Hubungan Polifarmasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RSUD Jaraga Sasameh
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1976Kata Kunci:
Diabetes melitus, Kepatuhan, PolifarmasiAbstrak
Polifarmasi merupakan penggunaan lima obat atau lebih setiap hari. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang umumnya membutuhkan obat tambahan untuk penyakit penyerta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji korelasi antara polifarmasi dan kepatuhan pengobatan pada pasien DMT2 yang dirawat di RSUD Jaraga Sasameh dengan rancangan cross sectional. Data penelitian ini berasal dari survei kepatuhan dan rekam medis, kemudian untuk analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar pasien polifarmasi mengkonsumsi lima hingga enam obat per resep. Nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05) menunjukkan korelasi signifikan antara polifarmasi dan kepatuhan.Pasien tanpa polifarmasi lebih patuh dibandingkan dengan pasien yang menjalani polifarmasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa polifarmasi mempengaruhi kepatuhan pasien, sehingga diperlukan peningkatan peran apoteker dalam evaluasi rasionalitas terapi, konseling serta penguatan kolaborasi antar tenaga Kesehatan dan sistem pemantauan kepatuhan untuk mendukung keberhasilan pengobatan pasien DMT2.
Referensi
Anggraeni, D., Hapsari, I., & Galistiani, G. F. (2025). Kepatuhan Pasien Hipertensi dan Polifarmasi. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(5), 4774–4787.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan Provinsi Kalimantan Tengah Riskesdas 2018. In Kemenkes RI.
Balkhi, B., Alwhaibi, M., Alqahtani, N., Alhawassi, T., Alshammari, T. M., Mahmoud, M., Almetwazi, M., Ata, S., & Kamal, K. M. (2019). Oral antidiabetic medication adherence and glycaemic control among patients with type 2 diabetes mellitus: A cross-sectional retrospective study in a tertiary hospital in Saudi Arabia. BMJ Open, 9(7), 1–11. H
Fadilah, N., & Wibowo, A. (2023). Hubungan kompleksitas terapi dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 13(2), 115–123.
Handayani, R., Pratama, G., & Lestari, M. (2022). Analisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien diabetes melitus terhadap pengobatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(1), 45–54.
Hijriani et al. (2025). Hubungan Terapi Polifarmasi dengan Potensi dan Tingkat Keparahan Interaksi Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Journal of Pharmaceutical Sciences, 03, 22–29.
International Diabetes Federation (IDF). (2021). IDF Diabetes Atlas (D. J. M. Edward J Boyko, P. R. Suvi Karuranga, Lorenzo Piemonte, & H. S. Pouya Saeedi (eds.); 10TH ed.). www.diabetesatlas.org
İnci, H. (2021). Evaluation of multiple drug use in patients with type 2 diabetes mellitus. Diabetology International, 12(4), 399–404.
Mulyani, Y., Siti Balqis, S., Sutrisno, E., & Anggriani, A. (2024). Analisis Hubungan Polifarmasi Dengan Potensi Interaksi Obat Pada Peresepan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Farmasi Galenika, 11(2), 77–93.
Oktaviani, D., & Setiawan, R. (2022). Polifarmasi dan interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus. Jurnal Kesehatan dan Farmasi Indonesia, 9(3), 201–210.
Purnama Puteri, A. M., & Ambar Yunita Nugraheni. (2023). Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kotagede Ii Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Farmasi, 19(2), 126–142.
Putri, M. A., & Sukandar, E. Y. (2024). Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Kepatuhan Terapi Pasien Diabetes Melitus Di Beberapa Puskesmas Dan Rumah Sakit. Jurnal Buana Farma, 4(3), 275–286.
Sari, D., & Rahman, A. (2023). Dampak ketidakpatuhan pengobatan terhadap komplikasi pasien diabetes melitus di puskesmas. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(1), 78–86.
Suprobo, M. D., & Fadillah, N. (2020). Peran Konseling Apoteker Terhadap Pengetahuan Penggunaan Obat Dengan Sediaan Khusus Di Ketanggungan – Brebes. Jurnal Ilmu Farmasi Dan Farmasi Klinik, 17(01), 30.
Syifa, S. N., & Jaya, M. K. A. (2022). Pengaruh Motivasi, Dukungan Keluarga, Sikap Dan Pengetahuan Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus. JournalsofNersCommunity, 6, 672–676.











