Hubungan Kelompok Usia Terhadap Kadar Glukosa Darah Sebelum dan Sesudah Senam Pada Lansia Paguyuban Triyagan
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2088Kata Kunci:
Lansia, Glukosa darah, Kelompok usia, Senam pagiAbstrak
Penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis, termasuk metabolisme glukosa, sehingga lansia lebih berisiko mengalami gangguan regulasi kadar glukosa darah. Aktivitas fisik seperti senam pagi diketahui dapat menurunkan glukosa darah, namun besar penurunannya dapat berbeda berdasarkan kelompok usia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kelompok usia dengan perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah senam pagi pada lansia Paguyuban Triyagan, Sukoharjo. Desain penelitian menggunakan pre–post test design dengan teknik purposive sampling pada lansia ≥60 tahun. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan menggunakan fotometer sebelum dan sesudah senam. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk. Karena data post-test tidak berdistribusi normal, analisis perbedaan kadar glukosa pre–post menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Perbandingan perubahan kadar glukosa antar kelompok usia dianalisis dengan t-test independen sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam pagi menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan, Setelah senam pagi (p=0,028). Namun, tidak terdapat perbedaan perubahan glukosa darah antara lansia usia 60–69 tahun dan ≥70 tahun (p=0,763). Dapat disimpulkan bahwa senam pagi efektif menurunkan kadar glukosa darah pada lansia, tetapi besarnya penurunan tidak dipengaruhi oleh perbedaan kelompok usia.
Referensi
Afiifah, S., Pranata, S., & Kurnia, A. (2025). Penerapan intervensi teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II: Studi kasus. Ners Muda, 6(2), 147. https://doi.org/10.26714/nm.v6i2.17819
Azis, W. A., Muriman, L. Y., & Burhan, S. R. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(1), 105–114. https://doi.org/10.37287/jppp.v2i1.52
Hita, I. P. A. D. (2020). Efektivitas metode latihan aerobik dan anaerobik untuk menurunkan tingkat overweight dan obesitas. Jurnal Penjakora, 7(2), 135. https://doi.org/10.23887/penjakora.v7i2.27375
Indriyani, L., & Dewi, T. K. (2023). Penerapan senam kaki diabetes melitus terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Jurnal Cendikia Muda, 3(2), 252–259.
Ivanali, K., Amir, T. L., Munawwarah, M., & Pertiwi, A. D. (2021). Hubungan antara aktivitas fisik pada lanjut usia dengan tingkat keseimbangan. Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi, 21(1), 51–57. https://doi.org/10.47007/fisio.v21i01.4180
Karwati. (2022). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Situ. JIKSA: Jurnal Ilmu Keperawatan Sebelas April, 4(1), 11–17.
Mahmudah, A. M., Suib, S., & Kusumaningrum, I. D. (2023). Aktivitas fisik dan pengelolaan diet dengan kadar gula darah. Surya Medika, 18(2), 149–156.
Maldini, M. G. (2024). Hubungan senam lansia pada tekanan darah dan gula darah lansia Desa Kalitengah Blitar. Universitas Negeri Surabaya.
Maula, A. N. (2024). Latihan fisik: Gait training exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia dengan penyakit tidak menular. Jurnal Kesehatan Holistic, 8(2), 123–130. https://doi.org/10.33377/jkh.v8i2.218
Moh Hanafi, Kriswoyo, P. G., & Priyanto, S. (2022). Description of knowledge and attitude of elderly companion after receiving training on elderly health care. Jurnal Kesehatan, 11(1), 65–73. https://doi.org/10.46815/jk.v11i1.71
Paramitha, G. M., & Hidayat, S. P. N. (2014). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Permatasari, E. D., Rakhman, A., & Janah, L. (2024). Aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus tipe II. Jurnal Keperawatan Malang (JKM), 9(1), 236–246.
Wiriawan, O., Wibowo, S., & Kaharina, A. (2023). Model aktivitas dalam menjaga kebugaran jasmani dan kesehatan ibu-ibu PKK masyarakat Desa Randegan. ABISATYA: Journal of Community Engagement, 1(2), 1–8.











