Efektivitas Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Perumahan Pondok Mutiara Asri Malang

Penulis

  • Shalu Nafisah Aldini STIKES Widyagama Husada Malang
  • Mizam Ari Kurniyanti STIKES Widyagama Husada Malang
  • Abdul Qodir STIKES Widyagama Husada Malang

Kata Kunci:

Lansia, Relaksasi otot progresif, Tekanan darah, Terapi

Abstrak

Tingginya angka penderita hipertensi merupakan salah satu permasalahan yang berpengaruh pada derajat kesehatan masyarakat. Penyebab hipertensi yang meningkat dikarenakan oleh faktor perubahan gaya hidup seperti salah-satunya adalah kurang aktivitas fisik. Salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan terapi relaksasi otot progresif. Terapi relaksasi otot progresif ini merupakan terapi yang murah, mudah dilakukan, tidak memiliki efek samping, membuat tubuh  menjadi rileks dan pikiran menjadi tenang. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia di Perumahan Pondok Mutiara Asri Malang. Metode yang digunakan adalah Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest control group design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 responden diambil dengan teknik total sampling yang dibagi menjadi 15 responden dalam kelompok intervensi dan 15 responden dalam kelompok kontrol. Alat ukur menggunakan Spygnomanometer dengan panduan SOP pengukuran tekanan darah. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil analisa didapatkan hasil rata-rata tekanan darah pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah pemberian terapi teknik relaksasi otot progresif yaitu tekanan darah sistolik 156,80 mmHg dan 125,67 mmHg, pada tekanan darah diastolik 71,33 mmHg dan 61,33 mmHg dan nilai p-value 0,001 dan 0,001 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat efektivitas terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Terdapat pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia di perumahan pondok mutiara asri malang.

Referensi

Ain, H., Hidayah, N., & Marsaid. (2018). Effect of Progressive Muscle Relaxation on Blood Pressure Reduction in Hypertensive Patients. International Journal of Research and Scientific Innovation (IJRSI), 5(11), 11–18. https://www.researchgate.net/publication/333161418_Effect_of_Progressive_Muscle_Relaxation_on_Blood_Pressure_Reduction_in_Hypertensive_Patients

Amisi, W. G., Nelwan, J. E., & Kolibu, F. K. (2018). Hubungan antara Hipertensi dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Pasien yang Berobat di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Kesmas, 7(4), 1–7.

Anggraini, T. D., & Sari, I. P. (2016). Evaluasi Pengaruh Kesesuaian Terapi Hipertensi Dengan Guideline Jnc 7 Terhadap Tercapainya Target Tekanan Darah Pasien Di Rs Panti Waluyo Surakarta Periode Januari-Desember 2013 Evaluation Of Apppropriately Therapy Hypertension Effect By Jnc 7 Guideline T. 5(1), 25–28.

Asiah, . Bambang Edi Warsito. (2018). Dapat Menyelesaikannya Dengan Tepat Dan Melebihi Kapasitas Kemampuannya Maka Stress. Kesehatan, Jurnal, 9(2), 119–123.

Buaya, A. R. Y., Hulu, O., Ndruru, A., & Anggeria, E. (2022). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kram Otot pada Pasien Hemodialisa. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 7(3), 276. https://doi.org/10.30829/jumantik.v7i3.11562

Dian Eka Putri. (2021). Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Kualitas Hidup Lansia. Inovasi Penelitian, 2(4), 6.

