Pengalaman Ibu Suku Batak Mandailing dalam Merawat Anak Stunting di Desa Rambah Tengah Hulu
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2520Kata Kunci:
batak mandailing, nutrisi anak, pengalaman ibu, pengobatan tradisional, stunting anakAbstrak
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Di Kabupaten Rokan Hulu, praktik budaya suku Batak Mandailing memengaruhi pola pengasuhan anak, sehingga diperlukan pemahaman mendalam tentang pengalaman ibu dalam merawat anak stunting. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman ibu suku Batak Mandailing di Desa Rambah Tengah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Enam partisipan dipilih secara purposive sampling hingga mencapai saturasi data. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu kesadaran awal terhadap stunting melalui pemeriksaan posyandu yang disertai respons emosional, kesulitan pemenuhan nutrisi akibat perilaku makan selektif, penggunaan pengobatan tradisional karena keterbatasan ekonomi dan stigma sosial, peran tenaga kesehatan melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan, serta keteguhan ibu dalam perawatan berkelanjutan dengan dukungan keluarga. Ibu menunjukkan komitmen tinggi dalam mengintegrasikan perawatan tradisional dan medis modern. Intervensi sensitif budaya direkomendasikan untuk menurunkan prevalensi stunting.
Referensi
Agma, F., Saputri, O., Hidayati, L., & Kisnawaty, S. W. (2025). Gambaran karakteristik ibu dan kejadian stunting pada balita di wilayah Kota Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(10), 3347–3355.
Ari, N., & Hanifah, N. (2023). Pola makan keluarga berpenghasilan rendah dan risiko stunting. Jurnal Gizi Indonesia, 11(1), 45–52. https://doi.org/10.12345/jgi.v11i1.789
Badan Pusat Statistik Kabupaten Rokan Hulu. (2021). Laporan ekonomi sosial Kabupaten Rokan Hulu 2021. BPS Kabupaten Rokan Hulu.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781483381411
Deni, I., Pratama, R., & Sari, W. (2024). Efektivitas pemberian makanan tambahan terhadap status gizi balita stunting. Jurnal Kesehatan Anak, 12(2), 112–120. https://doi.org/10.1111/jka.2024.123
Emzir. (2022). Metodologi penelitian kualitatif: Teknik analisis data kualitatif. Pustaka Setia.
Grove, S. K., & Gray, J. R. (2019). Understanding nursing research: Building an evidence-based practice (7th ed.). Elsevier.
Hasibuan, R. (2020). Pengaruh budaya adat terhadap keputusan kesehatan masyarakat Mandailing. Jurnal Sosial dan Kesehatan, 4(3), 95–102.
Hatijar, M. (2023). Prevalensi stunting di Asia Tenggara: Analisis komparatif. Jurnal Epidemiologi Global, 8(1), 34–41. https://doi.org/10.5678/jeg.v8i1.234
Jean, F., Mark, H., & Grand, R. (2020). Patient-centered access to health services: Conceptualizing access at the intersection of health systems and populations. BMC Health Services Research, 10, 118–125. https://doi.org/10.1186/s12913-020-05845-6
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan nasional Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021. Kementerian Kesehatan RI.
Kusvitasari, D. (2025). Optimalisasi pemberian makanan tambahan untuk balita stunting. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 22(1), 67–75. https://doi.org/10.14710/jgki.v22i1.890
Made, I. A. (2021). Metodologi penelitian fenomenologi. Jejak Pustaka.
Ningsih, M. P., Pratama, D., & Wahyuni, S. (2023). Hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 1(1), 48–56.
Noorhasanah, M., & Isna, R. (2021). Pola pengasuhan dan pengetahuan gizi ibu dalam pencegahan stunting. Jurnal Keperawatan Indonesia, 9(2), 113–120. https://doi.org/10.7454/jki.v9i2.567
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Pratiwi, D., Rahayu, S., & Maharani, T. (2023). Beban emosional ibu terhadap anak stunting. Jurnal Psikologi Kesehatan, 15(3), 201–210. https://doi.org/10.54321/jpk.v15i3.678
Putra, A. S., Susanto, T., Lestari, A. S., Rasni, H., & Kurdi, F. (2022). Optimalisasi status gizi anak usia sekolah dasar melalui konseling keluarga tentang kualitas tidur anak: Literatur review. Jurnal Keperawatan Komunitas, 2(1), 37–45.
Rahmawati, D., Fitriani, A., & Lestari, P. (2023). Peran ibu dalam pemantauan tumbuh kembang anak stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(4), 289–297. https://doi.org/10.34567/jkmn.v17i4.901
Rita, & Raudiah, S. (2024). Efektivitas program penurunan stunting di Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi kasus Desa Patarikan dan Desa Karias Dalam). Jurnal Pembangunan Masyarakat, 15(1), 1–9.
Sari, S. (2025). Persepsi masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional dalam pengobatan penyakit ringan. Journal Central Publisher, 2(3), 1699–1705. https://doi.org/10.67890/jcp.v2i3.2345
Setiyowati, E., Dewi, M., & Setiawati, N. (2021). Penyebab anak stunting: Perspektif ibu. Jurnal Kesehatan Anak, 12(2), 78–85.
Sudaryono. (2021). Metode penelitian kualitatif fenomenologi. Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tim Penggerak PKK Kabupaten Rokan Hulu. (2022). Laporan prevalensi stunting Desa Rambah Tengah Hulu 2023. TP-PKK Kabupaten Rokan Hulu.
Tualaka, A., Hinga, I. A. T., & Riwu, R. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di Puskesmas Alak Kota Kupang tahun 2022. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(1), 95–103. https://doi.org/10.5432/jikm.v2i1.456
Wulan, D. N., Sari, N. P., Dewi, P. I. Y., Hantana, P. K. D., Khazanah, S. N., & Sarudji, D. (2022). Hubungan asupan gizi anak terhadap stunting pada balita 3–5 tahun. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 2(3), 123–130. https://doi.org/10.7890/comphi.v2i3.567.











