https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/issue/feedJUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa2026-06-27T07:55:52+07:00Muh. Nasirperahubima@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622381542336" target="_blank" rel="noopener">2830-5558</a> dan p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622151579848" target="_blank" rel="noopener">2830-5744</a>, merupakan jurnal <em>open access</em>, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. <strong>JUKEJ </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1Wd4y2qAbSh-_h8fA9YfA_ajoysJAJm0o/edit?usp=sharing&ouid=116803818225163091555&rtpof=true&sd=true" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUKEJ</strong> adalah jurnal dibawah naungan Yayasan J<em>ompa Research and Development</em>. <strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/14764">Terakreditasi SINTA 4,</a> sesuai SK Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor: 10/C/C3/DT.05.00/2025. Terbit 4 Kali setiap tahun.</p>https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2267Pengalaman Perempuan dengan Unmet Need dalam Pengambilan Keputusan Penggunaan Kontrasepsi di Jombang: Studi Fenomenologi2025-12-12T12:45:48+07:00Eka Rahmaningrumeka.rahmaningrum-2022@fk.unair.ac.idDwi Izzati Budionodwi_izzati@fk.unair.ac.idLilik Djuarililik-d@fk.unair.ac.idRatna Dwi Jayantiratna.dwi@fk.unair.ac.id<p>Kehamilan tidak diinginkan meningkatkan risiko kematian ibu dan stunting akibat perencanaan keluarga yang kurang optimal serta tingginya unmet need kontrasepsi modern. Prevalensi unmet need di Kabupaten Jombang mencapai 9,25% pada tahun 2023. Tujuan penelitian mengeksplorasi pengalaman perempuan dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi di Kabupaten Jombang. Metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada 6 perempuan dengan unmet need kontrasepsi modern menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis tematik menurut Creswell. Hasil penelitian bahwa keputusan penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh kekhawatiran efek samping, kenyamanan, norma budaya dan agama, akses informasi, serta peran pasangan. Metode tradisional dipilih sebagai alternatif pengaturan jarak kehamilan karena dianggap lebih aman dan sesuai kepercayaan, meskipun memiliki risiko kegagalan lebih tinggi. Penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh pengalaman reproduksi, nilai budaya, akses informasi, dan peran pasangan. Konseling empatik serta keterlibatan pasangan diperlukan untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi modern.</p>2026-06-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2299Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) K1 pada Ibu Hamil di Puskesmas Baruharjo Kabupaten Trenggalek2025-12-12T13:19:53+07:00Alberta Suryaalberta.surya.pramudita-2022@fk.unair.ac.idErnawati Ernawatiernawati@gmail.comAndriyanti Andriyantiandriyanti@fk.unair.ac.idAtika Atikaatika.atika@fk.unair.ac.id<p>Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yang masih tinggi memerlukan deteksi dini melalui kunjungan Antenatal Care (ANC) pertama pada trimester I (K1). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi kunjungan K1 di Puskesmas Baruharjo, Kabupaten Trenggalek, menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 81 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa usia (ρ =0,018), pengetahuan (ρ=0,025), pekerjaan (ρ =0,021), paritas (ρ =0,049), dan dukungan suami (ρ =0,020) berhubungan signifikan dengan kunjungan K1. Namun, dukungan keluarga (ρ=0,080), pendidikan (ρ=0,740), dan penghasilan (ρ=0,251) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa usia ibu (khususnya rentang 20–35 tahun), pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan suami merupakan faktor penentu utama kepatuhan K1, sementara faktor ekonomi, pendidikan, dan dukungan keluarga luas tidak menjadi penentu utama di wilayah tersebut.</p>2026-06-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2422Efektivitas Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terhadap Pengetahuan Ibu Hamil2025-12-27T08:22:15+07:00Nurhaliza Salimnurhaliza1_kedokteran@mahasiswa.ung.ac.idMaimun Ihsanmoonihsan5@gmail.comVivien Novarina A. Kasimviviennovarina@ung.ac.idSri Andriani Ibrahimsri.andriani@ung.ac.idDian Pratiwi Imandianpratiwi@ung.ac.id<p>Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, termasuk di Provinsi Gorontalo yang belum mencapai target nasional. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan AKI, namun pemanfaatannya oleh ibu hamil tidak selalu diikuti oleh peningkatan pengetahuan kesehatan kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas pemanfaatan Buku KIA terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Kota Timur, Gorontalo. Desain analitik observasional cross-sectional dilaksanakan pada Juli–September 2025 dengan total sampling menghasilkan 50 responden (usia gestasi 16–42 minggu, memiliki buku KIA). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dari Listriani (2018) dan Purnami (2021), dianalisis dengan uji korelasi Spearman melalui SPSS 26. Hasil menunjukkan 76% responden memanfaatkan buku KIA, dengan distribusi pengetahuan baik (38%), cukup (34%), dan kurang (28%), namun tidak terdapat korelasi signifikan antara pemanfaatan buku KIA dan pengetahuan ibu hamil (p = 0,634; r = 0,069). Pemanfaatan buku KIA tergolong tinggi, tetapi tidak efektif meningkatkan pengetahuan akibat rendahnya kebiasaan membaca dan persepsi buku sebagai dokumen medis semata. Diperlukan strategi interaktif berbasis edukasi untuk mengoptimalkan fungsi buku KIA sebagai media promosi kesehatan yang berkelanjutan.</p>2026-06-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2480Resistensi Rifampisin Pasien TB Paru: Gambaran TCM dan Riwayat Pengobatan di RSUD Aloei Saboe2026-01-07T20:22:29+07:00Marha Adlita Qayla Bahsuanmarha_kedokteran@mahasiswa.ac.idNanang Roswita Paramatamarha_kedokteran@mahasiswa.ac.idMohammad Zukri Antukemarha_kedokteran@mahasiswa.ac.idEdwina R. Monayomarha_kedokteran@mahasiswa.ac.idYuniarty Antumarha_kedokteran@mahasiswa.ac.id<p>Tuberkulosis (TB) paru tetap menjadi ancaman kesehatan global utama, khususnya TB resisten rifampisin (RR) yang menyulitkan pengobatan dan pengendalian di negara berbeban tinggi seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) dan riwayat pengobatan sebelumnya terkait kejadian RR pada pasien TB paru. Studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menganalisis 75 pasien dari populasi 82 kasus TB paru yang menjalani TCM di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo (Januari–April 2025), dipilih melalui <em>simple random sampling</em>. Data diekstrak dari rekam medis menggunakan lembar observasi terstruktur yang mencakup demografi, hasil TCM (<em>MTB detected</em> dengan <em>RR detected/RR not detected</em>), dan riwayat pengobatan (TB baru vs. riwayat sebelumnya). Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase melalui SPSS versi 26. Hasil menunjukkan 80% <em>RR not detected</em> dan 20% <em>RR detected</em>, dengan kecenderungan RR lebih tinggi pada laki-laki (73,3%), kelompok usia 36–55 tahun, pendidikan dasar, pekerjaan berisiko rendah sosial-ekonomi, serta pasien dengan riwayat pengobatan sebelumnya (41,3%). TCM terbukti efektif mendeteksi RR yang utamanya berkaitan dengan riwayat pengobatan, sehingga diperlukan skrining terarah dan edukasi kepatuhan untuk mencegah transmisi.</p>2026-06-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2606Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene dengan Kejadian Kecacingan pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar2026-02-10T16:40:39+07:00Angel Sitorussitorusangel71@gmail.comOka Lesmanaokalesmana@gmail.comAshar Nuzulul Putraasharnuzululputra@gmail.comMarta Butar Butarmartabutarbutar@gmail.com<p>Kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada anak sekolah dasar yang berkaitan erat dengan kondisi lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan dan perilaku dengan kejadian kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan 42 responden (21 kasus dan 21 kontrol) di wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar. Sampel kasus diambil secara total sampling dan kontrol dengan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) dan Odds Ratio (OR). Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan sumber air bersih dengan kejadian kecacingan (p = 0,013; OR = 6,400), kebiasaan menggunakan alas kaki dengan kejadian kecacingan (p = 0,029; OR =5,200), kebersihan kuku dengan kejadian kecacingan (p = 0,014; OR = 6,250), kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dengan kejadian kecacingan (p = 0,005; OR = 8,000). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku personal hygiene berperan penting dalam kejadian kecacingan pada anak sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi lingkungan serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan kecacingan.