Prevalensi Stunting Pedesaan dan Perkotaan: Studi Di Wilayah Binaan CSR PT. Antam TBK. UBPB Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2272Kata Kunci:
CSR, Desa dan kota, Faktor risiko, Kalimantan Barat, StuntingAbstrak
Stunting adalah masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, dengan prevalensi 19,8% pada tahun 2024, melebihi target nasional (14%). PT. Antam TBK UBPB Kalimantan Barat melakukan upaya untuk mengurangi stunting dengan menerapkan program CSR Generasi Sehat (GEN SEHAT) di wilayah binaannya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stunting di daerah tersebut dan mengidentifikasi faktor risikonya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif cross-sectional terhadap 136 responden dari total populasi 206 KK di Desa Pedalaman dan Desa Tanjung Bunut, dengan teknik simple random sampling. Hasil uji bivariat (Chi-Square) menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara semua variabel independen dengan kejadian stunting secara keseluruhan (p-value = >0,05). Program CSR perusahaan berhasil mengendalikan sanitasi, yang terlihat dari ketersediaan jamban yang layak. Kesimpulan dan saran: Diperlukan evaluasi dan peningkatan program CSR dengan fokus pada intervensi khusus dan sensitif yang telah terbukti berhasil di seluruh negeri. Diperlukan penelitian tambahan dengan sampel dan desain yang lebih baik.
Referensi
ABA, M. (2025). Hubungan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Balita Umur 24-59 Bulan. 13(1), 79–86.
Adriani, F., Suryani, L., & Angraeni, N. (2025). Edukasi dan Intervensi Gizi dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba. Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD), 7, 7–11.
AM, A. M. A. (2023). literature review : Korelasi kejadian ISPA terhadap Stunting. 10, 728–733.
Arini, D., Yuliastuti, C., & Faradilah, I. (2020). Hubungan Kejadian Stunting dengan Frekuensi Dan Durasi Penyakit ISPA pada Anak Usia Toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 6(2), 148-156. .
Badan Pusat Statistik. (2024). Laporan Indeks Khusus Penanganan Stunting (IKPS) 2022-2023. Badan Pusat Statistik, 5, 92.
Ekaningrum, I. R., Triyani, A., Hadi, N., Pertiwi, S. M. B., Fatchurrohman, M., & Mahanani, S. (2024). Social Accounting: Assessing Corporate Commitment to Combatting Stunting in Indonesia through CSR Initiatives. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 9(2), 497–519. https://doi.org/10.23887/jia.v9i2.84270
Handayani, L. (2025). Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Hubungan Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2025. 3, 248–252.
Indriani, E., Pingkan, W., Kaunang, J., & Mantjoro, E. M. (2025). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengauhi Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. 8(2), 326–336.
Jamalludin, M., Trisnawati, E., Widiyastutik, O., & Saleh, I. (2023). Perilaku Buang Air Besar Sembarangan dan Sanitasi Air Sebagai Faktor Risiko Stunting Open Defecation Behavior and Water Sanitation as Stunting Risk Factors. 9(2), 165–175.
Kemenkes. (2023). Cegah Stunting Pada Anak Dengan Protein Hewani. Diambil dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia website: https://kemkes.go.id/id/cegah-stunting-pada-anak-dengan-protein-hewani
Khoirunnisa, A., Sholichah, F., & Arifin, M. (2025). Faktor Risiko Stunting pada Balita 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kluwut Kabupaten Brebes. Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK), 6(02), 102–111.
Kindangen, M. C. P., Sartika, S. D., & Palaguna, S. (2024). Hal-hal Yang Ada Hubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Beberapa Daerah Di Indonesia Periode Tahun 2011 Sampai Dengan Tahun 2021. Bosowa Medical Journal, 2(2), 72–76. https://doi.org/10.56326/bmj.v2i2.2487
Kurniawati, V. (2023). Resiko Stunting Terhadap Kejadian Penyakit Infeksi Diare pada Balita. 5(1).
Ms, N. P., & Pitayanti, A. (2025). Hubungan Infeksi Kronis dengan Stunting pada Anak Usia Bawah Lima Tahun : Sebuah Systematic Review. 9(2), 165–178.
