https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/issue/feedJUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa2025-12-21T13:44:30+07:00Muh. Nasirperahubima@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> memiliki e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622381542336" target="_blank" rel="noopener">2830-5558</a> dan p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220622151579848" target="_blank" rel="noopener">2830-5744</a>, merupakan jurnal <em>open access</em>, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. <strong>JUKEJ </strong>menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun <em><a href="https://docs.google.com/document/d/1jPlpXxnDS8M9_GQAUWex6fcumu42YNO4/edit#heading=h.gjdgxs" target="_blank" rel="noopener">template</a></em> yang sudah disediakan oleh pengelola. <strong>JUKEJ</strong> adalah jurnal dibawah naungan Yayasan J<em>ompa Research and Development</em>. <strong>JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa</strong> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14764">Terakreditasi SINTA 4,</a> sesuai SK Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor: 10/C/C3/DT.05.00/2025. Terbit 4 Kali setiap tahun.</p>https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1930Green Organizational Culture Sebagai Mediasi Kualitas Pelayanan dan Kinerja Tenaga Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien RSUD Di Sulawesi Selatan2025-09-20T20:45:51+07:00Mutmainnah Latiefmutmainnahlatief05@gmail.comHardi Hardihardi@gmail.comFirdayanti Firdayantifirdayanti@gmail.comResty Amalia Putrirestyamaliaputri@gmail.com<p><em>Persaingan rumah sakit di era globalisasi semakin ketat, dimana RSUD masih menghadapi kendala, seperti waktu tunggu lama, keterampilan komunikasi tenaga kesehatan yang terbatas, dan kurangnya kepedulian lingkungan. Green organizational culture diyakini dapat memperkuat hubungan kualitas pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien, </em><em>Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi peran green organizational culture sebagai mediasi pada pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja nakes dalam meningkatkan kepuasan pasien RSUD di Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan metode survey cross-sectional dengan menerapkan structural equation modelling dengan pendekatan SEM-PLS. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh pasien rawat jalan di RSUD Sulawesi Selatan dimana pengambilan sampelnya menggunakan teknik cluster random sampling dengan sampel 350 responden. </em><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas pelayanan green organizational culture (β = 0.177; p = 0.000), Kinerja nakes green organizational culture (β = 0.625; p = 0.000), Kualitas pelayanan, kepuasan pasien (β = 0.225; p = 0.000), Kinerja nakes, Kepuasan pasien (β = 0.452; p = 0.000), Green organizational culture, Kepuasan pasien (β = 0.208; p = 0.004), Mediasi: Kualitas pelayanan, GOC, Kepuasan pasien (β = 0.037; p = 0.021), Kinerja nakes, GOC, Kepuasan pasien (β = 0.130; p = 0.005). Model menjelaskan 64,2% variabilitas kepuasan pasien (R² = 0.642). Kesimpulan bahwa terdapat kontribusi, pengaruh serta peran green organizational culture sebagai mediasi pada pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja Nakes dalam meningkatkan kepuasan pasien RSUD di Sulawesi Selatan termasuk memperkuat pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1987Analisis Spasial Demam Berdarah Berdasakan Kepadatan Penduduk dan Faktor Iklim Di Kabupaten Purworejo Tahun 20242025-10-10T20:19:44+07:00Rizky Yuspita Saririzkyyuspita@gmail.comElyn Arlindaelynarlinda@gmail.comSiti Nurhayatisitinurhayati@gmail.com<p><em>Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Kabupaten Purworejo, yang pada tahun 2023 melaporkan 1.434 kasus dan 5 kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepadatan penduduk dan faktor iklim terhadap distribusi spasial kasus DBD di 16 kecamatan melalui studi kuantitatif dengan desain ekologi. Variabel yang dikaji meliputi jumlah kasus, kepadatan penduduk, suhu, curah hujan, dan kelembapan. Data kasus diperoleh dari Dinas Kesehatan, data kepadatan penduduk dari BPS, dan data iklim dari DEMNAS. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Somer’s pada SPSS dan analisis spasial Moran’s I dengan ArcGIS. Hasil Moran’s I menunjukkan pola persebaran kasus yang acak (I = 0,223; p = 0,140). Uji Somer’s menegaskan adanya hubungan signifikan antara kasus DBD dengan kepadatan penduduk (r = 0,557; p = 0,028) dan suhu (r = 0,418; p = 0,020). Sebaliknya, curah hujan (r = –0,286; p = 0,158) dan kelembapan (r = –0,217; p = 0,284) tidak menunjukkan hubungan berarti. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa dinamika demografi dan suhu memiliki peran lebih kuat dalam memengaruhi insiden DBD dibandingkan faktor iklim lainnya, sehingga intervensi perlu difokuskan pada wilayah padat penduduk dan periode suhu tinggi</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1988Determinasi Input Sensorik dan Latihan Keseimbangan Terhadap Risiko Jatuh Lansia: Tinjauan Pustaka Sistematis2025-10-10T20:07:32+07:00Khairina Zulfahkhairinazulfah12@gmail.comDwi Rosella Komalasaridwirosellakomalasari@gmail.comArif Pristiantoarifpristianto@gmail.comSafari Wahyu Jatmikosafariwahyujatmiko@gmail.com<p><em>Latihan keseimbangan telah terbukti efektif dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia, namun sebagian besar penelitian masih dilakukan di permukaan datar dan belum merepresentasikan kondisi lingkungan sehari-hari. Keterbatasan ini menimbulkan kesenjangan pengetahuan mengenai peran variasi permukaan lantai dan integrasi input sensorik terhadap kontrol postural lansia. Studi ini bertujuan meninjau secara sistematis bukti ilmiah terkini mengenai pengaruh modifikasi permukaan lantai dan latihan keseimbangan terhadap stabilitas postural serta risiko jatuh pada lansia. Tinjauan pustaka sistematis telah dilakukan melalui PubMed, SAGE, Medline, dan ScienceDirect dengan rentang publikasi 2020–2025. Dari 3.914 artikel yang diidentifikasi, lima studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan PICO. Hasil menunjukkan bahwa latihan keseimbangan pada permukaan bervariasi meningkatkan stabilitas postural, adaptasi neuromuskular, dan menurunkan risiko jatuh secara signifikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis integratif antara faktor sensorik dan kondisi lingkungan nyata yang selama ini jarang dieksplorasi dalam konteks pencegahan jatuh. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi rehabilitasi berbasis input sensorik yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan bagi kebutuhan lansia di komunitas</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2032Analisis Deskriptif Kelengkapan Dokumen Rawat Inap BPJS Terhadap Pengklaiman Di RSUD Kota Bandung Periode Agustus 20252025-10-25T06:10:34+07:00Fania Nazla Nur Latifahfaniaazla@gmail.comSali Setiatinsalisetiatin@gmail.comElia Anusucieliaanusuci@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan dokumen klaim rawat inap dengan efektivitas pengklaiman di RSUD Kota Bandung. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan populasi dan sampel meliputi seluruh dokumen klaim rawat inap pasien BPJS selama bulan Agustus yang berjumlah 856 dokumen, diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap dokumen rekam medis serta dokumen klaim, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat persentase kelengkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 856 dokumen yang dianalisis, sebanyak 583 (68,1%) dokumen lengkap dan disetujui seluruhnya, sedangkan 273 (31,9%) dokumen tidak lengkap dan tertunda. Analisis terhadap ketidaklengkapan dokumen menunjukkan komponen yang paling sering bermasalah adalah Laboratorium PK (40,7%), Laboratorium PA (18,0%), dan Radiologi (12,2%). Kesimpulan penelitian ini adalah kelengkapan dokumen rekam medis merupakan faktor utama yang menentukan kelancaran proses klaim BPJS, sehingga diperlukan perbaikan dalam proses verifikasi administrasi, koordinasi antar unit, optimalisasi SIMRS, dan pelatihan staf untuk meminimalkan klaim tertunda serta mempercepat pencairan dana</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2026Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Pemasangan Kubikel di Gardu Induk GIS 150 KV Glugur PT PLN (Persero) Medan2025-10-21T08:34:12+07:00Faiz Agung Luthfiansyahfaizagungluthfiansyah@gmail.comPuteriyani Khairunisaputeriyanikhairunisa@gmail.comNabilah Aprilia Marwa Simatupangnabilahapriliamarwasimatupang@gmail.comNurul Fadia Amrinurulfadiaamri@gmail.comSyalha Nabila Chaniagosyalhanabilachaniago@gmail.comWinda Irma Asti Nasutionwindairmaastinasution@gmail.comDelfriana Ayu Astutydelfrianaayuastuty@gmail.com<p><em>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek penting dalam proyek pemasangan kubikel di Gardu Induk GIS PT PLN (Persero) Medan karena tingginya potensi bahaya dari pekerjaan kelistrikan bertegangan tinggi dan aktivitas konstruksi. Penelitian ini bertujuan menilai implementasi K3 dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja pada proyek tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 16 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 telah berjalan cukup baik, ditandai dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap, kepatuhan terhadap prosedur kerja aman, serta pelaksanaan briefing rutin sebelum bekerja. Area kerja tertata dengan baik, memiliki fasilitas darurat yang memadai, dan didukung pengawasan berkelanjutan melalui sistem pelaporan internal. Selain itu, penerapan Job Safety Analysis (JSA), Work Permit, dan Identifikasi Bahaya serta Pengendalian Risiko (IBPR) berkontribusi dalam membentuk budaya kerja aman di lingkungan proyek. Secara keseluruhan, implementasi K3 dinilai efektif dalam meminimalkan potensi kecelakaan dan mendukung kelancaran operasional proyek. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pengawasan, pelatihan berkelanjutan, serta penguatan budaya keselamatan untuk menjaga konsistensi penerapan K3 di proyek sejenis</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2085Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan Remaja Di Indonesia Tahun 2020-2025: Tinjauan Literatur2025-11-03T10:05:40+07:00Afrisa Eka Mustikaafrisa.eka.mustika-2022@fk.unair.ac.idAndriyanti Andriyantiandriyanti@fk.unair.ac.idLilik Djuarililik-d@fk.unair.ac.id<p><em>Kehamilan remaja merupakan salah satu isu kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi kehamilan, persalinan, dan kesehatan bayi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan remaja di Indonesia melalui tinjauan literatur. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, ResearchGate, dan DOAJ, dengan kriteria artikel yang diterbitkan tahun 2020-2025. Sebanyak 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis melalui analisis tematik untuk mengelompokkan pola dan kategori faktor. Hasil kajian menunjukkan bahwa kehamilan remaja dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan kesehatan reproduksi, dan perilaku pacaran berisiko. Sedangkan peran eksternal mencakup peran orang tua, pengaruh teman sebaya, kondisi ekonomi keluarga, dan paparan media informasi. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pencegahan terhadap kehamilan remaja. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam pengembangan program intervensi yang melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk memperkuat edukasi reproduksi, meningkatkan komunikasi orang tua-remaja, serta membatasi risiko perilaku seksual pada remaja</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1874Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Masyarakat Di Desa Kutalimbaru2025-09-04T15:50:55+07:00Dwi Syahputri Purbadwiisyahptr@gmail.comDiani Sari Panggabeandianisaripgbn@gmail.comNadya Ulfa Tanjungnadyaulfatanjung@uinsu.ac.idJihan Mawaddah Panejihanmawaddahh04@gmail.comNaila Sa'adahnailasaadah055@gmail.comDea Amanda250604dea@gmail.com<p><em>Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi nasional di Indonesia mencapai 33,4%. Di Puskesmas Kutalimbaru tercatat 685 kasus hipertensi pada periode Januari hingga Juli 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah masyarakat Desa Kutalimbaru. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan model pre-test dan post-test pada 20 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengukuran dilakukan 30 menit sebelum dan sesudah senam menggunakan tensi digital, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan seluruh responden berjenis kelamin perempuan dengan usia dominan 46–55 tahun (65%). Senam hipertensi menurunkan tekanan darah sistolik dari 135 mmHg menjadi 121,7 mmHg dan diastolik dari 85,4 mmHg menjadi 75,1 mmHg (p = 0,001). Senam hipertensi terbukti efektif menurunkan tekanan darah, sehingga direkomendasikan sebagai kegiatan rutin masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi secara nonfarmakologis</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1883Hubungan Perilaku Sedentari dan Konsumsi Mie Instan Dengan Komposisi Tubuh Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Megarezky2025-09-08T06:05:45+07:00Ainun Nuriainunuri3011@gmail.comHardyanty Subairhardyantysubair123@gmail.comEka Sari Ridwanekasariridwan@gmail.com<p><em>Perilaku sedentari dan konsumsi mie instan dapat memengaruhi komposisi tubuh, namun hubungan keduanya pada mahasiswa masih perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentari dan konsumsi mie instan terhadap komposisi tubuh—termasuk Indeks Massa Tubuh (IMT) dan persentase lemak tubuh—pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Megarezky.Metode penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan 54 responden yang dipilih secara acak. Data perilaku sedentari dan konsumsi mie instan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan IMT dan persentase lemak tubuh diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki IMT normal (59,3%) dan persentase lemak tubuh kategori standar plus (75,9%). