Manifestasi Klinis dan Penatalaksanaan Neurodermatitis Sirkumskripta Di Dorsum Pedis Sinistra: Suatu Laporan Kasus
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2068Kata Kunci:
Neurodermatitis sirkumskripta, Siklus gatal garuk, Stres psikologisAbstrak
Neurodermatitis sirkumskripta merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai dengan plak hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama akibat siklus gatal dan garuk berulang. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia dewasa hingga lanjut usia dan sering dipicu oleh stres psikologis serta pajanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan aspek klinis, faktor pencetus, dan hasil penatalaksanaan Neurodermatitis sirkumskripta dengan menekankan peran stres dan lingkungan kerja. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang laki laki berusia 58 tahun yang datang ke Poliklinik Kulit RSUD Arjawinangun pada April 2024 dengan keluhan gatal kronis pada dorsum pedis sinistra selama kurang lebih tiga tahun. Data diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan klinis, dan dokumentasi foto lesi. Pemeriksaan dermatologis menunjukkan satu plak terlokalisasi berukuran sekitar 5 x 8 cm dengan gambaran hiperpigmentasi, skuama, dan likenifikasi berbatas tegas. Keluhan gatal memberat pada malam hari dan saat tidak beraktivitas, serta diperberat oleh stres emosional dan kebiasaan menggaruk kronis. Pasien bekerja sebagai petani dengan pajanan lingkungan yang berpotensi memperburuk kondisi kulit. Penatalaksanaan dilakukan melalui edukasi manajemen stres, modifikasi perilaku untuk menghentikan kebiasaan menggaruk, serta pemberian metilprednisolon oral, loratadine, dan urea 10 persen topikal. Evaluasi klinis setelah dua minggu menunjukkan perbaikan objektif berupa penurunan intensitas gatal dan berkurangnya penebalan lesi. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan lingkungan berperan penting dalam perjalanan penyakit. Implikasi klinisnya menegaskan perlunya pendekatan terapi holistik yang mengintegrasikan intervensi farmakologis dan psikososial untuk meningkatkan hasil pengobatan dan mencegah kekambuhan pada praktik klinik sehari-hari.
Referensi
Charifa, A., & Talel, B. (2023). Lichen Simplex Chronicus. In StatPearls. National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499991/
Handayani, F., Sofyan, A., & Savitri, K. D. (2022). Chronic pruritic dermatoses and quality of life among Indonesian patients. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 13(2), 85–92. https://doi.org/10.20885/JKKI.vol13.iss2.art5
Menaldi, S. L., Bramono, K., & Indriatmi, W. (2016). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin (7th ed.). Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Peng, L., Yu, Q., Zhang, J., Mi, X., Lin, W., Qin, Y., & Chen, M. (2020). Cupping for Neurodermatitis: A Protocol of Systematic Review and Meta-analysis. Medicine (Baltimore), 99(40), e22482. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000022482
Pratama, R. A., Suryadi, H., & Wibowo, A. (2023). Occupational exposure and chronic dermatitis among agricultural workers in Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(1), 45–52. https://doi.org/10.21109/kesmas.v18i1.6543
Salgado, C. G., de Brito, A. C., Salgado, U. I., & Spencer, J. S. (2019). Leprosy BT - Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine (S. I. K. L. A. Goldsmith B. A. Gilchrest, A. S. Paller, D. J. Leffell, & K. Wolff (Ed.); pp. 2892–2924). McGraw-Hill Education.
Saraswati, A., Wulandari, N., & Putri, D. (2016). Penatalaksanaan Holistik Penyakit Kulit Neurodermatitis Sirkumskripta pada Seorang Pria Lanjut Usia di Desa Sukaraja V Gedong Tataan. Universitas Lampung.
Savitri, K. D., Sofyan, A., & Handayani, F. (2023). Neurodermatitis: Case report. Jurnal Medical Profession (MedPro), 5(3), 240–246.
Ständer, S., Stumpf, A., Osada, N., Wilp, S., Chatzigeorgakidis, E., & Raap, U. (2020). Pathophysiology of pruritus in Lichen Simplex Chronicus and prurigo nodularis. Journal of the American Academy of Dermatology, 82(6), 1321–1330. https://doi.org/10.1016/j.jaad.2019.08.047
Suryani, N., Putra, I. B., & Lestari, R. (2024). Psychodermatology approach in managing chronic pruritic skin diseases: Evidence from Indonesian clinical settings. Indonesian Journal of Dermatology and Venereology, 9(1), 12–20. https://doi.org/10.7454/ijdv.v9i1.3124
Theresa, C., Kim, B. S., & Yosipovitch, G. (2022). Lichen Simplex Chronicus Itch: An Update. Frontiers in Medicine / PubMed Central. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9677261/
Utami, D. R., & Nugroho, A. W. (2022). Stres psikologis dan manifestasi penyakit kulit kronis pada pasien rawat jalan. Jurnal Psikosomatik Indonesia, 6(2), 101–108. https://doi.org/10.21776/ub.jpsi.2022.006.02.5
Wollina, U., Tchernev, G., & Lotti, T. (2021). Neurodermatitis revisited: Pathogenesis and modern treatment options. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(F), 182–188. https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.5874
Yosipovitch, G., & Bernhard, J. D. (2013). Chronic pruritus. The New England Journal of Medicine, 368(17), 1625–1634. https://doi.org/10.1056/NEJMra1208812
Zhang, A., Xu, H., & Liu, Y. (2021). Neuroimmune mechanisms of chronic itch and therapeutic implications. Clinical Reviews in Allergy & Immunology, 61(2), 227–240. https://doi.org/10.1007/s12016-020-08819-6.