</p>2026-06-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2722Tren Penelitian Health Literacy Tahun (2015–2025): Analisis Bibliometrik Menggunakan Publish or Perish dan VOSviewer2026-04-19T10:57:07+07:00Awis Hamid Danialwishdani@yahoo.comCucu Herawaticucuherawati@gmail.comNur Arofahnurarofah@gmail.comAniq Alimmuddinaniqalimmuddin@gmail.com<p>Literasi Kesehatan merupakan kompetensi penting dalam kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kemampuan individu untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan dalam pengambilan keputusan terkait pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, serta pemanfaatan layanan kesehatan. Dalam satu dekade terakhir, penelitian mengenai literasi kesehatan berkembang pesat dan mencakup berbagai dimensi, seperti Literasi kesehatan digital dan literasi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan memetakan tren perkembangan, pengaruh sitasi, dan struktur tematik penelitian literasi kesehatan periode 2015–2025 melalui pendekatan bibliometrik. Penelitian menggunakan metode bibliometrik kuantitatif dengan sumber data Google Scholar. Data publikasi dikumpulkan menggunakan perangkat lunak <em>Publish or Perish</em> dengan kata kunci “health literacy”, kemudian dianalisis menggunakan <em>VOSviewer</em> melalui pendekatan <em>network</em>, <em>overlay</em>, dan <em>density visualization</em>. Setelah proses seleksi dan pembersihan data, diperoleh 998 dokumen yang dianalisis dengan total 83.861 sitasi dan rata-rata 84,03 sitasi per artikel. Analisis <em>VOSviewer</em> mengidentifikasi empat klaster utama penelitian. Klaster pertama berfokus pada aspek konseptual dan metodologis. Klaster kedua berorientasi pada populasi pasien dan penyakit kronis. Klaster ketiga mengarah pada isu kesehatan mental dan kelompok remaja. Sementara itu, klaster keempat berkaitan dengan <em>functional health literacy</em>, <em>outcome</em>, <em>woman</em>, dan <em>quality</em>. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian literasi kesehatan berkembang menjadi bidang multidisipliner yang semakin terintegrasi dengan isu kesehatan digital, kesehatan mental, kualitas layanan, dan manajemen informasi kesehatan.</p>2026-06-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2607Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Keluarga dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis di Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 20252026-02-10T16:43:36+07:00Ainun Nazmi Hasibuannazmiainun62@gmail.comHelmi Suryani Nasutionhelmisuryaninasution@gmail.comAshar Nuzulul Putraasharnuzululputra@gmail.comMuhammad Syukrimuhammadsyukri@gmail.com<p>Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di Kota Jambi. Penularan tuberkulosis paling berisiko terjadi pada kontak serumah, sehingga perilaku keluarga pasien TB memegang peran penting dalam perilaku pencegahan penularan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga dalam pencegahan penularan tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi Tahun 2025. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien tuberkulosis yang tinggal dalam satu rumah, dengan jumlah sampel sebanyak 88 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) dan Prevalensi Ratio (PR). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara Tingkat Pendidikan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis (p = 0,014; PR = 1,24) dan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis (p = 0,030; PR = 1,22). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan berperan penting dalam perilaku pencegehan penularan tuberkulosis. oleh karena itu, perlu penguatan edukasi melalui promosi kesehatan berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan tuberculosis.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2711Determinan Kesiapan Mahasiswa Keperawatan dalam Menghadapi Situasi Gawat Darurat2026-04-19T10:51:32+07:00Ayu Wahyuni Lestariayuwahyunilestari.awl@gmail.comSri Yulianasriyuliana@gmail.comIneke Novianainekenoviana@gmail.comNur Ramadhannurramadhan@gmail.comMartha Meti Kodymarthametikody@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kesiapan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi situasi gawat darurat, dengan meninjau peran efikasi diri, IPK, jenis kelamin, usia, dan tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional analytic. Sampel terdiri dari 56 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data efikasi diri dan kesiapan dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis dalam bentuk skor numerik. Analisis data meliputi uji korelasi Pearson, Independent t-test, One Way ANOVA, serta regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Rata-rata skor efikasi diri adalah 44,54 (SD = 6,14) dan kesiapan 55,52 (SD = 6,79). Tidak terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri dan kesiapan (r = 0,18; p = 0,18). IPK menunjukkan perbedaan signifikan terhadap kesiapan (p = 0,01), di mana mahasiswa dengan IPK >3,50 memiliki kesiapan lebih tinggi. Jenis kelamin, usia, dan tempat tinggal tidak berpengaruh signifikan (p > 0,05). Hasil regresi menunjukkan model signifikan (p = 0,03) dengan IPK sebagai determinan utama kesiapan (β = 0,32; p = 0,01). IPK merupakan determinan signifikan kesiapan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi situasi gawat darurat, sedangkan efikasi diri dan faktor demografis tidak menunjukkan pengaruh bermakna. Penguatan aspek akademik perlu menjadi fokus dalam meningkatkan kesiapan klinis mahasiswa.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2466Pengaruh Media Sosial terhadap Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Orang Tua dalam Vaksinasi HPV pada Siswi Sekolah Dasar di Kabupaten Kediri Tahun 20252026-01-05T20:27:41+07:00Nada Septika Windraswarinada.septika.win-2022@fk.unair.ac.idDewi Setyowatidewisetyowati@gmail.comIndra Yuliatiindrayuliati@gmail.com<p id="docs-internal-guid-99b83941-7fff-a2ca-2901-53a63d6cd1f1" dir="ltr" style="line-height: 1.2; margin-right: 0.7pt; text-align: justify; margin-top: 0.0pt; margin-bottom: 0.0pt;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap tingkat pengetahuan dan motivasi orang tua dalam pemberian vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) pada siswi sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh orang tua siswi SDN Kediri dengan jumlah sampel 81 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi penggunaan media sosial sebagai variabel independen serta tingkat pengetahuan dan motivasi orang tua sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat penggunaan media sosial kategori sedang hingga tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan orang tua (p = 0,004) serta dengan tingkat motivasi orang tua dalam pemberian vaksinasi HPV (p = 0,002). Secara keselurhan, temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi vaksinasi HPV. Media sosial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi orang tua dalam mendukung vaksinasi HPV pada siswi sekolah dasar.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2649Faktor yang Berhubungan dengan Niat Penggunaan MKJP Pascapersalinan Berdasarkan Theory of Planned Behavior pada Ibu Hamil di Puskesmas Gayamsari2026-03-26T10:23:14+07:00Chintya Dwi Yuni Anindya Putrichintyadap@students.unnes.ac.idAlfiana Ainun Nisaalfiana_ainun@mail.unnes.ac.idMuhammad Azinarazinar.ikm@mail.unnes.ac.id<p>Cakupan penggunaan KB pascapersalinan (KBPP) di Kecamatan Gayamsari pada ibu hamil yang menerima informasi kontrasepsi cukup tinggi (82,5%), namun 32,5% tetap tidak berniat menggunakan KB pascapersalinan. Selain itu, cakupan MKJP pascapersalinan pada 2025 hanya mencapai 23,41%, menjadikan Gayamsari salah satu kecamatan dengan capaian terendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan niat penggunaan MKJP pascapersalinan pada ibu hamil di Puskesmas Gayamsari. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi mencakup semua ibu hamil di Puskesmas Gayamsari sebanyak 200 ibu hamil dengan sampel 146 responden yang ditentukan melalui <em>purposive sampling.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,005; PR = 2,274), sikap (p = 0,015; PR = 1,758), norma subjektif (p = 0,021; PR = 1,710), dan persepsi kontrol perilaku (p = 0,039; PR = 1,610) dengan niat penggunaan MKJP pascapersalinan. Pengetahuan sebagai faktor paling dominan yang ditunjukkan oleh nilai PR tertinggi, yaitu 2,274. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah niat penggunaan MKJP pascapersalinan dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan program kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui peningkatan edukasi dan konseling mengenai MKJP kepada ibu hamil dengan melibatkan suami atau keluarga guna meningkatkan niat penggunaan MKJP pascapersalinan.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2669Hubungan Lama Paparan Layar Komputer dengan Kelelahan Mata pada Staf Tata Usaha Universitas Muhammadiyah Surakarta2026-04-19T10:12:20+07:00Devia Nadia Kiranadevianadia1@gmail.comSri Darnotosd194@ums.ac.id<p>Penggunaan komputer dalam aktivitas kerja menjadikan staf tata usaha rentan mengalami kelelahan mata. Kelelahan mata merupakan salah satu gangguan kesehatan kerja yang dapat mempengaruhi kenyamanan, konsentrasi, dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama paparan layar komputer dengan kelelahan mata pada staf tata usaha di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> dan melibatkan 54 responden yang dipilih menggunakan <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner <em>Visual Fatigue Index (VFI)</em> untuk mengukur tingkat kelelahan mata. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square </em>yang dilanjutkan dengan uji <em>Fisher’s Exact.</em> Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama paparan layar komputer dengan kelelahan mata (p=0,669). Meskipun demikian, keluhan kelelahan mata tetap ditemukan pada sebagian responden sehingga upaya pencegahan seperti edukasi pentingnya istirahat mata dan aturan 20-20-20 tetap perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mata staf tata usaha.