Kelainan Kuku dan Relevansinya Terhadap Kondisi Kesehatan: Suatu Tinjauan Literatur

Penulis

  • Zahraan Nisriinaa Syahanti Universitas YARSI Jakarta
  • Lusiana Lusiana Universitas YARSI Jakarta
  • Nenden Lilis Setiasih Universitas YARSI Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2034

Kata Kunci:

Kelainan kuku, Liken planus kuku, Onikomikosis, Paronikia, Psoriasis kuku

Abstrak

Kuku adalah struktur keratin yang berperan melindungi ujung jari, mendukung gerakan motorik halus, dan mencerminkan kondisi kesehatan tubuh. Berbagai kelainan kuku tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga dapat menjadi tanda adanya penyakit kulit, infeksi, gangguan metabolik, atau kelainan sistemik. Studi ini merupakan literature review yang disusun melalui analisis sumber ilmiah dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar mengenai anatomi, fungsi, dan berbagai gangguan pada kuku. Hasil telaah menunjukkan bahwa kelainan infeksi seperti onikomikosis dan paronikia akut umumnya disebabkan oleh mikroorganisme dan dapat menimbulkan nyeri, perubahan bentuk, serta infeksi jaringan sekitarnya, sedangkan kelainan non-infeksi seperti psoriasis kuku, liken planus, dan paronikia kronis berkaitan dengan proses inflamasi atau iritasi jangka panjang. Kesimpulannya, kelainan kuku bersifat multifaktorial sehingga memerlukan diagnosis komprehensif, dan terapi harus disesuaikan dengan penyebab dasarnya untuk mencegah perburukan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Referensi

Dhingra, G., et al., et. (2022). Nail Disorders: An Updated Review. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 135–144. https://doi.org/10.47583/ijpsrr.2022.v75i02.022

Dulski, A., & Edwards, C. (2025). Paronychia. StatPearls Publishing.

Johnson, C., Sinkler, M. A., & Schmieder, G. J. (2023). Anatomy, Shoulder and Upper Limb, Nails. National Center for Biotechnology Information.

Kaeley, G. S., et al., et. (2021). Nail psoriasis: Diagnosis, assessment, treatment options, and unmet clinical needs. Journal of Rheumatology, 1208–1220.

Kang, S., & et al. (2019). Fitzpatrick’s Dermatology (9th (ed.)). McGraw-Hill Education.

Ko, D., & Lipner, S. R. (2018). Onychogryphosis: Case Report and Review of the Literature. National Library of Medicine, 4(4), 326–330.

Lee, D. K., & Lipner, S. R. (2022). Optimal diagnosis and management of common nail disorders. Annals of Medicine, 694–712.

Leggit, J. C. (2017). Acute and Chronic Paronychia. American Family Physician.

Leung, A. K., et al., et. (2020). Onychomycosis: An Updated Review.

Melanie, A., Wiraputranto, M. C., & Wijaya, L. (2014). Kelainan Bentuk Kuku. https://media.neliti.com/media/publications/400170-kelainan-bentuk-kuku-f3c2fae4.pdf

Relhan, V., & Bansal, A. (2022). Acute and chronic paronychia revisited: A narrative review. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery, 15(1), 1–16.

Soepardiman, L., & Legiawati, L. (2021). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin (7th (ed.)). UI Publishing.

Widasmara, D., Ajie, A. B., & Rofiq, A. (2021). Pemeriksaan Dermoskopi untuk Evaluasi Morfologi Kuku pada Pasien Onikomikosis. Journal of Dermatology, Venerology, and Aesthetic.

Wiraputranto, M. C., Melanie, A., & Wijaya, L. (2015). Tinjauan Pustaka Perubahan Warna Kuku. https://media.neliti.com/media/publications/400476-perubahan-warna-kuku-8fbb3084.pdf.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31