Hubungan Budaya Patriarki dan Faktor Demografis Terhadap Pemilihan Jenis Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur di Kota Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2124Kata Kunci:
Budaya patriarki, Pemilihan kontrasepsi, Pendidikan, Pekerjaan, UsiaAbstrak
Pemilihan kontrasepsi pada wanita usia subur dipengaruhi faktor sosial budaya dan karakteristik demografis. Meskipun Surabaya merupakan wilayah perkotaan dengan akses informasi dan layanan kesehatan yang baik, penelitian mengenai pengaruh budaya patriarki terhadap pemilihan kontrasepsi di lingkungan perkotaan masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan budaya patriarki dan faktor demografis dengan pemilihan jenis kontrasepsi pada wanita usia subur di Puskesmas Bulak Banteng dan Pacarkeling Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 96 wanita usia subur dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara budaya patriarki (p=0,235), usia (p=0,156), pendidikan (p=0,109), dan pekerjaan (p=0,076) dengan pemilihan jenis kontrasepsi. Mayoritas responden memiliki tingkat patriarki rendah, berpendidikan menengah, berusia >35 tahun, dan tidak bekerja. Kesimpulan, budaya patriarki dan faktor demografis tidak berpengaruh secara langsung terhadap pemilihan kontrasepsi. Keputusan penggunaan kontrasepsi dapat lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik sosial demografis, seperti ketersediaan layanan dan kemudahan akses informasi kesehatan reproduksi.
Referensi
Afrizal, R. F., Andini, F. A. D., & Harmen, S. Y. (2025). Investigating socioeconomic determinants of women under patriarchal households. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 14(1), 130–137. https://doi.org/10.23887/jish.v14i1.88423
Amraeni, Y., Kamso, S., Prasetyo, S. B., & Nirwan, M. (2021). A matriarchal and patriarchal perception on women’s autonomy in decision making on contraception: qualitative analysis in Indonesia. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences (Vol. 17, Issue SUPP12).
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2019). Penetrasi & profil perilaku pengguna internet Indonesia. Jakarta: APJII. https://www.apjii.or.id/
Averbach, S., Thomas, E. E., Kully, G., Nazarbegian, M., Ghule, M., Rabin, B. A., Raj, A., & Bhan, N. (2023). Understanding feasibility and acceptability of implementation of linking delivery of family planning and infant vaccination care in rural Maharashtra, India: a qualitative study. BMC Pregnancy and Childbirth, 23(1). https://doi.org/10.1186/s12884-023-05830-z
Azizah, E., Hanani, A., Sofiana, S., Puspitahaqni, V., & Berliana, A. (2024). Pandangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya terhadap budaya patriarki di era 5.0. Tsaqofah, 4(4). https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i4.3093.
Badan Pusat Statistik. (2020). Indeks pembangunan gender (IPG). BPS. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDYzIzI=/indeks-pembangunan-gender--ipg-.html
Badan Pusat Statistik. (2021). Hasil sensus penduduk (SP2020). BPS. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2021/01/21/1854/hasil-sensus-penduduk--sp2020--pada-september-2020-mencatat-jumlah-penduduk-sebesar-270-20-juta-jiwa-.html
Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. (2024). Kota Surabaya dalam angka 2024. https://surabayakota.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/38c76de6074beea6951be69e/kota-surabaya-dalam-angka-2024.html
Bertrand, J. T., Ross, J. A., & Sauter, S. R. (2023). Trends in contraceptive method mix among adolescents and youth aged 15–24 in low- and middle-income countries. Frontiers in Global Women’s Health, 3. https://doi.org/10.3389/fgwh.2022.1061648
BKKBN. (2020). Rencana strategis BKKBN 2020–2024. BKKBN. https://siga.bkkbn.go.id/
Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (2024). Profil kesehatan Kota Surabaya tahun 2023. Surabaya: Dinas Kesehatan Kota Surabaya. https://dinkes.surabaya.go.id/portalv2/profil/profil-dinas-kesehatan-kota-surabaya/
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2023. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. https://jatim.bps.go.id/id/publication/2024/06/28/b84be196fc248a9197a53740/statistik-kesehatan-provinsi-jawa-timur-2023.html
Dewiyanti, N. (2020). Hubungan umur dan jumlah anak terhadap penggunaan metode kontrasepsi di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Medical Technology and Public Health Journal, 4(1), 70–78. https://doi.org/10.33086/mtphj.v4i1.774
Evans, A. (2018). Cities as catalysts of gendered social change? reflections from Zambia. Annals of the American Association of Geographers, 108(4), 1096–1114. https://doi.org/10.1080/24694452.2017.1417820
Faidah, F. H., Hikmah, E. N., & Muttaqin, M. (2024). Hubungan konseling kb dengan pengambilan keputusan pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Penana’e Kota Bima tahun 2024. JKM-Bid: Jurnal Kesehatan Masyarakat Kebidanan (The Journal of Public Health Midwifery), 11(1), 43-49.
