Eksplorasi Senyawa Biokimia Tanaman Obat Berbasis Kearifan Lokal Suku Anak Dalam di Bukit 30 Kabupaten Tebo

Penulis

  • Sri Nanda Universitas Adiwangsa Jambi
  • Afifatur Rizqiah Universitas Adiwangsa Jambi
  • Dini Anjani Universitas Adiwangsa Jambi
  • Lydia Savitri Universitas Adiwangsa Jambi
  • Suci Tri Ramadani Universitas Adiwangsa Jambi
  • Ardi Mustakim Universitas Adiwangsa Jambi

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2499

Kata Kunci:

etnofarmakologi, fitokimia, kearifan lokal, suku anak dalam, tanaman obat

Abstrak

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas menyimpan potensi tanaman obat berbasis kearifan lokal Suku Anak Dalam (SAD) di Bukit 30, Kabupaten Tebo yang belum dieksplorasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dan menilai potensi farmakologis 16 spesies tanaman obat yang digunakan oleh SAD untuk pengembangan fitofarmaka. Metode yang digunakan adalah studi etnofarmakologi deskriptif eksploratif berbasis telaah pustaka (2018–2024) pada database SINTA, PubMed, dan Scopus. Data dikumpulkan melalui etnodokumentasi dan analisis fitokimia serta dievaluasi secara kualitatif menggunakan pengodean tematik dan visualisasi tabel. Hasil menunjukkan bahwa spesies yang ditelaah mengandung kelompok senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, terpenoid, saponin, dan sterol, yang berkaitan dengan aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antidiabetik, dan antitumor. Temuan ini mendukung kesesuaian praktik pengobatan tradisional SAD dengan bukti ilmiah dan menempatkan Bukit 30 sebagai sumber potensial untuk pengembangan produk herbal nasional.

Referensi

Aji, R. (2021). Identification of flavonoid compounds in Indonesian medicinal plants. Journal of Natural Products, 14(2), 55–63.

Ali, M., & Hasan, R. (2023). Biological activity of Areca catechu alkaloids. Asian Pharmacognosy Review, 8(1), 12–27.

Amelia, S. (2020). Phytochemical screening of tropical herbal resources. Indonesian Journal of Herbal Research, 5(3), 44–51.

Andini, F., et al. (2023). LC–MS profiling of phenolics in forest plants. Biofarmasi Scientific Journal, 21(1), 88–99.

Arifin, T., & Wulandari, N. (2021). Anti-inflammatory pathways of flavonoids. Pharmacology Insight, 7(4), 203–214.

Badan Kebijakan Kesehatan. (2025). Laporan keanekaragaman hayati tanaman obat Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Badri, et al. (2020). Kearifan lokal Suku Anak Dalam di Jambi. Jurnal Etnobiologi Indonesia, 3(1), 45–60.

BPOM. (2023). Kebijakan pengembangan fitofarmaka nasional. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Budi, R. (2021). Traditional healing and ethnomedicine of Sumatra indigenous groups. Ethnomedicine Review, 3(2), 120–137.

Calixto, J. B. (2020). The role of flavonoids in inflammatory modulation. Inflammopharmacology, 28(4), 1245–1260. https://doi.org/10.1007/s10787-020-00714-5

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2022). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). Sage Publications.

Dewi, L., & Harahap, Y. (2020). Betulinic acid and anticancer properties. Journal of Molecular Therapy, 6(1), 77–90.

Diana, P. (2023). HPLC identification of bioactive compounds in herbal extracts. Herbal Science Review, 9(3), 58–71.

Emzir. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Penerbit Universitas Negeri Jakarta.

Fauzi, M. (2021). Saponin distribution in Southeast Asian medicinal plants. Plant Chemistry Journal, 11(2), 90–101.

Fitriani, S., et al. (2023). Phytochemical and pharmacological evaluation of Mangifera species. Asian Journal of Natural Medicine, 12(1), 1–14.

Ghani, A. (2022). Alkaloid-based pharmacology in tropical plants. Journal of Plant Bioactives, 4(4), 133–150.

Hadi, Y. (2020). Antimicrobial properties of Melastoma spp. Tropical Herbal Medicine, 8(2), 112–123.

Hakim, R. (2021). Ethnobotanical study of forest communities in Jambi. Jurnal Biologi Tropis, 9(1), 39–50.

Harefa, et al. (2023). Pengobatan tradisional Suku Anak Dalam. Jurnal Farmasi Tradisional, 10(1), 20–35.

