Hubungan Gaya Hidup Sedentary Dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Siswa SMA Negeri 8 Kota Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2112Kata Kunci:
DM tipe 2, Gaya hidup sedentary, RemajaAbstrak
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang berawal dari gangguan pemanfaatan insulin dan kini tidak lagi terbatas pada kelompok usia dewasa, melainkan semakin sering dijumpai pada remaja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan gaya hidup sedentary dan tingkat risiko DM tipe 2 pada remaja, serta menganalisis hubungan antara keduanya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada siswa SMA Negeri 8 Kota Cirebon pada April–Mei 2025 dengan jumlah responden 288 orang yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ASAQ untuk mengukur tingkat aktivitas sedentary dan FINDRISC untuk menilai risiko DM tipe 2, kemudian dianalisis dengan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki gaya hidup sedentary tinggi dan umumnya berada pada kategori risiko rendah terhadap DM tipe 2. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,007 dan koefisien korelasi r = 0,160, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup sedentary dan risiko DM tipe 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi gaya hidup sedentary, semakin meningkat pula risiko remaja mengalami DM tipe 2, meskipun korelasi tersebut tergolong lemah namun signifikan dan berpola positif.
Referensi
Alfionita, N., Sulistyorini, L., & Septiyono, E. A. (2023). Hubungan sedentary lifestyle dengan status gizi remaja pada masa pandemi COVID-19 di SMPN 14. Jurnal Pustaka Kesehatan, 11(2), 92–101.
American Diabetes Association. (2023). Classification and diagnosis of diabetes: Standards of care in diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Suppl. 1), S19–S40. https://doi.org/10.2337/dc23-S002
Ardianah, R., & Dewi, R. (2020). Screen time berlebih dan resistensi insulin pada remaja. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(1), 45–52.
Dinas Kesehatan Jawa Barat. (2023). Jumlah penderita diabetes melitus berdasarkan kabupaten/kota di Jawa Barat. https://opendata.jabarprov.go.id
Dinas Kesehatan Kota Cirebon. (2023). Profil kesehatan Kota Cirebon 2023. Pemerintah Kota Cirebon.
Hu, F. B., Ding, M., & Malik, V. S. (2022). Sedentary behavior, physical activity, and risk of type 2 diabetes. The Lancet Diabetes & Endocrinology, 10(12), 886–898. https://doi.org/10.1016/S2213-8587(22)00250-9
International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). https://www.diabetesatlas.org
Julliyana, D., Herlina, N., & Sari, W. (2024). Hubungan aktivitas sedentary dengan risiko diabetes melitus tipe 2 pada remaja di Kabupaten Sumedang. Jurnal Kesehatan Komunitas, 16(1), 33–41.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023. Kemenkes RI.
Kementrian Kesehatan RI. (2021, November 15). Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini Bantu Kontrol Gula Darah Pada Penderita Diabetes. https://www.kemkes.go.id/id/rilis-kesehatan/pola-hidup-sehat-dan-deteksi-dini-bantu-kontrol-gula-darah-pada-penderita-diabetes.
Lancet Diabetes & Endocrinology, 10(12), 886–898. https://doi.org/10.1016/S2213-8587(22)00250-9
Leitzmann, M. F., & Jochem, C. (2018). Sedentary behaviour epidemiology. In Physical Activity Epidemiology (pp. 127–149). Springer.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2021. PB PERKENI.
Putra, A., & Junita, D. (2022). Aktivitas fisik rendah dan lingkar pinggang tinggi sebagai prediktor risiko prediabetes pada remaja. Jurnal Endokrinologi Indonesia, 10(2), 112–120.
Rahma, R., & Wirjatmadi, B. (2020). Pengaruh sedentary lifestyle terhadap risiko penyakit degeneratif pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 120–128.
Savitri, A., Ramadhani, D., & Yulianti, S. (2022). Sedentary behavior dan risiko diabetes melitus pada mahasiswa menggunakan skor FINDRISC. Journal of Public Health Research, 11(3), 210–218.











