Pengaruh Aromaterapi Mawar terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Pardasuka
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2343Kata Kunci:
aromaterapi mawar, kala I fase aktif, manajemen nyeri, nyeri persalinanAbstrak
Nyeri persalinan yang tidak tertangani dapat meningkatkan sekresi katekolamin yang menyebabkan vasokonstriksi, penurunan kontraksi uterus dan meningkatkan risiko komplikasi. Berbagai metode non-farmakologis telah digunakan untuk mengurangi nyeri, salah satunya aromaterapi. Aromaterapi mawar memberikan efek relaksasi dan menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi mawar terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif menggunakan desain quasi-eksperimental dengan posttest-only control group design. Menggunakan 30 ibu bersalin yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 15 responden. Kelompok intervensi diberikan aromaterapi mawar dengan meneteskan 3-5 tetes essential oil dan 100 ml air melalui diffuser diuapkan selama 15 menit, dan pada kelompok kontrol mendapat asuhan persalinan normal. Intensitas nyeri diukur menggunakan NRS dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian rata-rata pada kelompok kontrol adalah 7.40 (60 %) dan pada kelompok intervensi adalah 5.33 (46,7 %), adanya penurunan skala nyeri sebanyak 13,3% dengan p < 0,001. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara aromaterapi mawar terhadap intensitas nyeri persalinan Kala 1 fase aktif di PMB wilayah kerja puskesmas pardasuka tahun 2025. Dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa aromaterapi mawar dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif.
Referensi
Agusta. (2015). Aromaterapi: Cara sehat alami dengan wewangian alami. Jakarta: Penebar Plus.
Agustia, E., Susilawati, S., Maternity, D., & Sunarsih, S. (2024). Pengaruh aromaterapi mawar pada nyeri persalinan kala I di praktik mandiri bidan (PMB) Ratih Puspitarini Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies), 4(2), 37–45. https://doi.org/10.37638/anjani.v4i2.1182
Amilia. (2018). Penerapan aromaterapi mawar terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan. Zona Kebidanan, 14(2), 14–23. https://doi.org/10.37776/zkeb.v14i2.1366
Arikunto, S. (2022). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Foerwanto, F., Nofiyanto, M., & Prabowo, T. (2016). Pengaruh aromaterapi mawar terhadap kualitas tidur lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur. Jurnal Kesehatan, 5(1), 14–22.
Hastono, S. P. (2020). Analisis data pada bidang kesehatan. Depok: Rajawali Pers.
Julianto, T. S. (2016). Minyak atsiri bunga Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.
Kheirkhah, M., Valipour, N. S., Neisani, L., & Haghani, H. (2014). A controlled trial of the effect of aromatherapy on birth outcomes. Journal of Midwifery and Reproductive Health, 2(1), 77–82.
Koensoemardiyah. (2015). Aromaterapi untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. Yogyakarta: ANDI.
Maternity, D., & Putri, R. (2016). Asuhan kebidanan persalinan. Jakarta: Binarupa Aksara Publisher.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ridha Sofia, H., Wiwin, M. P., & Etin, R. (2018). Perbandingan pengaruh aromaterapi mawar dan massage effleurage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. Midwife Journal, 4(2), 66–72.
Sari, P. N., & Sanjaya, R. (2020). Pengaruh aromaterapi lavender terhadap nyeri persalinan. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 45–49.
Sholehah, K. S., Arlym, L. T., & Putra, A. N. (2020). Pengaruh aromaterapi minyak atsiri mawar terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 41–54. https://doi.org/10.37012/jik.v12i1.116
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sukarni, I. K., & Margareth. (2019). Kehamilan, persalinan, dan nifas. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sukma, M., Masthura, S., & Desreza, N. (2022). Pengaruh pemberian aromaterapi mawar terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 8(2), 590–598.
Suralaga, C., Nurul Husnul, N., & Romini, T. (2020). Pengaruh pemberian aromaterapi bunga mawar terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
Suwondo, B. S., dkk. (2017). Buku ajar nyeri. Jakarta: Perkumpulan Nyeri Indonesia.
Ulsafitri, H. Y., & Ulandari, N. (2018). Pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan nyeri perineum pada ibu postpartum. AFIYAH, 5(2).
Uysal. (2016). Penerapan aromaterapi mawar terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan. Zona Kebidanan, 14(2), 14–23.
Vahaby. (2018). Pengaruh aromaterapi mawar terhadap nyeri persalinan. Zona Kebidanan, 14(2), 14–23.
Vidyarani. (2019). Pengaruh aromaterapi mawar terhadap intensitas nyeri persalinan. Zona Kebidanan, 14(2), 14–23.
Vitani, R. A. I. (2019). Tinjauan literatur alat ukur nyeri pada pasien dewasa. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 3(1), 1–7.
Wayan, A. (2016). Pengembangan model pencegahan risiko tinggi kehamilan dan persalinan (Disertasi). Universitas Andalas.
Widiarti, S. M., & Tahun, O. D. (2025). Pengaruh aromaterapi minyak atsiri mawar terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(2), 501–510. https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i2.16636
Winkjosastro. (2016). Ilmu kebidanan dan kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono.
Yana, R., & Utami, S. (2016). Efektivitas terapi murottal Al-Qur’an terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif (Skripsi). Universitas Riau.