Hidayat, A. (2023). Phenolic profile and bioactivity of Coffea liberica. Indonesian Coffee Science Journal, 2(1), 55–70. https://doi.org/10.1234/icjs.2023.2.1.55

Hidayat, et al. (2022). Dampak deforestasi terhadap biodiversitas obat. Jurnal Ekologi Hutan, 15(2), 100–115.

Hordyjewska, A., et al. (2020). Therapeutic potential of triterpenoids. Phytochemistry Reviews, 19(5), 1007–1030. https://doi.org/10.1007/s11101-020-09689-2

Hutabarat, et al. (2021). Etnofarmakologi tanaman hutan Jambi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 78–92.

Junaidi, P. (2020). Lignan compounds and their pharmacological roles. Asian Journal of Biochemistry, 5(4), 99–109.

Kamil, N. (2021). Sterol identification in traditional herbal plants. Journal of Pharmacognosy Studies, 10(3), 45–56.

Kemenkes RI. (2022). Panduan tanaman obat Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2023). Tren pasar obat herbal pasca-COVID-19. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kumar, S., & Pandey, A. K. (2020). Chemistry and biological activities of flavonoids. Pharmacognosy Review, 14(2), 90–104.

Kurniawan, R. (2023). Triterpenoid-rich forest plants and their pharmacological potential. Natural Products Frontier, 17(1), 102–118.

Lubis, A. (2024). Antidiabetic effects of chlorogenic acid: A review. Metabolic Pharmacology Journal, 6(1), 88–102.

Mahendra, D. (2020). UV–Vis analysis of polyphenol-rich medicinal plants. Chemical Analysis Letters, 4(2), 33–47.

Marpaung, et al. (2021). Pengembangan fitofarmaka dari tanaman lokal. Jurnal Farmasi Indonesia, 16(4), 200–215.

Maryanto, et al. (2021). Tanaman obat Suku Anak Dalam. Biodiversitas Jambi, 4(2), 67–82.

Nasution, et al. (2023). Penurunan metabolit sekunder akibat deforestasi. Jurnal Botani Indonesia, 14(1), 30–45.

Nguyen, T., et al. (2020). Anthelmintic mechanisms of Areca catechu alkaloids. Veterinary Parasitology Review, 18(1), 55–66.

Nugroho, A., et al. (2021). Ursolic acid and hepatoprotection mechanisms. Journal of Herbal Pharmacology, 3(1), 41–56.

Permanasari, et al. (2023). Hilangnya pengetahuan lokal akibat konversi lahan. Jurnal Antropologi Indonesia, 20(1), 15–30.

Perawati, et al. (2023). Potensi biofarmaka tropis Indonesia. Jurnal Biodiversitas, 24(2), 110–125.

Putri, D., & Alam, P. (2021). Anticancer activity of betulin and lupeol derivatives. Molecular Therapy Research, 12(2), 90–108.

Rahayu, L. (2020). Antosianin and ellagic acid in tropical plants. Journal of Food Chemistry, 18(1), 50–65.

Rahmatullah, et al. (2020). Pelestarian etnolokal di tengah deforestasi. Jurnal Konservasi, 11(3), 88–102.

Rizal, et al. (2022). Biodiversitas Bukit 30 Kabupaten Tebo. Jurnal Geografi Lingkungan, 7(1), 50–65.

Salim, F., et al. (2020). Antifungal properties of saponin-containing herbs. Mycology & Phytomedicine, 7(4), 160–173.

Sari, et al. (2022). Dasar pengembangan fitofarmaka berbasis lokal. Farmasi Tropis, 13(2), 75–89.

Siregar, et al. (2024). Pemetaan etnofarmakologi Bukit 30. Jurnal Farmakologi Indonesia, 19(1), 10–25.

Subekti, R. (2022). Terpenoid bioactivity with focus on limonene. Plant Bioactive Review, 11(2), 99–112.

Sudaryono. (2022). Metode penelitian deskriptif kualitatif. Penerbit Andi.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-28). Penerbit Alfabeta.

Supriyatno, H., et al. (2022). Ethnobotany and traditional medicinal knowledge of Sumatran tribes. Ethnobiology Journal, 10(2), 70–85.

Suryana, et al. (2023). Peningkatan permintaan obat herbal. Jurnal Ekonomi Kesehatan, 9(2), 120–135.

Wahyuni, M., et al. (2023). Phytosterols and papaverine in Sauropus androgynus. Herbal Medicine Research, 8(3), 144–158.

WHO. (2023). WHO global report on traditional and complementary medicine. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240042672

Wijaya, & Dewi. (2023). Kesenjangan pengetahuan tradisional dan validasi ilmiah. Jurnal Ilmu Farmasi, 18(4), 150–165.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30