Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Serum Mikroemulsi Kombinasi Ekstrak Makroalga Merah (Gracilaria sp.) dan Makroalga Cokelat (Turbinaria ornata) dari Perairan Lombok
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2083Kata Kunci:
Antioksidan, Gracilaria sp., Mikroemulsi, Turbinaria ornataAbstrak
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi sumber daya kelautan yang besar, termasuk makroalga yang kaya akan senyawa bioaktif berpotensi sebagai antioksidan. Makroalga merah (Gracilaria sp.) dan makroalga cokelat (Turbinaria ornata) diketahui mengandung senyawa fenolik dan pigmen yang mampu menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serum mikroemulsi kombinasi ekstrak Gracilaria sp. dan Turbinaria ornata dari perairan Lombok serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Ekstrak makroalga diformulasikan ke dalam bentuk serum mikroemulsi, kemudian diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH dan FRAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serum mikroemulsi kombinasi ekstrak makroalga memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, dengan nilai IC₅₀ sebesar 52,3471 ppm pada metode DPPH dan nilai IC₅₀ ekuivalen sebesar 54,9285 ppm pada metode FRAP. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa serum mikroemulsi kombinasi ekstrak Gracilaria sp. dan Turbinaria ornata berpotensi dikembangkan sebagai sediaan antioksidan berbasis bahan alam laut.
Referensi
Almahera. (2024). Identification of lead (Pb) heavy metal in red macroalgae (Gracilaria sp.) from Tanjung Luar waters, East Lombok. Biota, 17(2), 114–123. https://doi.org/10.xxxx/biota.v17i2.xxxx
Anief, M. (2010). Dasar-dasar formulasi dan evaluasi kosmetik topikal. Jakarta: Penerbit Ilmu Farmasi.
Blois, M. S. (1958). Antioxidant determinations by the use of a stable free radical. Nature, 181(4617), 1199–1200. https://doi.org/10.1038/1811199a0
Emelda. (2019). Formulasi dan evaluasi sediaan kosmetik: Pendekatan praktis. Jakarta: Penerbit Ilmu Farmasi.
Filbert. (2014). Penentuan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 ekstrak methanol dan fraksi hasil partisipasi pada kulit biji pinang yaki (Areca vestiaria giseke). Jurnal Mipa Unsrat Online, 149-154
Food and Agriculture Organization. (2018). The global status of fisheries and aquaculture 2018. Rome: FAO.
Gómez-Ordóñez, E., Rupérez, P., & Jiménez-Escrig, A. (2010). Antioxidant and radical scavenging properties of polysaccharides from edible marine algae. Journal of Food Science, 75(3), H123–H130. https://doi.org/10.1111/j.1750-3841.2010.01543.x
Halliwell, B., & Gutteridge, J. M. C. (2015). Free radicals in biology and medicine (5th ed.). Oxford: Oxford University Press.
Haerani, A., Chaerunisa., A.Y., Subarnas, A., 2018, Antioksidan Untuk Kulit, Farmaka, 16 : 137-138.
Kreilgaard, M. (2002). Influence of microemulsions on cutaneous drug delivery. Advanced Drug Delivery Reviews, 54(Suppl. 1), S77–S98. https://doi.org/10.1016/S0169-409X(02)00117-1
Lawrence, M. J., & Rees, G. D. (2012). Microemulsion-based media as novel drug delivery systems. Advanced Drug Delivery Reviews, 64(Supplement), 175–193. https://doi.org/10.1016/j.addr.2012.09.018
Molyneux, P. (2004). The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Songklanakarin Journal of Science and Technology, 26(2), 211–219.
Parwata, 2016, Bahan Ajar Antioksidan, Univ.Udayana press, Bukit Jimbaran.
Ratna Djamil. 2015. Green Synthesis Nanopartikel Ag dengan Menggunakan Ekstrak Gambir sebagai Bioreduktor, Prosiding Semirata bidang MIPA BKS-PTN Barat, 2015, 233-238
Safitri, A., & Roosdiana, N. (2020). Formulasi dan evaluasi sediaan kosmetik alami. Jakarta: Penerbit Ilmu Farmasi.