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2496Pengaruh Edukasi Tentang Pencegahan Wasting terhadap Pengetahuan Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Aji2026-01-09T07:40:22+07:00Diana Ariyantidianafadia1234@gmail.comAde Nurahma Sanibanadenurahmasaniban@gmail.comResti Vernika Selvianarestivernikaselviana@gmail.comHikmah Ifayantihikmahifayanti@aisyahuniversity.ac.idSukarni Sukarnisukarni@gmail.comRika Agustinarikaagustina@gmail.com<p>Wasting masih menjadi masalah serius, dengan 45 juta balita terdampak secara global dan prevalensi Indonesia mencapai 8,5% (2023). Di Lampung, beberapa daerah mencatat angka di atas 10%, dan di Puskesmas Gedung Aji kasus meningkat dari 13,9% (2023) menjadi 15,7% (2024). Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan, kecerdasan, dan risiko kematian anak. Berbagai upaya sudah dilakukan, namun rendahnya pengetahuan ibu masih menjadi hambatan, sehingga edukasi diperlukan untuk membentuk perilaku pencegahan yang benar. Media booklet dipilih karena terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pencegahan wasting terhadap pengetahuan ibu balita di Puskesmas Gedung Aji tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain <em>pra-eksperimen</em> menggunakan rancangan <em>one</em> <em>group pretest-posttest</em>. Populasi penelitian adalah seluruh ibu balita sebanyak 65 orang, sampel sebanyak 16 dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat ( uji t-<em>dependent</em> ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi rata–rata pengetahuan dengan skor sebesar 56,8 dan setelah edukasi skor sebesar 88,1. Hasil uji statistik diperoleh p <0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara edukasi tentang pencegahan wasting terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita, dengan rata-rata peningkatan 31,2%. Saran untuk ibu balita diharapkan rutin memberi makan bergizi, menjaga kebersihan, memantau pertumbuhan, dan segera periksa kesehatan. Bagi Petugas melakukan penyuluhan dengan bahasa sederhana, memantau risiko wasting, berdiskusi, dan memberi leaflet sebagai panduan.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2531Hubungan Kepatuhan Menjalani Terapi Hemodialisa dengan Kualitas Hidup Pasien Chronic Kidney Disease2026-01-15T12:41:53+07:00Elsa Revina Agsari2211002.elsarevinaagsari@gmail.comRif’atul Fanirifatul@itsk-soepraoen.ac.idShinta Wahyusarishintawahyusari@gmail.com<p><em>Chronic Kidney Disease (CKD) </em>merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secarra progresif sehingga pasien memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, untuk mempertahankan kelagsungan hidup. Terapi hemodialisis dilakukan secara jangka Panjang sehingga kepatuhan pasien dalam menjalani terapi menjalani faktor penting yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Ketidakpatuhan terhadap jadwal dialysis dan anjuran terapi berpotensi meningkatkan komplikasi serta memperburuk kondisi fisik dan psikologis pasien.penelitian ini bertujuan untuk menganal,isis hubungan kepatuhan menujalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien CKD di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 194 responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data kepatuhan terapi dikumpulkan menggunakan kuesioner ESRD-AQ, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan instrument KDQOL-36. Analisis data dilakukan dengan uji statistic Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan terapi yang tinggi, yaitu sebesar 79,1%. Analisis statistic menunjukkan terdapat perbedaan kualitas hidup yang signifikan pada domain Effect of Kidney Disease (p=0,002), Burden of Kidney Disease (p=0,001). Namun, pada domain Sympton Problem List tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (p=0,550). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan menjalani terapi hemodialisa berhubungan dengan kualitas hidup pasien CKD, terutama pada aspek dampek penyakit, beban penyakit, serta komponen fisik dan mental.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2702Faktor yang Memengaruhi Niat Vasektomi di Negara Berkembang: Systematic Literature Review Berbasis Theory of Planned Behavior2026-03-31T16:28:01+07:00Elvira Junia Aliffaelvira022017@students.unnes.ac.idAlfiana Ainun Nisaalfianaainunnisa@gmail.comMuhammad Azinarmuhammadazinar@gmail.com<p>Bukti mengenai faktor yang memengaruhi niat vasektomi pada pria di negara berkembang masih terpecah, terbatas pada wilayah tertentu, dan belum secara konsisten mengintegrasikan komponen utama <em>Theory of Planned Behavior</em> (TPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi niat vasektomi di negara berkembang berbasis <em>Theory of Planned Behavior</em>. Desain studi ini menggunakan <em>systematic literature review</em> berdasarkan pedoman PRISMA. Artikel dikumpulkan dari database <em>PubMed, Scopus,</em> dan <em>ScienceDirect</em> menggunakan kata kunci dalam Bahasa Inggris. Dari 793 artikel ditemukan 11 artikel yang terdiri dari 9 penelitian kuantitatif dan 2 penelitian kualitatif yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel kemudian dianalisis dengan metode analisis naratif. Hasil kajian menunjukkan sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku merupakan faktor yang memengaruhi niat vasektomi di negara berkembang. Ketiga faktor tersebut bekerja saling berhubungan bukan hanya dari salah satu faktor saja dengan norma subjektif merupakan faktor paling dominan pada penelitian ini. Namun, tantangan berupa hambatan sosial, budaya, agama, sikap negatif, dan keterbatasan layanan vasektomi menyebabkan rendahnya niat melakukan vasektomi. Implikasi kebijakan menyoroti pentingnya strategi keluarga berencana yang lebih komprehensif, berpusat pada pria dan berbasis pasangan melalui kolaborasi lintas sektor, kampanye informasi yang relevan secara budaya, dan konseling yang berpusat pada pasangan.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2664Hubungan Pengetahuan tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri2026-04-19T10:13:03+07:00Erni Hernawatiernihernawatie@gmail.comChintia Dian Nurdiantichintia.dian12@gmail.comYuni Candriyaniyuniiicandriyaniii@gmail.comAngelina Epriliyani Padeepriliyaniangelina@gmail.com<p>Edema kaki merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester III dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari. Salah satu alternatif penatalaksanaan nonfarmakologis yang berpotensi digunakan adalah salep etanol rimpang kencur (<em>Kaempferia galanga</em>) yang memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan salep etanol rimpang kencur terhadap penurunan edema kaki pada ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Garuda Kota Bandung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental one group pretest-posttest</em>. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pemberian salep herbal kencur tiga kali sehari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan edema kaki yang signifikan setelah intervensi (<em>p</em> < 0,001; α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan salep etanol rimpang kencur berpengaruh terhadap penurunan derajat edema kaki pada ibu hamil trimester III. Rata-rata skala edema menurun dari kategori sedang menjadi ringan setelah intervensi. Dengan demikian, salep herbal kencur berpotensi menjadi alternatif terapi komplementer nonfarmakologis dalam pelayanan kebidanan.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2653Efektivitas Flipbook Digital terhadap Pengetahuan dan Motivasi Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Siswi SMP di Samarinda2026-04-19T09:43:03+07:00Hanastasya Nataliahanastasyanatalia86@gmail.comDwi Hendrianidwihendriani@gmail.comNino Adib Chifdillahnynology@gmail.com<p>Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan zat besi dan rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Pengetahuan dan motivasi menjadi faktor penting yang memengaruhi perilaku konsumsi TTD pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifivitas <em>flipbook</em> digital terhadap pengetahuan dan motivasi konsumsi TTD pada siswi di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-eksperimental</em> <em>one group pre</em><em>-test–post-test</em>. Sampel penelitian berjumlah 30 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan motivasi sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Wilcoxon</em> dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 20% menjadi 86,7% ( = 0,000) serta peningkatan motivasi positif dari 43,3% menjadi 83,3% ( = 0,001). <em>Flipbook</em> digital efektif meningkatkan pengetahuan dan motivasi konsumsi TTD pada remaja putri serta berpotensi menjadi media edukasi digital yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik remaja.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2779Pengaruh Edukasi Berbasis Media Digital terhadap Minat Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Payakabung2026-04-19T11:03:44+07:00Intan Sariintansari.journal@gmail.comRia Permatasaririapermatasari_02@gmail.comCerli Maulidinacerli_maulidina@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi digital terhadap minat penggunaan kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) pada wanita usia subur di Puskesmas Payakabung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental</em> melalui pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel penelitian berjumlah 110 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur minat responden sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum dilakukan analisis bivariat, data terlebih dahulu diuji normalitas menggunakan uji <em>Shapiro-Wilk</em> dan menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor minat meningkat dari 55,2 pada <em>pretest </em>menjadi 72,6 pada <em>posttest</em>. Hasil uji <em>paired sample t-test</em> menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,874 dengan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan minat penggunaan kontrasepsi IUD setelah pemberian edukasi digital. Hasil tersebut diperkuat oleh uji <em>Wilcoxon</em> yang juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi digital efektif dalam meningkatkan minat wanita usia subur terhadap penggunaan kontrasepsi IUD.