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara perilaku sedentari dengan IMT (p=0,435) maupun persentase lemak tubuh (p=0,488). Namun, konsumsi mie instan menunjukkan hubungan signifikan dengan IMT (p=0,010) dan persentase lemak tubuh (p=0,000).Konsumsi mie instan berpengaruh signifikan terhadap komposisi tubuh, sementara perilaku sedentari tidak berpengaruh signifikan. Disarankan dilakukan edukasi gizi dan promosi aktivitas fisik untuk mencegah risiko obesitas</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1905Peran Kesehatan Mental Dalam Hubungan Pola Asuh dan Kesejahteraan Psychological Well-Being Terhadap Pencegahan NAPZA Pada Generasi Z2025-09-17T06:59:42+07:00Resty Amalia Putrititiamaliaputri31@gmail.comHadriyanti Syamhadriyantisyam@gmail.comIsmi Alif Yanti Nurssmialifyantinur@gmail.comMutmainnah Latiefmutmainnahlatief05@gmail.com<p><em>Penyalahgunaan Napza di kalangan remaja terus mengalami peningkatan dan menjadi isu serius yang berdampak pada kesehatan dan masa depan generasi muda. Salah satu faktor utama penyebabnya adalah masalah psikologis, termasuk kesehatan mental yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran mental health sebagai mediator dalam hubungan antara psychological well-being dan pola asuh otoritatif terhadap pencegahan penggunaan Napza pada remaja Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei cross-sectional yang bersifat kausal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model path analysis untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Uji mediasi dilakukan menggunakan uji Sobel pada taraf signifikansi 5%. Sampel sebanyak 331 peserta didik SMK Negeri dipilih melalui purposive random sampling. Hasil menunjukkan bahwa mental health berperan signifikan dalam menjembatani pengaruh psychological well-being (β = 0,40; p < 0,01) dan pola asuh otoritatif (β = 0,27; p < 0,01) terhadap upaya pencegahan penggunaan Napza. Kesimpulannya, terdapat </em><em>psychological well-being dan pola asuh otoritatif berpengaruh signifikan terhadap pencegahan penggunaan NAPZA pada remaja Generasi Z</em><em>. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi orang tua dan pihak sekolah untuk memperkuat dukungan emosional dan pola asuh yang positif guna meningkatkan ketahanan psikologis remaja terhadap bahaya Napza</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2015Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pemahaman Madamat Tentang Slogan “Isi Piringku” Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular2025-10-21T09:14:12+07:00Ilyu Ainun Najieian@unida.gontor.ac.idYusa Amin Nurhudayusaaminnurhuda@fk.unida.gontor.ac.idFara Fayo Faramarisafaranayofaramarisa@fk.unida.gontor.ac.idDeni Suriyenidenisuriyeni@gmail.comWachidah Nuril Insanwachidahnurilinsan@gmail.com<p><em>Indonesia menghadapi transisi perubahan gaya hidup, pola makan dan demografi yang menyebabkan meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). Salah satu faktor risiko utama PTM adalah pola makan yang tidak seimbang. Slogan “Isi piringku” merupakan pedoman gizi seimbang yang apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu pola makan sehat keluarga dan masyarakat. Penyuluhan kesehatan merupakan strategi edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait slogan “Isi Piringku”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pemahaman Madamat terkait slogan Isi Piringku sebagai upaya pencegahan PTM pada tingkat keluarga. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest, yang melibatkan 30 madamat. Madamat adalah istri dosen dan civitas akademika Universitas Darussalam Gontor (UNIDA). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang menghasilkan nilai signifikansi (p = 0,000). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rerata pemahaman madamat dari 59,03 sebelum penyuluhan menjadi 88,55 sesudah penyuluhan. Sedangkan nilai standar deviasi dari 20,178 menjadi sebelum penyuluhan 20,178 menjadi 12,375. Hasil tersebut menunjukkan penyuluhan kesehatan memiliki pengaruh positif pada peningkatan pemahaman Madamat mengenai slogan isi piringku sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Dengan demikian, penyuluhan Kesehatan dapat direkomendasikan sebagai intervensi edukatif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan utamanya isi piringku</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2176Hubungan Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus di Indonesia: Tinjauan Pustaka 2022-20252025-11-20T16:53:58+07:00Satria Akbar Putra Asmara23711076@students.uii.ac.id<p><em>Pada tahun 2019 International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan Indonesia Menempati peringkat ketujuh dari sepuluh negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak, yakni sekitar 10,7 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis hasil temuan terbaru mengenai hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet pasien diabetes melitus di Indonesia. Tinjauan pustaka dilakukan melalui penelusuran artikel yang terbit tahun 2022-2025 pada database Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect. Artikel terinklusi sebanyak 24 jurnal. Dari hasil tinjauan pustaka terhadap 24 jurnal diketahui bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus. Bagi pelayanan kesehatan diharapkan tenaga kesehatan tidak hanya memberikan edukasi diet kepada pasien, tetapi wajib melibatkan anggota keluarga inti</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2040Analisis Spasial Kasus Pneumonia Dengan Kepadatan Penduduk dan Potensi Banjir Di RSI Malahayati Medan Tahun 20232025-10-23T19:32:01+07:00Dea Febrinadeafebrina30@gmail.comNofi Susantinofisusanti@uinsu.ac.idJihan Dzakhirahjihandzakhirah@gmail.comFaradilla Diwantafaradilladiwanta@gmail.comAnanda Salsabila Amin Br. Bangunanandasalsabilaaminbrbangun@gmail.comNency Utami Br Barusnencyutamibrbarus@gmail.comSyifana Nadia Raisyasyifananadiaraisya@gmail.com<p><em>Pneumonia tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan spasial antara kasus pneumonia dengan kepadatan penduduk dan potensi bahaya banjir di Kota Medan. Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional dengan pendekatan ekologi berbasis analisis spasial, memanfaatkan data rekam medis RSI Malahayati Medan dan data BPS tahun 2023. Hasil menunjukkan autokorelasi spasial signifikan antara kasus pneumonia dengan kepadatan penduduk (Moran’s I = 0,285; p = 0,003) serta potensi bahaya banjir (Moran’s I = 0,215; p = 0,015), keduanya berpola mengelompok. Wilayah dengan kepadatan tinggi dan risiko banjir lebih besar memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kejadian pneumonia. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi kesehatan masyarakat yang difokuskan pada wilayah padat penduduk dan rawan banjir</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2039Inisiatif Mahasiswa Latihan Kerja Peminatan Dalam Pengembangan Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Publikasi DPKBPPA Kabupaten Langkat2025-10-29T09:15:46+07:00Reni Agustina Harahapreniagustina@uinsu.ac.idAmanda Natasya Gunawanamandanatasyagunawan@gmail.comAde Rismaaderisma2207@gmail.comMunanda Andinmunandaandin20@gmail.comBunga Nurjannah Geabungagea08@gmail.comRiski Aditia Hanafiriskiaditiahanafi@gmail.comFeby Ayu Putrifebyayuputri02@gmail.com<p><em>Kemajuan teknologi digital telah mendorong instansi pemerintah beradaptasi dengan pola komunikasi yang lebih cepat, luas, dan interaktif, salah satunya melalui pemanfaatan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pembuatan, strategi pengelolaan, kendala, serta dampak awal penggunaan akun Instagram Dinas PPKB & PPA Kabupaten Langkat sebagai sarana publikasi kelembagaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan pegawai dinas, observasi selama kegiatan Latihan Kerja Peminatan (LKP), serta analisis dokumentasi arsip unggahan akun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan akun Instagram oleh mahasiswa menghasilkan 25 unggahan awal yang terdiri atas konten edukasi dan publikasi kegiatan. Selama satu bulan pertama, akun mencapai sekitar 243 pengikut, menghasilkan lebih dari 17.300 tayangan, dan memperoleh interaksi tertinggi pada </em><em>konten perkenalan DPPKBPPA Kabupaten Langkat</em><em>. Desain konten disusun sederhana namun konsisten agar mudah dipahami oleh masyarakat. Kendala utama yang muncul adalah keterbatasan sumber daya manusia serta ketidakberlanjutan pengelolaan akun setelah masa LKP berakhir. Untuk menjaga keberlanjutan, dinas kemudian menunjuk seorang pegawai sebagai pengelola lanjutan. Pemanfaatan Instagram terbukti meningkatkan visibilitas program, memperluas jangkauan informasi publik, dan mendukung citra kelembagaan yang lebih modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi komunikasi</em><em>.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2125Discharge Planning dan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Stroke: Penelitian Cross-Sectional2025-11-16T16:22:41+07:00Nurul Jannahnuruljannah210819@gmail.comArif Rahmanarifrahman@gmail.comAnas Kiki Anugrahanaskikianugrah@gmail.comAmirul Kadafiamirulkadafi@gmail.comRenaldi Mrenaldim@gmail.comGina Sonia Gandhiginasoniagandhi@gmail.com<p><em>Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, termasuk melalui pelaksanaan discharge planning. Discharge planning adalah proses sistematis untuk membantu pasien dan keluarga mengidentifikasi kebutuhan serta menyusun rencana perawatan setelah pasien pulang dari rumah sakit. Hal ini sangat penting bagi pasien stroke yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan discharge planning dan dukungan keluarga dengan peningkatan kualitas hidup pasien stroke di Ruang Rawat Inap RSUD Bima Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan 30 pasien stroke yang dipilih melalui accidental sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara discharge planning dengan kualitas hidup pasien stroke (ρ = 0,011) dan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien stroke (ρ = 0,004). Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Discharge planning dan dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan peningkatan kualitas hidup pasien stroke, sehingga dengan meningkatkan mutu discharge planning secara terstruktur dan dukungan dari keluarga diharapkan lebih aktif memberikan dukungan serta rumah sakit perlu memperkuat edukasi berkelanjutan bagi pasien stroke</em><em>.</em></p>2025-12-04T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2069Pengaruh Assurance Dalam Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit: Meta-analisis dan Systematic Review Tahun 2015-20252025-10-29T08:56:31+07:00Nita Putriasti Mayarestyamayarestya@itekesmukalbar.ac.idAyu Diana Meilantikaayudianameilantika@gmail.comAyu Rizkyayurizky@gmail.com<p><em>Kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator untuk menilai keberhasilan serta kepuasan pasien terkait sistem pelayanan sekaligus menentukan loyalitas dan citra institusi kesehatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pengatuh dimensi assurance dalam kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian meta-analysis dan systematic review dengan menggunakan diagram PRISMA. Pencarian artikel menggunakan database dari Google Schoolar yang publish pada tahun 2015-2025. Kata kunci pencarian artikel antara lain “Kualitas Pelayanan” AND “Assurance” OR “Jaminan” AND “Kepuasan Pasien” AND “Rawat Inap” AND “Rawat Jalan” AND "Cross Sectional". Artikel dianalisis menggunakan diaram PRISMA dan aplikasi Review Mager 5.4. Meta-analisis terdiri dari 14 artikel cross-sectional, yaitu 6 artikel pada pasien rawat inap dan 8 artikel pada pasien rawat jalan. Assurance yang baik meningkatkan kepuasan pasien rawat inap sebesar 3.96 kali dibandingkan dengan kualitas pelayanan dengan assurance kurang baik (aOR= 3.96; CI 95% = 2.02 hingga 7.73; p = 0.02) dan hasilnya signifikan secara statistik. Assurance yang baik meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan sebesar 3.96 kali dibandingkan dengan kualitas pelayanan dengan assurancekurang baik (aOR= 5.18 ; CI 95% = 2.50 hingga 10.70 ; p = 0.005) dan hasilnya signifikan secara statistik</em><em>.</em></p>2025-12-04T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2169Hubungan Intensitas Konsumsi Alkohol Terhadap Kadar Kreatinin Serum Pada Pria Dewasa di Desa Sawahan, Kabupaten Trenggalek2025-11-18T15:30:16+07:00Indra Cahyadinataindracahyadinata@gamail.comIbnu Muhariawan Restuajiibnu.muhariawan@iik.ac.idPrima Agusti Lukisprimaagustilukis@gmail.comAlfian Noha Zulkarnainalfiannohazulkarnain@gmail.comSukadi Sukadisukadi@gmail.comKurniani Fatma Hardinikurnianifatmahardini@gmail.comAyuni Saraswatiayunisaraswati@gmail.com<p><em>Fenomena maraknya konsumsi alkohol dapat memicu risiko terhadap kesehatan, khususnya mengenai kecanduan dan dampaknya terhadap fungsi tubuh, seperti kinerja ginjal. Fungsi ginjal dapat dinilai dengan mengukur kadar kreatinin pada pria dewasa yang berada di rentang 0,7 - 1,2 mg/dL</em><em>. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara intensitas konsumsi alkohol dan kadar kreatinin serum pria dewasa di Desa Sawahan, Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dimana sebanyak 30 responden pria dewasa dipilih dengan metode purposive sampling. Pemeriksaan kadar kreatinin serum dilakukan dengan metode fotometeri. Analisis hubungan intensitas konsumsi alkohol dan kadar kreatinin serum menggunakan uji Spearman-Rho karena distribusi data bersifat tidak normal. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebanyak 40% responden intens mengonsumsi alkohol selama 5-10 tahun dan 60% intens mengonsumsi > 10 tahun. Hasil uji kadar kreatinin serum menunjukkan 60% memiliki kadar kreatinin normal, sementara 40% memiliki kadar abnormal. Uji Spearman-Rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas konsumsi alkohol dan kadar kreatinin (r = 0,539; p = 0,002). