Perbedaan Terapi Akupresure Titik Sp4 dan Aromaterapi Peppermint Pada Ibu Hamil Dengan Emesis Gravidarum

Penulis

  • Fadila Windi Kusuma Universitas Indonesia Maju
  • Ageng Septa Rini Universitas Indonesia Maju
  • Jesy Fatimah Universitas Indonesia Maju

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2063

Kata Kunci:

Aromaterapi peppermint, Emesis gravidarum, Ibu hamil, Terapi akupresure Sp4

Abstrak

Emesis gravidarum adalah salah satu kondisi yang paling umum dialami Wanita hamil, terutama selama trimester pertama. Adapun gejala ini meliputi mual dan muntah yang sering kali mengganggu rutinitas harian dan menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Secara global, prevalensi emesis gravidarum diperkirakan terjadi pada 50-90% ibu hamil dengan tingkat keparahan yang beragam. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara terapi akupresur pada titik Sp4 dan aromaterapi peppermint pada ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum di TPMB Bidan Desti Arisanti Bogor tahun 2025. Metode yang digunakan Quasi Experiment dengan pendekatan pre and posttest two group. Teknik sampling menggunakan purpossive sampling, yaitu 30 ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan 17 ibu hamil (56,7%) dengan mual dan muntah ringan, sebelum diberikan intervensi aromaterapi pepeprmint mual muntah ringan 9 ibu hamil (26,7%) dan sesudah intervensi tidak mengalami mual muntah 11 ibu hamil (73,3%), sebelum diberikan intervensi terapi akupresure Sp4 mual muntah ringan sebanyak 8 ibu hamil (53,3%) dan sesudah intervensi tidak mengalami mual muntah sebanyak 7 ibu hamil (46,7%), didapatkan aroma terapi peppermint dan terapi akupresure pada titik Sp4 sama-sama mengurangi secara efektif tingkat emesis gravidarum pada Wanita hamil trimester I di TPMB Bidan Desti Arisanti Bogor Tahun 2025 dengan nilai p  value  0,001 < 0,05 dan selisih mean 0,53. Kesimpulannya terdapat perbedaan efektivitas terapi akupresure sp4 dan aromaterapi peppermint terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.

Referensi

Atiqoh, R. N. (2020). Kupas tuntas hiperemesis gravidarum (Mual muntah berlebihan dalam kehamilan). One Peach Media.

Dewi, R., Noviyanti, N., & Idiana, A. (2022). Kecemasan ibu hamil trimester III menghadapi proses persalinan dan melahirkan. Holistik Jurnal Kesehatan, 16(2), 157–163. https://doi.org/10.33024/hjk.v16i2.6314

Fejzo, M. S., Trovik, J., Grooten, I. J., Sridharan, K., Roseboom, T. J., Vikanes, Å., Painter, R. C., & Mullin, P. M. (2019). Nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum. Nature Reviews Disease Primers, 5(1), 62. https://doi.org/10.1038/s41572-019-0110-3

Kartikasari, R. I., Ummah, F., & Taqiiyah, L. B. (2017). Aromaterapi pappermint untuk menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil. SURYA, 9(02), 37–43.

Linda, N. & Rika Andriyani. (2022). Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Perawatan Tali Pusat Terbuka Di Pmb Ernita Kota Pekanbaru Tahun 2021. Jurnal Kebidanan Terkini(Current Midwifery Journal), 2(1), 113–119. Https://Doi.Org/10.25311/Jkt/Vol2.Iss1.723

Lubis, R., Evita, S., & Siregar, Y. (2019). Pemberian aromaterapi minyak peppermint secara inhalasi berpengaruh terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil di PMB Linda Silalahi Pancur Baru tahun 2019. Jurnal Kebidanan, 1(1).

Miranti, N., Sumiyati, Widiyanti, S., & Wijayanti, Y. T. (2024). Perbedaan efektivitas aromaterapi peppermint dan akupresur untuk mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Tegineneng Pesawaran. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(5), 2550–2563. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i5.2817

Meiri, E. K., & Kibas, N. (2018). Pengaruh Akupresur Pada Titik Nei Guan, Zu Sanli Dan Gongsun Terhadap Pengurangan Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di PMB Afah Fahmi A.Md.Keb Surabaya. Jurnal Medika Respati, 13(3), 7–12

Mulyandari, A., & Alvina, D. (2022). Terapi akupresur pada ibu hamil dengan emesis gravidarum. JMNS Journal of Midwifery and Nursing Studies, 4(2), 28–37. https://doi.org/10.57170/jmns.v4i2.97

Notoatmodjo, S., (2019), Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta: Jakarta.

Novika, A. G., Setyaningsih, D., Wijayanti, H. N., Viany, M., & Dian, N. (2024). Pemanfaatan terapi komplementer dalam mengurangi ketidaknyamanan pada ibu hamil. Dharma Bakti, 7(2), 68. https://doi.org/10.35842/jpdb.v1i2.275

Pratiwi, F., & Subarnas, A. (2020). Aromaterapi sebagai media relaksasi. Farmaka, 18(1), 1–15. https://doi.org/10.24198/farmaka.v18i3.27910

Sari, F. N., & Suhertusi, B. (2025). Penerapan Akupresur Pada Titik Sp 4 (Zu Gong Sun) Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Tm 1 Di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 4(2), 49–55. https://journal-mandiracendikia.com/jbmc

Utama, Y. K. (2021). Hubungan paritas dengan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Anggut Atas Kota Bengkulu tahun 2020. Poltekkes Bengkulu.

Wilanda, F., Sari, W. I. P. E., & Susanti, E. (2024). Pengaruh aromaterapi peppermint terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trisemester I. Journal Of Midwifery, 12(1), 82–90. https://doi.org/10. 37676/jm.v12i1.6196.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-26