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2751Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keinginan Orang Tua Membawa Anak Melakukan Pemeriksaan Karies Gigi di Puskesmas Glugur Darat2026-03-26T12:01:45+07:00Ayu Sally Adrianti Tariganblog.dwik.mawandri@gmail.comDonal Nababandonalnababan@gmail.comJanno Sinagajannosinaga@gmail.comRahmat A. Dakhirahmata.dakhi@gmail.comDewi Bancindewibancin@gmail.com<p>Kesehatan gigi serta mulut adalah suatu hal kesehatan dengan keseluruhan yang tak dapat dikecualikan serta krusial untuk penunjang mutu hidup seseorang. Menurut The Global Burden of Disease (GBD) di tahun 2022, bahwasanya masalah kesehatan gigi serta mulut terkhusus karies gigi ialah penyakit yang terdampak hingga setengah populasi dunia sejumlah 45% ataupun 3,5 miliar orang di penjuru dunia sepanjang masa, dimulai dari usia dini sampai usia lanjut. Sejumlah hampir 90% anak di Indonesia mengalami karies pada gigi. Karies gigi ataupun kehilangan dini gigi untuk anak-anak tentu memiliki dampak buruk untuk tumbuh kembang anak sebab terganggunya kegunaan pengunyahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan keinginan orang tua membawa anak melakukan pemeriksaan karies gigi di Puskesmas Glugur Darat. Jenis penelitian ini yakni penelitian kuantitatif desain cross sectional study. Analisa data memanfaatkan uji chi-square dengan jumlah sampel 76 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan ialah pengetahuan (p=0,027), sikap (p=0,015) serta motivasi (p=0,025). Rekomendasi dalam penelitian ini agar orang tua bisa memberikan informasi untuk perawatan gigi serta kesehatan gigi, dari hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan dalam pengembangan informasi, dorongan ibu tentang keinginan, keyakinan serta harapan orang tua untuk memberikan motivasi mengenai perawatan gigi untuk anaknya.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2343Pengaruh Aromaterapi Mawar terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Pardasuka2025-12-17T07:29:16+07:00Komalasari Komalasarikomalasari@gmail.comDesti Mayasari14desti@gmail.comYona Desni Sagitayonadesnisagita@gmail.coEka Tri Wulandariekatriwulandari@gmail.com<p>Nyeri persalinan yang tidak tertangani dapat meningkatkan sekresi katekolamin yang menyebabkan vasokonstriksi, penurunan kontraksi uterus dan meningkatkan risiko komplikasi. Berbagai metode <em>non-farmakol</em>o<em>gis</em> telah digunakan untuk mengurangi nyeri, salah satunya aromaterapi. Aromaterapi mawar memberikan efek relaksasi dan menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi mawar terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif menggunakan <em>desain</em> <em>quasi-eksperimental</em> dengan <em>posttest-only control group design</em>. Menggunakan 30 ibu bersalin yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 15 responden. Kelompok intervensi diberikan aromaterapi mawar dengan meneteskan 3-5 tetes <em>essential oil</em> dan 100 ml air melalui <em>diffuser</em> diuapkan selama 15 menit, dan pada kelompok kontrol mendapat asuhan persalinan normal. Intensitas nyeri diukur menggunakan NRS dan dianalisis dengan uji <em>Mann-Whitney.</em> Hasil penelitian rata-rata pada kelompok kontrol adalah 7.40 (60 %) dan pada kelompok intervensi adalah 5.33 (46,7 %), adanya penurunan skala nyeri sebanyak 13,3% dengan p < 0,001. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara aromaterapi mawar terhadap intensitas nyeri persalinan Kala 1 fase aktif di PMB wilayah kerja puskesmas pardasuka tahun 2025. Dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa aromaterapi mawar dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2694Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Akseptor KB Aktif di Puskesmas Karangrejo Metro Utara2026-04-19T09:39:53+07:00Leni Anggreinilenianggreini66@gmail.comMuhammad Ridwanridwan@poltekkes-tjk.ac.id Gangsar Indah Lestarigangsar@poltekkes-tjk.ac.id<p>Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya penurunannya dilakukan melalui program Keluarga Berencana (KB), khususnya penggunaan kontrasepsi jangka panjang seperti <em>Intra Uterine Device</em> (IUD). Namun, penggunaan IUD di Indonesia masih rendah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo Metro Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 99 akseptor KB aktif yang dipilih menggunakan <em>simple random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (<em>p</em>=0,001; POR=4,397), sikap (<em>p</em>=0,020; POR=2,599), dan dukungan suami (<em>p</em>=0,004; POR=3,343) dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Responden dengan pengetahuan kurang, sikap negatif, dan tanpa dukungan suami cenderung tidak menggunakan IUD. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan konseling KB dengan melibatkan pasangan suami istri untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2511Pengaruh Nugget Daun Kelor terhadap Penanggulangan Stunting pada Balita di Desa Bumisari Wilayah Kerja Puskesmas Cikidang Tahun 20252026-01-12T05:40:53+07:00Intan SafitriIntansafitri22@ummi.ac.idRia Andrianiria_andriani@ummi.ac.idEva Martinievamartini480@ummi.ac.idAnggun Fajar Ramadhanianggunfajar@ummi.ac.id<p>Stunting menjadi masalah gizi kronis di Desa Bumisari, Puskesmas Cikidang, dengan prevalensi meningkat dari 6,4% (2023) menjadi 8,4% (2025). Nugget daun kelor berpotensi sebagai intervensi pangan lokal kaya nutrisi untuk meningkatkan status gizi balita. Tujuan penelitian untuk mengujii pengaruh pemberian nugget daun kelor terhadap Z-score TB/U balita stunting. Metode penelitian quasi-eksperimental one group pretest-posttest dengan 33 balita stunting usia 12-59 bulan (total sampling). Instrumen stadiometer, WHO Anthro, FFQ; analisis Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian diperoleh bahwa tinggi badan meningkat dari 87,95±4,95 cm menjadi 88,06±4,94 cm; Z-score TB/U dari -2,58±0,34 menjadi -2,34±0,47 (p=0,049). Prevalensi stunting menurun dari 100% menjadi 75,8%. Nugget daun kelor terbukti meningkatkan Z-score TB/U secara signifikan, mendukung pemanfaatannya sebagai intervensi gizi lokal di program posyandu untuk mengurangi beban stunting pedesaan.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2679Perbandingan Pelarut Ekstrak Air, Etanol 70%, dan N-Heksana Herba Utasupe terhadap Kandungan Metabolit Sekunder Menggunakan Skrining Fitokimia2026-04-19T09:40:22+07:00Alsen Diamel Oematanalsenoematan06@gmail.comListyawati Nurinalistyawati_nurina@staf.undana.ac.idDesi Indriarinidesi_rini@staf.undana.ac.idAnita L. Shinta Amat anita_amat@staf.undana.ac.idMuhajirin Deanmuhajirin.dean@staf.undana.ac.id<p>Obat tradisional merupakan warisan budaya yang masih banyak dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan. Salah satu tanaman herbal yang digunakan masyarakat Pulau Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk mengatasi konstipasi adalah herba Utasupe. Penelitian ini bertujuan membandingkan kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak herba Utasupe menggunakan pelarut air, etanol 70%, dan n-heksana. Penelitian menggunakan desain <em data-start="512" data-end="531">true experimental</em> dengan rancangan <em data-start="549" data-end="585">posttest only control group design</em>. Identifikasi kandungan metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia terhadap ekstrak yang diperoleh dari masing-masing pelarut. Sampel penelitian berupa herba Utasupe yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Fisher untuk mengetahui perbedaan kandungan metabolit sekunder antar pelarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air dan etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan ekstrak n-heksana mengandung alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin. Meskipun terdapat perbedaan jenis metabolit sekunder yang terdeteksi pada masing-masing pelarut, hasil uji Fisher menunjukkan nilai p > 0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Dengan demikian, ketiga pelarut memiliki kemampuan yang relatif sama dalam mengekstraksi senyawa metabolit sekunder herba Utasupe berdasarkan hasil analisis yang dilakukan.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2574Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Swamedikasi Antasida dan Proton Pump Inhibitor pada Penderita Dispepsia2026-01-23T06:55:17+07:00Bias Asiilah Indurasmibiasasiilah@gmail.comRisdawati Risdawatirisdawati@yarsi.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penderita dispepsia, tingkat pengetahuan mengenai swamedikasi obat antasida dan <em>proton pump inhibitor</em> (PPI), serta hubungan antara tingkat pengetahuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan obat swamedikasi di RT 06 RW 13 Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah 520 warga dengan sampel yang dihitung menggunakan rumus Slovin sebanyak 84 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan manual, mencakup pengetahuan tentang swamedikasi dan praktik penggunaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami gejala dispepsia, dengan keluhan perut terasa penuh setelah makan (55,1%). Tingkat pengetahuan umum responden mengenai swamedikasi antasida dan PPI sebagian besar berada pada kategori kurang (55,1%). Analisis <em>Chi-Square</em> menunjukkan bahwa jenis pekerjaan memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan swamedikasi (<em>p-value</em> > 0,05), sementara jenis kelamin, usia, dan pendidikan tidak berhubungan signifikan dengan masing-masing <em>p-value </em> >0,367, >0,496, dan >0,859. Pengetahuan tentang penggunaan antasida (50,7%) dan PPI (63,3%) masih tergolong kurang. Terakhir, pendidikan dan jenis pekerjaan berhubungan signifikan terhadap kategori swamedikasi. Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi terkait swamedikasi di masyarakat.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2719Pengaruh Pendekatan Family Centered Maternity Care terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Bersalin2026-04-26T13:12:08+07:00Suraya Putrisuraya_putri@usk.ac.idDini Mulyatidini.m@usk.ac.idRatna Juwitaratnajuwita24@usk.ac.idNosi Deliantinosidelianti@usk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan Family Centered Maternity Care (FCMC) terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental melalui rancangan one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kecamatan Baitussalam pada bulan Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 79 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi FCMC dilakukan dengan melibatkan keluarga sebagai pendamping aktif selama proses persalinan melalui dukungan emosional, informasi, bantuan praktis, dan pendampingan dalam memahami arahan tenaga kesehatan. Tingkat kecemasan ibu bersalin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (70,9%), multipara (49,4%), berpendidikan menengah (46,8%), ibu rumah tangga (63,3%), dan mendapatkan pendampingan keluarga selama persalinan (77,2%). Rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi sebesar 27,6 ± 5,4 menurun menjadi 20,1 ± 4,8 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,29 dengan p = 0,001. Pendekatan FCMC berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan ibu bersalin. Secara praktis, FCMC dapat diterapkan dalam pelayanan kebidanan dengan melibatkan suami atau keluarga terdekat secara terarah untuk meningkatkan rasa aman, dukungan emosional, dan pengalaman persalinan yang lebih positif.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2558Analisis Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Resep di Puskesmas Lubuk Bintialo Tahun 20252026-02-07T17:24:48+07:00Hilda Mulianahildamuliani@gmail.comGita Sopiantisabdaboda8@gmail.comSabda Wahabsabdawahab@gmail.comYovi Pranatayovipranata@gmail.comNia Azzahrania.az04@gmail.com<p>Pelayanan resep merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian di Puskesmas yang berperan dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien serta pengaruh dimensi kualitas pelayanan resep berdasarkan model SERVQUAL terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Lubuk Bintialo Kecamatan Batang Hari Leko Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menerima pelayanan resep sebanyak 2.542 pasien, dengan sampel 94 responden yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi tangible, assurance, reliability, empathy, dan responsiveness, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SMART PLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible (0.002), reliability (0.004), dan responsiveness (0.004) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan assurance (0.843) dan empathy (0.245) berpengaruh positif namun tidak signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kepuasan pasien pelayanan resep di Puskesmas Lubuk Bintialo terutama dipengaruhi oleh bukti fisik pelayanan, keandalan, dan daya tanggap petugas, sehingga peningkatan aspek tersebut perlu menjadi prioritas dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kefarmasian.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2629Pengaruh Artificial Intelligence (AI) dalam Visualisasi Materi untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Pemahaman Mahasiswa Farmasi2026-02-20T13:10:24+07:00Fibe Yulinda Cesafibeyulindacesa@gmail.comMeylinda Widyasarimeylinda.widyasari@machung.ac.idMartanty Adityamartantyaditya@gmail.comHendry Setiawanhendrysetiawan@gmail.com<p>Metode pembelajaran konvensional di tingkat Universitas kerap kurang mampu membangkitkan minat dan pemahaman mahasiswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar mahasiswa melalui kolaborasi teknik mnemonic dengan pemanfaatan AI (ChatGPT, Image Generator 2.0, dan Gemini) dalam proses perkuliahan. Penelitian melibatkan 47 mahasiswa yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelas A dan kelas B. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi serta pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji Paired Sample T-test dan Independent Sample T-test. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasakan kontribusi positif dari integrasi AI dan mnemonic dalam meningkatkan konsentrasi dan kemampuan mengingat materi. Uji Paired Sample T-test pada kedua kelas menghasilkan nilai p < 0,05, yang mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan antara pretest dan post-test. Sementara itu, uji Independent Sample T-test menghasilkan nilai p = 0,954, yang menunjukkan bahwa peningkatan yang terjadi pada kelas A dan kelas B tidak berbeda secara signifikan, sehingga kedua metode perlakuan memberikan efek yang setara. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi teknik mnemonic dan AI dapat menjadi alternatif metode pembelajaran inovatif yang efektif dan konsisten dalam meningkatkan capaian belajar mahasiswa, terlepas dari perbedaan komposisi kelompok.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2652Pengaruh Edukasi Kesehatan melalui Whatsapp terhadap Pengetahuan dan Sikap Manajemen Stres Kerja Guru di Samarinda2026-04-19T09:42:19+07:00Muhammad Fitrahfitrah290904@gmail.comYona Palin Tyonapalint@gmail.comIrma Desylia Maharaniirmadesyliamaharani@gmail.com<p>Stres kerja merupakan masalah umum pada guru Madrasah Ibtidaiyah akibat kompleksitas beban kerja, sementara edukasi manajemen stres masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap manajemen stres kerja guru sebelum dan sesudah edukasi kesehatan melalui WhatsApp Group. Penelitian menggunakan desain kuantitatif one-group pretest–posttest dengan total sampel 42 guru Madrasah Ibtidaiyah Darul Da’wah Wal Irsyad dan Madrasah Ibtidaiyah Ar-Rahmah Samarinda. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner digital sebelum dan setelah intervensi edukasi selama enam hari berupa poster dan video animasi. Analisis menggunakan uji <em>Wilcoxon </em>menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 35,7% menjadi 83,3% dengan nilai Z = -5,696 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta peningkatan sikap sangat positif dari 9,5% menjadi 73,8% dengan nilai Z = -5,655 dan p = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan melalui WhatsApp Group efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap guru dalam manajemen stres kerja.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2647Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirsak dan Daun Salam terhadap Kolesterol Total Tikus Hiperlipidemia2026-04-19T09:41:32+07:00Prastika Dica Izwaraprastikadicha@gmail.comEman Sutrisnaprastikadicha@gmail.comDiah Krisnansariprastikadicha@gmail.com<p>Daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun salam terhadap kadar kolesterol total serum tikus galur Wistar model hiperlipidemia. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post test only with control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol sakit, ekstrak daun sirsak 100 mg/kgBB, ekstrak daun salam 720 mg/kgBB, dan kombinasi kedua ekstrak. Hiperlipidemia diinduksi menggunakan pakan tinggi lemak dan propiltiourasil (PTU), kemudian perlakuan diberikan selama 30 hari. Kadar kolesterol total serum diukur dengan metode CHOD-PAP dan dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji post hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar kolesterol total pada kelompok kontrol sehat, kontrol sakit, ekstrak daun sirsak, ekstrak daun salam, dan kombinasi berturut-turut sebesar 50,0 ± 6,20; 91,0 ± 18,88; 61,4 ± 10,28; 53,6 ± 8,35; dan 46,0 ± 6,00 mg/dL. Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kelompok kombinasi menunjukkan penurunan kadar kolesterol yang lebih baik dibandingkan kelompok ekstrak daun sirsak tunggal (p=0,039), namun tidak berbeda signifikan dibandingkan kelompok ekstrak daun salam tunggal. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun salam efektif menurunkan kadar kolesterol total pada tikus model hiperlipidemia dan menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak daun sirsak tunggal.