Hubungan Stres Dengan Kejadian Keputihan Pada Mahasiswa Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2084Kata Kunci:
Keputihan, Kesehatan reproduksi, StresAbstrak
Stres diduga menjadi faktor resiko yang berkontribusi terhadap terjadinya keputihan melalui mekanisme neuroendokrin dan imunologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian keputihan pada mahasiswa kebidanan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa kebidanan angkatan 2022, 2023, dan 2024. Sebanyak 131 responden melalui teknik random sampling. Pada penelitian ini memiliki 2 variabel yaitu stres sebagai variabel Independen dan kejadian keputihan sebagai variabel dependen. Data diperoleh melalui kuesioner DASS, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden yang mengalami keputihan berada pada kondisi stress. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian keputihan (p=0,031). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen stres penting dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi potensi terjadinya keputihan. Implikasi hasil ini menunjukkan pentingnya institusi pendidikan untuk menyediakan program manajemen stres guna mendukung kesehatan reproduksi mahasiswi.
Referensi
Agarwal, K., Prabhu, S., & Udupi, P. (2023). Association of inflammation biomarkers with food cravings across the menstrual cycle. Clinical Nutrition ESPEN, 54, 307–314.
Atusnah, W., & Agus, Y. (2021). Stres berhubungan dengan kejadian keputihan pada mahasiswi keperawatan semester 2. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 272–281. https://doi.org/10.31539/jks.v5i1.2933
Bansu, A. I., & Lante, N. (2022). Psychosocial stress with vaginal discharge of adolescent women in the new normal era. Sci Midwifery, 10(2), 959–963. http://www.midwifery.iocspublisher.org
Bower, J. E., & Kuhlman, K. R. (2023). Psychoneuroimmunology: An introduction to immune-to-brain communication and its implications for clinical psychology. Annual Review of Clinical Psychology, 19, 331–356.
Christian, L. M. (2015). Stress and immune function during pregnancy. Current Directions in Psychological Science, 24(1), 3–9. https://doi.org/10.1177/0963721414550709
Gruszczyńska, M., et al. (2022). The style of coping with stress, the health-related locus of control, and the level of mindfulness of patients with chronic somatic diseases in comparison to healthy people. Healthcare (Switzerland), 10(9). https://doi.org/10.3390/healthcare10091680
Husni, E., & Sukesi. (2020). Pemberdayaan remaja awal dalam upaya peningkatan kesehatan reproduksi melalui peningkatan perilaku higiene genetalia di SDN Airlangga I/198 Surabaya. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya, 1–4.
Jebriella, B. H., Halim, C., & Hartanti, H. (2020). Penyuluhan terkait stres dan mekanisme coping skill kepada remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1), 86–93. http://repository.ubaya.ac.id/37148/
Li, H., Li, T., Sun, Z., Jiang, Z., Liu, S., Jiang, W., et al. (2021). Stress and female reproductive health: An overview. Frontiers in Endocrinology, 12. https://doi.org/10.3389/fendo.2021.733810
Masruroh, E., Farasari, P., Islamy, A., Suciati, S., & Audilla, A. (2023). Hubungan tingkat stres dengan terjadinya keputihan (fluor albus) pada remaja usia 14–18 tahun di Desa Keboireng Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Jurnal Ilmiah Pamenang, 5(2), 34–40. https://jurnal.stikespamenang.ac.id/index.php/jip/article/view/17
Nurhidayati, N., & Rismawati, R. (2020). Hubungan personal hygiene dengan kejadian leukore. Jurnal Kebidanan, 12(1), 1–110. https://doi.org/10.35872/jurkeb.v12i01.361
Pradnyandari, I. A. C., Surya, I. G. N. H. W., & Aryana, M. B. D. (2019). Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang vaginal hygiene terhadap kejadian keputihan patologis pada siswi kelas 1 di SMA Negeri 1 Denpasar periode Juli 2018. Intisari Sains Medis, 10(1), 88–94. https://doi.org/10.15562/ism.v10i1.357
Salsabila, Z. N. (2022). Hubungan keterpaparan informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku pencegahan keputihan santriwati PP. Amanatul Ummah Surabaya. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(1), 112–122. https://doi.org/10.22487/preventif.v13i1.265
Sobel, J. D. (2021). Vaginitis: Advances in diagnosis and treatment. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 80, 3–12. https://doi.org/10.1016/j.bpobgyn.2021.03.005
Vasku, J., Lenart, P., & Scheringer, M. (2020). Eustress and distress: Neither good nor bad, but rather the same? BioEssays, 42(7), 1–5. https://doi.org/10.1002/bies.202000030
Watanabe, K., Tamura, A., Suzuki, S., & Takahashi, T. (2015). Characteristics of perceived stress and salivary secretory immunoglobulin A and cortisol in women with PMS. Biopsychosocial Medicine, 9, 9. https://doi.org/10.1186/s13030-015-0037-y
World Health Organization. (2018). Reproductive health in Western Pacific. https://www.who.int/westernpacific/health-topics/reproductive-heal.











