Pengaruh pemberian Ekstrak Kulit Durian Sidikalang Terhadap Kadar Glukosa dan Histopatologi Ginjal Tikus Wistar

Penulis

  • Andre Budi Universitas Prima Indonesia
  • Teguh Ade Saputra Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1979

Kata Kunci:

Antioksidan, Ginjal, Kadar gula darah

Abstrak

Hiperglikemia akibat diabetes melitus diketahui dapat menyebabkan kerusakan ginjal, sedangkan limbah kulit durian (Durio zibethinus) memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antidiabetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas ekstrak etanol kulit durian Sidikalang terhadap kadar glukosa darah (KGD) dan gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan 25 ekor tikus jantan yang dibagi secara acak menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (CMC-Na), kontrol positif (metformin), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 125 mg/kgBB/hari, 250 mg/kgBB/hari, dan 500 mg/kgBB/hari. Induksi diabetes dilakukan menggunakan aloksan 180 mg/kg secara intraperitoneal. Hasil pengukuran KGD menunjukkan nilai rata-rata sebelum induksi sebesar 88,72 ± 11,104 mg/dL, sesudah induksi meningkat menjadi 400,08 ± 143,212 mg/dL, dan kemudian menurun secara bertahap pada hari ke-5 (385,32 ± 134,395 mg/dL), hari ke-10 (336,32 ± 140,103 mg/dL), serta hari ke-15 (254,68 ± 109,582 mg/dL). Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk, sedangkan analisis perubahan dilakukan dengan uji Friedman dan Wilcoxon berpasangan disertai koreksi Bonferroni. Hasil analisis menunjukkan penurunan KGD yang bermakna antar waktu (p<0,001) pada kelompok perlakuan, dengan perbaikan signifikan mulai hari ke-5 hingga ke-15. Pemeriksaan histopatologi ginjal juga memperlihatkan perbaikan struktur jaringan dibandingkan kelompok kontrol diabetik. Dengan demikian, ekstrak kulit durian (Durio zibethinus) Sidikalang terbukti berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki kondisi histologis ginjal pada model tikus Wistar diabetes terinduksi aloksan. Penelitian lanjutan dengan variasi dosis, durasi perlakuan, serta pendekatan multikelompok yang lebih luas masih diperlukan untuk mengonfirmasi hasil ini.

Referensi

Aldinortey, M. B., Algbeko, R., Boison, D., Ekloh, W., Kulaltsienul, L. E., Biney, E. E., Alffulm, O. O., K. J., & N. A. (2019). Phytomedicines yang digunakan untuk diabetes mellitus di Ghana: Pencarian sistematis dan tinjauan bukti praklinis dan klinis. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine.

Anggraleni, E. V., & Analm, K. (2016). Identifikasi kandungan kimia dan uji aktivitas antimikroba kulit durian. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 19(3), 87–93.

Astharik, M., Dital, B. T., & Wardhani, F. M. (2020). Efek ekstrak Curcuma zedoaria terhadap gula darah dengan model tikus diabetes tipe 2. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 5(4), 43–48. https://doi.org/10.37887/jimkesmas.v5i4.15058

Dwi Pratiwi, P., Tiara, N., & Lestari, I. (2023). Hepatoprotector activity of ethanol extract of durian (Durio zibethinus Murr.) leaves on paracetamol-induced mice. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(3), 1170–1177.

Evalry, Y. M., & Nur, A. M. (2018). Antioxidant and antidiabetes capacity of hexane, ethyl acetate, and ethanol extracts of durian (Durio zibethinus Murr.) root. Pharmacognosy Journal, 10(5), 937–940. https://doi.org/10.5530/pj.2018.5.158

Kalsore, R. M. H., & K. J. (2019). Pengobatan tradisional dan perannya dalam pengelolaan diabetes mellitus: Perspektif pasien dan herbalis. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine.

Khalilani. (2019). Hari Diabetes Sedunia Tahun 2018. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 1–8.

Mosby Co. (1989). Glucose (Mono Reagent) (GOD/POD method) Red Quinone dye + H₂O. St. Louis, Baltimore, Philadelphia, Toronto.

Nazaruddin. (1994). Morfologi dan taksonomi durian (Durio zibethinus Murr.). Suplemen, 1–16.

Ozaly, Y., Guzel, S., Ozkorkmaz, E. G., Yıldız, A. L., Yıldırım, Z., Erdogdu, I. H., Darcan, S., P. B., & K. M. (2019). Luka kulit insisional dan eksisi pada penderita diabetes dan tikus non-diabetes. Indian Journal of Experimental Biology, 57, 157.

Romatulain, D. G., Barus, T., Haro, G., Siburian, R., & Simanjuntak, P. (2019). Phytochemical screening and antidiabetic activity of n-hexane, ethyl acetate and water extract from durian leaves (Durio zibethinus L.). Oriental Journal of Chemistry, 35(1), 487–490. https://doi.org/10.13005/ojc/350166

Rukmana, R. (1996). Durian: Budidaya dan Pasca Panen. Kanisius, Yogyakarta.

Sarian, M. N., Ahmed, Q. U., Mat So’ad, S. Z., Alhassan, A. M., Murugesu, S., Perumal, V., Syed Mohamad, S. N., K. A., & L. J. (2017). Antioxidant and antidiabetic effects of flavonoids: A structure-activity relationship-based study. Biomedical Research International.

Salstroasmoro, S., & Ismael, S. (2014). Dasar-Dasar Metodologi Klinis (Edisi ke-4). https://doi.org/10.15294/ULJPH.V2I1.3034

Soelistijo, S. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma.

Soelistijo, S., Novida, H., Rudijanto, A., Soewondo, P., Suastika, K., Manalu, A., Sanusi, H., Lindarto, D., Shahab, A., Pramono, B., Langi, Y., Purnamasari, D., & Soetedjo, N. (2015). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia 2015. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Suharti. (2019). Pengaruh ekstrak etanol kulit batang faloak (Sterculia quadrifida R.Br) terhadap histopatologi pankreas tikus yang diinduksi aloksan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Trikkalinou, A. L., Papageorgiou, A. L., & Manes, A. L. (2017). Diabetes tipe 2 dan kualitas hidup. World Journal of Diabetes, 120.

Wardhani, F. M., Chulman, L., Ginting, C. N., Ginting, S. F., & Nasution, A. N. (2019). Efek ekstrak kunyit putih (Curcuma zedoaria) sebagai nefroprotektor pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi tembaga. Journal of the Indonesian Medical Association, 69(8), 258–266.

World Health Organization. (2016). Angka kematian ibu dan anak. https://www.who.int

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30