Hubungan Usia dan Masa Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di HAR 1 dan HAR 2 PLTGU PLN Nusantara Power UP Belawan
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2025Kata Kunci:
Kelelahan kerja, Masa kerja, Pemeliharaan, Pembangkit listrik, UsiaAbstrak
Pekerja di bagian Pemeliharaan (HAR) pembangkit listrik memiliki risiko tinggi mengalami kelelahan saat bekerja disebabkan karena paparan suhu tinggi, kebisingan, dan beban kerja fisik yang berat. Kelelahan akibat pekerjaan dapat mengakibatkan penurunan efektivitas kerja serta meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja di HAR 1 dan HAR 2 PLTGU PLN Nusantara Power UP Belawan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 30 pekerja di divisi pemeliharaan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari IFRC. Hubungan antara usia dan masa kerja dengan tingkat kelelahan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar pekerja mengalami tingkat kelelahan sedang (70%), sedangkan sisanya mengalami tingkat kelelahan rendah (30%). Gejala kelelahan fisik paling dominan adalah frekuensi minum meningkat (skor 90), nyeri punggung (skor 67), dan letih seluruh tubuh (skor 65). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,898) dan masa kerja (p = 0,338) dengan tingkat kelelahan kerja. Kelelahan kerja pada pekerja di bagian pemeliharan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja dan beban kerja fisik dibandingkan faktor individu seperti usia dan masa kerja.
Referensi
Asdar, A. F. R., Sulaeman, U., & Muhsanah, F. (2023). Peminatan Kesehatan Lingkungan , Fakultas Kesehatan Masyarakat , Universitas Muslim Indonesia. Window of Public Health Journal, 4(2), 224–233.
Hastoro, M. F. R. (2022). Relationship Between Physical Workload, Sleep Quality, Work Climate, and Noise Level With Work Fatigue in Rolling Mill Workers in Sidoarjo Steel Industry. Indonesian Journal of Public Health, 17(2), 319–330.
Khairuddin, K. (2022). Hubungan Antara Stress Kerja dengan Produktivitas kerja pada Karyawan. Jurnal Social Library, 2(1), 24–30.
Larasati, S., Suroto, & Wahyuni, I. (2019). Hubungan Karakteristik Individu, Beban Kerja Fisik dan Beban Kerja Mental dengan Kelelahan Kerja pada Karyawan Bagian Produksi di PT. X. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(4), 601–608.
Permatasari, W. (2020). Factors Related To Work Fatigue: Literature Review. Health Safety Environment Journal (HSEJ), 1(1).
Pratiwi, A. N. (2019). The Correlation between Physical Environmental Factors and Fatigue of The Workers at Ship Repair Workshop. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 8(3), 274.
Priatisda, M. R. (2025). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Di Indonesia Pada Pekerja Konstruksi (Systematic Literature Review 2019-2024). Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 31–36.
Putri Pasaribu, N. M., & Susilawati, S. (2024). Faktor-Faktor Kelelahan Kerja Pada Pekerja di Perusahaan: Literatur Review. Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 2(2), 172–180.
Putri Pratiwi, P. D., Jata, I. W., Chintia Pinaria, N. W., & Santi Diwyarthi, N. D. M. (2025). Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di TRM. Jurnal Multidisiplin West Science, 4(07), 1141–1148.
Roring, V., Tumbel, T. M., & Asaloei, S. I. (2024). Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan di PT. Kawanua Dasa Pratama Cabang Paniki Manado. Productivity, 5(2), 864–868.
Syahfudin, A. J. (2019). Gambaran Faktor Internal dan Faktor Eksternal Kelelahan di Perusahaan Peleburan Baja Sidoarjo. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 8(3), 336–345.











