Perbandingan Benefit Cost Analysis Laboratorium Dengan Metode KSO Reagen Rental dan Cost per Reportable Result
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2171Kata Kunci:
Benefit cost analysis, Laboratorium, Reagen rental, Cost per reportable resultAbstrak
Pembiayaan kesehatan merupakan komponen penting dalam menjaga keberlanjutan layanan rumah sakit, termasuk unit laboratorium yang membutuhkan dukungan alat, reagen, dan pemeliharaan rutin. Ketidakefisienan pembiayaan dapat menurunkan mutu pelayanan dan menghambat pemenuhan kebutuhan pasien. Pemeriksaan hematologi yang menjadi beban terbesar layanan laboratorium. Penurunan jumlah pemeriksaan pada 2024 tidak diikuti penurunan biaya, bahkan melampaui pagu anggaran sehingga mendorong perubahan skema pembiayaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi dua model pembiayaan laboratorium—Kerja Sama Operasional (KSO) Reagen Rental dan Cost Per Result Rate (CPRR)—untuk menentukan skema yang paling menguntungkan dan berkelanjutan. Pendekatan mixed method dengan strategi eksplanatoris sekuensial digunakan melalui analisis Benefit Cost Analysis serta wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan benefit moneter KSO Reagen Rental sebesar Rp12.903.315.976 dan CPRR sebesar Rp12.229.845.066. Total biaya KSO Reagen Rental mencapai Rp2.485.694.024, sedangkan CPRR Rp3.159.164.934. Benefit Cost Ratio masing-masing adalah 4,44 (Reagen Rental) dan 3,84 (CPRR). Seluruh informan menilai kedua skema memiliki kelebihan dan kekurangan, namun pemilihan perlu menyesuaikan kondisi keuangan dan kapasitas internal rumah sakit. Model KSO dinilai layak karena memberikan NPV positif dan BCR > 1, dengan Reagen Rental sebagai opsi paling menguntungkan. Disarankan rumah sakit mengutamakan skema Reagen Rental dan memperkuat perencanaan anggaran untuk menjaga efisiensi jangka panjang.
Referensi
Boardman, A. E., Greenberg, D. H., Vining, A. R., & Weimer, D. L. (2018). Cost-benefit analysis: Concepts and practices. Cambridge University Press. https://doi.org/10.4324/9781315387420-4
Chhetri, V., Nima, N., Dophu, U., Jamphel, K., Jamtsho, R., Dorji, K., Tenzin, S., Tenzin, J., & Wangmo, C. (2021). Efficiency of reagent rental system in biochemistry services in Bhutan, 34(4), 42–45.
Dekrita, Y. A. (2022). Manajemen keuangan rumah sakit: Konsep dan analisis. NEM. https://books.google.co.id/books?id=B9tmEAAAQBAJ
Doerachman, J. D., Kaunang, S. T. G., Karouw, S., & Rindengan, Y. D. Y. (2012). Analisa kelayakan investasi TI menggunakan metode cost-benefit. Jurnal Teknik Informatika, 1(2). https://doi.org/10.35793/jti.1.2.2012.551
Hartanto. (2014). Inovasi pelayanan laboratorium patologi klinik rumah sakit era BPJS. Academia.edu. https://Www.Academia.Edu/Download/45054781/Inovasi_Pelayanan_Laboratorium_Klinik_Rumah_Sakit_Era_BPJS.pdf
Hasyim, I. R., Ardjito, K., & Rachmawati, B. (2022). Manajemen logistik laboratorium rumah sakit. Universitas Diponegoro.
Herlina, & Sari, R. W. (2022). Pembiayaan sektor kesehatan. PT Nasya Expanding Management.
Hidayat. (2017). Metodologi penelitian keperawatan dan kesehatan. Salemba Medika.
Jemani, & Kurniawan, M. R. (2019). Analisa quality control hematologi di laboratorium Rumah Sakit An-Nisa Tangerang. Binawan Student Journal, 1(2), 80–85.
Junjungsari, F. S., Arso, S. P., & Fatmasari, E. Y. (2018). Analisis waktu tunggu pada pelayanan unit laboratorium Rumah Sakit Ibu dan Anak Swasta X Kota Jakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 57–63.
