Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Sikap Pedagang dengan Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional Kota Bengkulu

Penulis

  • Khafifah Hazriati Repalia Universitas Sriwijaya
  • Elvi Sunarsih Universitas Sriwijaya
  • Laura Dwi Pratiwi Universitas Sriwijaya
  • Rahmatillah Razak Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2456

Kata Kunci:

kepadatan lalat, pasar tradisional, sanitasi pasar, sikap pedagang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dan sikap pedagang dengan kepadatan lalat di pasar tradisional Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 109 pedagang kios basah  yang dipilih melalui proportional random sampling. Variabel independen meliputi kondisi sanitasi (tempat penjualan, air bersih, pengelolaan sampah, saluran limbah dan pengendalian binatang pembawa penyakit) serta sikap pedagang, sedangkan variabel dependen adalah kepadatan lalat. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist Permenkes No.17 Tahun 2020, kuesioner sikap pedagang dan alat fly grill untuk pengukuran kepadatan lalat. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara sikap pedagang, tempat penjualan, pengelolaan sampah, saluran limbah dan pengendalian binatang pembawa penyakit dengan kepadatan lalat (p<0,05), sedangkan variabel air bersih tidak berhubungan (p=0,118). Variabel paling dominan berhubungan dengan kepadatan lalat adalah pengendalian binatang pembawa penyakit (OR=10,95; 95% CI: 1,847-64,919). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin buruk sanitasi lingkungan dan sikap pedagang, semakin tinggi kepadatan lalat di pasar tradisional. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengelolaan sanitasi pasar dan pembinaan perilaku pedagang sebagai upaya praktis pengendalian vektor untuk mendukung terciptanya pasar tradisional yang sehat.

Referensi

Andriani, U. (2020). Hubungan fasilitas sanitasi dasar dengan tingkat kepadatan lalat pada rumah makan di Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 64–69. https://doi.org/10.26630/rj.v13i2.2780

Ayu, P. M., Sali, I. W., & Aryana, I. K. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan sikap dan tindakan pedagang dalam mengelola sampah dengan kepadatan lalat di Pasar Desa Adat Sembung Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 108–115. https://doi.org/10.33992/jkl.v10i2.1267

Badan Pusat Statistik. (2019). Profil pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern 2019. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2024). Direktori pasar rakyat. 1228.

Kementerian Kesehatan. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan untuk vektor dan binatang pembawa penyakit.

Kementrian Perdagangan. (2021). Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2021 tentang pedoman pembangunan dan pengelolaan sarana perdagangan.

Kristanti, I., Banowati, L., Herawati, C., Thohir, T., & Faridasari, I. (2021). Hubungan pengelolaan sampah dengan tingkat kepadatan lalat di tempat penampungan sementara (TPS). Jurnal Kesehatan, 12(1), 9–16. https://doi.org/10.38165/jk.v12i1.230

Kusuma, Y. A., Sudarni, D. H. A., & Nalurita, B. T. (2025). Pemanfaatan sampah organik sebagai media budidaya lalat BSF untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 110–119. https://doi.org/https://doi.org/10.38073/almuazarah.v2i2.2130

Nabila, S., & Mandagi, A. (2021). Gambaran sanitasi Pasar Desa Impress Pujasera di Banyuwangi Tahun 2018. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 1–16. https://doi.org/10.22487/preventif.v12i1.170

Nafis, R., Marwanto, A., & Widada, A. (2021). Gambaran higiene sanitasi pasar tradisional di wilayah Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 90–160.

Nugraheni, V. P., Moelyaningrum, A. D., & Ningrum, P. T. (2020). Penggunaan serbuk piper ornatum terhadap kematian larva Musca Domestica. Bioeduscience, 4(1), 106–112. https://doi.org/10.29405/j.bes/41106-1124321

Putri, E. A., Nurweni, S., Pinardi, T., & Jayadi, H. (2021). Hubungan antara sanitasi lingkungan pasar dengan kepadatan lalat di Pasar Tradisional Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Tahun 2021. Jurnal Poltekkes Surabaya, 1(1), 5–24.

Sa’idah, L., Rostina, & Kasim, K. P. (2020). Tinjauan sanitasi pasar dan tingkat kepadatan lalat di Pasar Sentral Sudu Kabupaten Enrekang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(1), 45-53.

Susanti, Bahrina, I., Sumardi, & Inggriyani, D. (2024). Hubungan antara tingkat pendidikan dan sikap pedagang terhadap kebersihan lingkungan Pasar Pagi Kota Kuala Simpang. Jurnal Wellness: Jurnal Analisis Kesehatan, 1(1), 63–72. https://doi.org/doi.org/10.52136/ddj5tn67

Yanti, R. N., Amirullah, Nasaruddin, & Muhsin. (2024). Analisis kepadatan lalat (Musca domestica) di lingkungan peternakan ayam Desa Waworaha Kecamatan Soropia , Sulawesi Tenggara. Jurnal Penelitian Biologi, 11(1), 147–153. https://biowallacea.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/33.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-28