Analisis Implementasi Standar Pelayanan Minimal Di Fasilitas Kesehatan Yang Berhubungan Dengan Perairan

Penulis

  • R Ade Sukarna Politeknik Kesehatan Kemenkes Pangkal Pinang
  • Amiruddin Amiruddin Politeknik Kesehatan Kemenkes Pangkal Pinang

Kata Kunci:

FGD, Gawat darurat perairan

Abstrak

Di Indonesia angka korban meninggal tenggelam akibat bencana alam menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 44 orang selama tahun 2013, angka itu relatif sedikit dibandingkan dengan korban meninggal tenggelam di laut menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada tahun 2013 sebanyak 65 korban jiwa (Gobel et al, 2014). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran mengenai bagaimana implementasi standar pelayanan minimal yang dilakukan tenaga perawat dalam menangani pasien yang mengalami gangguan kesehatan didaerah perairan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif mengumpulkan data dengan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun standar pelayanan minimal gawat darurat perairan.

Referensi

Arovah, N. I. (2009). Pemateri Tema Penanganan Korban Pasca Tenggelam (Kondisi Henti Jantung dan Napas) dalam Kegiatan Pelatihan Korban Paska Tenggelam pada Life Guard. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.

Aziz, A. (1993). Beberapa catatan tentang perikanan bulu babi. Oseana, 18(2), 65-75..

Berg, R A., et al. (2014). American Heart Association Guidelines for Cardiopilmonary Resucitation and Emergency Cardiovascular Care Science Part 5: Adult Basic Life Support. (Circulation.2010;122[suppl]S685-S705). 2010 American Heart Association.http://circ.ahajournals.org/content/122/18_suppl_3/S829.full?sid= cf731b

Dahlan, S., et al. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Terhadap Tingkat Pengetahuan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Manado.: Ejournal Keperawatan Volume 2.

Inchingolo, F., Tatullo, M., Abenavoli, F. M., Inchingolo, A. D., Inchingolo, A. M., & Dipalma, G. (2010). Fish-hook injuries: a risk for fishermen. Head & Face Medicine, 6(1), 1-2.

Gobel, A. M., Kumaat, L. T., & Mulyadi, N. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Penanganan Pertama Korban Tenggelam Air Laut Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Nelayan Di Desa Bolang Itang Ii Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Keperawatan, 2(2).

Indonesia, P. P. N. (2010). Standar profesi dan kode etik perawat Indonesia. Jakarta: PPNI.

Rahayu. Dkk. (2009). Banjir dan Upaya Penanggulangannya. Bandung : Pusat Mitigasi Bencana (PMB-ITB)

WHO. (2018). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/drowning.

Willy. Tjin,. (2018). Dalam https://www.alodokter.com/penyakitdekompresi Inchingolo et all. 2010. Fish-hook injuries: a risk for fishermen.

Wulur, R. A. (2013). Gambaran Temuan Autopsi Kasus Tenggelam Di Blu Rsu Prof. Dr. Rd Kandou Manado Periode Januari 2007-Desember 2011. e-CliniC, 1(1).

Unduhan

Diterbitkan

2022-06-30