Gonzalez, E. U., Sable, M. R., Campbell, J. D., & Dannerbeck, A. (2009). The influence of patriarchal behavior on birth control access and use among recent hispanic immigrants. Journal of Immigrant and Minority Health, 12(4), 551–558. https://doi.org/10.1007/s10903-009-9272-5
Halizah, L. R., & Faralita, E. (2023). Budaya patriarki dan kesetaraan gender. Jurnal Wasaka Hukum, 11(1). https://www.ojs.stihsa-bjm.ac.id/index.php/wasaka/article/view/84
Ilham, T., & Velianto, A. U. (2022). Belajar dari yang terbaik: evaluasi pengarusutamaan gender di Kota Surabaya, Indonesia. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 48(1), 127–140. https://doi.org/10.33701/jipwp.v48i1.2556
Indahwati, L., Wati, L. R., & Wulandari, D. T. (2017). ‘Karakteristik ibu (usia, paritas, pendidikan, pengalaman kb) berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi’. Journal Of Issues In Midwifery, 1(2), 9–18. https://doi.org/10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.2
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023
Khotimah, H. (2020). ‘Phenomenological study of knowledge, availability of facilities, and wife support related to men behavior in using contraception’. Faletehan Health Journal, 7(02), 77–84. https://doi.org/10.33746/fhj.v7i02.132
Khulafa’ur, L. (2020). Pengaruh tingkat pendidikan dan usia terhadap penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang tahun 2018. Jurnal Kebidanan, 9(2), 108–114. https://doi.org/10.35890/jkdh.v9i2.162
Mumah, J.N., Casterline, J.B., Machiyama, K., Wamukoya, M., Kabiru, C.W. and Cleland, J. (2018), ‘Method-specific attributes that influence choice of future contraception among married women in Nairobi's informal settlements’. Studies in Family Planning, 49: 279-292. https://doi.org/10.1111/sifp.12070
Munir, D. (2018). Upaya Kota Surabaya membangun kesetaraan gender untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Apeksi. apeksi.id
Paul, R., Huysman, B. C., Maddipati, R., & Madden, T. (2020). Familiarity and acceptability of long-acting reversible contraception and contraceptive choice. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 222(4S), S884.e1–S884.e9. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2019.11.1266
Rismawati, R., Asriwati, A., Tarigan Sibero, J., & J. Hadi, A. (2020). Faktor yang mempengaruhi wanita pus terhadap pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Puskesmas Mayor Umar Damanik Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 3(2), 100-105. https://doi.org/10.56338/mppki.v3i2.1078
Rothschild, C., Richardson, B., Guthrie, B., P Kithao, T Omurwa, J Mukabi, Callegari, L., Lokken, E., G John‐Stewart, Unger, J., J Kinuthia, & Drake, A. (2021). Contributions of side effects to contraceptive discontinuation and method switch among Kenyan women: a prospective cohort study. BJOG an International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 129(6), 926–937. https://doi.org/10.1111/1471-0528.17032
Sab’ngatun, S., Hanifah, L., & Sulistyorini, E. (2021). Hubungan antara usia dan pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi suntik. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(1). https://doi.org/10.36419/jki.v12i1.446
Sari, D. P., & Hadi, E. N. (2023). Pengaruh budaya patriarki terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program keluarga berencana di indonesia: tinjauan sistematis. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah Stikes Kendal, 13(2), 369–380. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i2.761
Saskara, I. A. G. D., & Marhaeni, A. A. I. N. (2015). Pengaruh faktor sosial, ekonomi, dan demografi terhadap penggunaan kontrasepsi di Denpasar. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 8(2), 155–161.
Suryadana, I. P., & Sudibia, I. (2024). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi dan fertilitas di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9), 257-267. https://doi.org/10.5281/zenodo.11177430
Tissa, J., & None, E. K. (2024). Penguatan pengetahuan dan akses masyarakat terhadap layanan keluarga berencana. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 295–303. https://doi.org/10.54259/pakmas.v4i2.2936
Triyatnowati, R. N., & Puspitasari, E. (2023). Hubungan karakteristik akseptor kb dengan pemilihan metode kontrasepsi di Puskesmas Kranggan Kabupaten Temanggung. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 76-84. https://doi.org/10.52657/jik.v12i1.1927
Utami, I., & Trimuryani, E. (2020). Faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi wanita usia subur. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), 717-726. https://doi.org/10.31539/jks.v3i2.1168
Wahyuningsih, S., Widati, S., Praveena, S. M., & Azkiya, M. W. (2024). Unveiling barriers to reproductive health awareness among rural adolescents: a systematic review. Frontiers in Reproductive Health (Vol. 6). Frontiers Media SA. https://doi.org/10.3389/frph.2024.1444111.












