Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Dysmenorrhea Primer Pada Remaja Putri Pondok Pesantren Nurul Jalal Kabupaten Tebo
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1831Kata Kunci:
Dysmenorrhea, Menstruasi, Remaja, YogaAbstrak
Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan seseorang, terutama bagi remaja putri yang mulai mengalami menstruasi sebagai tanda pubertas dan kesiapan reproduksi. Namun, banyak remaja putri mengalami keluhan berupa nyeri menstruasi (dismenore). Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah terapi yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi yoga terhadap penurunan nyeri Dysmenorrhea primer pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design dan Time Series Design yang dilakukan pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel penelitian ditentukan dengan rumus Slovin, diperoleh 30 responden yang terbagi atas 15 orang kelompok eksperimen dan 15 orang kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney U Test dan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,001, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok, di mana pemberian terapi senam yoga terbukti berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi yoga efektif dalam mengurangi nyeri Dysmenorrhea primer pada remaja putri. Oleh karena itu, disarankan agar remaja putri mempelajari dan mempraktikkan gerakan yoga secara rutin, terutama menjelang dan selama menstruasi, sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri menstruasi.
Referensi
Amalia, A. (2015). Tetap sehat dengan yoga. Jakarta: Pandais Media.
Amru, D. E., & Selvia, A. (2022). Pengaruh senam yoga terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di Institut Kesehatan Mitra Bunda. Midwifery Care Journal, 3(1), 16–21. https://ejournal.inkesmitrabunda.ac.id/index.php/jkk/article/view/2877
Anurogo, D., & Wulandari, A. (2015). Cara jitu mengatasi nyeri menstruasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Arinis, D., Saputri, D. I., Supriyanti, D., & Ernawati, D. (2020). Pengaruh senam yoga terhadap penurunan intensitas nyeri haid pada remaja mahasiswi keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya. Borneo Nursing Journal, 2(1), 46–54. https://doi.org/10.36064
Armour, M., Parry, K., Manohar, N., Holmes, K., Ferfolja, T., Curry, C., MacMillan, F., & Smith, C. A. (2019). The prevalence and academic impact of dysmenorrhea in 21,573 young women: A systematic review and meta-analysis. Journal of Women’s Health, 28(8), 1161–1171. https://doi.org/10.1089/jwh.2018.7615
Dahlan, S. (2019). Besar sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan (Edisi ke-5). Jakarta: Epidemiologi Indonesia.
Dini, I. S. (2019). Pengaruh senam yoga terhadap intensitas penurunan nyeri haid pada remaja mahasiswi keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya. Borneo Nursing Journal, 2(1), 36–56.
Hidayat, A. A. A., & Uliyah, M. (2015). Keterampilan dasar praktik klinik untuk kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sindhu, P. (2014). Panduan lengkap yoga untuk hidup sehat dan seimbang. Bandung: Mizan Pustaka.
Rahmawati, D. T., Situmorang, R. B., & Yulianti, S. (2019). Pengaruh akupresur terhadap penurunan nyeri dismenore. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 4(2), 9. https://doi.org/10.37341/jkkt.v4i2.123











