Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai Alternatif Eosin Pada Pewarnaan Sitologi Diff-Quick: Studi Eksperimental

Penulis

  • Rochilah Aulidia STIKes Maharani Malang
  • Erni Yohani Mahtuti STIKes Maharani Malang
  • Faisal Faisal Universitas Islam Malang

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2076

Kata Kunci:

Ekstrak kulit manggis, Eosin, Sel epitel mulut

Abstrak

Pewarnaan sel mukosa mulut umumnya menggunakan eosin, namun penggunaan pewarna sintetis menimbulkan kebutuhan akan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak kulit manggis pada konsentrasi 10%, 20%, dan 25% sebagai pengganti eosin dalam pewarnaan sel epitel mukosa mulut. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol. Sampel apusan mukosa mulut diwarnai menggunakan ekstrak kulit manggis pada tiga variasi konsentrasi. Kualitas hasil pewarnaan dinilai berdasarkan ketajaman, warna, dan kejelasan sel, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil menunjukkan bahwa nilai penilaian pada konsentrasi 10%, 20%, dan 25% tidak berbeda secara bermakna. Uji Kruskal–Wallis menghasilkan nilai H = 0,318 dengan derajat kebebasan 2 dan nilai p = 0,853 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis pada ketiga konsentrasi tersebut memiliki efektivitas pewarnaan yang relatif setara. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak kulit manggis sebagai alternatif pewarna alami pengganti eosin, meskipun penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan konsentrasi dan stabilitas warna.

Referensi

Amelia, R., & Rekan. (2023). Potensi ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai pewarna alternatif pengganti eosin pada sitologi apusan buccal. Prosiding Innovation and Future Prospect in Health for Well-being.

Apriani, A., & Ereskadi, E. (2022). Ektrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L) Sebagai Alternatif Pengganti Eosin Untuk Pemeriksaan Telur Cacing. Journal Of Indonesian Medical Laboratory And Science (Joimedlabs), 3(1), 80-88.

Balqis, A., dkk. (2025). Pemanfaatan ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami pengganti eosin pada sediaan sitologi mukosa mulut. Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(1), 45–52.

Balqis, P., Jumadewi, A., Al Syarief, S. W., & Darmawati, D. (2025). Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus Ipolyrhizus) Sebagai Pengganti Eosin Pada Pewarnaan Sediaan Sitologi Epitel Mukosa Mulut. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 290-296.

Castañeda-Ovando, A., Pacheco-Hernández, M. de L., Páez-Hernández, M. E., Rodríguez, J. A., & Galán-Vidal, C. A. (2023). Chemical studies of anthocyanins: A review. Food Chemistry, 404, 134585. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2022.134585

Dako, D. N. R., Putri, N. E., & Rahmawati, Y. (2024). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Telur Cacing Sth (Soil Transmitted Helminth) Menggunakan Rendaman Daun Jati (Tectona Grandis Linn. F.) Sebagai Pengganti Eosin 2%. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 8816-8823.

Jumardi, M., Iswara, A., Putri, G. S. A., & Ariyadi, T. (2023, November). Perbandingan Kualitas Hasil Pewarnaan Menggunakan hematoxylin eosin Dan ekstrak Daun Jati Sebagai Pengganti Eosin. In Prosiding Seminar Nasional Unimus (Vol. 6).

Kholilah. (2023). Potensi ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai pewarna alternatif pada preparat sitologi. Jurnal Analis Kesehatan, 12(2), 101–108.

Kumar, S., et al. (2023). Toxicity and environmental concerns of synthetic dyes used in cytological staining. Journal of Biomedical Sciences, 18(3), 210–218.

Mariana, V., dkk. (2023). Aplikasi ekstrak kulit manggis sebagai pewarna alami pada sediaan sitologi: Studi komparatif dengan eosin. Jurnal Teknologi Laboratorium Medik, 9(2), 67–74.

Müller, S. (2019). Frictional Keratosis, Contact Keratosis and Smokeless Tobacco Keratosis: Features of Reactive White Lesions of the Oral Mucosa. Head and Neck Pathology, 13(1),16–24. https://doi.org/10.1007/s12105-018-0986-3

Mutoharoh, L., Santoso, S. D., & Mandasari, A. A. (2020). Pemanfaatan Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis L.) Sebagai Alternatif Pewarna Alami Sediaan Sitologi Pengganti Eosin Pada Pengecatan Diff-Quick. Jurnal Sainhealth Vol, 4(2).

Nurfadila. (2020). Penggunaan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai pewarna alternatif pada pemeriksaan telur Soil Transmitted Helminths (STH). Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 33–39.

Putri, R. A., dkk. (2022). Stabilitas antosianin dalam buffer asetat pH 4 sebagai pewarna alami pada sediaan sitologi. Jurnal Biologi dan Kesehatan, 7(2), 89–96.

Putri, R. D., Kurniawan, D., & Santosa, A. (2023). Optimization of rotary evaporator conditions for bioactive compound retention in herbal extracts. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 13(5), 99–107. https://doi.org/10.7324/JAPS.2023.130514

Rahman, A., et al. (2021). Natural pigments from mangosteen peel (Garcinia mangostana L.) and their application in biological staining. International Journal of Natural Products, 6(1), 15–22.

Rubina, S., et al. (2021). Evaluation of hibiscus extract as a natural cytoplasmic stain in cytology. Journal of Clinical Cytotechnology, 5(2), 98–104.

Sabban, I. F., & Wahyuni, I. N. (2024). Potensi Pewarnaan Alami Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Sebagai Alternatif Eosin. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains Dan Kesehatan, 11(2), 143-147.

Siegel, S., & Castellan, N. J. (1988). Nonparametric statistics for the behavioral sciences (2nd ed.). New York: McGraw-Hill.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi revisi). Alfabeta.

Suryawanshi, A., et al. (2021). Turmeric as a natural alternative stain in cytological preparations. Journal of Alternative Medical Research, 10(1), 55–61.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31