Perbandingan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun dan Kulit Buah Alpukat (Persea Americana Mill)

Penulis

  • Bida Cincin Kirana Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Maria Fatmadewi Imawati Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Arinda Eka Aprilia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Kata Kunci:

Buah alpukat, Daun, Ekstrak etanol, Kadar flavonoid, Kulit

Abstrak

Tanaman alpukat memiliki kandungan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal untuk berbagai penyakit. Daun dan kulit buah alpukat (Persea americana Mill) mengandung senyawa diantaranya flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, terpenoid yang diketahui dapat digunakan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar flavononoid ekstrak etanol pada daun dan kulit buah
alpukat. Ekstrak etanol daun dan kulit buah alpukat diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak di uji kualitatif menggunakan serbuk Mg dan HCl pekat menunjukkan warna merah positif flavonoid kemudian dilakukan penetapan kadar flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 425nm dengan berbagai variasi konsentrasi.  Hasil penetian menunjukkan bahwa kulit buah alpukat memiliki kadar flavonoid lebih tinggi yaitu 2,4313% b/b dibandingkan dengan daun alpukat yaitu 1,5289% b/b. Hal ini dipertegas dari hasil uji SPSS dengan Independen T-Test diperoleh nilai signifikan sebesar 0.408 yang artinya memiliki perbedaan signifikan antara kelompok ekstrak etanol daun alpukat dan kelompok ekstrak etanol kulit buah alpukat.

Referensi

Azizah, D. N., Kumolowati, E., & Faramayuda, F. (2014). Penetapan kadar flavonoid metode AlCl3 pada ekstrak metanol kulit buah kakao (Theobroma cacao L.). Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2), 33-37.

Budiawan, A., Purwanto, A., & Puradewa, L. (2021). Aktivitas Penyembuhan Luka Ekstrak Herba Krokot (Portulaca oleracea). Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 3(1), 1–8.

Cahyani, D.C., Budiawan, A., & Puradewa, L. (2022). Sunscreen Activity of Soursop Seeds Extract. Strada Journal of Pharmacy, 4 (1), 23-26.

Ernawati, dan K. Sari. (2015). Kandungan senyawa kimia dan aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah alpukat. Kajian Veteriner, 3(2), 203–211.

Febriana, F., dan A.I. Oktavia. (2019). Perbedaan kadar flavonoid total dari ekstrak daun kejibelin (Strobilanthus crispa L. Blume) hasil metode maserasi dan perkolasi. Doctoral dissertation. Akademi Farmasi Putra Indonesua Malang.

Harborne, J. B. (1987). Metode fitokimia: Penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. Terbitan kedua ITB, Bandung

Indriasari C, dan Kharisma D.I. (2023). The Effect of Maceration and Soxhletation Extraction Methods on The Flavonoid Content of Anting-anting Leaves Extracts (Acalypha indica L.) Using Uv-Vis Spectrophotometry. Strada Journal of Pharmacy, 5(2), 73-79.

Kemit, N., I.., W. R Widarta, dan K. A Nocianitri. 2016. Pengaruh jenis pelarut dan waktu maserasi terhadap kandungan senyawa flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill). Jurnal Ilmu Teknologi Pangan, 5(2), 130–141.

Kumar, B. and L. Cumbal . (2016). UV-Vis, FTIR and antioxidant study of Persea americana (Avocado) leaf and fruit : A comparison. Revista de la Facultad de Ciencias Quimicas 14, 13–20

Mokodompit, A. N., H. J. Edy, dan W. Wiyono. (2013). Penentuan nilai sun protective factor (SPF) secara in vitro krim tabir surya ekstrak etanol kulit alpukat. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi. 2(3), 83–85.

Prasetyo, A.B., Imawati M.F., & Sumadji A.R. (2022). Pengaruh Metode Maserasi dan Soxhletasi Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.). Jurnal Ilmiah Manuntung, 8(2), 317-321.

Purwanto, A., Purwaningsih , E., & Indriasari, C. (2022). Aktivitas Anticandida Herba Krokot (Portulaca grandiflora). Florea: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 9 (2), 110-117.

Unduhan

Diterbitkan

2023-12-20