Gambaran Nyeri Tenggorokan Pasca Operasi Pada Pasien Anestesi Umum Dengan Intubasi Endotrakeal Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara

Penulis

  • Reza Anggi Sofyan Universitas Harapan Bangsa
  • Septian Mixrova Sebayang Universitas Harapan Bangsa
  • Tophan Heri Wibowo Universitas Harapan Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1879

Kata Kunci:

Anestesi umum, Intubasi endotrakeal, Nyeri tenggorokan, Pasca operasi

Abstrak

Nyeri tenggorokan pasca operasi (Post Operative Sore Throat atau POST) merupakan salah satu komplikasi yang paling umum terjadi setelah tindakan intubasi endotrakeal. POST akan menimbulkan odinofagia, rasa tidak nyaman atau gatal di tenggorokan, disfonia, serta disfagia.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nyeri tenggorokan pada pasien anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2025 dengan Teknik pegambilan sampel total sampling sebanyak 51 responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini mendeskripsikan masalah yang terjadi dengan pengumpulan data dilakukan bersamaan secara serentak dalam satu waktu antara faktor risiko dengan efeknya. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang mengalami nyeri sedang pada jenis kelamin perempuan 25 responden (49%), usia dewasa (>19-59 tahun) 33 responden (64,7%), ASA II 29 responden (56,9%), ukuran ETT 7.0 sejumlah 18 responden (35,3%), tekanan balon ETT >30cmH20 25 responden (49%), lama terintubasi >60 menit 26 responden (51%). Kesimpulan: secara keseluruhan jenis kelamin, usia, ASA, ukuran ETT, tekanan balon ETT, lama terintubasi mempengaruhi tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi dengan intubasi endotrakeal tube.

Referensi

Amelia, K., Olfah, Y., & Donsu, J. D. T. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi dengan penggunaan endotracheal tube pada pasien bedah saraf. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 8(2), 134–143. https://doi.org/10.37294

Azisah, S., Mustari, A., Himayah, & Mase, A. (2016). Buku saku kontekstualisasi gender Islam dan budaya (S. A. Kara, Ed.). Seri Kemitraan Universitas Masyarakat (KUM). https://doi.org/10.15408/bat.v16i1.4289

Bulamba, F., Kintu, A., Ayupo, N., Kojjo, C., Ssemogerere, L., Wabule, A., & Kwizera, A. (2017). Achieving the recommended endotracheal tube cuff pressure: A randomized control study comparing loss of resistance syringe to pilot balloon palpation. Anesthesiology Research and Practice, 2017, Article 2032748. https://doi.org/10.1155/2017/2032748

Butterworth, J. F., Mackey, D. C., & Wasnick, J. D. (2022). Morgan & Mikhail’s clinical anesthesiology (7th ed.). McGraw-Hill Education. http://accessmedicine.mhmedical.com/content.aspx?aid=1190602587

Fenta, E., Teshome, D., Melaku, D., & Tesfaw, A. (2020). Incidence and factors associated with postoperative sore throat for patients undergoing surgery under general anesthesia with endotracheal intubation at Debre Tabor General Hospital, North Central Ethiopia: A cross-sectional study. International Journal of Surgery Open, 25, 1–5. https://doi.org/10.1016/j.ijso.2020.06.003

Gemechu, B. M., Gebremedhn, E. G., & Melkie, T. B. (2017). Risk factors for postoperative throat pain after general anaesthesia with endotracheal intubation at the University of Gondar Teaching Hospital, Northwest Ethiopia, 2014. The Pan African Medical Journal, 27, 127. https://doi.org/10.11604/pamj.2017.27.127.10566

Hasibuan, G. S., Setyawati, B., Budi, M., & Adriyani, F. H. N. (2024). Gambaran waktu munculnya peristaltik usus pada pasien dengan post general anestesi di rumah sakit umum. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(2), 165–624. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP

Hendi, O., Kosasih, C., & Mulyati, T. (2019). Tinjauan sistematis: Analisis faktor yang mempengaruhi tekanan cuff endotrakeal tube (ETT) pada pasien terpasang ventilasi mekanik. Jurnal Kesehatan Aeromedika, 5(1), 33–40. https://doi.org/10.58550/jka.v5i1.19

Lori, M. (2021). Gambaran respon nyeri tenggorokan pasca pemberian Xilocain spray pada pemasangan endotrakeal tube di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado [Skripsi, Institut Teknologi Kesehatan Bali]. Institut Teknologi Kesehatan Bali Repository. https://repository.itekes-bali.ac.id/journal/detail/1001/

Millizia, A., & Maulina, F. (2018). Hubungan nyeri tenggorok dan faktor risiko pasien pasca operasi dengan anestesi umum intubasi endotrakeal di PPK BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara. AVerrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 4(2), 46–61. https://doi.org/10.29103/averrous.v4i2.1037

Mitobe, Y., Yamaguchi, Y., Baba, Y., Yoshioka, T., Nakagawa, K., Itou, T., & Kurahashi, K. (2022). A literature review of factors related to postoperative sore throat. Journal of Clinical Medicine Research, 14(2), 88–94. https://doi.org/10.14740/jocmr4665

Rani, R. (2014). Hubungan pemberian tekanan cuff dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi menggunakan intubasi endotrakeal tube di RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan [Skripsi, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta]. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/3830

Susianto, A., Pratiwi, H., & Simamora, E. (2020). Tablet hisap dan relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri tenggorok pada pasien post operasi dengan general anesthesia (GA). Medica Hospitalia: Journal of Clinical Medicine, 7, 409–414. https://doi.org/10.36408/mhjcm.v7i2.513

Suzzane, J. H. (2023). Oxford handbook of perioperative practice (2nd ed.). Oxford University Press.

Veterini, A. S. (2021). Buku ajar teknik anestesi umum (H. Hamzah & B. P. Semedi, Eds.). Airlangga University Press.

World Health Organization. (2018). Ensuring safe and affordable surgery. World Health Organization. https://www.who.int/westernpacific/activities/ensuring-safe-and-affordable-surgery.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-21