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara intensitas konsumsi alkohol dan kadar kreatinin serum. Konsumsi alkohol lebih dari 10 tahun berpotensi menimbulkan gangguan fungsi ginjal pada pria dewasa</em><em>.</em></p>2025-12-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2174Eksplorasi Faktor Sosial Budaya Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Suplemen dan Nutrisi Dalam Pencegahan Stunting di Desa Kesetnana2025-11-22T04:45:11+07:00Barbara Azalya Sarifudinbarbaraazalya34@gmail.comYeri Delsia Nenogasuyeridelsianenogasu@gmail.comFembrianus Sunario Tanggurfembrianussunariotanggur@gmail.comRoy Pinta Uliroypintaiuli@gmail.com<p><em>Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, terutama di pedesaan dengan pengaruh kuat norma budaya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor sosial budaya yang mempengaruhi pengetahuan dan pemanfaatan suplemen gizi dalam pencegahan stunting di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan yakni desain kualitatif studi kasus dengan populasi masyarakat desa. Sampel 15 informan (ibu hamil/menyusui, kader Posyandu, tenaga farmasi dan kesehatan, tokoh masyarakat, adat, agama) dipilih dengan purposive dan snowball sampling. Variabel meliputi pengetahuan suplemen dan nutrisi, faktor sosial budaya, serta praktik pemanfaatan suplemen gizi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, focus group discussion, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses pengkodean data (coding), pengelompokan pola narasi, dan penetapan tema utama yang relevan. Hasil menunjukkan pengetahuan fungsi suplemen masih terbatas, praktik konsumsi sangat dipengaruhi pantangan makanan, otoritas keluarga, serta peran tokoh adat dan agama, sedangkan pemanfaatan tablet tambah darah dan suplemen lain belum konsisten karena miskonsepsi dan kekhawatiran efek samping. Kesimpulannya, faktor sosial budaya menjadi penentu literasi dan pemanfaatan suplemen sehingga pencegahan stunting memerlukan edukasi sensitif budaya dan kolaborasi strategis tenaga farmasi, tenaga kesehatan, kader, serta tokoh lokal.</em></p>2025-12-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2128Faktor-Faktor Penentu Double Burden of Malnutrition Pada Tingkat Rumah Tangga: Tinjauan Naratif Global2025-11-16T16:13:23+07:00Amanda Jelita Eka Riani Johannisamanda.johannis@staf.undana.ac.id<p><em>Selama beberapa dekade terakhir, prevalensi kekurangan gizi menunjukkan penurunan, sementara angka overweight dan obesitas meningkat secara global, menghasilkan kondisi Double Burden of Malnutrition (DBM). Fenomena ini tidak hanya terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah, tetapi juga tidak jarang terjadi pada negara berpenghasilan tinggi. </em><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis data tentang faktor-faktor yang terkait dengan penentu</em><em> DBM dalam tinjauan global. Metode penelitian adalah Narrative Review. Pencarian literature dilakukan pada database terindeks PubMed dan Google Scholar, dalam bahasa Inggris. Terdapat 18.000 artikel penelitian dan hanya 8 yang memenuhi kriteria inklusi. Informasi tersebut dikumpulkan dengan rentang tahun 2020-2025, karakteristik studi, desain metodologis, populasi, intervensi, dan temuan utama terkait DBM di tingkat rumah tangga. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor negara seperti perbedaan wilayah urban-rural dan tahap transisi ekonomi; faktor rumah tangga, termasuk keamanan pangan dan status sosial ekonomi; serta karakteristik ibu yang berhubungan dengan pendidikan dan tinggi badan. Temuan ini menekankan perlunya pendekatan multisektoral dalam pengendalian DBM. Intervensi tidak dapat dibatasi pada strategi berbasis gizi, tetapi memerlukan dukungan kebijakan publik serta penguatan literasi gizi pada ibu untuk meningkatkan efikasi diri ibu dalam pengambilan keputusan terkait makan sehat dan perilaku menyiapkan makanan dalam rumah tangga</em>.</p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2140Pengaruh Edukasi Video Pendek dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur2025-11-16T16:04:02+07:00Hikmawati Hikmawatihikmaawaati@gmail.comMuthia Mutmainnahmuthia_mutmainnah@unja.ac.idYulia Indah Permata Sariyuliaindahp@unja.ac.idMeinarisa Meinarisameinarisa@unja.ac.idRina Oktariarina.oktaria@unja.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur di Puskesmas Talang Banjar Kota Jambi. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest pada 32 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan deteksi dini kanker serviks, dan edukasi diberikan menggunakan kombinasi media video pendek serta leaflet. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah edukasi, serta Mann-Whitney untuk menguji perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan karakteristik tertentu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan setelah intervensi, dengan rata-rata skor pretest berada pada kategori cukup dan meningkat menjadi kategori baik pada posttest. Nilai uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (< 0,05) yang menegaskan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari mean pretest 8,59 menjadi mean posttest 24,41, yang mengindikasikan efektivitas media edukasi yang digunakan. Edukasi menggunakan kombinasi video pendek dan leaflet terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar Kota Jambi</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2155Determinan Status Gizi Remaja Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tabukan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe2025-11-16T15:48:11+07:00Ferdinand GansalangiFerdinand.gansalangi31@gmail.comMeityn Disye Kasaluhem.kasaluhe@gmail.comAstri Juwita Mahihodymahihodyastri@gmail.comYana Sambekasambekayana@gmail.comMareike Doherty Patrasmareikepatras68@gmail.comGrace Angel Wuatengracewuaten@gmail.com<p><em>Remaja merupakan masa transisi dari masa anak menuju ke dewasa dimana muncul beberapa perubahan baik secara fisik, mental, emosional dan perubahan tersebut terjadi dengan cepat. Oleh karena terjadi peningkatan pertumbuhan dan perkembangan fisik secara signifikan, remaja membutuhkan zat gizi yang tinggi. Peralihan gaya hidup dan pola makan remaja cukup mempengaruhi tingkatan asupan maupun kebutuhan gizinya, Remaja merupakan kelompok rentan yang dapat mengalami berbagai permasalahan terkait kesehatan maupun gizi khusunya remaja putri. Terdapat beberapa alasan mengapa remaja putri termasuk dalam kelompok rentan. Hal ini disebabkan oleh percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh remaja yang membutuhkan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Selain itu, perubahan pola hidup dan kebiasaan makan menuntut penyesuaian asupan energi dan zat gizi. Alasan lain yang tidak kalah penting yakni terjadinya kehamilan, keikutsertaan dalam olahraga atau kegiatan dengan aktivitas fisik tinggi serta kecanduan alkohol dan obat.</em> <em> selain itu beberapa remaja putri juga mengkonsumsi makanan dalam jumlah berlebih dan pada akhirnya mengalami obesitas.</em><em> Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan status gizi remaja di Wilayah pesisir Kecamatan Tabukan Tengah. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu convenience sampling dengan jumlah sampel 127 responden. Berdasarkan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) mayoritas remaja di Kecamatan Tabukan Tengah termasuk pada kategori kurus (51,2%). Uji statistik faktor determinan status gizi menunjukkan pengetahuan (P Value = 0,857), Citra Tubuh ((P Value = 0,028), Aktivias Fisik (P Value = 0,660). Kesimpulan terdapat hubungan antara pandangan remaja tentang citra tubuh (body image) dengan status gizi remaja.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2130Ergonomic Analysis to Assess Comfort and Risk of Musculoskeletal Injuries in Office Workers at PT X Using Rosa's Method2025-11-16T16:17:46+07:00Baharuddin Siregarbaharuddinsiregar@gmail.comDewi Sri Wahyunidewisriwahyuni@gmail.comFatma Indrianifatmaindriani@uinsu.ac.idNadiyah Rahma Dalimunthenadiyahrahmadalimunthe@gmail.comM. Hadin Zakwanm.hadinzakwan@gmail.comRahmah Dwi Astirahmahdwiasti05@gmail.comRendi Darmansyahrendidarmansyah@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the level of workplace comfort and the risk of musculoskeletal injuries among office workers at PT X using the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) and Nordic Body Map (NBM) methods, as well as to examine the relationship between working posture and MSD complaints. This study uses a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach involving 50 respondents. The results indicate that most employees are categorized as having a moderate ergonomic risk (ROSA score 4-5), while a small portion has a high ergonomic risk (score 5). Based on the NBM results, most workers experience mild to moderate musculoskeletal complaints, particularly in the neck, shoulders, lower back, and wrists. The main factors contributing to ergonomic risk are non-adjustable office chairs and desks, as well as prolonged static working postures. Overall, the ergonomic conditions at PT X are relatively good. However, improvements in workstation facilities and increasing workers' awareness of ergonomic principles are necessary to reduce the risk of musculoskeletal injuries and enhance workplace comfort. As a large-scale plantation company, PT X faces a high potential risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) among its employees. This risk primarily stems from the nature of the work, which often requires repetitive or static activities</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2165Analisis Perilaku Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) Pada Remaja Putri Di Kabupaten Pati2025-11-18T15:33:30+07:00Faroidlillahi Kamalafkamalalaa@students.unnes.ac.idAlfiana Ainun Nisaalfianaainunnisa@gmail.comSofwan Indarjosofwanindarjo@gmail.com<p><em>Anemia dapat dicegah melalui konsumsi tablet tambah darah (Fe) secara rutin, namun tingkat kepatuhan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe) pada remaja putri di Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah 291 siswi remaja putri di SMP Negeri 1 Cluwak, dengan sampel sebanyak 187 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square atau uji alternatifnya dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan (p<0.001; PR= 3.59; 95% CI=2.56-5.05), sikap (p=0.001; PR= 1.52 95% CI=1.16-1.98), motivasi (p<0.001; PR= 3.27; 95% CI=2.45-4.38), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0.011; PR= 1.36; 95% CI=1.08-1.71), berhubungan secara signifikan dengan perilaku kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe). Sementara itu, dukungan sekolah, teman sebaya, keluarga, dan akses informasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Perilaku kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (Fe) dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, motivasi dan dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini terbatas pada desain potong lintang sehingga tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2074Pengembangan Booklet Digital Hipertensi Berbasis Research and Development dan Uji Keterbacaannya Pada Usia Produktif2025-11-17T08:35:03+07:00Arlies Zenitha Victoriaarlies@universitastelogorejo.ac.idResa Nirmala Jonaresanirmalajona@gmail.comSherly Arwindasherlyarwinda@gmail.com<p><em>Edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan, dan saat ini media digital seperti booklet digital semakin banyak digunakan karena kemudahan akses, fleksibilitas, serta efektivitasnya dalam meningkatkan self-management pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keterbacaan booklet digital bagi penderita hipertensi usia produktif sebagai langkah awal untuk memastikan efektivitas media edukasi kesehatan digital. Desan yang digunakan dalam penelitian ini Adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan research and development (R&D) untuk mengembangkan media edukasi booklet digital menggunakan platform Heyzine yang dilengkapi efek suara berbasis AI. Uji keterbacaan dilakukan terhadap 21 penderita hipertensi usia produktif di Kota Semarang melalui Cloze Test, Multiple Choice Questions, dan kuesioner subjektif. Dua orang reviewer melakukan penilaian dengan menggunakan instrumen The Patient Education Materials Assessment Tool–Printable version (PEMAT-P) yang mencakup domain understandability dan actionability. Hasil uji keterbacaan pada booklet digital menunjukkan skor Cloze Test sebesar 94,29%, MCQ sebesar 92%, dan kuesioner subjektif 4,22/5 yang seluruhnya tergolong sangat baik. Uji ahli menggunakan instrumen PEMAT-P menunjukkan nilai understandability 79,41% dan actionability 78,57%, menandakan media layak digunakan sebagai sarana edukasi hipertensi. Uji keterbacaan dan validitas menunjukkan bahwa media booklet digital memiliki tingkat pemahaman dan keterpakaian yang sangat baik, sehingga layak digunakan sebagai media edukasi bagi penderita hipertensi usia produktif. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah responden, reviewer serta instrumen uji keterbacaan media</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2089Analisis Kesesuaian Kualitas Air Minum Tirtanadi IPAM Hamparan Perak Dengan Baku Mutu Permenkes No. 2 Tahun 20232025-11-03T10:12:08+07:00Nur Ashilah Syafa Rangkutinurashilahsyafa2004@gmail.comNurkholisah Br Gintingnurkholisah.ginting@gmail.comSeptiani Rizka Fadillaseptianirizkafadilla@gmail.comNazla Anindyanazlaanindya45@gmail.comKemala Sari Damanikkemalasari8008@gmail.comSyafran Arrazysyafran.arrazy@uinsu.ac.id<p><em>Kualitas air minum perlu dianalisis karena berdampak pada kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Pengawasan rutin diperlukan untuk memastikan proses pengolahan berjalan efektif dan air yang dihasilkan aman dikonsumsi. Sebagai penyedia layanan, PERUMDA Tirtanadi IPAM Hamparan Perak bertanggung jawab menjamin mutu air sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air hasil pengolahan di IPAM Hamparan Perak berdasarkan parameter fisika dan kimia serta kesesuaiannya dengan baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan data sekunder berupa hasil uji laboratorium bulanan pada air olahan di unit reservoir IPAM Hamparan Perak. Data dianalisis dengan membandingkan setiap parameter terhadap baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Parameter yang dikaji mencakup fisika (warna, kekeruhan, bau) dan kimia (pH, sisa klor, Fe, Mn, NO₃, NO₂, Al, Cu, NH₃-N, dan SO₄). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter fisika dan kimia berada di bawah ambang batas yang ditetapkan, sehingga, air olahan IPAM Hamparan Perak memenuhi standar kualitas air minum dan layak untuk dikonsumsi</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2124Hubungan Budaya Patriarki dan Faktor Demografis Terhadap Pemilihan Jenis Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur di Kota Surabaya2025-11-16T16:15:07+07:00Roro Patricia Maheswari Hastoyororopatricia.09.2004@gmail.comBudi Utomobudiutomo@gmail.comRatna Dwi Jayantiratnadwijayanti@gamil.comSri Ratna Dwiningsihsriratnadwiningsih@gmail.com<p><em>Pemilihan kontrasepsi pada wanita usia subur dipengaruhi faktor sosial budaya dan karakteristik demografis. Meskipun Surabaya merupakan wilayah perkotaan dengan akses informasi dan layanan kesehatan yang baik, penelitian mengenai pengaruh budaya patriarki terhadap pemilihan kontrasepsi di lingkungan perkotaan masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan budaya patriarki dan faktor demografis dengan pemilihan jenis kontrasepsi pada wanita usia subur di Puskesmas Bulak Banteng dan Pacarkeling Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 96 wanita usia subur dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara budaya patriarki (p=0,235), usia (p=0,156), pendidikan (p=0,109), dan pekerjaan (p=0,076) dengan pemilihan jenis kontrasepsi. Mayoritas responden memiliki tingkat patriarki rendah, berpendidikan menengah, berusia >35 tahun, dan tidak bekerja. Kesimpulan, budaya patriarki dan faktor demografis tidak berpengaruh secara langsung terhadap pemilihan kontrasepsi. Keputusan penggunaan kontrasepsi dapat lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik sosial demografis, seperti ketersediaan layanan dan kemudahan akses informasi kesehatan reproduksi</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2113Korelasi Kebugaran Fisik dan Aktivitas Fisik Dengan Risiko Cedera Muskuloskeletal Pada Siswa2025-11-10T12:37:48+07:00Khairul Imamkhairulimam@respati.ac.idMohamad Judhamohamadjudha@gmail.comHusna Arwa Salsabilhusnaarwasalsabil@gmail.comDewi Setyaningsihdewisetyaningsih@gmail.comHeny Noor Wijayantihenynoorwijayanti@gmail.comMaulana Adzien Wijayamaulanaadzienwijaya@gmail.com<p><em>Kebugaran dan aktivitas fisik yang rendah dapat meningkatkan risiko cedera muskuloskeletal pada remaja. </em><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebugaran fisik dan aktivitas fisik dengan risiko cedera muskuloskeletal pada siswa. </em><em>Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 57 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner karakteristik siswa, Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), PAQ-A (Physical Activity Questionnaire for Adolescents), dan pengukuran kebugaran menggunakan 20-Meter Shuttle Run Test. </em><em>Hasil menunjukkan sebagian besar siswa memiliki aktivitas fisik rendah (57,89%), kebugaran fisik sangat kurang (77,19%), dan risiko cedera muskuloskeletal rendah (96,49%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara risiko cedera muskuloskeleta ldengan kebugaran fisik (p=0,469), aktivitas fisik (p=0,812), maupun keduanya secara simultan (p=0,829). Penelitian menyimpulkan bahwa faktor lain di luar kebugaran dan aktivitas fisik kemungkinan berkontribusi terhadap risiko cedera, sehingga perlu diteliti lebih lanjut</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2031Analisis Pengalaman Operator Mesin Terhadap Dampak Kebisingan dan Kelelahan Kerja Di PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk Dolok POM2025-10-22T14:43:38+07:00Nurhayati Nurhayatinurhayati1672@uinsu.ac.idNayla Indah Syahputrinaylaindahsyahputrri1702@gmail.comMufidah Harahapmufidahharahap@gmail.comElsti Alvionitaelstialvionita@gmail.comHerliana Gajahherlianagajah@gmail.comIzdhihar Rozananti Siregarizdhiharrozanantisiregar@gmail.com<p><em>Kebisingan adalah salah satu bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan industri, terutama dalam proses produksi yang melibatkan penggunaan mesin secara intensif. Paparan kebisingan yang melebihi ambang batas dapat menyebabkan gangguan pendengaran serta kelelahan kerja. Tujuan penelitian ini adalah memahami mendalam pengalaman subjektif pekerja terkait paparan kebisingan, kelelahan fisik maupun non-fisik, serta strategi adaptasi yang mereka lakukan dalam aktivitas kerja harian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan melibatkan enam informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kebisingan di area kerja berada pada 86–89 dBA, melebihi NAB 85 dBA, dan kondisi ini dirasakan operator sebagai sumber ketidaknyamanan, gangguan fokus, serta kelelahan yang muncul terutama pada akhir shift. Operator juga menyampaikan bahwa penggunaan APD telinga sudah tersedia namun belum optimal karena kebutuhan komunikasi dan kenyamanan operasional. Selain itu, pekerja mengembangkan strategi adaptasi informal seperti penggunaan isyarat tangan, pengaturan jarak dari sumber bising, dan memanfaatkan area yang lebih tenang saat istirahat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kebisingan memiliki dampak nyata terhadap kondisi kerja operator dan diperlukan penguatan program K3 yang lebih sistematis melalui pengendalian teknis, administratif, serta peningkatan kepatuhan APD</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2098Hubungan Diet Rendah Garam Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi2025-11-06T18:50:52+07:00Winda Puspita Regina Saputriwindapuspitaa05@gmail.comVidhia Umamiwindapuspitaa05@gmail.comFaizal Drissa Hasibuanvidhiaumami@yahoo.com<p><em>Hypertension is a major global health problem, and high sodium intake is known to increase blood pressure by affecting fluid balance and vessel resistance. This study aims to examine the relationship between adherence to a low-salt diet and blood pressure control in patients with hypertension. A systematic review was conducted using ten articles published between 2020 and 2025 from Google Scholar and ScienceDirect. Article selection used simple keyword filtering related to diet and hypertension. Results: All reviewed studies showed a significant relationship between low-salt diet adherence and reduced blood pressure, with most reporting improvements within two to four weeks of sodium restriction. Low-salt diet adherence is closely associated with better blood pressure control, supporting its role as an effective non-pharmacological strategy in hypertension management</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2161Determinasi Kesehatan Mental Narapidana: Peran Dukungan Sosial, Penyesuaian Diri, dan Optimisme Terhadap Resiliensi2025-11-18T15:36:58+07:00Nazir Ultama Anugrahnazirultama@gmail.comZulfa Indira Wahyunizulfaindirawahyuni@gmail.comSyahid Izharuddinsyahidizharuddin@gmail.comRedo Tridinata Wijayaredotridinatawijaya@gmail.com<p><em>Lingkungan lembaga pemasyarakatan yang memiliki tekanan tinggi menimbulkan kerentanan psikologis yang serius, sehingga diperlukan upaya memahami bagaimana narapidana dapat bertahan dan pulih secara mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi pengaruh dari dukungan sosial, penyesuaian diri, dan optimisme terhadap tingkat resiliensi pada narapidana. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 185 narapidana pria dewasa berusia 21 hingga 60 tahun dilibatkan sebagai subjek penelitian melalui teknik convenience sampling dan analisis regresi berganda diaplikasikan untuk menguji hipotesis penelitian. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dari dukungan sosial, penyesuaian diri, dan optimisme terhadap resiliensi narapidana. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel independen tersebut mampu menerangkan 40,3% varians dari resiliensi narapidana. Sementara itu, sisa 59,7% varians dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam ruang lingkup penelitian ini. Saran penelitian berdasarkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan dikembangkan lebih lanjut dalam studi mendatang, dengan menyertakan variabel-variabel lain yang berpotensi memengaruhi resiliensi narapidana, seperti psychological well-being, kepuasan hidup, self-efficacy, self-esteem, dan sejenisnya</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2057Pengaruh Penyuluhan Anti-Bullying Terhadap Pengetahuan dan Sikap Anak Dampingan PKPA Medan2025-10-26T15:59:40+07:00Nurul Anjaininurulanjaini483@gmail.comNur Hasanahnurhasanah@gmail.comDewi Agustinadewiagustina@gmail.comAyu Sukmaayusukma@gmail.comIsrayani Israyaniisrayani@gmail.com<p><em>Bullying merupakan tindakan agresif yang secara berkali-kali dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap individu lain yang lebih rentan. WHO mencatat bahwa secara global, sekitar 37% anak perempuan usia sekolah dan 42% anak laki-laki menjadi korban bullying. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak setelah melakukan penyuluhan anti-bullying pada anak dampingan PKPA Medan. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain one group pretest-postest. Sebanyak 30 anak dampingan PKPA dijadikan sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini, alat ukur yang digunakan berupa kuesioner yang dirancang untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan dan sikap responden sebelum maupun setelah dilaksanakannya kegiatan penyuluhan. Hasil pretest mengindikasikan bahwa sebagian besar responden masih memiliki pemahaman dan sikap yang kurang baik terhadap perilaku perundungan. Setelah dilakukan penyuluhan, terlihat adanya peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap anak. </em><em>Dengan nilai p sebesar 0,001 untuk variabel pengetahuan dan 0,002 untuk variabel sikap, hasil sebelum dan sesudah penyuluhan menunjukkan perbedaan yang signifikan, dalam analisis bivariat dengan uji sampel pasangan t-test</em><em>. Secara keseluruhan, hasil ini memperlihatkan bahwa penyuluhan anti perundungan memberikan pengaruh positif yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anak dampingan PKPA</em><em>.</em></p>2025-12-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2153Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Pencegahan Penyakit Infeksi Pencernaan Di Wilayah Rawan Banjir Pekalongan2025-11-16T15:49:36+07:00Alfiana Ainun Nisaalfiana_ainun@mail.unnes.ac.idWidya Hary Cahyatiwidyaharycahyati@gmail.comSugianto Parulian Simanjuntaksugiantoparuliansimanjuntak@gmail.comAyu Istiadaistiada@students.unnes.ac.id<p><em>Bencana banjir merupakan kejadian berulang di Kabupaten Pekalongan yang meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran pencernaan. Sekitar 23.066 ha wilayah berisiko banjir, dengan 10.119 ha berisiko tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan penyakit infeksi pencernaan di daerah rawan banjir. Pendekatan deskriptif digunakan melalui pelatihan berbasis pretest–posttest kepada 10 kader yang dipilih dari wilayah dengan kerentanan banjir tinggi. Materi meliputi pengelolaan air bersih, sanitasi, dan pencegahan diare serta penyakit infeksi pencernaan lainnya. Pengetahuan dan sikap kader diukur sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 13,02 menjadi 17,97 (p=0,000) dan skor sikap dari 47,20 menjadi 55,13 (p=0,000). Pelatihan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas kader sebagai garda terdepan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah penyakit infeksi pencernaan pada situasi banjir. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi sederhana berbasis kader efektif untuk diterapkan di wilayah rawan banjir lainnya</em><em>.</em></p>2025-12-10T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1928Informasi Kesehatan Digital dan Health Lifesyle Model Dalam Memperkuat Pencegahan HIV/AIDS Dimediasi Self-Care Pada Generasi Z2025-09-20T20:47:26+07:00Syamsinar Jamalsyamsinarjamal24@gmail.comIndri Primadiantyindriprimadianty@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh informasi kesehatan digital dan health lifestyle terhadap pencegahan HIV/AIDS yang dimediasi self-care pada generasi z.penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei cross-sectional dengan menerapkan model path analysis dalam teknik analisisnya. Populasinya ialah seluruh generasi Z yang bersatus peserta didik pada jenjang SMA yang berjumlah 25.178 siswa dengan sampel 394 siswa yang ditentukan menggunakan rumus pengambilan sampel slovin melalui Cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji Validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan statistik parametrik yakni analisis jalur dengan uji t dan uji sobel. </em><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung informasi kesehatan digital dan health lifetyle terhadap self-care generasi Z (P < 0,05), terdapat pengaruh langsung informasi kesehatan digital, health lifestyle dan self-care terhadap pencegahan HIV/AIDS generasi Z (P < 0,05),dan terdapat pengaruh tidak langsung informasi kesehatan digital dan health lifestyle terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui self care generasi Z (P sobel < 0,05).</em> <em>P</em><em>encegahan HIV-AIDS pada generasi Z tidak dapat hanya mengandalkan penyediaan informasi digital atau promosi gaya hidup sehat, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan self-care. Dengan pendekatan ini, generasi Z tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan juga aktor yang aktif dalam menjaga kesehatan dirinya sendiri</em><em>.