Noviasty, R., Wijaya, D. P., & Kamba, I. (2023). Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dan Dukungan Tenaga Kesehatan Mempengaruhi Stunting Bayi Usia 6-12 Bulan Pada Masa Pandemi Covid-19. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 7(1), 74–82. https://doi.org/10.22487/ghidza.v7i1.615
Permatasari, R. P., Simbolon, D., & Yunita, Y. (2024). Stunting Prevention through Exclusive Breastfeeding in Indonesia: A Meta-Analysis Approach; [Pencegahan Stunting melalui Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia: Pendekatan Meta-Analisis]. Amerta Nutrition, 8(1SP), 105 – 112. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i1SP.2024.10
Ramadhani, L. N., & Kuswandi, F. D. (2025). Edukasi Gizi Melalui Media Leaflet terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita di Kota Depok, Jawa Barat Tahun 2023. Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2(2), 155–161. https://doi.org/10.53823/jpgkm.v2i2.105
Rati Oktrin Weiha, Lilik Sofiatus Solikhah, H. (2025). Hubungan Perilaku Merokok dan Keterlibatan Ayah dengan Stunting pada Balita. Hubungan Kepemilikan Smartphone dan Uang Saku terhadap Obesitas pada Remaja, 1(10), 23–32.
Riona, V. H., Masnadi, N. R., Harmen, A. P., Sy, E., & Fadila, Z. (2025). Artikel Penelitian Hubungan Status Imunisasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. 14(1), 13–20.
Rizki PratamA, Endro WAhono Prasetyo, B. A. P. (2024). Kepemilikan Jamban Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. 6(April), 853–860.
Roli, E., & Alamsyah, D. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita (12-59 Bulan) Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Saigon. Jumantik, 9(2), 57. https://doi.org/10.29406/jjum.v9i2.4326
Safitri, R. A., Budiono, I., & Info, A. (2025). Indonesian Journal of Public Health and Nutrition. 5(1), 93–107.
Sari, D. K. (2023). Disparitas Stunting di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan : Systematic Review. 15(3), 1–15.
Sari, S. D., & Zelharsandy, V. T. (2022). Hubungan Pendapatan Ekonomi Keluarga dan Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Kejadian Stunting. Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan, 9(2), 108–113. https://doi.org/10.37402/jurbidhip.vol9.iss2.200
Septiani, F., Djalilah, G. N., Mochtar, N. M., & Amalia, A. (2023). Hubungan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Berulang Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Jabungsisir Kabupaten Probolinggo. 70–75.
Sholihah, S. C. (2023). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Dradah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 135–140.
Siramaneerat, I., Astutik, E., Agushybana, F., Bhumkittipich, P., & Lamprom, W. (2024). Examining determinants of stunting in Urban and Rural Indonesian: a multilevel analysis using the population-based Indonesian family life survey (IFLS). BMC Public Health, 24(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12889-024-18824-z
Steven Christian Susianto, Nina Rini Suprobo, & Maharani. (2022). Early Breastfeeding Initiation Effect in Stunting: A Systematic Review. Asian Journal of Health Research, 1(1), 1–5. https://doi.org/10.55561/ajhr.v1i1.11
Sukmawati, Yusnita, Zakaria, C. (2024). Inisiasi Menyusui Dini ( IMD ) dan Lingkar Lengan Atas (LILA) Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting di Kabupaten Takalar. XIX(2), 259–264.
Theresya, A. R. (2025). Hubungan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Gebang , Kabupaten Langkat Relationship Between Low Birth Weight ( LBW ) and Stunting in Toddlers at Gebang Health Center , Langkat Regency. 24(2), 446–453.
Trisnawati, E., Widyastutik, O., Suryadi, E., Alamsyah, D., Budiastutik, I., & Ruhama’, U. (2024). The Stunting Determinants in Toddlers from Landak Regency, West Kalimantan: A Cross-Sectional Study. Amerta Nutrition, 8(1SP), 61–69. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i1SP.2024.61-69
UNICEF, WHO, & WORLD BANK. (2023). Level and trend in child malnutrition. World Health Organization, 4. Diambil dari https://www.who.int/publications/i/item/9789240073791
Wulan Angraini, Fitriana Firdaus, Bintang Agustina Pratiwi, O. (2023). Pola Asuh, Pola Makan dan Kondisi Lingkungan Fisik dengan Kejadian Stunting. 11(2), 500–511.