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2609Efficacy of Home-Based Electrotherapy for Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy: A Systematic Review and Meta-Analysis2026-02-10T15:40:15+07:00Rizqiana Arum Saririzqianaarums@gmail.comHabib Laksmana Primahabiblaksmana@gmail.comPrasetyo Tri Kuncororizqianaarums@gmail.comRaehan Satya Deanasaraehansatyad@gmail.com<p>Chemotherapy-induced peripheral neuropathy (CIPN) remains a major survivorship challenge with limited therapeutic options. Neuromodulatory approaches such as transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) have emerged as non-pharmacologic alternatives, but the efficacy of home-based and wearable electrotherapy remains unclear. To evaluate the clinical effectiveness of home-based electrotherapy for improving neuropathic symptoms in patients with established CIPN. A systematic search of PubMed, Cochrane Library, and ScienceDirect (through November 2025) identified randomized controlled and comparative cohort trials evaluating home-based electrotherapy for CIPN. The primary outcomes were changes in neuropathic symptoms (EORTC-CIPN20) and safety. Data were pooled using a random-effects model, with heterogeneity assessed using the I2 statistic. Four studies (n = 236) met the eligibility criteria. Home-based stimulation demonstrated high adherence (>80%) and a favorable safety profile with no serious adverse events. In the exploratory quantitative synthesis (n=3), the pooled standardized mean difference favored the intervention (SMD = −2.19; 95% CI −5.48 to 1.11), although this did not reach statistical significance (p=0.19). Substantial heterogeneity was observed (I2 =98%), likely attributable to variations in device parameters (conventional electrotherapy vs. high-tone) and study populations. Home-based electrotherapy is a feasible and safe adjunct intervention for CIPN with high patient acceptability. While the pooled analysis suggests a trend toward symptom reduction that may be clinically relevant, the high heterogeneity and lack of statistical significance preclude definitive conclusions regarding efficacy. Large-scale, standardized multicenter RCTs are required to confirm these preliminary findings and establish optimal stimulation protocols.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2754Implementasi Human Resource Scorecard dalam Penilaian Kinerja Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit X2026-04-26T13:08:45+07:00Abrisha Agung Wicaksonoabrisha.jr@gmail.comRia Churin Ainria.churin.ain@gmail.comAnsarul Fahruddaansarul.fahrudda@um-surabaya.ac.idRachmad Cahyadicahyadirachmad@gmail.com<p>Peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit sangat dipengaruhi oleh efektivitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Human Resources Scorecard (HRSC) merupakan pendekatan strategis yang digunakan untuk mengukur kinerja SDM melalui perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi HRSC dalam pengukuran kinerja SDM di rumah sakit berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, Portal Garuda, dan Elsevier tahun 2019–2024. Berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh enam artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa HRSC mampu membantu rumah sakit dalam menetapkan indikator kinerja yang terukur, meningkatkan efektivitas kerja karyawan, mengidentifikasi kelemahan organisasi, serta mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data. Dengan demikian, HRSC direkomendasikan sebagai instrumen evaluasi kinerja SDM untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing rumah sakit.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2598Hubungan Ketepatan Pengkodean Klinis dan Kepatuhan Regulasi BPJS terhadap Pending Klaim Rawat Jalan2026-02-07T17:29:07+07:00Nur Arofaharofah.stikescrb@gmail.comHeni Fa’riatul Aenihenifa’riatulaeni@gmail.comMutiara Silmi Kaffahmutiarasilmikaffah@gmail.comFarisha Noorfarishanoor@gmail.comNorma Mardianinormamardiani@gmail.com<p>Pending klaim BPJS Kesehatan dapat menghambat pembayaran klaim dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketepatan pengkodean klinis dan kepatuhan regulasi BPJS Kesehatan dengan status klaim rawat jalan di Unit Casemix Rumah Sakit X Tangerang Triwulan II Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain <em>cross sectional</em> dengan sampel 70 berkas klaim yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dokumen berdasarkan ICD-10, ICD-9-CM, dan regulasi BPJS Kesehatan, lalu dianalisis menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ketepatan pengkodean klinis (p-value = 0,002) dan kepatuhan regulasi BPJS Kesehatan (<em>p-value</em> = 0,000) dengan status klaim. Ketepatan pengkodean dan kepatuhan regulasi penting untuk mengurangi klaim tertunda dan mendukung kelancaran administrasi rumah sakit.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2544Effektifitas Prenatal Yoga Couple dan Teknik Rebozo terhadap Lama Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Multigravida2026-01-16T06:04:00+07:00Setiana Andarwulansetianaandarwulan@unipasby.ac.idYuni Khoirul Warohyunikhoirulwaroh@gmail.comNina Hidayatunnikmahninahidayatunnikmah@gmail.com<p>Persalinan merupakan proses fisiologis yang kompleks, penurunan kepala janin dan lama persalinan menjadi indikator penting dalam menentukan keberhasilan persalinan normal. Persalinan lama menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas maternal, terutama akibat lambatnya penurunan kepala janin. Metode non-farmakologis seperti Prenatal Yoga Couple dan Rebozo menawarkan alternatif alamiah untuk memperbaiki posisi janin dan mempercepat kemajuan persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis Effektifitas Prenatal Yoga Couple dan Rebozo terhadap lama persalinan kala I fase aktif. Metode: Metode Penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperiment with control, Two Group Posttest Only. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 44 responden yang terbagi dalam kelompok intervensi (n=22) dan kelompok kontrol (n=22). Pada kelompok intervensi menerima kombinasi Prenatal Yoga Couple dan Rebozo, sedangkan kelompok kontrol sesuai dengan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Analisis data menggunakan uji Mann Whitney pada analisis bivariat dan regresi logistik ganda pada analisis multivariat. Analisis Mann Whitney diperoleh nilai Sig. (2-tailed) (p value) = 0,003 dan 0,000 hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan Prenatal Yoga Couple dan Rebozo penurunan kepala janin dan lama persalinan kala 1 fase aktif. Terdapat Effektifitas yang signifikan Prenatal Yoga Couple dan Rebozo terhadap lama persalinan kala 1 fase aktif.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2495Perilaku Pembuangan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Jalan Kesehatan Gampong Drien Rampak Johan Pahlawan Aceh Barat2026-01-08T17:27:30+07:00Shaibathul Aslamiyahshaibathul2003@gmail.comKiswanto Kiswantokiswanto@gmail.comOnetufifsi Putraonetufifsiputra@gmail.comWintah Wintahwintah@utu.ac.idFirman Firdaus Saputrafirmanfirdaussaputra@gmail.com<p>Sampah merupakah sumber penyakit bagi manusia yang berada di sekitar lokasi penumpukan sampah. Bahu Jalan Kesehatan Gampong Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh sebagian masyarakat. Keberadaan sampah tersebut disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian untuk melihat perilaku masyarakat jalan keshatan terhadap kesehatan lingkungan dari sampah rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dan analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat jalan Kesehatan sekarang ini mempunyai perilaku yang sangat baik terkait kesehatan lingkungan dari sampah rumah tangga, Masyarakat Jalan Kesehatan melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi keberadaan sampah seperti menegur orang yang membuang sampah, melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan juga membantu membersihakan lokasi dari sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2698Aplikasi Metode Biologi Molekuler pada Model Embrio Ikan Zebra (Danio rerio) dalam Pengembangan Obat Kardiovaskular2026-04-19T09:39:10+07:00Fibe Yulinda Cesafibe.yulinda@machung.ac.idMartanty Adityamartanty.aditya@machung.ac.idDevilke Yandriyanidevilke.yandriyani@machung.ac.idReflinda Sindy Puspita612210037@student.machung.ac.idRizal Bing Garumal Indianta612210038@student.machung.ac.id<p>Penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan jantung iskemik, tetap menjadi penyebab utama mortalitas global dengan beban biaya terapi yang tinggi. Kondisi ini mendorong pengembangan obat baru yang lebih efisien dan terjangkau menggunakan hewan uji. Embrio ikan zebra (<em>Danio rerio</em>) saat ini banyak dimanfaatkan sebagai model uji karena memiliki kemiripan genetik hingga 84% dengan gen penyakit manusia, tubuh yang transparan, serta efisiensi biaya. <em>Review</em> ini bertujuan mengulas aplikasi metode biologi molekuler pada model tersebut dalam riset kardiovaskular. Penelusuran sistematis dilakukan pada database MDPI, PubMed, Science Direct, dan Springer Link (2015–2025) menggunakan diagram PRISMA. Dari 5.680 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 14 jurnal relevan sebagai sampel akhir yang kemudian dianalisis menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teknik molekuler konvensional seperti immunostaining, PCR, dan western blotting, hingga teknologi mutakhir seperti CRISPR/Cas9 dan sistem transgenik, mampu mengevaluasi parameter kardiovaskular seperti remodeling jaringan, angiogenesis, dan jalur apoptosis kardiomiosit secara akurat dan cepat. Meskipun membutuhkan keterampilan khusus dalam penanganan sampel skala mikro, embrio ikan zebra merupakan alternatif menjanjikan untuk percepatan penemuan obat kardiovaskular baru di masa depan.