</em></p>2025-12-16T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1653Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Desa Sembahe Baru: Studi Kuantitatif Deskriptif2025-07-13T16:03:03+07:00Meutia Nandameutianandaumi@gmail.comNurkholisah Br Gintingnurkholisah.ginting@gmail.comKemala Sari Damanikkemalasari8008@gmail.comHenny Irene Natalia Huluhennyirenenataliahoeloe@gmail.comLinda Liswana Nasutionlindaliswana066@gmail.com<p><em>Pencemaran lingkungan masih menjadi masalah serius di Indonesia yang terjadi akibat aktivitas manusia, terutama disebabkan oleh pengelolaan limbah yang kurang baik, di mana limbah rumah tangga menyumbang proporsi terbesar terhadap timbulan sampah nasional, sehingga diperlukannya peningkatan kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keterkaitan antara tingkat pendidikan serta pemahaman dengan sikap pengelolaan limbah di kalangan ibu-ibu rumah tangga di Desa Sembahe Baru. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Dari total sampel sebanyak 792 kepala keluarga, 89 responden diambil secara acak menggunakan rumus Slovin. Informasi dikumpulkan melalui beragam metode, seperti observasi, penyebaran angket, pengumpulan bahan dokumen, dan studi pustaka. Analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,000) dan pengetahuan (p = 0,000) dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Temuan ini mendukung keyakinan bahwa pendidikan dan pemahaman memiliki peran penting dalam mendorong tindakan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Untuk itu program edukasi lingkungan harus diperkuat dan diprioritaskan karena menjadi faktor kunci dalam membentuk perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan</em><em>.</em></p>2025-12-16T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2022Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Medan Tahun 20252025-10-21T08:15:53+07:00Nofi Susantinofisusanti@uinsu.ac.idTriswa Tianatriswatiana@gmail.com<p><em>Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi menular yang tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien tuberkulosis paru (TB) yang menjalani rawat inap di RS Bhayangkara Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel sebanyak 30 pasien TB paru yang terdiagnosis dan menerima pengobatan anti-TB. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner, serta dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan peningkatan kualitas hidup pasien (p=0,032). Pasien yang patuh cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan pasien yang tidak patuh. Kesimpulannya kepatuhan pengobatan TB sangat penting dalam mencapai kesembuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien, serta mencegah resistensi obat</em><em>.</em></p>2025-12-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2036Analisis Tingkat Kelelahan Kerja Subjektif Pada Pekerja Konstruksi Gedung Onkologi RSUP H. Adam Malik Medan Dengan Metode Subjective Self-Rating Test (SSRT)2025-10-29T09:58:21+07:00Iffah Adawiyyahiffahadawiyyah92@gmail.comFirzatul Khalishafirzatulkhalisha@gmail.comM. Fadlan Zulkadrim.fadlanzulkadri@gmail.comAhmad Shiddiq Simatupangahmadshiddiqsimatupang@gmail.comKevin Fahrezikevinfahrezi@gmail.comJahirsyah Manikjahirsyahmanik@gmail.comM. Iqbal Firdaus Matondangm.iqbalfirdausmatondang@gmail.comDelfriana Ayu Astutydelfrianaayuastuty@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kelelahan kerja subjektif pada pekerja besi di proyek pembangunan Gedung Onkologi RSUP H. Adam Malik Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 pekerja besi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Subjective Self-Rating Test (SSRT). Hasil menunjukkan bahwa 86,7% pekerja mengalami kelelahan kerja tingkat rendah, sedangkan 13,3% mengalami kelelahan kerja tingkat sedang. Gejala dominan adalah rasa haus (30%) dan rasa lelah di seluruh badan (20%). Hasil ini menunjukkan adanya risiko tersembunyi akibat jam kerja panjang (14 jam/hari) yang dapat meningkatkan potensi kelelahan kronis dan kecelakaan kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan program K3 yang mencakup manajemen jam kerja dan strategi hidrasi bagi pekerja konstruksi</em><em>.</em></p>2025-12-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2038Gambaran Tingkat Stres Kerja Pegawai Bidang Kesehatan Masyarakat Di Dinas Kesehatan Kota Medan2025-10-23T18:26:18+07:00Salianto Saliantosalianto_86@uinsu.ac.idKarfita Adhakarfita124@gmail.comNur Fasyila Tasyanurfasyilatasya@gmail.comHairum Nafsiah Purbahairumnafsiahpurba@gmail.comRini Handayani Nasutionrinihandayaninasution@gmail.comKhoirunnisa Lubiskhoirunnisalubis@gmail.comYeni Sabariah Nasutionyenisabariahnasution@gmail.com<p><em>Stres kerja merupakan kondisi psikologis yang muncul ketika terdapat ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu dalam memenuhinya. </em><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stres kerja pada pegawai bidang kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Kota Medan. </em><em>Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner OSI-R™ (Occupational Stress Inventory–Revised Edition) untuk mengukur tingkat stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai mengalami stres kerja, yaitu sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan 5 orang (16,7%) tidak mengalami stres. Kesimpulannya, diperlukan perhatian manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, memberikan dukungan sosial yang memadai, serta mengatur beban kerja secara proporsional untuk menekan tingkat stres kerja pegawai</em><em>.</em></p>2025-12-19T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2171Perbandingan Benefit Cost Analysis Laboratorium Dengan Metode KSO Reagen Rental dan Cost per Reportable Result2025-11-19T17:17:05+07:00Viola Shinta Dewiviolashintadewi210191@gmail.comAdila Kasni Astienaadilakasniastiena@gmail.comRima Semiartyrimasemiarty@gmail.comYurniwati Yurniwatiyurniwatiyurniwati@gmail.comDwi Yuliadwiyulia@gmail.comAbdi Setia Putraabdisetiaputra@gmail.com<p><em>Pembiayaan kesehatan merupakan komponen penting dalam menjaga keberlanjutan layanan rumah sakit, termasuk unit laboratorium yang membutuhkan dukungan alat, reagen, dan pemeliharaan rutin. Ketidakefisienan pembiayaan dapat menurunkan mutu pelayanan dan menghambat pemenuhan kebutuhan pasien. Pemeriksaan hematologi yang menjadi beban terbesar layanan laboratorium. Penurunan jumlah pemeriksaan pada 2024 tidak diikuti penurunan biaya, bahkan melampaui pagu anggaran sehingga mendorong perubahan skema pembiayaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi dua model pembiayaan laboratorium—Kerja Sama Operasional (KSO) Reagen Rental dan Cost Per Result Rate (CPRR)—untuk menentukan skema yang paling menguntungkan dan berkelanjutan. Pendekatan mixed method dengan strategi eksplanatoris sekuensial digunakan melalui analisis Benefit Cost Analysis serta wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan benefit moneter KSO Reagen Rental sebesar Rp12.903.315.976 dan CPRR sebesar Rp12.229.845.066. Total biaya KSO Reagen Rental mencapai Rp2.485.694.024, sedangkan CPRR Rp3.159.164.934. Benefit Cost Ratio masing-masing adalah 4,44 (Reagen Rental) dan 3,84 (CPRR). Seluruh informan menilai kedua skema memiliki kelebihan dan kekurangan, namun pemilihan perlu menyesuaikan kondisi keuangan dan kapasitas internal rumah sakit. Model KSO dinilai layak karena memberikan NPV positif dan BCR > 1, dengan Reagen Rental sebagai opsi paling menguntungkan. Disarankan rumah sakit mengutamakan skema Reagen Rental dan memperkuat perencanaan anggaran untuk menjaga efisiensi jangka panjang.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2042Analisis Faktor Keterlambatan Penyerahan Resume Medis Rawat Jalan Ke Unit Rekam Medis Rsi Malahayati2025-10-25T06:03:38+07:00Maharani Zahra Nasutionmaharanizahranst@gmail.comVira Zul Fahnyvirazulfahny@gmail.comIcha Febi Wardaniichafebiwardani@gmail.comPutri Aulia Rahmaputriauliarahma@gmail.comNazla Novrinda Saragihnazlanovrindasaragih@gmail.comAde Ilham KesumaAdeilhamkesuma@gmail.comFitriani P Gurningfitrianigurning@uinsu.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan penyerahan resume medis rawat jalan di Rumah Sakit Islam (RSI) Malahayati Kota Medan serta merumuskan upaya perbaikan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam pada empat informan kunci dan analisis data dengan teknik Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan penyerahan resume medis sebagian besar disebabkan oleh kesiapan dokter dalam memberikan tanda tangan, beban kerja yang tinggi, dan kurangnya sosialisasi terkait SOP penyerahan dokumen. Selain itu, ketidaktahuan perawat mengenai SOP pengembalian berkas, kurangnya pelatihan, serta minimnya penerapan sanksi juga berkontribusi pada keterlambatan tersebut. Keterlambatan ini berdampak pada terganggunya administrasi rumah sakit termasuk proses klaim dan penggajian karyawan. Penelitian menyimpulkan perlunya pelatihan rutin, peningkatan koordinasi antar unit, serta penegakan sanksi administratif untuk memperbaiki proses penyerahan resume medis. Studi ini memiliki keterbatasan karena berjenis kualitatif yang fokus pada makna dan konteks, sehingga hasil tidak dapat digeneralisasi secara luas</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2024Analisis Epidemiologi Komorbiditas Tuberkulosis Diabetes Mellitus Di Kota Medan Tahun 2022–20242025-10-21T08:57:18+07:00Dwi Mawandridwik.mawandri@gmail.comRevina Aulia Manurungrevinaauliamanurung@gmail.comNiswah Zhafira Komaruddinniswahzhafirakomaruddin@gmail.comNajla Rifda Syafitrinajlarifdasyafitri@gmail.comWan Yara Yasminwanyarayasmin@gmail.comNazli Ba’iah Kudadirinazliba’iahkudadiri@gmail.comNadya Ulfa Tanjungnadyaulfatanjung@gmail.com<p><em>Komorbiditas Tuberkulosis–Diabetes Mellitus (TB–DM) menjadi isu penting kesehatan publik yang tengah meningkat, khususnya di wilayah urban. Kompleksitas tumpang tindih kedua penyakit ini meningkatkan beban pengobatan, risiko komplikasi, dan tantangan dalam penanggulangan penyakit menular. Tujuan penelitian ini menganalisis epidemiologi TB–DM berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu di Kota Medan, 2022–2024. Metode Studi deskriptif observasional ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, yang dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, proporsi, dan tren tahunan kasus. Hasil penelitian menunjukan kasus TB–DM didominasi oleh laki-laki dan kelompok usia >46 tahun. Secara temporal, jumlah kasus menunjukkan tren peningkatan secara keseluruhan dari 1.485 (2022) menjadi 2.225 (2024), dengan kenaikan tajam sebesar 45,3% terjadi antara tahun 2022 dan 2023. Kesimpulan bahwa Tren peningkatan TB–DM ini menegaskan perlunya integrasi skrining ganda TB–DM di layanan primer untuk menekan beban penyakit ganda dan mendorong intervensi kesehatan berbasis wilayah</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2044Pengaruh Pelatihan Pengelolaan Layanan Hepatitis B Terhadap Pengetahuan Petugas Program Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama2025-10-26T14:52:27+07:00Darmayanti Darmayantidrmyntii28@gmail.comFatima Fatimafatiimah048@gmail.comAmelia Ameliaaamelia2022@gmail.comWahyudi Wahyudiapt.wahyudi@uinsu.ac.idHikmah Tin Panggabeanhikmahtin87@gmail.comKhairizah Afifahkhairizahafifah@gmail.comNurul Hidayahnurulhidayahh060404@gmail.comPutri Keza Hidayah Tanjungputritanjung265@gmail.com<p><em>Hepatitis B masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat layanan deteksi serta tata laksananya. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh pelatihan pengelolaan layanan Hepatitis B terhadap pengetahuan petugas program di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pretest–Posttest dengan total 30 peserta pelatihan. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dan dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 54,00 menjadi 92,93 setelah pelatihan, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,0001). Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai tata laksana Hepatitis B dan memiliki implikasi penting bagi penguatan upaya eliminasi Hepatitis B di tingkat pelayanan primer</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2141Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUD Raden Mattaher2025-11-16T16:05:36+07:00Mutiara Avritamutiaraavrita3@gmail.comIndah Mawartiindah_mawarti@unja.ac.idLisa Anita Sarilisaanitasaari@unja.ac.idYusnilawati Yusnilawatiyusnilawati@unja.ac.idSuryadi Imransuryadiimran72@gmail.com<p><em>Mutu pelayanan keperawatan merupakan aspek penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga mencakup kemampuan perawat dalam memberikan asuhan yang profesional, empatik, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 110 pasien rawat inap yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup, terdiri atas 30 pernyataan mengenai mutu pelayanan keperawatan dan 12 pernyataan mengenai kepuasan pasien. Analisis data menggunakan uji Spearman untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan keperawatan berada pada kategori cukup (62,7%), sedangkan lebih dari separuh pasien menyatakan tidak puas terhadap pelayanan yang diterima (54,5%). Uji Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,839 dengan p < 0,001, menandakan bahwa terdapat hubungan sangat kuat dan signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik mutu pelayanan yang diberikan perawat, semakin tinggi pula kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi perawat, komunikasi terapeutik, serta perbaikan fasilitas pelayanan sangat diperlukan untuk menghasilkan pelayanan keperawatan yang optimal dan berkelanjutan</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2103Optimalisasi Penggunaan Dosis PAC Dalam Proses Pengelolaan Air Bersih IPAM Deli Tua Menggunakan Metode Jar Test2025-11-06T18:54:17+07:00Yulia Khairina Asharyuliakhairinaa@uinsu.ac.idDeviani Arianti Putridevianiariantiputri@gmail.comDella Priscadellaprisca@gmail.comFazila Septiani Santosofazilaseptianisantoso@gmail.comFathi Farahat As Shofafathiumari16@gmail.comRaudhatul Jannahraudhatuljannah@gmail.com<p><em>Air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. PDAM Deli Tua menggunakan bahan koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dalam proses pengolahan air bersih. Namun, efektivitas PAC sangat bergantung pada dosis yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum PAC dalam proses pengolahanairbersih di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Deli Tua menggunakan metode Jar Test. Hasil penelitian ini memberikan manfaat praktis sebagai dasar penentuan dosis PAC yang lebih efisien dan ekonomis dalam operasional instalasi pengolahan air. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengelola PDAM dalam menjaga konsistensi kualitas air olahan serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Pengujian dilakukan pada tiga waktu pengambilan sampel, yaitu pagi, sore, dan malamhari, denganparameter utama kekeruhan dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum PAC bervariasiantara 24–28 ppm tergantung pada kondisi air baku. Pada pagi hari (kekeruhan 94 NTU), dosisoptimum adalah 28 ppm dengan efektivitas 98%. Pada sore hari (kekeruhan 25 NTU), dosis optimum24 ppm dengan efektivitas 93%. Sedangkan pada malam hari, dosis optimum kembalimeningkatmenjadi28 ppm dengan efektivitas 94%. Nilai pH pada seluruh pengujian relatif stabildikisaran 6,9–7,0, sesuai baku mutu air bersih. Dengan demikian, PAC terbukti efektif sebagai koagulan dalam proses pengolahan air bersih di PDAM Deli Tua. Penentuan dosis optimum perlu dilakukan secara berkala karena kondisi air baku dapat berubah setiap hari. Hasil penelitian ini diharapkan menjadiacuan bagi PDAM untuk meningkatkan efisiensi pengolahan air serta menghematpenggunaan bahankimia.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2086Efektifitas Teknik Buteyko Breathing Exersice Terhadap Kontrol Nafas Pada Anak Penderita ASMA2025-11-03T10:07:41+07:00Dewi Nur Sutiawatidewi.nur@bku.ac.idTatik Setiarinitatiksetiarini@gmail.comMonika Blesinkimonikablesinki@gmail.comUum Safariuumsafari@gmail.com<p><em>Asma pada anak mengakibatkan penyempitan jalan napas dikarenakan inflamasi yang menyebabkan mengi (wheezing) dan sesak napas sehingga akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Paparan terhadap berbagai alergen dan iritasi lingkungan dapat meningkatkan risiko Asma pada anak. Strategi non farmakologi yang dapat dilakukan adalah dengan Teknik Buyteko Breathing Exersice untuk mengontrol Asma pada anak usia sekolah. </em><em>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik non farmakologi </em><em>Buyteko Breathing Exersice untuk mengontrol Asma pada anak.</em><em> Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pre eksperimental (one group pre-post design) dengan populasi adalah anak penderita Asma di Kelurahan Pondok Rangon dengan sampel penelitian menggunakan total sampling berjumlah 12 anak. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi control asma menggunakan </em><em>control pause dan extended pause</em><em> dan metode analisis data yang digunakan adalah Dependent t-test. Hasil penelitian menunjukan </em><em>Buyteko Breathing Exersice efektif terhadap control asma pada anak dengan hasil </em><em>selisih mean 6.250 pada</em><em> control pause dan hasil selisih mean 7.000 pada extended pause dengan </em><em>p value = 0.000 (p<0.05). Disimpulkan bahwa Teknik Buteyko Breathing Exercise dapat membantu mengontrol napas pada anak penderita asma dan dapat diterapkan dalam implementasi asuhan keperawatan anak</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2059Pengaruh Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata L) dan Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Terhadap Penurunan Flour Albus Pada Akseptor KB2025-10-28T05:42:19+07:00Solichatin Solichatinsolichatin@unipasby.ac.idWidya Mayaniwidyamayani@gmail.com<p><em>Keputihan merupakan cairan (selain darah) dari vagina yang berasal dari leher rahim, dinding vagina atau kelenjar di sekitar organ reproduksi wanita..</em> <em>Salah satu pengobatan non farmakologi bagi penderita keputihan adalah rebusan Daun Sirsakdan Kunyit. Daun Sirsakmemiliki kandungan senyawa kimia bernama eugenol yang bersifat anti jamur dan dapat menangkal jamur candida albicans. Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Rebusan Daun Sirsak(Annona muricata L.) dan Kunyit (Curcuma Domestica Val.) terhadap Penurunan Flour Albus pada Akseptor KB. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pre-</em><em>post </em><em>test design. Populasi </em><em>sejumlah 60, dan sampel sejumlah 38 </em><em>yang diambil dengan metode purposive sampling</em><em>. Data yang digunakan data primer dengan lembar observasi, yang diolah dan dianalisis menggunakan uji </em><em>Wilcoxon. </em><em>Dari hasil uji wilcoxon didapatkan selisih negatif antara hasil pengukuran Flour Albus (pre-test) dan Flour Albus (post-test) adalah 38. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan Flour Albus yang dirasakan oleh responden sebelum dan setelah diberikan intervensi konsumsi </em><em>rebusan Daun Sirsakdan Kunyit</em><em>. Selisih positif antara hasil pengukuran Flour Albus (pre-test) dan Flour Albus (post-test) adalah 0 yang artinya tidak ada responden yang mengalami peningkatan Flour Albus. Berdasarkan output test statistic pada hasil uji wilcoxon, asymp sig (2-tailed) bernilai 0,001. </em><em>Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan Daun Sirsak(Annona muricata L.) dan Kunyit (Curcuma domestica Val.) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan kejadian Fluor Albus pada akseptor KB. Penurunan ini terlihat melalui perbaikan gejala, berkurangnya jumlah keputihan, serta peningkatan kenyamanan pada responden setelah intervensi diberikan</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2023Analysis of Community Knowledge, Practices, and Perceptions Regarding the Management of Leftover, Damaged, and Expired Medicines in Tegal Sari Village2025-10-21T09:11:06+07:00Nia Azzahrania.az04@gmail.comIndhika Tyas Watiindhikatys@gmail.comYovi Pranataindhikatys@gmail.comHilda Mulianahildamuliana@gmail.comSabda Wahabsabdawahab@gmail.com<p><em>Medicines play an important role in maintaining and restoring public health. However, limited knowledge and improper management can cause various problems, such as the accumulation of leftover medicines, the use of expired medicines, and the disposal of medicines that does not comply with regulations. This study aims to evaluate the level of knowledge, actions, and perceptions of the community regarding the management of leftover, damaged, and expired medicines in Tegal Sari Village, Belitang II District, East Ogan Komering Ulu Regency in 2025. This study used a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. A total of 86 respondents were selected using purposive sampling. The research instrument was a structured questionnaire that assessed the level of knowledge, actions, and perceptions of the community. Data analysis was performed descriptively and analytically using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the relationship between variables. The study showed a significant relationship between the variables of knowledge, actions, and perceptions of the community regarding the management of leftover, damaged, and expired medicines in Tegal Sari Village in 2025 with a p-value <0.05. Conclusion there is a significant relationship between knowledge, actions, and public perception and the management of leftover, damaged, and expired medicines in Tegal Sari Village. Although the respondents' knowledge and actions were in the good category, medicine management practices were still not fully in accordance with standards. Educational interventions and the provision of medicine disposal facilities are needed to improve safe medicine management behavior.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2158Pengaruh Video Clay Art Therapy Terhadap Pengetahuan Caregiver Tentang Terapi Rekreasi Untuk Pemulihan Pasien Pasca Stroke2025-11-16T15:46:18+07:00Putri Nur Lathifahputrinl84@gmail.comMeida Laely Ramdanimeidalaelyramdani@ump.ac.idSupriyadi Supriyadisupriyadi@gmail.comSri Supartisrisuparti@gmail.com<p><em>Keluarga sebagai caregiver memiliki peran penting untuk mendampingi dan memelihara kesehatan bagi keluarga yang menderita suatu penyakit, termasuk pada pasien pasca stroke. Keluarga dapat memberikan dukungan fisik dan emosional selama proses pemulihan. Salah satu dukungan yang dapat digunakan untuk rehabilitasi pasien stroke adalah menggunakan terapi clay sebagai terapi rekreasi. Dengan adanya dukungan yang baik dapat meminimalkan kecacatan dan ketergantungan terhadap orang lain akibat adanya proses imajinasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh video edukasi clay art therapy terhadap tingkat pengetahuan family caregiver tentang terapi rekreasi untuk mendukung pemulihan pasien pasca stroke. Metode yang digunakan melalui penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pre-posttest design. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan accidental sampling dan 62 caregiver sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi pre-post test setelah dilakukan penayangan satu kali video edukasi clay art therapy. Analisis data menggunakan bivariat dengan hasil Z hitung = -6.304 dan nilai Sig = 0.000. Hasil uji statistik didapatkan adanya pengaruh video clay art therapy pada pengetahuan caregiver dengan p-value 0,001 < 0,005 yang berarti terdapat peningkatan skor pengetahuan. Kesimpulan terdapat pengaruh yang lemah namun pasti dengan selisih 1.58 pada pemberian video edukasi clay art therapy terhadap tingkat pengetahuan family caregiver tentang terapi rekreasi, sehingga terapi clay dapat menjadi referensi untuk mendukung pemulihan pasien pasca stroke</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2047Analisis Kerangka COM-B Dalam Pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR): Studi Kualitatif2025-10-25T06:17:31+07:00Susilawati Susilawatisusilawati@uinsu.ac.idAtikah Pratiwitikahpratiwi9254@gmail.comSheila Megaranisheilamegarani285@gmai.comJelita Suryani Siregarjsuryanisiregar@gmail.comSavina Talitha Jasminesavinatalithajasmine@gmail.comMuhammad Faiz Panjaitanmuhammadfaizpanjaitan@gmail.comPutri Suci Ramadiahputrisuci1804@gmail.comBoy Shandyboyshandy@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di UPTD Khusus RSU Haji Medan berdasarkan Model COM-B (Capability, Opportunity, Motivation–Behavior). Analisis difokuskan pada bagaimana kemampuan, kesempatan, dan motivasi petugas membentuk perilaku pelaporan SKDR di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tiga informan yang terlibat langsung dalam kegiatan pelaporan SKDR. Informan dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan pengalaman dan keterlibatan aktif. Data dikumpulkan menggunakan panduan wawancara dan alat perekam, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengidentifikasi tema utama sesuai komponen COM-B. Hasil penelitian pada aspek Capability, petugas menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tujuan dan mekanisme SKDR, namun masih mengalami kendala keterampilan teknis akibat minimnya pelatihan formal. Pada aspek Opportunity, pelaksanaan didukung oleh ketersediaan sarana seperti komputer dan jaringan internet serta koordinasi antarunit, tetapi terhambat oleh ketiadaan SOP formal, pembagian tugas yang tidak terdokumentasi, dan lemahnya supervisi. Pada aspek Motivation, kesadaran profesional menjadi pendorong utama pelaporan, sementara motivasi eksternal rendah akibat minimnya apresiasi dan tidak adanya umpan balik dari manajemen maupun Dinas Kesehatan. Ketiga komponen ini saling memengaruhi dan menentukan efektivitas pelaporan SKDR. Kesimpulanya perlu penguatan kemampuan teknis, penyusunan SOP, peningkatan supervisi, dan pemberian apresiasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan SKDR di rumah sakit</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2025Hubungan Usia dan Masa Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di HAR 1 dan HAR 2 PLTGU PLN Nusantara Power UP Belawan2025-10-28T05:49:43+07:00Wasiyem Wasiyemwasiyem68@gmail.comDiani Sari Panggabeandianisaripgbn@gmail.comPivit Rahayupipit23888@gmail.comAnnisa Salsabila Simanjuntakannisasalsabilasimanjuntak30@gmail.comDwi Syahputri Purbadwiisyahptr@gmail.comMeutia Hafni Indah Trianameutiahafniindah@gmail.comWiranti Utami Panjaitanwirantiutamip@gmail.com<p><em>Pekerja di bagian Pemeliharaan (HAR) pembangkit listrik memiliki risiko tinggi mengalami kelelahan saat bekerja disebabkan karena paparan suhu tinggi, kebisingan, dan beban kerja fisik yang berat. Kelelahan akibat pekerjaan dapat mengakibatkan penurunan efektivitas kerja serta meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja di HAR 1 dan HAR 2 PLTGU PLN Nusantara Power UP Belawan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 30 pekerja di divisi pemeliharaan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari IFRC. Hubungan antara usia dan masa kerja dengan tingkat kelelahan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar pekerja mengalami tingkat kelelahan sedang (70%), sedangkan sisanya mengalami tingkat kelelahan rendah (30%). Gejala kelelahan fisik paling dominan adalah frekuensi minum meningkat (skor 90), nyeri punggung (skor 67), dan letih seluruh tubuh (skor 65). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,898) dan masa kerja (p = 0,338) dengan tingkat kelelahan kerja. Kelelahan kerja pada pekerja di bagian pemeliharan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja dan beban kerja fisik dibandingkan faktor individu seperti usia dan masa kerja</em><em>.