Kania, N., Maliala, A., & Firman. (2019). Evaluasi biaya laboratorium menggunakan CPRR dalam penerapan lean management di Rumah Sakit Pelni Jakarta. [Book Chapter]. https://doi.org/10.1002/9781119618287.ch8
Kementerian Kesehatan RI. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 411/Menkes/PER/III/2010 tentang Laboratorium Klinik.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Kenedi, J., Lanin, D., & Agus, Z. (2018). Analisis pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Padang Pariaman Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(Suppl 2), 9.
Kusuma, H. W., Roswinna, W., Imron, A., & Marlina, S. (2024). Manajemen keuangan bisnis. Eureka Media Aksara.
Mardiana, & Rahayu, I. G. (2017). Pengantar laboratorium medik. Pusat Pendidikan SDM Kesehatan.
Mardiati Nadjib, Putri, S., Sabarinah, & Trihandini, I. (2020). Evaluasi ekonomi di bidang kesehatan: Teori dan aplikasi. Perpustakaan Universitas Indonesia.
Marini, E., & Rochmah, T. N. (2014). Cost-benefit analysis mendirikan laboratorium klinik sederhana mandiri dibanding kerja sama operasional laboratorium luar di PLK-UA. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 2(2), 120–128.
Masturoh, I., & Anggita, N. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Pusat Pendidikan SDM Kesehatan.
Molinaro, R., Bonhomme, M. M., & Saenger, A. (2017). Clinical core laboratory testing. Springer.
Molinos-Senante, M., Hernández-Sancho, F., & Sala-Garrido, R. (2010). Economic feasibility study for wastewater treatment: A cost-benefit analysis. Science of the Total Environment, 408(20), 4396–4402. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2010.07.014
Nah, E. H., Kim, S., Cho, S., & Cho, H. I. (2018). Complete blood count reference intervals across pediatric, adult, and geriatric populations in Korea. Annals of Laboratory Medicine, 38(6), 503–511.
Oasthttamadea, R., Manjas, M., & Yurniwati, Y. (2019). Analisis unit cost pelayanan unit laboratorium Rumah Sakit Naili DBS tahun 2017 dengan metode Activity Based Costing. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2S), 8.
Palupi, D. K. (2015). Analisis penentuan tarif jasa pemeriksaan laboratorium menggunakan metode activity-based costing. [Thesis], Universitas Lampung.
Prasetyo, B., & Jannah, L. M. (2016). Metode penelitian kuantitatif: Teori dan aplikasi. Rajawali Pers.
Riwayadi. (2022). Akuntansi manajemen: Pendekatan tradisional dan kontemporer. Rajagrafindo Persada.
Rohmatullah, Pribadi, F., & Susanto. (2014). Analisis perbandingan pengadaan alat pemeriksaan darah di Instalasi Laboratorium Rumah Sakit Nurhidayah. [Thesis], Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
RSUP Dr. M. Djamil Padang. (2024). Profil RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2023.
Manajemen, 1(2), 127–131.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukorini, U. (2010). Pemantapan mutu internal laboratorium klinik. Alfamedia.
Sulistiani, H., & Dellia, P. (2016). Evaluasi kelayakan investasi teknologi informasi menggunakan metode cost-benefit analysis. Konferensi Nasional Sistem Informasi, 1–7. https://doi.org/10.31227/osf.io/4e9r2
Supartiningsih, S. (2017). Kualitas pelayanan dan kepuasan pasien rawat jalan. Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, 6(1), 9–15. https://doi.org/10.18196/jmmr.6122
Tiemann, O., & Schreyögg, J. (2012). Changes in hospital efficiency after privatization. Health Care Management Science, 15(4), 310–326. https://doi.org/10.1007/s10729-012-9193-z
Tri Hariyati, R., & Ismawatie, E. (2024). Analisis efisiensi kerja sama per test pemeriksaan kimia klinik di RSU Aisyiyah Ponorogo tahun 2022–2023. Plenary Health: Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(3), 216–220.
Yo’eli, Y. W. (2022). Cost benefit analysis dalam pengadaan aset pada CV Siantar Pratama Trans.
Yusirwan. (2013). Cost benefit analysis terhadap kelayakan investasi alat laboratorium Cobas C111 Analyzer di RSUP Dr. M. Djamil Padang. [Thesis], Universitas Andalas.











