Intervensi Hope Pada Kecemasan Remaja
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1442Kata Kunci:
Intervensi HOPE, Kecemasan, RemajaAbstrak
Sebagian remaja mengalami fase transisi ke dewasa awal ditunjukkan pada saat masuk perguruan tinggi yang tidak jarang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku. Hal ini karena adanya tuntutan akademis, tekanan dalam membangun identitas pribadi dan pergantian lingkungan sosial seperti tempat tinggal baru, dan pertemanan baru. Jika perubahan perilaku ini tidak segera ditangani, remaja akan rentan mengalami kecemasan. Kecemasan tercipta karena remaja merasa terpinggirkan dari momen berharga, tertinggal dari pengalaman-pengalaman penting dalam kehidupan sosial yang berdampak pada penurunan kepuasan hidup. Intervensi HOPE dipilih untuk memberikan persepsi atau pemikiran positif kepada remaja dalam mengaktualisasikan tujuan hidup dan menumbuhkan motivasi untuk meraih tujuan serta mengupayakan melalui strategi yang spesifik di masa depan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh intervensi HOPE terhadap kecemasan remaja. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif quasi eksperimen dengan menggunakan untreated control group design with pretest and postest pada dua kelompok (kontrol dan eksperimen). Responden berjumlah 16 remaja yang berusia 18-21 tahun. Instrumen pengambilan data menggunakan skala kecemasan HARS. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney yang menunjukkan hasil signifikansi U=2,000, p=0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi HOPE mampu menurunkan tingkat kecemasan remaja secara signifikan. Kesimpulan implikasi praktis dari intervensi HOPE dapat meningkatkan harapan, kesejahteraan, meningkatkan literasi kesehatan mental, pengurangan kecemasan dan meningkatkan motivasi berprestasi remaja. Berdasarkan hasil penelitian ini intervensi HOPE bisa dijadikan alternatif latihan untuk kasus psikologis seperti kecemasan, depresi, stress ataupun gangguan persepsi.
Referensi
Carr, A. (2013). Positive psychology: The science of happiness and human strengths. Routledge.
Karademas, E. C. (2018). HOPE and psychological well-being among adolescents: The mediating role of resilience. Journal of Adolescence, 67, 116-124
Linley, P. A., & Joseph, S. (2004). Positive psychology in practice. New Yersey.
Marques, S. C., Lopez, S. J., & Mitchell, J. (2011). The Role of HOPE in Reducing Anxiety in Adolescents. Journal of Youth and Adolescence.
Nurhidayah, S. (2021). Pengaruh Intervensi HOPE terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Remaja. Jurnal Psikologi dan Konseling, 8(2), 45-58.
Olson, K. (2005). Psikologi Harapan, Bangkit Dari Keputusasaan Meraih kesuksesan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sagi, L., Bareket-Bojmel, L., Tziner, A., Icekson, T., & Mordoch, T. (2021). Dukungan sosial dan kesejahteraan di kalangan perempuan yang direlokasi: Peran mediasi dari ketahanan dan optimisme. Revista de PsicologĂa del Trabajo dan de las Organizaciones , 37 (2), 107-117.
Santilli, S., Marcionetti, J., Rochat, S., Rossier, J., & Nota, L. (2017). Kemampuan beradaptasi karier, harapan, optimisme, dan kepuasan hidup pada remaja Italia dan Swiss. Jurnal pengembangan karier , 44 (1), 62-76.
Satici, B. (2019). Menguji model kesejahteraan subjektif: Peran optimisme, kerentanan psikologis, dan rasa malu. Psikologi kesehatan terbuka , 6 (2), 2055102919884290.
Sidabutar, F. M., & Candra, J. S. (2008). Harapan Serta Konsep Tuhan pada Anak Usia Sekolah yang Menderita Kanker. Indonesian Journal of Cancer, 2(3).
Snyder, C. R. (1994). The psychology of hope: You can get there from here. Simon and Schuster.
Snyder, C. R. (2002). Hope theory: Rainbows in the mind. Psychological inquiry, 13(4), 249-275.
Snyder, CR (Ed.). (2000). Buku pegangan harapan: Teori, ukuran, dan aplikasi . Academic press.