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2595Pengalaman Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Pasien Mancanegara di RSU Tipe B2026-01-31T07:31:48+07:00Lisna Novita Anggrianilisnanovita43@gmail.comMuhammad Purnomomuh.purnomo@umkudus.ac.idAshri Maulida Rahmawatiarahmawati@umkudus.ac.id<p>Multikulturalisme dalam pelayanan kesehatan menjadi tantangan bagi rumah sakit yang melayani pasien mancanegara, terutama terkait hambatan komunikasi dan perbedaan budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan yang dialami tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan lintas budaya di salah satu RSU Tipe B di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan melibatkan tujuh tenaga kesehatan dan petugas lini depan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan proses coding, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu: (1) respons psikologis tenaga kesehatan berupa rasa percaya diri, takut, dan cemas saat menghadapi perbedaan budaya; (2) strategi adaptif melalui komunikasi verbal, nonverbal, dan penggunaan aplikasi penerjemah; serta (3) kendala bahasa dan keterbatasan penerjemah yang menyebabkan komunikasi kurang efektif, memperlambat pelayanan, dan meningkatkan risiko kesalahpahaman. Temuan menunjukkan bahwa hambatan pelayanan lintas budaya terutama disebabkan oleh rendahnya kompetensi budaya dan belum optimalnya dukungan sistem rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi budaya melalui pelatihan, penyediaan layanan penerjemah, dan kebijakan pelayanan yang lebih inklusif untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan bagi pasien mancanegara.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2697Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Mental Health Remaja Generasi Z di SMA 4 Kota Bima2026-04-19T10:31:52+07:00Mukhlis Mukhlismuhlis123lis@gmail.comAyatullah Ayatullahayatullah@gmail.comArif Budi Wibowoarifbudiwibowo@gmail.com<p>Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja Generasi Z. Penggunaan berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi. Data nasional menunjukkan satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja Generasi Z di SMA Negeri 4 Kota Bima. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Analitik observasional dengan desain <em>cross sectional</em>. Sampel berjumlah 84 responden dari total populasi 755 siswa kelas X dan XI, dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Instrumen berupa kuesioner penggunaan media sosial (17 item) dan kesehatan mental (19 item). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank menggunakan SPSS 16.0. Hasil : Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial tinggi (53,6%) dan kondisi kesehatan mental sedang (52,4%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental (p-value = 0,004; r = 0,314). Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan dengan arah korelasi positif antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja Generasi Z di SMA Negeri 4 Kota Bima, meskipun tingkat hubungan lemah.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2624Successful Management of Eclampsia and HELLP Syndrome with Multiple Organ Failure: A Case Report2026-02-20T12:52:10+07:00Nadia Tazky Nur Izzatul Ulyanadiatazkysked@gmail.comEka Ari Puspitaekaaripuspita@gmail.com<p>Eklampsia dengan komplikasi sindrom HELLP merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal, khususnya di negara berkembang. Kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal multi organ yang mengancam jiwa dan membutuhkan diagnosis serta intervensi segera. Penelitian kasus ini bertujuan mendeskripsikan manifestasi klinis, temuan diagnostik, dan pendekatan tata laksana pada kasus eklampsia dengan sindrom HELLP disertai gagal multi organ. Studi ini merupakan laporan kasus deskriptif yang disusun berdasarkan pedoman CARE dengan menggunakan data observasi klinis, pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan rekam medis selama perawatan intensif. Seorang perempuan usia 41 tahun dengan usia kehamilan 27–28 minggu terdiagnosis eklampsia dengan komplikasi sindrom HELLP, gagal ginjal akut, edema paru, pneumonia, hiponatremia berat, anemia, dan hipoalbuminemia. Penatalaksanaan multidisiplin meliputi pemberian magnesium sulfat, antihipertensi intravena, transfusi produk darah, hemodialisis, terapi antibiotik, koreksi gangguan elektrolit, serta terminasi kehamilan melalui seksio sesarea. Pendekatan tersebut menunjukkan perbaikan klinis maternal yang signifikan, meskipun luaran neonatal buruk akibat prematuritas ekstrem. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini dan tata laksana agresif di unit perawatan intensif pada pasien dengan eklampsia dan sindrom HELLP yang disertai gagal multi organ.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2682Pengaruh Rebusan Daun Alpukat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi2026-04-19T10:20:22+07:00Muhammad Affanmuhamadaffan@gmail.comMusmuliadin Musmuliadinmmus7199@gmail.comSumaani Sumaanisumaani@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Hipertensi dianggap sebagai penyakit yang serius karena dampak yang ditimbulkan sangat luas, bahkan dapat berakhir kematian pada kematian. Salah satu cara pengobatan hipertensi yaitu dengan terapi non farmakologi yang dapat dilakukan yaitu menggunakan daun alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Wajo Tahun 2024.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik. Metode yang digunakan adalah pre eksperimen dengan desain penelitian <em>one group pre-test and post-test</em>. Jumlah sampel yaitu 15 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Normalitas data menggunakan <em>shapiro-wilk </em>dan uji hasil penelitian dengan menggunakan uji <em>wilcoxon. </em>Hasil penelitian menunjukan tekanan darah sebelum di lakukan pemberian rebusan daun alpukat dengan nilai mean sistol sebesar 151,40 dan diastol 92,07 mmHg, sedangkan nilai tekanan darah setelah pemeberian rebusan daun alpukat selama tujuh hari bedasarkan nilai mean sistol adalah 129,27 dan diastol 80,47 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Wajo Tahun 2024 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2724Gambaran Histopatologi pada Kanker Payudara Metastasis: Studi Cross-Sectional di Rumah Sakit Umum Daerah Waled Tahun 2020–20242026-04-19T09:37:18+07:00Salwa Hisanahisanasalwa@gmail.comWidiyatmiko Arifin Putromiko_arifin@yahoo.comLestari Putrilestari.putri@ugj.ac.id<p>Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia. Tingkat kelangsungan hidup pasien menurun secara signifikan setelah terjadi metastasis, dari sekitar 99% pada kasus lokal menjadi 27% pada kasus metastasis. Pemeriksaan histopatologi tetap menjadi standar emas dalam menegakkan diagnosis, menentukan terapi, dan memprediksi prognosis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi jenis histopatologi, grading tumor, dan lokasi organ metastasis pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Regional Waled periode 2020–2024. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder melalui teknik total sampling dan dianalisis secara deskriptif. Dari 102 pasien kanker payudara metastasis, jenis histopatologi terbanyak adalah invasive carcinoma of no special type sebanyak 95 kasus (93,1%). Grading tumor yang paling banyak ditemukan adalah derajat III sebanyak 61 kasus (59,8%), sedangkan lokasi metastasis tersering adalah kelenjar getah bening sebanyak 67 kasus (52,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kanker payudara metastasis didominasi oleh invasive carcinoma of no special type, grading derajat III, dan metastasis pada kelenjar getah bening.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2668Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap K3 Pekerja dengan Kejadian Kecelakaan Kerja di Pabrik ES2026-04-19T10:09:31+07:00Sesarina Rahma Yasintasesarinarahma@gmail.comSri Darnotosd194@ums.ac.id<p>Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja di Pabrik Es PMP Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh pekerja sebanyak 90 orang dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi tingkat pengetahuan dan sikap K3, sedangkan variabel dependen adalah kejadian kecelakaan kerja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR) menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,007; OR = 0,28) serta hubungan yang sangat signifikan antara sikap K3 dengan kejadian kecelakaan pada pekerja (p = 0,000; OR = 0,14). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap K3 yang baik berperan penting dalam menurunkan risiko kecelakaan, sehingga perusahaan perlu meningkatkan pelatihan, pengawasan, dan penerapan budaya K3 secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2499Eksplorasi Senyawa Biokimia Tanaman Obat Berbasis Kearifan Lokal Suku Anak Dalam di Bukit 30 Kabupaten Tebo2026-01-11T11:13:40+07:00Sri Nandasrinanda383@gmail.comAfifatur Rizqiahafifaturrizqiah18@gmail.comDini AnjaniDinianjani425@gmail.comLydia SavitriLydiasavitri0@gmail.comSuci Tri Ramadanisucitriramadhani4@gmail.comArdi MustakimArdimustakim95@gmail.com<p>Indonesia sebagai negara megabiodiversitas menyimpan potensi tanaman obat berbasis kearifan lokal Suku Anak Dalam (SAD) di Bukit 30, Kabupaten Tebo yang belum dieksplorasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dan menilai potensi farmakologis 16 spesies tanaman obat yang digunakan oleh SAD untuk pengembangan fitofarmaka. Metode yang digunakan adalah studi etnofarmakologi deskriptif eksploratif berbasis telaah pustaka (2018–2024) pada database SINTA, PubMed, dan Scopus. Data dikumpulkan melalui etnodokumentasi dan analisis fitokimia serta dievaluasi secara kualitatif menggunakan pengodean tematik dan visualisasi tabel. Hasil menunjukkan bahwa spesies yang ditelaah mengandung kelompok senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, terpenoid, saponin, dan sterol, yang berkaitan dengan aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antidiabetik, dan antitumor. Temuan ini mendukung kesesuaian praktik pengobatan tradisional SAD dengan bukti ilmiah dan menempatkan Bukit 30 sebagai sumber potensial untuk pengembangan produk herbal nasional.