Strategi Penanganan Keluhan Paska Stroke Di Rumah Yang Aktif dan Mandiri

Penulis

  • Ifa Gerhanawati Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Arwina Nofaningtiyas RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo
  • Putri Sukma Rahayu Asya Therapy Center Mojokerto

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol2.Iss1.720

Kata Kunci:

Aktifitas fungsional, Fisioterapi, Home exercise, Index barthel stroke

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah memperkenalkan program home exercise melalui program pendampingan latihan secara rutin dan teratur, yang melibatkan anggota keluarga sehingga pasien lebih mudah dalam melakukan home exercise. Penelitian dilakukan dengan mengikutsertakan keluarga untuk program pemulihan pasca stroke yang dimulai pada tahun 2021 dengan 25 pasien dan tahun 2022 sebanyak 25 pasien konsulan dari poli saraf ke rehabilitasi medik untuk dilakukan pelayanan fisioterapi.Pasien stroke yang dikonsulkan akan di screening sesuai dengan SOP, selanjutnya fisioterapi melakukan pemeriksaan aktivitas fungsional menggunakan index barthel. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan pasien dalam melakukan aktivitas fungsional sehari – hari. Setelah dilakukan sesi fisioterapi, pasien diberikan home exercise berupa gambar poster untuk latihan dirumah dengan keluarga. Pasien dilakukan evaluasi setiap satu bulan.Setelah pasien dilakukan home exercise, didapatkan adanya peningkatan jumlah pasien yang mencapai kemandirian. jumlah penderita paska stroke mengalami peningkatan untuk aktifitas fungsionalnya, sebelum adanya inovasi di tahun 2020 dari semula 25 pasien menjadi 15 orang, setelah adanya inovasi di tahun 2021 dari semula 25 orang menjadi 9 orang dan ditahun 2022 dari semula 25 pasien menjadi 5 pasien yang mengalami gangguan aktifitas fungsioanal.

Referensi

Dinata, C . A., Safrita, Y .S., & Sastri, S. (2013). Gambaran Faktor Risiko dan Tipe Stroke pada pasien Rawat Inap di Bagian Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Solok Selatan Periode 1 Januari 2010 – 31 Juni 2012. Jurnal Kesehatan Andalas. http://doi.org/10.25077/jka.v2i2.119.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil utama Riskesdas: Prevalensi stroke di Indonesia. Jakarta.

Kementerian Kesehatan. (2015). Berita Negara. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Fisioterapi, Nomor 15(879), 2004–2006.

Quinn, T. J., Langhorne, P., & Stott, D. J. (2011). Barthel index for stroke trials: Development, properties, and application. Stroke, 42(4), 1146–1151. https://doi.org/10.1161/STROKEAHA.110.598540.

Pristianto,A. W.R. (2018). Terapi Latihan Dasar.Surakarta. Muhammadiyah University Press.

Santoso, T.A. (2011). Kemandirian Akivitas Makan, Mandi dan Berpakaian pada Penderita Stroke 6-24 bulan Pasca Okupasi Terapi, (online), (http:// eprints.undip.ac.id/12631/1/ 2003PPDS4178.pdf, diakses 10 Maret 2011). Semarang: Program Studi Rehabilitasi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Sumardi, N. (2010). Manfaat Rehabilitasi Bagi Penderita Stroke, (online), (http://homecare.griyakami.com/index.php?option=com_content&view=article&id=85:m anfaatrehabilitasi-bagi-enderitastroke&catid=24:infopenyakit&Itemid=7, diakses 10 Maret 2011).

Syahrim, W. E. P., Azhar, M. U., & Risnah, R. (2019). Efektifitas Latihan ROM Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke: Study Systematic Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 2(3), 186-191.

Sofwan, R. (2013). Stroke dan rehabilitasi pasca stroke. Bhuana Ilmu Populer.

Yulinda, W. (2011). Pengaruh Empat Minggu Terapi Latihan pada Kemampuan Motorik Penderita Stroke Iskemia di RSUP H. Adam Malik Medan, (online), (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/14271/1/ 10E00027.pdf, diakses 26 Februari 2011). Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Unduhan

Diterbitkan

2023-06-30