J, H., Andri, J., Payana, T. D., Andrianto, M. B., & Sartika, A. (2020). Kualitas Tidur Berhubungan dengan Perubahan Tekanan Darah pada Lansia. Jurnal Kesmas Asclepius, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.31539/jka.v2i1.1146

Jabani, A. S., Kusnan, A., & B, I. M. C. (2021). Prevalensi dan Faktor Risiko Hipertensi Derajat 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Nursing Update: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871, 12(4), 31–42. https://stikes-nhm.e-journal.id/NU/article/view/494

Kadir, A. (2018). Hubungan Patofisiologi Hipertensi dan Hipertensi Renal. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 5(1), 15. https://doi.org/10.30742/jikw.v5i1.2

Kadri, H., & Fitrianti, S. (2019). Penatalaksanaan Hipertensi Dengan Relaksasi Otot Progresif Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Kota Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 1(2), 138. https://doi.org/10.36565/jak.v1i2.40

Karundeng, Y., Kiling, M. A., & Manado, P. K. (2018). Pencegahan Gangguan Psikososial Lanjut Usia Penerapan Modul Terapi Aktifitas Kelompok Stimulasi Sensori. 6(1).

KURNIAWATI, E. (2019). pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pra operasi. 10–43.

Murhan, A., Purbianto, P., & Sulastri, S. (2022). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 16(2), 165. https://doi.org/10.26630/jkep.v16i2.3101

Naufal & Khasanah. (2020). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Tekanan Darah pada Wanita Lanjut Usia dengan Hipertensi. Kesehatan, 2(1), 135–143. https://doi.org/10.1016/j.solener.2019.02.027%0Ahttps://www.golder.com/insights/block-caving-a-viable-alternative/%0A???

Nuraini, B. (2015). Risk factors of hypertension. 4, 10–19.

Olin, B. R., & Pharm, D. (2018). Hypertension : The Silent Killer : Updated JNC-8 Guideline Recommendations.

Rahmadhani, D. Y. (2021). Pengaruh Terapi Bekam Basah terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Jurnal Pendidikan Keperawtaan Dan KebidananJurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(2), 469. https://doi.org/10.36565/jab.v10i2.418

Risfi, S. (2019). Kemandirian pada usia lanjut. 10, 152–165.

Sudarni, N. W., Sudirman Sudirman, & Afni, N. (2018). Ni Wayan Sudarni, Sudirman, Nur Afni. Jurnal Kolaboratif Sains, 1, 2886–2894.

Telaumbanua, A. C., & Rahayu, Y. (2021). Penyuluhan Dan Edukasi Tentang Penyakit Hipertensi. Jurnal Abdimas Saintika, 3(1), 119. https://doi.org/10.30633/jas.v3i1.1069

Triana Indrayani*, Nisa Siti Latifah, A. J. R. (2022). Jurnal Keperawatan. 14, 1047–1052.

Tyashapsari, Woro. Zulkarnain, A. (2015). Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang. Majalah Farmaseutik, 8(2), 145.

Ulya, Z. I., & Faidah, N. (2017). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Koripandriyo Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Journal of Chemical Information and Modeling, 6(2), 1–9.

Waryantini1, R. A. (2021). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi. Ix(1), 43–53.

Wedri, N. M., Windayanti, K. A., Kesehatan, P., & Denpasar, K. (2021). Tekanan Darah Pekerja Di Rumah Selama Masa Pandemi Covid-19. 16–27.

Widiana, I. G. R. (2017). Beberapa Panduan Terapi Hipertensi dan Implementasi Pada Pasien Hipertensi. In Divisi Ginjal dan Hipertensi FK UNUD (p. 20).

Wijaya, E., & Nurhidayati, T. (2020). Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Dalam Menurunkan Skala Nyeri Sendi Lansia. Ners Muda, 1(2), 88. https://doi.org/10.26714/nm.v1i2.5643

Willar, M. M., B.Pati, A., & E. Pengemnaan, S. (2021). Peran Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lanjut Usia di Desa Kecaatan Maesa Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Governance, 1(2), 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/governance/article/download/36213/33720

Yuniati1, R. P., & , Yunita Wulandari2, G. S. (2020). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Kecemasan. Jurnal Keperawatan Aisyiyah, 7(2), 7–12.

Unduhan

Diterbitkan

2023-12-02