</em></p>2025-12-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2065Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plush Terhadap Kejadian Demam Berdarah Di Desa Tanjung Morawa A: Studi Cross-Sectional2025-10-29T08:49:32+07:00Meutia Nandameutianandaumi@gmail.comDella Priscadellaprisca400@gmail.comSonya Tri Pratiwisonyatripratiwi@gmail.comWahyu Annisyahwahyuannisyah45@gmail.comNaila Salsabillahnailasalsabila488@gmail.comRizky Gunadigunadirizky69@gmail.com<p><em>Demam Berdarah Dengue (DBD) salah satu penyakit endemik yang terus menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Desa Tanjung Morawa A, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku masyarakat dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan kejadian DBD. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 97 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku menutup tempat penampungan air (p=0,036), tidak menggantung pakaian (p=0,002), penggunaan obat anti-nyamuk (p=0,037), dan pemasangan kawat kasa (p=0,001) dengan kejadian DBD. Sementara itu, perilaku lainnya, seperti menguras bak mandi (p=0,500), penggunaan kelambu (p=0,173), dan pemberian bubuk abate (0,694), tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan PSN 3M Plus untuk menurunkan angka kejadian DBD secara efektif.</em></p>2025-12-22T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2196Pengaruh Edukasi Media Poster Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai STBM Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Senembah2025-12-01T16:21:18+07:00Fatma Indrianifatmaindriani@uinsu.ac.idSuhada Ramadhanusuhadaramadhanu@gmail.comDavid Brando Pratama Tarigandavidbrandopratamatarigan@gmail.comRangga Muriansyah Daulayranggamuriansyahdaulay@gmail.comAhmad Zakiahmadzaki@gmail.comMuhammad Khair Gunawanmuhammadkhairgunawan@gmail.comRizky Gunadi Auliarizkygunadiaulia@gmail.com<p><em>Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan kesehatan lingkungan melalui perubahan perilaku masyarakat. Namun, masih banyak wilayah di Indonesia yang belum sepenuhnya memahami dan menerapkan lima pilar STBM secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media poster terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai STBM di wilayah kerja Puskesmas Bandar Senembah. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test. Penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi menggunakan media poster terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di wilayah kerja Puskesmas Bandar Senembah. yang melibatkan 52 responden menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian melibatkan 52 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan pengukuran pengetahuan dinyatakan secara konsisten dalam skor pengetahuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 4,02 pada pre-test menjadi 8,98 pada post-test, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini membuktikan bahwa edukasi melalui media poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang STBM. Media poster berperan sebagai sarana visual yang membantu penyampaian informasi secara jelas dan mudah dipahami, sehingga mendukung peningkatan pemahaman masyarakat terhadap lima pilar STBM dan penguatan upaya promosi kesehatan lingkungan</em><em>.</em></p>2025-12-22T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2043Analisis Peran Orang Tua Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Kecamatan Tabukan Utara Tahun 20252025-10-25T06:07:08+07:00Gracia Christy Tooychiachtooy@gmail.comJelita Siska Herlina Hinonaungjelitasiskaherlinahinonaung@gmail.comMelanthon Junaedi Umbohmelanthonjunaediumboh@gmail.comChristien Angreni Rambichristienangrenirambi@gmail.comMeityn Disye Kasaluhemeityndisyekasaluhe@gmail.comMaryati Agustina Tatangidatumaryatiagustinatatangidatu@gmail.com<p>Perilaku seksual pranikah di kalangan remaja sering dipengaruhi oleh faktor-faktor pendorong, seperti niat internal, dukungan sosial dari orang tua dan teman, kemudahan akses informasi terkait pornografi dan peluang yang mendorong perilaku seksual pranikah di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua dan perilaku seksual pranikah di kalangan remaja di Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian terdiri dari orang tua dan remaja, dengan jumlah sampel 120 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel konsekutif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang peran orang tua dan perilaku seksual pranikah, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki peran yang baik (71,7%), sementara mayoritas remaja menunjukkan perilaku seksual pranikah yang baik (99,2%). Meskipun uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara peran orang tua dan perilaku seksual pranikah (p = 0,110), analisis deskriptif mengungkapkan kecenderungan peran orang tua yang lebih baik dikaitkan dengan perilaku remaja yang lebih positif. Lebih lanjut, sikap menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual pranikah (p = 0,000). Kesimpulannya, peran orang tua, pengetahuan, dan sikap berperan penting dalam membentuk perilaku seksual pranikah yang sehat di kalangan remaja; oleh karena itu, intervensi berbasis keluarga perlu diperkuat melalui komunikasi terbuka dan pendidikan seksual yang komprehensif.</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2187Legal Authority and Protection for Anesthesia Practitioners Working Without Direct Anesthesiologist Supervision in Indonesian Hospitals2025-11-22T04:39:50+07:00Widigdo Rekso Negorowidigdo.wrn@itsk-soepraoen.ac.id<p><em>Anesthesia services are a critical component of hospital care and require clear legal authority and adequate legal protection to ensure patient safety and professional accountability. In Indonesia, the unequal distribution of anesthesiologists has resulted in anesthesia practitioners (penata anestesi) frequently providing services without direct specialist supervision, creating inconsistencies between legal norms and clinical practice. This study aims to analyze the legal authority and legal protection of anesthesia practitioners working without direct supervision from anesthesiologists within the Indonesian health law framework. This research employs a normative juridical method using statute and conceptual approaches by examining Law No. 17 of 2023 on Health, Minister of Health Regulation No. 18 of 2016, and relevant legal literature. Data were analyzed through qualitative normative legal analysis. The findings indicate that Permenkes No. 18 of 2016 imposes restrictive delegation of authority, particularly in private hospitals and emergency situations, which does not adequately reflect workforce shortages and exposes anesthesia practitioners to criminal, civil, and administrative legal risks. In conclusion, inconsistencies between legal regulations and healthcare realities weaken legal certainty and legal protection for anesthesia practitioners, highlighting the need for regulatory harmonization that balances professional competence, patient safety, and legal certainty</em><em>.</em></p>2025-12-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2149Analisis Spasial Keluarga Risiko Stunting Berdasarkan Jamban Tidak Layak dan PUS 4T di Dinas PPKB Kota Binjai Tahun 20242025-11-16T16:00:36+07:00Rani Surayaranisuraya@uinsu.ac.idAssyifa Azzahra Salsabilaassyifaazzahrasalsabila@gmail.comDinda Natasya Putridindanatasyaputri@gmail.comKhoirunnisa Khoirunnisakhoirunnisa@gmail.comRumaisha Assyifarumaishaassyifa@gmail.comSiska Rahmadani Rambesiskarahmadanirambe@gmail.com<p><em>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Kota Binjai masih menghadapi tantangan keluarga risiko stunting meskipun berbagai program telah dijalankan oleh Dinas PPKB. </em><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial distribusi keluarga berisiko stunting di Kota Binjai serta hubungannya dengan faktor lingkungan dan kesehatan reproduksi. Penelitian menggunakan desain cross sectional berbasis pendekatan ekologi dengan data sekunder tahun 2024 yang diperoleh dari Dinas PPKB Kota Binjai. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Metode Moran’s Index dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan uji statistik pada program GeoDa. Hasil menunjukkan bahwa risiko stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Binjai Utara dan Binjai Selatan, sedangkan Binjai Kota memiliki risiko terendah. Nilai Global Moran’s I untuk seluruh variabel bernilai negatif dengan p-value > 0,05, menandakan tidak adanya autokorelasi spasial yang signifikan dan pola penyebaran yang cenderung acak. Kesimpulannya, distribusi keluarga berisiko stunting di Kota Binjai bersifat heterogen tanpa pola pengelompokan yang signifikan. Diharapkan kepada pengambil kebijakan untuk mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki kualitas kesehatan dan lingkungan berdasarkan pola persebaran kasus keluarga risiko stunting di Kota Binjai</em><em>.</em></p>2025-12-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2019Gambaran Kualitas Surveilans Tuberkulosis Di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Tahun 20242025-10-20T07:11:18+07:00Nofi Susantinofisusanti@gmail.comAzzahra Al Adawiyahazzahraaladawiyah25@gmail.comNaila Sa`adahnailasa`adah@gmail.comFildzah Hasyyati Andilafildzahhasyyatiandila@gmail.comCut Moelyana Moelycutmoelyanamoely@gmail.com<p><em>Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan sistem surveilans yang kuat untuk mendukung upaya pengendalian dan penanganan penyakit secara efektif. Surveilans TB berfungsi mengumpulkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan, pemantauan dan evaluasi program pengendalian TB. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kualitas pelaksanaan surveilans tuberkulosis di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara tahun 2024 berdasarkan komponen alur surveilans. Penelitian menggunakan desain evaluasi dengan pemilihan informan secara purposive, melibatkan petugas Poli Infeksi Paru dan petugas rekam medis yang berperan langsung dalam pengelolaan data TB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen surveilans dari pengumpulan data, pencatatan, pelaporan, analisis, tindak lanjut sampai diseminasi informasi, telah berjalan baik dan terintegrasi melalui sistem SITB dan SIMRS. Integrasi digital tersebut meningkatkan ketepatan waktu, akurasi, serta efisiensi pelaporan. Namun ketiadaan petugas surveilans khusus atau tenaga epidemiologi masih menjadi kendala dalam optimalisasi respon dan pemantauan kasus. Kesimpulannya, kualitas surveilans TB di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara tergolong baik, meskipun diperlukan penguatan sumber daya khusus untuk meningkatkan efektivitas program surveilans</em><em>.</em></p>2025-12-26T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2143Analisis Pelaksanaan Supervisi Klinis Pada Kebijakan Pembatasan Keterlibatan PPDS Level 1 Di RS X Medan2025-11-16T15:52:31+07:00Rapotan Hasibuanrapotanhasibuan@gmail.comDea Rizka Ananda Pulungandearizkaanandapulungan@gmail.comDewi Syahfitridewisyahfitri@gmail.comDifa Adeliadifaadelia@gmail.comAyu Cahaya Hasibuanayucahayahasibuan@gmail.comRizka Fauziah Salsabilarizkafauziah.salsabila2004@gmail.com<p><em>Supervisi klinis memiliki peran penting dalam menjamin mutu pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), terutama di lingkungan berisiko tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD). RS X Medan menerapkan kebijakan pembatasan keterlibatan PPDS level 1 sebagai langkah untuk meningkatkan keselamatan pasien dan menjaga efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan supervisi klinis dalam kebijakan tersebut menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen dengan informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini mampu menurunkan risiko kesalahan tindakan serta memperbaiki koordinasi layanan, namun mengurangi kesempatan PPDS level 1 memperoleh pengalaman klinis langsung dan meningkatkan beban supervisi bagi PPDS level 2 dan DPJP. Implementasi kebijakan didukung oleh komitmen manajemen serta budaya keselamatan, tetapi terkendala keterbatasan jumlah pembimbing dan belum optimalnya sistem rotasi pendidikan. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan efektif dalam meningkatkan keselamatan pasien, namun membutuhkan penguatan strategi supervisi dan model pembelajaran alternatif untuk menjaga keberlanjutan kompetensi PPDS level 1</em><em>.</em></p>2025-12-26T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2055Implementasi Promosi Kesehatan Di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Tahun 20252025-10-26T15:01:39+07:00Zuhrina Aidhazuhrinaaidha@uinsu.ac.idRidho Angga Amalonaridhoanggaamalona@gmail.comOktafera Halmi Qur-anioktaferahalmi@gmail.comSiska Melindasiskamei122003@gmail.comFauziah Handokofauziahando.ko13@gmail.comLydia Paramithalydiaparamitha04@gmail.comAndwina Andwinaandwina66@gmail.comNiswa Nurdillaniswanurdillah@gamail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya PKRS dalam meningkatkan kesadaran, sikap, dan perilaku sehat pasien serta keluarga mereka, serta mendukung pencapaian status kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara mendalam dengan petugas PKRS, serta tinjauan dokumen rumah sakit. Implementasi PKRS telah berjalan cukup baik, ditandai dengan adanya unit PKRS khusus dan dukungan dari manajemen rumah sakit melalui penyusunan SOP dan pemantauan serta evaluasi rutin. Kegiatan promosi kesehatan dilakukan melalui edukasi individu atau kelompok, serta memanfaatkan media cetak, elektronik, dan media sosial. Penelitian ini menemukan beberapa hambatan, termasuk keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan waktu pasien yang terbatas untuk berpartisipasi dalam penyuluhan. Aksesibilitas program dianggap cukup baik karena informasi kesehatan dapat diakses melalui berbagai layanan rumah sakit dan media sosial. Secara keseluruhan, PKRS di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara telah dilaksanakan sesuai standar, meskipun masih memerlukan penguatan dalam hal sumber daya dan dukungan anggaran untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan berkelanjutan</em><em>.