Hubungan Kepatuhan Menjalani Terapi Hemodialisa dengan Kualitas Hidup Pasien Chronic Kidney Disease
DOI:
https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2531Kata Kunci:
chronic kidney disease (CKD), hemodialisa, Kepatuhan minum obat, kualitas hidupAbstrak
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secarra progresif sehingga pasien memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, untuk mempertahankan kelagsungan hidup. Terapi hemodialisis dilakukan secara jangka Panjang sehingga kepatuhan pasien dalam menjalani terapi menjalani faktor penting yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Ketidakpatuhan terhadap jadwal dialysis dan anjuran terapi berpotensi meningkatkan komplikasi serta memperburuk kondisi fisik dan psikologis pasien.penelitian ini bertujuan untuk menganal,isis hubungan kepatuhan menujalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien CKD di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 194 responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data kepatuhan terapi dikumpulkan menggunakan kuesioner ESRD-AQ, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan instrument KDQOL-36. Analisis data dilakukan dengan uji statistic Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan terapi yang tinggi, yaitu sebesar 79,1%. Analisis statistic menunjukkan terdapat perbedaan kualitas hidup yang signifikan pada domain Effect of Kidney Disease (p=0,002), Burden of Kidney Disease (p=0,001). Namun, pada domain Sympton Problem List tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (p=0,550). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan menjalani terapi hemodialisa berhubungan dengan kualitas hidup pasien CKD, terutama pada aspek dampek penyakit, beban penyakit, serta komponen fisik dan mental.
Referensi
Agus Tiar, M. (2022). Hubungan antara kepatuhan terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Media Husada Journal of Nursing Science, 3(2), 143–152. https://doi.org/10.33475/mhjns.v3i2.87
Fatmasari, L. B., Hartoyo, M., Cuciati, Hartono, R., & Budiyati. (2024). Hubungan kompleksitas regimen dengan kepatuhan minum obat pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUD Tidar Kota Magelang. Borobudur Nursing Review, 4(2), 101–114. https://doi.org/10.31603/bnur.11801
Fani, R., Wahyusari, S., Hastuti, A. P., & Al Husna, C. H. (2025). The effect of teach-back educational method on self-management in hemodialysis patients. Jurnal Keperawatan, 16(1), 1–7. https://doi.org/10.22219/jk.v16i1.35754
Gusni, J., Miswarti, & Eni, R. (2024). Hubungan kepatuhan pembatasan intake cairan dengan kualitas hidup pada pasien yang mengalami hemodialisa di atas 3 tahun di ruang hemodialisa RSUD Dr. H. M. Rabain Muara Enim. Initium Medica Journal.
Malo, K., & Risna, K. (2022). Asuhan keperawatan pada pasien dengan chronic kidney disease (CKD) di ruang intensive care unit Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Jurnal Stella Maris Makassar, 10–80.
Melianna, R., & Wiarsih, W. (2019). Hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya overload pada pasien gagal ginjal kronik post hemodialisa di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi), 3(1), 37–46. https://doi.org/10.46749/jiko.v3i1.28
Novitayani, N. P. D., Wulandari, I. N., Sutresna, I. N., & Susila, I. M. D. P. (2025). Hubungan lama hemodialisa dengan kualitas hidup pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit TK II. 9, 80–91.
Rosyanti, L., Hadi, I., Antari, I., & Ramlah, S. (2023). Faktor penyebab gangguan psikologis pada penderita penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis: Literatur reviu naratif. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(2), Article e1102. https://doi.org/10.36990/hijp.v15i2.1102
Setyawati, R., Janitra, F. E., & Nisa, C. (2020). Hubungan motivasi dengan kepatuhan dalam pelaksanaan hemodialisa di RSI-SA. Jurnal Unissula, 2(1), 9–15.
Siagian, Y., Alit, D. N., & Suraidah. (2021). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pasien hemodialisa. Menara Medika, 4(1), 71–80. https://doi.org/10.31869/mm.v4i1.2801
Supriyadi, R., Rakhima, F., Gondodiputro, R. S., & Darmawan, G. (2019). Validity and reliability of the Indonesian version of Kidney Disease Quality of Life (KDQOL-36) questionnaire in hemodialysis patients at Hasan Sadikin Hospital, Bandung, Indonesia. Acta Medica Indonesiana, 51(4), 318–323.
Syamsiah. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSPAU Dr. Esnawan Antariksa Halim Perdana Kusuma Jakarta. Jurnal Visikes, 10(2), 115–123.
Viny Natalia, Kasim, Z., & Riu, S. D. M. (2020). Hubungan lama menjalani terapi hemodialisa dengan kualitas hidup pasien chronic kidney disease (CKD) di ruang hemodialisa Melati RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Kesehatan Amanah, 4(2), 70–93. https://doi.org/10.57214/jka.v4i2.191
Widodo, S., Festy, L., & La Ode, A. (2023). Buku ajar metodologi penelitian.
Yulianto, A., & Adri, A. (2025). Patient knowledge with adherence in carrying out diet in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Sriwijaya Journal of Nursing and Health, 3(1), 37–45. https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/SJNH/index
Yuliawati, A. N., Ratnasari, P. M. D., & Pratiwi, I. G. A. S. (2022). Hubungan kepatuhan pengobatan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik disertai hipertensi dan menjalani hemodialisis. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 12(1), 28–39. https://doi.org/10.22146/jmpf.69974











