Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Biji Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Sebagai Penumbuh Rambut Pada Kelinci Jantan New Zealand White
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1890Kata Kunci:
Ekstrak kulit biji kacang hijau, New Zealand white, Penumbuh rambutAbstrak
Rambut memiliki peran penting dalam aspek psikologis dan sosial seseorang. Kerontokan rambut dapat terjadi karena faktor fisiologis maupun patologis, seperti gangguan hormonal, kekurangan nutrisi, stres, paparan radikal bebas, serta faktor genetik. Kulit biji kacang hijau (Vigna radiata L.) diketahui kaya protein, flavonoid, dan antioksidan yang berpotensi merangsang pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak kulit biji kacang hijau terhadap pertumbuhan rambut serta menentukan dosis optimal. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental murni dengan hewan uji kelinci New Zealand White sebanyak tiga ekor yang dibagi menjadi delapan kelompok perlakuan: kelompok netral (tanpa perlakuan), kontrol positif (minoxidil 2%), kontrol negatif (aquadest), dan kelompok uji dengan konsentrasi ekstrak kulit biji kacang hijau 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Parameter yang diamati meliputi panjang rambut, bobot rambut, dan luas pertumbuhan rambut selama 14 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Ekstrak kulit biji kacang hijau pada konsentrasi 20% menunjukkan hasil optimal dengan panjang rambut 1,42 cm, bobot rambut 0,943 gram, dan luas pertumbuhan 3,41 cm². Sementara itu, kontrol positif minoxidil 2% menghasilkan panjang rambut 1,73 cm, bobot rambut 1,240 gram, dan luas pertumbuhan 3,00 cm². Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan terhadap parameter panjang, bobot, dan luas pertumbuhan rambut (p = 0,001). Ekstrak kulit biji kacang hijau (Vigna radiata L.) efektif meningkatkan pertumbuhan rambut, dengan konsentrasi 20% memberikan hasil paling optimal. Meskipun efektivitasnya mendekati minoxidil 2%, ekstrak ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif alami dalam terapi kerontokan rambut.
Referensi
Alifiar, I. (2021). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera elatior (Jack)R.M.Sm) Sebagai Pertumbuhan Rambut Terhadap Kelinci Putih Jantan. Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa, 4(1), 76–86. https://doi.org/10.29313/jiff.v4i1.6679
Amalia, R., Fajriati, J. R., Febrianto, Y. E., Aziizah, N., Kahla, M. G., & Anjali, I. S. (2023). Aktivitas Antioksidan dan Inhibitor Nitrit Oksida Ekstrak Etanol Kulit Biji Kacang Hijau (Vigna radiata L.). KARTIKA: Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(2), 109–119. https://doi.org/10.26874/kjif.v8i2.712
Beama, C. A., Klau, M. E., & Araujo, N. G. de. (2021). Uji Efektivitas Pertumbuhan Rambut Sediaan Emulsi Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Polyscia Scutellaria) dan Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb), Pada Kelinci Jantan (Oryctolagus Cuniculus). CHM-K Pharmaceutical Scientific Journal, 4(1), 51–60.
Depkes, R. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi II). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Fakhrizal, M. A., & Saputra, K. H. (2020). Potensi Daun Katuk Dalam Mencegah Kerontokan Rambut. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(2), 193–200.
Ganesan, K., & Xu, B. (2018). A Critical Review on Phytochemical Profile and Health Promoting Effects of Mung Bean (Vigna radiata). Food Science and Human Wellness, 7(1), 11–33. https://doi.org/10.1016/j.fshw.2017.11.002
Himaniarwati, Mariana, F. (2023). Uji Aktivitas Ekstrak Terpurifikasi Kulit Batang Langir (Albizia saponaria) Sebagai Penumbuh Rambut Terhadap Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, 2(4), 187–198. https://doi.org/https://doi.org/10.54883/jpmw.v2i4.20
Indrawati, T. (2024). Anatomi Fisiologi Rambut (S. Taufik (ed.); Edisi I). Pusat Publikasi Ilmiah - ISTN.
Ittiqo, D. H., Jeniti, P., Hati, M. P., Nurbaety, B., & Wahid, A. R. (2022). Uji Aktivitas Hair Tonic Madu Kombinasi Ekstrak Daun Seledri (Apium Graveolens Linn) Terhadap Pertumbuhan Rambut Kelinci Jantan. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 3(1), 55. https://doi.org/10.31764/lf.v3i1.7406
Kuncari, E. S., Iskandarsyah, I., & Praptiwi, P. (2015). Uji Iritasi dan Aktivitas Pertumbuhan Rambut Tikus Putih : Efek Sediaan Gel Apigenin dan Perasan Herba Seledri (Apium graveolens L.). Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 25(1), 15–22. https://doi.org/10.22435/mpk.v25i1.4092.15-22
Kurniawati, E. (2015). Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Tunas Bambu Apus Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Jurnal Wiyata, 2(2), 193–199.
Muliani, W., Setiawan, F., & Sukmawan, Y. P. (2022). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hair Tonic Ekstrak Etanol Daun Katuk ( Sauropus androgynus (L.) Merr.) sebagai Pertumbuhan Rambut pada Kelinci Jantan New Zealand White. Prosiding Seminar Nasional Diseminasi Hasil Penelitian Program Studi S1 Farmasi, 2, 101–112.
Munandar, A., Nasution, M. P., Nasution, H. M., Mambang, D. E. P., Korespondensi, A., Nasution, M. P., Studi, P., Farmasi, F., Muslim, U., Washliyah, N. Al, Garu, J., & No, I. I. (2023). Skrining Fitokimia dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata (L) Wilczek Dengan Metode BSLT. FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, Dan Kesehatan, 2(2), 214–223.
Musdalipah, K. (2018). Efektivitas Ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescents L.) Sebagai Penumbuh Rambut Terhadap Hewan Uji Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Riset Informasi Kesehatan, 27(2), 58–66. https://doi.org/https://doi.org/10.30644/rik.v7i1.137
Wijaya, H. M., Setyaningrum, E., Lina, R. N., & Setyoningsih, H. (2024). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa oliefera L.) Sebagai Penumbuh Rambut Pada Hewan Uji Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus). Cendekia Journal of Pharmacy, 8(2), 190–198.
Wijayanti, S. N. (2023). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, Air Dari Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes ATCC 11827 Secara Difusi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(23), 755–770.











