Hubungan Perilaku Sedentari dan Konsumsi Mie Instan Dengan Komposisi Tubuh Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Megarezky

Penulis

  • Ainun Nuri Universitas Megarezky
  • Hardyanty Subair Universitas Megarezky
  • Eka Sari Ridwan Universitas Megarezky

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.1883

Kata Kunci:

Indeks massa tubuh, Komposisi tubuh, Konsumsi mie instan, Lemak tubuh, Perilaku sedentari

Abstrak

Perilaku sedentari dan konsumsi mie instan dapat memengaruhi komposisi tubuh, namun hubungan keduanya pada mahasiswa masih perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentari dan konsumsi mie instan terhadap komposisi tubuh—termasuk Indeks Massa Tubuh (IMT) dan persentase lemak tubuh—pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Megarezky.Metode penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan 54 responden yang dipilih secara acak. Data perilaku sedentari dan konsumsi mie instan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan IMT dan persentase lemak tubuh diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki IMT normal (59,3%) dan persentase lemak tubuh kategori standar plus (75,9%). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara perilaku sedentari dengan IMT (p=0,435) maupun persentase lemak tubuh (p=0,488). Namun, konsumsi mie instan menunjukkan hubungan signifikan dengan IMT (p=0,010) dan persentase lemak tubuh (p=0,000).Konsumsi mie instan berpengaruh signifikan terhadap komposisi tubuh, sementara perilaku sedentari tidak berpengaruh signifikan. Disarankan dilakukan edukasi gizi dan promosi aktivitas fisik untuk mencegah risiko obesitas.

Referensi

Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

World Instant Noodles Association. (2023). Global demand for instant noodles. https://instantnoodles.org/

Clara, A., Sari, D. P., & Wijaya, R. (2024). Aktivitas fisik dan status gizi remaja. Jurnal Gizi Indonesia, 15(1), 45-55.

Rachmawati, F., Putri, A. S., & Hasanah, U. (2023). Konsumsi mie instan dan risiko obesitas pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 123-134.

Effendy, A., Lestari, T., & Santoso, B. (2025). Dampak sedentary behavior terhadap kesehatan mahasiswa. Jurnal Gizi dan Pangan, 20(1), 67-75.

Mensink, R. P., Zock, P. L., Kester, A. D., & Katan, M. B. (2016). Effects of dietary fatty acids on serum lipids and lipoproteins: A systematic review and regression analysis. American Journal of Clinical Nutrition, 83(6), 1467-1474. https://doi.org/10.1093/ajcn/83.6.1467

World Health Organization. (2020). Guidelines on physical activity and sedentary behaviour. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128

Novitarum, L., & Sari, D. P. (2025). Hubungan konsumsi mie instan, junk food, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja. Jurnal Nutrisia, 27(1), 37-47.

Anggraini, R., & Anggraini, R. (2025). Determinan pola konsumsi mie instan di kalangan mahasiswa Kampus Indralaya Universitas Sriwijaya. Skripsi Universitas Sriwijaya.

Novitarum, L., & Sari, D. P. (2024). Hubungan konsumsi mie instan dengan status gizi mahasiswa Keperawatan. Jurnal Innovative, 12(4), 56-65.

Sembiring, T. B. (2024). Pengaruh mie instan pada kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Terapan, 14(2), 112-120.

Hasan, M. R. F. (2022). Perbedaan tingkat konsumsi mie instan berdasarkan karakteristik individu di kalangan mahasiswa. Jurnal Gizi UI, 9(3), 78-85.

Risyanu, A., et al. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi mie instan di kalangan mahasiswa. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 10(2), 121-130.

Putri, S. E., & Lestari, S. D. (2023). Konsumsi mie instan dan risiko sindrom metabolik pada wanita dewasa muda di Surabaya. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 16(1), 29-36.

Yuliana, R., & Nugraha, A. (2025). Pengaruh aktivitas fisik terhadap kualitas tidur dan status gizi mahasiswa. Jurnal Kesehatan Mahasiswa, 11(1), 15-23.

Lopez-Valenciano, A., et al. (2021). The association between sedentary time and body composition is age and sex dependent in youth. European Journal of Pediatrics, 180(2), 547–556.

Shin, H., et al. (2020). Frequent instant noodle consumption is associated with cardiometabolic risk factors. Nutrition & Metabolism, 17(1), 1–8.

Tremblay, M. S., Chaput, J. P., Adamo, K. B., Aubert, S., Barnes, J. D., & Saunders,T.J.(2020).Sedentary Behavior Research Network (SBRN) – Terminology Consensus Project Process and Outcome.International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 17(1), 1–17.

Yang, J., Park, H. J., Hwang, W., Kim, T. H., Kim, H., Oh, J., & Cho, M. S. (2021). Changes in the glucose and insulin responses according to high-protein snacks for diabetic patients. Nutrition Research and Practice, 15(1), 54–65.

Yoon, J., et al. (2020). Association between ultra-processed food consumption and BMI in college students. International Journal of Obesity, 44(9), 1801–1807.

Zhang, Y., et al. (2021). High consumption of instant noodles and risk of obesity and abdominal obesity among children and adolescents. Journal of Pediatric HealthCare,35(2),178–184.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-03