Kesehatan dan Penerimaan Konsumen Terhadap Plant-Based Food Di Indonesia: Studi Literatur
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1844Kata Kunci:
Kesehatan, Penerimaan konsumen, Plant-based food, Studi literaturAbstrak
Konsumsi produk makanan berbasis protein nabati (Plant-based food) menjadi alternatif pilihan konsumen dalam mendukung perubahan pola diet. Studi ini bertujuan untuk mengkaji Pengembangan produk makanan berbasis protein nabati dalam kaitannya dengan penerimaan konsumen serta implikasinya terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia. Metode yang dilakukan mencakup telaah literatur dari berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2000–2025, dengan fokus pada aspek teknologi pengolahan, inovasi produk, preferensi konsumen, dan tren pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa meningkatnya kesadaran kesehatan mendorong minat terhadap konsumsi pangan nabati, meskipun faktor cita rasa, tekstur, harga, dan persepsi nilai gizi masih menjadi tantangan utama. Strategi peningkatan daya terima mencakup optimalisasi formulasi, penerapan teknologi pengolahan inovatif, edukasi konsumen, serta adaptasi produk sesuai cita rasa local. Kajian ini menyimpulkan bahwa potensi pasar plant-based food di Indonesia sangat besar, namun keberhasilan pengembangannya membutuhkan sinergi antara inovasi teknologi, penelitian sensori, dan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen. Hasil Studi Literatur ini menjadi peluang bagi Industri ataupun Masyarakat untuk memilih produk makanan yang akan dikonsumsi. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk memperdalam pemahaman mengenai dampak konsumsi produk protein nabati terhadap status gizi dan kesehatan masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.
Referensi
Apostolidis, C., & McLeay, F. (2016). Should we stop meating like this? Reducing meat consumption through substitution. Food Policy, 65, 74–89. https://doi.org/10.1016/J.FOODPOL.2016.11.002
Day, L. (2013). Proteins from land plants – Potential resources for human nutrition and food security. Trends in Food Science & Technology, 32(1), 25–42. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2013.05.005
Day, L., Cakebread, J. A., & Liu, D. (2022). An overview of plant-based meat analogues: Current status and future prospects. Annual Review of Food Science and Technology, 13, 85–104. https://doi.org/10.1146/annurev-food-032921-123652
Euromonitor International. (2023). Plant-based eating trends in Asia Pacific. Euromonitor.
FAO. (2020). Sustainable healthy diets: Guiding principles. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Hardianto, H., Aida, W., & Sari, V. P. (2022). Factors Affecting and Affected by Principal Leadership Effectiveness: A Systematic Literature Review. Jurnal Pendidikan Progresif, 12(3), 1008–1020. https://doi.org/10.23960/jpp.v12.i3.202202
Harlina, P., Fitriansyah, F., & Shahzad, R. (2023). The challenging concept of diversifying non-rice products from cassava by changing Indonesian people's behavior and perception: a review. Food Research. https://doi.org/10.26656/fr.2017.7(5).962.
Hidayat, A., Suryani, N., & Purnamasari, M. (2021). Peluang dan tantangan produk pangan berbasis protein nabati di Indonesia. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 9(3), 170–178. https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2021.009.03.4
Hoek, A. C., Luning, P. A., Weijzen, P., Engels, W., Kok, F. J., & de Graaf, C. (2011). Replacement of meat by meat substitutes. A survey on person- and product-related factors in consumer acceptance. Appetite, 56(3), 662–673. https://doi.org/10.1016/j.appet.2011.02.001
Joshi, V. K., & Kumar, S. (2015). Meat analogues: Plant based alternatives to meat products – A review. International Journal of Food and Fermentation Technology, 5(2), 107–119. https://doi.org/10.5958/2277-9396.2015.00026.6
Nolden, A., & Forde, C. (2023). The Nutritional Quality of Plant-Based Foods. Sustainability. https://doi.org/10.3390/su15043324.
Nurfadillah, A., Rahayu, W., & Susanto, E. (2022). Pengembangan daging nabati berbasis kacang koro dan sagu sebagai alternatif protein lokal. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 33(1), 45–54. https://doi.org/10.6066/jtip.2022.33.1.45
Rizzo, G. (2024). Soy-Based Tempeh as a Functional Food: Evidence for Human Health and Future Perspective. Frontiers in bioscience, 16 1, 3 . https://doi.org/10.31083/j.fbe1601003.
Satija, A., & Hu, F. B. (2018). Plant-based diets and cardiovascular health. Trends in Cardiovascular Medicine, 28(7), 437–441. https://doi.org/10.1016/j.tcm.2018.02.004
Shanti, R., Komala, K., Azhar, I. H., & Shalihati, F. (2023). Tempe: Indonesian Vegan Protein for the World (pp. 185–195). https://doi.org/10.2991/978-94-6463-144-9_18
Shurtleff, W., & Aoyagi, A. (2016). History of tempeh and tempeh products. Soyinfo Center.
Sogari, G., Li, J., Lefebvre, M., Menozzi, D., Pellegrini, N., Cirelli, M., Gómez, M. I., & Mora, C. (2019). The Influence of Health Messages in Nudging Consumption of Whole Grain Pasta. Nutrients, 11(12), 2993. https://doi.org/10.3390/nu11122993
Wijaya, C. H., Octaviani, D., & Fibrianto, K. (2020). Indonesian flavor-rich foods: From traditional to modern applications. Journal of Ethnic Foods, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s42779-019-00063-3
Willett, W., Rockström, J., Loken, B., Springmann, M., Lang, T., Vermeulen, S., ... & Murray, C. J. L. (2019). Food in the Anthropocene: The EAT–Lancet Commission on healthy diets from sustainable food systems. The Lancet, 393(10170), 447–492. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(18)31788-4











