Analisis Kerangka COM-B Dalam Pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR): Studi Kualitatif

Penulis

  • Susilawati Susilawati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Atikah Pratiwi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Sheila Megarani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Jelita Suryani Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Savina Talitha Jasmine Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Muhammad Faiz Panjaitan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Putri Suci Ramadiah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Boy Shandy UPTD Khusus Rumah Sakit Umum Haji Medan

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2047

Kata Kunci:

COM-B, Motivasi, Rumah sakit, Surveilans

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di UPTD Khusus RSU Haji Medan berdasarkan Model COM-B (Capability, Opportunity, Motivation–Behavior). Analisis difokuskan pada bagaimana kemampuan, kesempatan, dan motivasi petugas membentuk perilaku pelaporan SKDR di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tiga informan yang terlibat langsung dalam kegiatan pelaporan SKDR. Informan dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan pengalaman dan keterlibatan aktif. Data dikumpulkan menggunakan panduan wawancara dan alat perekam, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengidentifikasi tema utama sesuai komponen COM-B. Hasil penelitian pada aspek Capability, petugas menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tujuan dan mekanisme SKDR, namun masih mengalami kendala keterampilan teknis akibat minimnya pelatihan formal. Pada aspek Opportunity, pelaksanaan didukung oleh ketersediaan sarana seperti komputer dan jaringan internet serta koordinasi antarunit, tetapi terhambat oleh ketiadaan SOP formal, pembagian tugas yang tidak terdokumentasi, dan lemahnya supervisi. Pada aspek Motivation, kesadaran profesional menjadi pendorong utama pelaporan, sementara motivasi eksternal rendah akibat minimnya apresiasi dan tidak adanya umpan balik dari manajemen maupun Dinas Kesehatan. Ketiga komponen ini saling memengaruhi dan menentukan efektivitas pelaporan SKDR. Kesimpulanya perlu penguatan kemampuan teknis, penyusunan SOP, peningkatan supervisi, dan pemberian apresiasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan SKDR di rumah sakit.

Referensi

Aprilliyani, A., Handayani, H., Septian, N. M., Rahim, F. K., & Amalia, I. S. (2025). Analisis faktor determinan capaian surveilans digital. Journal of Public Health Innovation, 5(2), 164–173. https://doi.org/10.34305/jphi.v5i2.1502

Brown, L. G., Hoover, E. R., Besrat, B. N., Burns-Lynch, C., Frankson, R., Jones, S. L., & Garcia-Williams, A. G. (2022). Application of the capability, opportunity, motivation and behavior (COM-B) model to identify predictors of two self-reported hand hygiene behaviors (handwashing and hand sanitizer use) to prevent COVID-19 infection among U.S. adults, fall 2020. BMC Public Health, 22(1), 2360. https://doi.org/10.1186/s12889-022-14809-y

Dhamanti, I., Leggat, S., & Barraclough, S. (2020). Practical and cultural barriers to reporting incidents among health workers in Indonesian public hospitals. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 13, 351–359. https://doi.org/10.2147/JMDH.S240124

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Repository – Aplikasi repository Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://repository.kemkes.go.id/book/75

Limato, R., Broom, A., Nelwan, E. J., & Hamers, R. L. (2022). A qualitative study of barriers to antimicrobial stewardship in Indonesian hospitals: Governance, competing interests, cost, and structural vulnerability. Antimicrobial Resistance & Infection Control, 11(1), 85. https://doi.org/10.1186/s13756-022-01126-7

Michie, S., van Stralen, M. M., & West, R. (2011). The behaviour change wheel: A new method for characterising and designing behaviour change interventions. Implementation Science, 6, 42. https://doi.org/10.1186/1748-5908-6-42

Mirzaei-Alavijeh, M., Hamzeh, B., Omrani, H., Esmailli, S., Khakzad, S., & Jalilian, F. (2023). Determinants of medication adherence in hemodialysis patients: A cross-sectional study based on capability–opportunity–motivation and behavior model. BMC Nephrology, 24(1), 174. https://doi.org/10.1186/s12882-023-03231-0

Mullan, B., Liddelow, C., Haywood, D., & Breare, H. (2022). Behavior change training for health professionals: Evaluation of a 2-hour workshop. JMIR Formative Research, 6(11), e42010. https://doi.org/10.2196/42010

Pascawati, N. A., Susanto, N., Rosdewi, N. N., & Rusyani, Y. Y. (2022). Efektivitas pelatihan sistem surveilans bagi alumni dengan metode online di masa pandemi COVID-19. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 7(2), 107–118. https://doi.org/10.35842/formil.v7i2.425

Pemerintah Kota Yogyakarta. (2024). Website Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. https://kesehatan.jogjakota.go.id/berita/id/602

Sitanggang, H. D., & Daswito, R. (2023). Urgensi penerapan teknologi informasi pada sistem surveilans kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu, 3(1), 1–5. https://doi.org/10.53579/jitkt.v3i1.111

van Dijk, M. D., Nieboer, D., Vos, M. C., & van Beeck, E. F. (2023). Validity of self-reported compliance and behavioural determinants of observed compliance: An application of the COM-B hand hygiene questionnaire in nine Dutch hospitals. Journal of Hospital Infection, 137, 61–68. https://doi.org/10.1016/j.jhin.2023.04.012

World Health Organization. (2023). Early warning, alert and response system (EWARS). https://www.who.int/emergencies/surveillance/early-warning-alert-and-response-system-ewars

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-21