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2736Hubungan Postur Kerja, Lama Bekerja, dan Umur dengan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada Petani di Ngawi2026-04-19T09:36:27+07:00Talitha Inas Zhafiraj410220077@student.ums.ac.idSalsabila Purnamasarisp245@ums.ac.id<p>Musculoskeletal Disorder (MSDs) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami petani karena melibatkan postur kerja tidak ergonomis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja, lama bekerja, dan umur dengan keluhan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada petani di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan teknik total sampling sebanyak 90 responden. Variabel penelitian meliputi postur kerja, lama bekerja, umur, dan keluhan MSDs. Pengukuran postur kerja menggunakan metode REBA dan keluhan MSDs menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur (p=0,164), lama bekerja (p=0,893), dan postur kerja berdiri (p=0,877) tidak berhubungan signifikan, sedangkan postur kerja membungkuk (p=0,039) berhubungan signifikan dengan keluhan MSDs. Disimpulkan bahwa postur kerja membungkuk berpengaruh terhadap keluhan MSDs pada petani sehingga diperlukan langkah preventif melalui peregangan otot sebelum dan sesudah aktivitas. Dilakukan juga senam bersama dan edukasi terkait ergonomi ketika melangsungkan perkumpulan komunitas.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2673Personality Style, Kecemasan, dan Antenatal Care terhadap Risiko Stunting pada Bayi Ibu Remaja2026-03-26T13:13:55+07:00Erlina Fauziaherlinastikesyahya@gmail.comResti Dona Saputrirestidonasaputri@gmail.comIsrafil Israfilisrafil@unswa.ac.id<p>Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Bima dengan prevalensi mencapai 29,5%, lebih tinggi daripada rata-rata nasional (21,6%). Ibu remaja merupakan kelompok yang berisiko tinggi mengalami faktor biologis dan psikososial yang dapat meningkatkan risiko stunting pada bayi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepribadian, kecemasan kehamilan, dan keterlibatan antenatal care (ANC) terhadap risiko stunting pada bayi ibu remaja di wilayah pesisir. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory. Fase kuantitatif melibatkan 158 ibu remaja yang dipilih dengan stratified sampling, menggunakan instrumen gaya kepribadian, kecemasan kehamilan, dan keterlibatan ANC yang telah memenuhi validitas dan reliabilitas (Aiken’s V=0,86–0,94; α=0,77–0,88; ω=0,79–0,91). Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik biner dan analisis mediasi dengan Jamovi 2.6.44. Fase kualitatif melibatkan 12 informan yang dianalisis melalui analisis tematik. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa gaya kepribadian berhubungan signifikan dengan penurunan risiko stunting (OR= 0,17; p= 0,008), sedangkan kecemasan kehamilan dan keterlibatan ANC tidak berpengaruh signifikan secara individual (p > 0,05). Namun, ketiga variabel secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap risiko stunting (χ²(3)= 8,33; p= 0,040). Temuan kualitatif menguatkan bahwa ibu dengan gaya kepribadian adaptif lebih mampu mengelola kecemasan dan memanfaatkan layanan ANC secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis, khususnya gaya kepribadian, berperan protektif dalam menurunkan risiko stunting pada bayi ibu remaja.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2526Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Mellitus terhadap Tingkat Pengetahuan Lansia di Posyandu Lansia Desa Karangjati Pandaan Pasuruan2026-01-13T07:53:59+07:00Umi Mardaenatuz Zahroumimardaena123@gmail.comFaishol Ronifaisholroni@gmail.comErna Ts. Fitriyahrrnats.fitriyah@gmail.comTiara Fatma Ptiarafatmap@gmail.comArif Wijayaarifwijaya@gmail.com<p><a name="_Toc182436355"></a>Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, salah satunya melalui pengaturan diet. Lansia sebagai kelompok rentan sering mengalami keterbatasan pengetahuan terkait diet diabetes mellitus, yang dapat memengaruhi kepatuhan dan pengendalian kadar glukosa darah. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan pengetahuan lansia dalam pengelolaan diet diabetes mellitus. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh edukasi diet diabetes mellitus terhadap tingkat pengetahuan lansia di Posyandu Lansia Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi diet diabetes mellitus, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan, di mana sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai ρ value = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi diet diabetes mellitus terhadap tingkat pengetahuan lansia. Edukasi diet diabetes mellitus berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan lansia.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2096Efektivitas Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Vaksinasi HPV di SMKN 1 Bandung Tulungagung2025-11-06T18:49:02+07:00Anissa Ariyatianissaariyati82@gmail.comIndra Yuliatiindrayuliati@gmail.comReny I’tishomrenyi’tishom@gmail.comRatna Dwi Jayantiratnadwijayanti@gamil.com<p>Kanker serviks masih menjadi penyebab utama kematian perempuan, terutama akibat rendahnya pengetahuan mengenai vaksinasi HPV dan skrining dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi vaksin HPV dan manfaat skrining terhadap pengetahuan serta sikap remaja putri di SMKN 1 Bandung Tulungagung. Penelitian menggunakan desain pre-test post-test dengan sampel 112 siswi kelas X. Edukasi diberikan melalui presentasi dan sesi tanya jawab, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon (α = 0,05). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (59% menjadi 94,6%) dan sikap positif (89% menjadi 94,6%) setelah intervensi (p < 0,05). Disimpulkan bahwa edukasi mengenai vaksin HPV dan skrining efektif meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap positif remaja putri dalam pencegahan kanker serviks.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2672Pengembangan SandoAI Berbasis Budaya Lokal untuk Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil2026-03-26T13:11:48+07:00Nurlaila Fitrianifitriani92stikesyahyabima@gmail.comErlina Fauziaherlinafauzia@Gmial.comAde Sriwahyuningsihadesriwahyuningsih@gmail.comIsrafil Israfilisrafil@unswa.ac.id<p>Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi ibu hamil merupakan faktor penting dalam pencegahan stunting, terutama di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang masih memiliki prevalensi stunting sebesar 29,5%. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas <strong>SandoAI</strong>, platform edukasi gizi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengintegrasikan kearifan pangan lokal untuk meningkatkan literasi gizi dan ketahanan pangan ibu hamil. Penelitian menggunakan pendekatan <strong><em>Research and Development</em></strong><strong> (R&D)</strong> berdasarkan model Borg & Gall. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba terbatas, revisi, dan uji efektivitas dengan desain <strong><em>one-group pretest-posttest</em></strong> pada 200 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan tes literasi gizi, angket ketahanan pangan, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji <em>paired t-test</em>, dan N-Gain. Hasil validasi ahli menunjukkan kategori sangat layak (4,20), sedangkan uji coba terbatas memperoleh kategori sangat baik (4,25). Penggunaan SandoAI meningkatkan literasi gizi dan ketahanan pangan secara signifikan (p < 0,05) dengan N-Gain 0,62–0,65 (kategori sedang). SandoAI dinyatakan layak, praktis, dan efektif sebagai media edukasi gizi berbasis AI yang mengintegrasikan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting.</p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2377The Influence of Social Media Interaction and Reproductive Health Knowledge on Risky Sexual Behavior Among Adolescents2025-12-23T08:19:30+07:00Belgis Nikmatul Azzabelgis.nikmatul.azza-2022@fk.unair.ac.idLilik Djuarililikdjuari@gmail.comEndyka Erye Fretyendykaeryefrety@gmail.com<p><em>Social media plays a pivotal role in shaping adolescents' reproductive health knowledge and sexual behavior by providing broad access to health information while simultaneously exposing users to misinformation that may increase risky sexual practices. This study aimed to examine the relationship between social media interaction, reproductive health knowledge, and risky sexual behavior among adolescents. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 335 respondents selected using probability sampling with a purposive sampling approach. Data were collected through a structured questionnaire. The independent variables were social media interaction and reproductive health knowledge, while the dependent variable was risky sexual behavior. Data were analyzed using Spearman's rho correlation test with a significance level of p < 0.05. The results indicated a significant relationship between social media interaction and risky sexual behavior (p = 0.000; r = −0.230), although the correlation strength was weak. Reproductive health knowledge was also significantly associated with risky sexual behavior (p = 0.048; r = −0.106), demonstrating a similarly weak negative correlation. These findings suggest that both social media interaction and reproductive health knowledge are significantly associated with risky sexual behavior among adolescents, although the magnitude of these relationships remains relatively weak. Strengthening digital health literacy and comprehensive reproductive health education is essential to promote healthier sexual decision-making among adolescents.</em></p>2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa