Konsumsi Tablet Tambah Darah dan Anemia Pada Remaja Putri Kota Bima, Nusa Tenggara Barat

Penulis

  • Fuji Astuti Alawia Universitas Airlangga
  • Pudji Lestari Universitas Airlangga
  • Rize Budi Amalia Universitas Airlangga
  • Dewi Setyowati Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1805

Kata Kunci:

Anemia, Kebiasaan makan, Remaja putri, Status gizi, Tablet tambah darah

Abstrak

Anemia pada remaja putri di Kota Bima masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri di salah satu SMK di Kota Bima. Metode penelitian ini analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Dilakukan pada bulan oktober 2024 hingga mei 2025 di salah satu SMK di Kota Bima. Sampel penelitian sebanyak 122 remaja putri kelas X yang didapatkan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat hemoglobin meter digital. Metode analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Terdapat 33,6% remaja putri kelas X mengalami anemia. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi (p=0,001), kebiasaan makan (p=0,012; OR=2,795), konsumsi tablet tambah darah (TTD) (p=0,001; OR=0,142), dan riwayat penyakit (p=0,021; OR=3,516) dengan anemia. Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia menarche (p=0,393), siklus menstruasi (p=0,245), dan lama menstruasi (p=0,342) dengan anemia. Kesimpulannya bahwa Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di salah satu SMK di Kota Bima adalah status gizi, kebiasaan makan, konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan riwayat penyakit. Saran diperlukan upaya kolaboratif dari sekolah, puskesmas, dan orangtua dalam pencegahan anemia pada remaja putri.

Referensi

Amsal, A., Subagyo, I., Taqwin, T., Kusumawati, D. E., Radhiah, S., Eka Cahyani, Y., & Hafid, F. (2023). Prevalence and risk factors of anemia in adolescent girls in Donggala District, Central Sulawesi. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 17(3), 1107–1116. https://doi.org/10.33860/jik.v17i3.3065

Cia, A., Annisa, H. N., & Lion, H. F. (2022). Asupan zat besi dan prevalensi anemia pada remaja usia 16-18 tahun. Window of Health : Jurnal Kesehatan, 4(2), 144–150. https://doi.org/10.33096/woh.vi.248

Desi, R. P., Isme, S., & Afrika, E. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Pajar Bulan Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim tahun 2021. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), 758–762. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i2.1815

Dikes Provinsi NTB. (2024). Data skrining anemia pada remaja putri Provinsi NTB. Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Gultom, Y. T., Jumirah, & Aritonang, E. (2020). Pengaruh asupan makanan terhadap kejadian anemia pada remaja perempuan di SMP daerah pedesaan Pancur Batu Deli Kabupaten Serdang. Jurnal Internasional Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Klinis, 7(3), 50–60. https://doi.org/10.32827/ijphcs.7.3.50

Husnah, R., Fitriani, F., & Panjaitan, A. L. (2023). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja. Jurnal Ners, 7(2), 871–875. https://doi.org/10.31004/jn.v7i2.16145

Indrawatiningsih, Y., Hamid, S. A., Sari, E. P., & Listiono, H. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 331–337. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i1.1116

Kemenkes. (2023). Buku saku pencegahan anemia pada ibu hamil dan remaja putri. Kementerian Kesehatan RI.

Kusuma, T. U. (2022). Peran edukasi gizi dalam pencegahan anemia pada remaja di Indonesia: Literature review. Jurnal Surya Muda, 4(1), 61–78. https://doi.org/10.38102/jsm.v4i1.162

Marisa, D. E., Dioso, R., Elengoe, A., Kamasturyani, Y., & Iyos, R. (2025). Tackling adolescent anemia: A systematic review of integrated interventions. Al-Rafidain Journal of Medical Sciences, 8(1), 6–13. https://doi.org/10.54133/ajms.v8i1.1601

Mbou, A. S. M., Djoko, G. R. P., Ketchaji, A., Dama, S. A., Irita, F., Ngodem, V. C. K., Magne, M. T., Djimefo, A. K. T., & Sobngwi, J. L. (2025). Determinants of anemia in school-going adolescents: A case study in Douala, Cameroon. BMC Public Health, 25(1), 1-11. https://doi.org/10.1186/s12889-024-21224-y

Muliana, H., Fitra Hayati, N., Sidiq, R., Amos, J., & Windra Doni, A. (2023). Perubahan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia melalui media aplikasi berbasis android di SMKN 9 Kota Padang. Jurnal Sehat Mandiri, 18(2), 48–59. https://doi.org/10.33761/jsm.v18i2.1038

Nuraina, V. F., & Sulistyoningsih, H. (2023). Hubungan antara pengetahuan gizi, status gizi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Al-Ishlah Singaparna tahun 2023 the relationship between nutritional knowledge, nutritional Status, and adherenc. Journal of Midwifery and Public Health, 5(2), 64–82. https://doi.org/10.25157/jmph.v5i2.12714

PuskesmasMpunda. (2024). Data Skrining Anemia Pada Remaja Putri Puskesmas Mpunda. Puskesmas Mpunda.

Qothrunnada, Y., & Sudaryanti, L. (2023). Factors causing anemia in adolescent girls: Literature review. International Journal of Research Publications, 139(1), 351–359. https://doi.org/10.47119/ijrp10013911220235840

Sari, I. P., Arif, A., & Anggraini, H. (2023). Hubungan status gizi, siklus menstruasi, dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri usia 15-16 tahun di SMA Pembina Palembang tahun 2022. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 2118–2122. https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i2.3149

Suaib, F., Rowa, sitti sahariah, & Adwiah, W. (2024). Hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas IX di SMP Negeri 5 Konawe Selatan. Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.35325/kebidanan.v14i1.404

Utami, A., Margawati, A., Pramono, D., & Diah Rahayu Wulandari. (2021). Anemia pada remaja putri (Vol. 1, Issue 2). Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

WHO. (2021). Prevalence of anaemia in non-pregnant women ( aged 15-49 ) (%) Indicator Country. World Health Organization.

Yulianingsih, E., & Porouw, H. S. (2020). Risk factors determinants anemia events in adolescent puskesmas in kota selatan. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 8(3), 194–205. https://doi.org/10.21927/jnki.2020.8(3).194-205

Yulianingsih, E., Tompunuh, M. M., Mohamad, S., Anasiru, M. A., & Luawo, H. P. (2025). Program peer support untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 9(4), 1–8. https://doi.org/10.31764/jmm.v9i4.31967

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-18