Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Desa Gambus Laut Terhadap Pencegahan Demam Berdarah Dengue
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.1886Kata Kunci:
DBD, Pencegahan, Perilaku, PengetahuanAbstrak
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang menjadi masalah kesehatan global dengan peningkatan kasus signifikan, khususnya di Indonesia. Pada tahun 2024, kasus DBD di dunia mencapai lebih dari 14,6 juta dengan sekitar 12.000 kematian. Di Indonesia sendiri, sepanjang 2025 tercatat sekitar 80.000 kasus dan ratusan kematian, terutama di wilayah pesisir seperti Desa Gambus Laut, Kabupaten Batu Bara, yang memiliki risiko tinggi akibat kondisi lingkungan dan kebersihan yang kurang optimal. Meskipun tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBD relatif baik, tidak selalu diikuti oleh perilaku pencegahan efektif sehingga kasus masih terjadi. Oleh karena itu, edukasi dan intervensi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku preventif. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan purposive sampling pada 30 responden untuk menggambarkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait pencegahan DBD serta mengukur efektivitas edukasi melalui kuesioner pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi, dengan rata-rata skor naik dari 14,5 menjadi 16,5 dan nilai p 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi dan media poster efektif meningkatkan pengetahuan dan diharapkan dapat mendorong perilaku pencegahan yang lebih baik guna menurunkan angka kasus DBD di komunitas tersebut.
Referensi
Brady, O. J., Hay, S. I., & Gething, P. W. (2020). The global expansion of dengue: Epidemiology, ecology, and control strategies. Nature Reviews Microbiology, 18(3), 161–173. https://doi.org/10.1038/s41579-019-0318-6
Collins, S. P., Storrow, A., Liu, D., et al. (2021). Efektivitas poster dan video tentang pencegahan demam berdarah dengue (DBD) terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 167–186.
Gubler, D. J. (2019). Dengue, urbanization and globalization: The unholy trinity of the 21st century. Tropical Medicine and Health, 47(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s41182-019-0154-1
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Nyamuk lebih mematikan daripada hewan buas. Kemenkes RI.
Lumban Tobing, O. S., & Astuti, F. D. (2020). Edukasi pencegahan demam berdarah dengue pada masyarakat. Jurnal Abdidas, 1(3), 149–156.
Marhaeni, G. A., Suindri, N. N., Arneni, N. P. G., Habibah, N., & Dewi, N. N. A. (2024). Edukasi dengan media poster terhadap pengetahuan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dengan 3M Plus pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 2(2), 161–165.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Nursanti, A. D., Kusariana, N., Wurjanto, M. A., & Martini, M. (2024). Kepadatan larva dan karakteristik kontainer kasus demam berdarah di wilayah pesisir Kota Tegal. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 4(3), 79–90. https://doi.org/10.14710/jrkm.2024.23781
Ratnasari, W., Arifah, H., Amaliyah, N. I., et al. (2023). Hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan pencegahan demam berdarah dengue. Jurnal Pendidikan Biologi, 2(1), 6–7.
Sugiyono. (2013). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukowati, S., & Shinta. (2019). Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian demam berdarah dengue. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit.
Suyasa, I. N. G., Putra, N. A., & Aryanta, I. W. R. (2018). Hubungan faktor lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 203–210.
World Health Organization. (2023). Dengue and severe dengue. WHO.
World Health Organization. (2024). Global dengue update and epidemiological situation. WHO.
World Health Organization. (2025). Dengue surveillance and response. WHO.











