Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Di RSU Sundari Tahun 2024

Penulis

  • Rani Suraya Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Aisyah Sholeh Al-Anshary Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Salsabila Salsabila Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Jahrani Manurung Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nanda Nabilah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2067

Kata Kunci:

Diabetes melitus, Karakteristik pasien , Medan, RSU Sundari

Abstrak

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan kejadian DM pada pasien rawat jalan di RSU Sundari Medan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional), melibatkan 353 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari populasi 3.026 pasien rawat jalan. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kejadian DM (p=0,001), sementara jenis kelamin (p=0,263) dan tingkat pendidikan (p=0,350) tidak menunjukkan hubungan. Disimpulkan bahwa peningkatan usia berkontribusi terhadap meningkatnya risiko DM. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya kesadaran masyarakat untuk deteksi dini faktor risiko pada kelompok usia lanjut serta penguatan program edukasi pencegahan DM di fasilitas layanan kesehatan.

Referensi

Adri, K., Arsin, A., Thaha, R. M., & Hardianti, A. (2020). Faktor risiko kasus diabetes mellitus tipe 2 dengan ulkus diabetik di RSUD Kabupaten Sidrap. Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman, 3(1), 101–109.

Amalia Ayu Ramadhani, & Khotami, R. (2023). Hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan, usia, dan riwayat keluarga DM dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus tipe 2 pada usia dewasa muda. Sehatmas: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(1), 137–147. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i1.1271

American Diabetes Association. (2023). Standards of care in diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Supplement_1), S1–S291. https://doi.org/10.2337/dc23-Sint

Arania, R., Triwahyuni, T., Esfandiari, F., & Nugraha, F. R. (2021). Hubungan antara usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan kejadian diabetes mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3), 190–197.

Chentli, F., Azzoug, S., & Mahgoun, S. (2015). Diabetes mellitus in elderly. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, 19(6), 744–752. https://doi.org/10.4103/2230-8210.167553

Hartono, B., Ediyono, S., & Institut Muhammadiyah Kalimantan Barat. (2024). Relationship between level of education, duration of illness, and level of knowledge of the five pillars of diabetes mellitus management in the working area of Sungai Durian Community Health Centre, Kubu Raya District, West Kalimantan. Journal of TSCS1KEP, 9(1), 50–58.

International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.). International Diabetes Federation. https://diabetesatlas.org

Maimunah, S., Rohmawati, D. L., & Gusmiarni, G. (2023). Dukungan keluarga berhubungan dengan kejadian gangren pada penderita diabetes melitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 373–380.

Nasution, F., Siregar, A. A., & Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan. (2021). Faktor risiko kejadian diabetes mellitus. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 120–127.

Nur Fauzia, N., & Urfiyya, A. (2025). Hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Bantul. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 91–98.

Nugroho, P. S. (2019). Hubungan jenis kelamin dan tingkat ekonomi dengan kejadian diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 45–52.

Rohmatulloh, V. R., Pardjianto, B., & Kinasih, L. S. (2024). Hubungan usia dan jenis kelamin terhadap angka kejadian diabetes melitus tipe 2 berdasarkan empat kriteria diagnosis di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Karsa Husada Kota Batu. Jurnal Kedokteran, 8(1), 1–10.

Saeedi, P., Petersohn, I., Salpea, P., Malanda, B., Karuranga, S., Unwin, N., Colagiuri, S., Guariguata, L., Motala, A. A., Ogurtsova, K., Shaw, J. E., Bright, D., & Williams, R. (2019). Global and regional diabetes prevalence estimates for 2019 and projections for 2030 and 2045: Results from the International Diabetes Federation Diabetes Atlas (9th ed.). Diabetes Research and Clinical Practice, 157, 107843. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2019.107843

Ulfa, N. M., Suharjono, & Hermansyah, A. (2024). Correlation between knowledge and characteristics of patients with type 2 diabetes mellitus in controlling blood glucose. Pharmacy Education, 24(3), 298–303. https://doi.org/10.46542/pe.2024.243.298303

World Health Organization. (2024). Diabetes. World Health Organization. https://www.who.int

Zheng, Y., Ley, S. H., & Hu, F. B. (2018). Global aetiology and epidemiology of type 2 diabetes mellitus and its complications. Nature Reviews Endocrinology, 14(2), 88–98. https://doi.org/10.1038/nrendo.2017.151

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31