</em></p>2025-12-26T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2063Perbedaan Terapi Akupresure Titik Sp4 dan Aromaterapi Peppermint Pada Ibu Hamil Dengan Emesis Gravidarum2025-11-30T07:35:32+07:00Fadila Windi Kusumafadilawindik@gmail.comAgeng Septa Riniagengseptarini@gmail.comJesy Fatimahjesyfatimah@gmail.com<p><em>Emesis gravidarum adalah salah satu kondisi yang paling umum dialami Wanita hamil, terutama selama trimester pertama. Adapun gejala ini meliputi mual dan muntah yang sering kali mengganggu rutinitas harian dan menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Secara global, prevalensi emesis gravidarum diperkirakan terjadi pada 50-90% ibu hamil dengan tingkat keparahan yang beragam. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara terapi akupresur pada titik Sp4 dan aromaterapi peppermint pada ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum di TPMB Bidan Desti Arisanti Bogor tahun 2025. Metode yang digunakan Quasi Experiment dengan</em><em> pendekatan </em><em>pre and posttest two group. Teknik sampling menggunakan purpossive sampling, yaitu 30 ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan </em><em>17 ibu hamil (56,7%) dengan mual dan muntah ringan</em><em>, s</em><em>ebelum diberikan intervensi aromaterapi pepeprmint mual muntah ringan 9 ibu hamil (26,7%) dan sesudah </em><em>intervensi </em><em>tidak mengalami mual muntah 11 ibu hamil (73,3%)</em><em>, </em><em>sebelum diberikan intervensi terapi akupresure Sp4 mual muntah ringan sebanyak 8 ibu hamil (53,3%) dan sesudah intervensi tidak mengalami mual muntah sebanyak 7 ibu hamil (46,7%)</em><em>, d</em><em>idapatkan aroma terapi peppermint dan terapi akupresure pada titik Sp4 sama-sama mengurangi secara efektif tingkat emesis gravidarum pada Wanita hamil </em><em>trimester I di </em><em>TPMB Bidan Desti Arisanti Bogor Tahun 2025 dengan nilai p value 0,001 < 0,05 dan selisih mean 0,53. Kesimpulannya terdapat perbedaan efektivitas terapi akupresure sp4 dan aromaterapi peppermint terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I</em><em>.</em></p>2025-12-26T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1887Penerapan Aromaterapi Mawar Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi2025-09-09T06:50:00+07:00Filimbarasi Duhafillymbarasiduha1975@gmail.comLoriza Sati Yanlorizasatiyan@gmail.comErnawati Ernawatiernawati@gmail.com<p><em>Hipertensi dikenal dengan The Silent Killer. Pada kondisi ini pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHG sehingga berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, ginjal dan lainnya yang berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Penatalaksaan dalam mengatasi hipertensi terbagi menjadi farmakologi dan nonfarmakologis. Penatalaksanaan nonfarmakologis salah satunya dengan melakukan pencegahan dan pengendalian stres dengan teknik relaksasi berupa pemberian aromaterapi mawar Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus deskriptif yang dilakukan kepada 2 pasien Hipertensi selam</em><em>a</em><em> 7 hari yaitu pada tanggal 24 sampai 30 April 2025</em><em>. Fokus dalam studi kasus ini adalah penerapan aromaterapi mawar untuk menurunkan tekanan darah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, dan pengisian lembar observasi tekanan darah. Hasil implementasi menunjukkan bahwa ada penurunan tekanan darah. Diharapkan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat di Puskesmas Kasang Pudak Kabupaten Muaro Jambi dapat meningkatkan peran dalam melakukan penerapan aromaterapi mawar kepada masyarakat secara rutin khususnya pada pasien hipertensi.</em></p>2025-12-26T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1658Keluhan Kesehatan Akibat Penggunaan Air Conditioner (AC) Mahasiswa FKM UINSU Medan2025-07-13T16:06:00+07:00Meutia Nandameutiananda@gmail.comImsakina Naylaimsakinan@gmail.comNazwa Ayudhia Ghani Damaniknazwaayudhiaghanidamanik@gmail.comRangga Muriansyah Daulayranggamuriansyahdaulay@gmail.comSalvi Syafitrisalvisyafitri@gmail.comElsa Yoreina PurbaElesayoreinapurba@gmail.com<p><em>Penggunaan air conditioner (AC) telah menjadi kebutuhan penting dalam lingkungan perkuliahan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Namun, penggunaan AC yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluhan kesehatan yang dialami mahasiswa akibat penggunaan AC di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UINSU) pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan teknik purposive sampling, melibatkan 96 responden yang mengisi kuesioner daring mengenai data demografis, durasi penggunaan AC, keluhan kesehatan, serta sikap terhadap pelestarian lingkungan kampus. </em><em>Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (86,5%) dan berusia 19–21 tahun (89,6%). Sebagian besar mahasiswa menggunakan AC selama 3–4 jam per hari (59,4%), dan sebanyak 21,9% di antaranya mengaku mengalami keluhan kesehatan. Selain itu, 35,5% mahasiswa menunjukkan sikap kurang peduli terhadap lingkungan kampus. Temuan ini mengindikasikan masih rendahnya kesadaran akan dampak kesehatan dan lingkungan dari penggunaan AC. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif dan kebijakan kampus yang mendukung penggunaan AC secara bijak dan ramah lingkungan</em><em>.</em></p>2025-12-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1821Efektifitas Video Edukasi Gizi Melalui Tiktok dan Instagram Terhadap Peningkatan Pengetahuan Anemia Pada Remaja Putri2025-08-12T06:13:27+07:00Ni Ketut Karianiketutkariani@uwn.ac.idBimo Ragilbimoragil@gmail.comMasfufah Masfufahmasfufah@gmail.com<p><em>The lack of engaging nutrition education for adolescents oftenleads to poor food choices, contributing to a high incidence of anemia among adolescent girls. This study aims to determine the effectiveness of nutrition education videos delivered through tiktok and instagram in improving knowledge about anemia among female students at SMA 5 Palu. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, involving 60 female students selected using the slovin formula from a population of 152 students. Data were collected using a knowledge questionnaire about anemia and analyzed using the paired T-Test.the results showed a significant improvement in knowledge scores after the intervention. In the TikTok group, the mean score increased from 29.7to 1.07 with a p-value of 0.000 ( p </em><em>≤ 0.05), while in the Instagram group, the mean score increased from 2.43 to 1.27 with a </em><em>p-value of 0.004 ( p </em><em>≤ 0.05). The TikTok group demonstrated a greater improvement compared to the Instagram group. It can be concluded that nutrition education videos delivered through TikTok and Instagram effectively increase knowledge about anemia among adolescent girls, with TikTok showing higher effectiveness. The use of social media based nutrition education videos is recommended as innovative and youth-friendly strategy for health promotion</em><em>.</em></p>2025-12-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2012Hubungan Beban Kerja Terhadap Stres Kerja Pada Pegawai Pengawas Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara2025-10-21T08:42:24+07:00Susilawati Susilawatisusilawati@uinsu.ac.idAsni Zaharazaharaasni11@gmail.comIsnaini Alya Amanda Dalimuntheisnainialya2020@gmail.comNadia Safira Siregarsiregarnadiasafira@gmail.comNazwa Syafira Irwani Siregarnazwasyafira2804@gmail.comRahel Navilia Sihiterahelnvliasht@gmail.comTita Artilaartilatita81@gmail.com<p><em>Beban kerja yang tidak dikelola secara optimal dapat memicu stres kerja dan berdampak pada kesehatan serta kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada pegawai Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Kuantitatif dengan Desain Survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, dengan sampel sebanyak 41 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner dengan skala ordinal, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja pada kategori sedang (58,5%) dan stres kerja pada kategori rendah (73,2%). Analisis Uji Chi Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0.000 < 0,05, </em><em>yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja dengan arah hubungan positif, dimana peningkatan beban kerja diikuti oleh peningkatan tingkat stres kerja. </em><em>Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan beban kerja yang proporsional serta dukungan organisasi untuk mencegah peningkatan stres kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produkti</em><em>f</em><em>.</em></p>2025-12-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2016Persepsi Pegawai Terhadap Program Reward Di Seksi Pelayanan Primer Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara2025-10-21T08:26:10+07:00Rapotan Hasibuanrapotanhasibuan@uinsu.ac.idZahra Andinizzahraandinii@gmail.comOryza Sativa H Sihotangoryzasativasihotang@gmail.comNur Indah Rahma Dillanaindah0113@gmail.comNadhilah Hasibuannadhilahasibuan@gmail.comNadia Amanda Azwanadiaamandaazwa@gmail.comAssyifa Deswita Marpaungassyifadeswita15@gmail.com<p><em>Persepsi tenaga pelayanan primer terhadap rencana pemberian reward oleh Kepala Seksi di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sangat penting untuk memahami efektivitas motivasi kerja di lingkungan pemerintahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana tenaga pelayanan primer memandang dan menilai rencana pemberian reward tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi, dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan mayoritas pegawai memandang positif reward karena dapat meningkatkan semangat dan produktivitas kerja, meskipun ada kekhawatiran terkait kompetisi yang berlebihan. Kesimpulan, reward yang adil dan transparan dapat meningkatkan motivasi dan loyalitas pegawai dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi</em><em>.</em></p>2025-12-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2095Analisis Risiko Ergonomi Pada Pekerja Pembuat Ikan Asar Di Desa Waesili Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan2025-11-03T13:40:00+07:00Herlien Sinayherliensinay@gmail.comNurfina Deteknurfinadetek@gmail.comLukman La Basylukmanlabasy@gmail.comIswandi Fatarubaiswandifataruba@gmail.com<p><em>Masalah ergonomi merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan kerja yang dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal (MSDs) serta menurunkan produktivitas. Aktivitas pengolahan ikan asar dilakukan dengan posisi kerja yang kurang ergonomis dan berulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pembuat ikan asar di Desa Waesili, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 30 pekerja yang diambil secara total sampling. Risiko ergonomi diukur menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map (NBM). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa s</em><em>ebagian besar pekerja memiliki risiko ergonomi sedang hingga tinggi, pada tahap pembersihan (86,7%), penjemuran (72,3%), dan pengasaran (70%). Keluhan muskuloskeletal dominan pada leher dan punggung, dengan tingkat keluhan sedang sebesar 80% dan tinggi 20%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal (p = 0,283). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal (p > 0,05). Disarankan adanya perbaikan desain kerja serta edukasi postur ergonomis untuk menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal</em><em>.</em></p>2025-12-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2315Hubungan Perubahan Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Dengan Kejadian Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di TPMB Bdn. Pepi Herfianti Tahun 20252025-12-21T13:44:30+07:00Nela Novita Sarinelanovitasari@yopmail.comYesi Maifitayesimaifita@gmail.com<p><em>Kehamilan merupakan proses fisiologis yang ditandai oleh perubahan anatomi dan fisiologi berbagai sistem tubuh, termasuk sistem pencernaan, yang dipengaruhi oleh peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Perubahan tersebut sering menimbulkan keluhan mual dan muntah, terutama pada trimester pertama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan anatomi dan fisiologi sistem pencernaan dengan kejadian mual muntah pada ibu hamil trimester I di TPMB Bdn. Pepi Herfianti, Sungai Sariak. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 ibu hamil trimester I, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner perubahan anatomi fisiologi sistem pencernaan dan instrumen Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) untuk menilai tingkat mual dan muntah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil trimester I yang mengalami perubahan anatomi dan fisiologi sistem pencernaan cenderung mengalami mual dan muntah dengan tingkat sedang hingga berat. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan anatomi fisiologi sistem pencernaan dengan kejadian mual muntah pada ibu hamil trimester I (p = 0,038). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara perubahan anatomi dan fisiologi sistem pencernaan dengan kejadian mual muntah pada ibu hamil trimester I di TPMB Bdn. Pepi Herfianti, Sungai Sariak</em><em>.</em></p>2025-12-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2083Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Serum Mikroemulsi Kombinasi Ekstrak Makroalga Merah (Gracilaria sp.) dan Makroalga Cokelat (Turbinaria ornata) dari Perairan Lombok2025-12-10T20:31:53+07:00Almahera Almaheraeraalmahera@gmil.comFaelga Sara Rosianafaelgasararosiana@agmail.comNi Komang Wijani Yantinikomangwijaniyanti@gmail.comMuhammad Fajrimuhammadfajri@gmail.comHaikal Akbarhaikalakbar@gmail.com<p><em>Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi sumber daya kelautan yang besar, termasuk makroalga yang kaya akan senyawa bioaktif berpotensi sebagai antioksidan. Makroalga merah (Gracilaria sp.) dan makroalga cokelat (Turbinaria ornata) diketahui mengandung senyawa fenolik dan pigmen yang mampu menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serum mikroemulsi kombinasi ekstrak Gracilaria sp. dan Turbinaria ornata dari perairan Lombok serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Ekstrak makroalga diformulasikan ke dalam bentuk serum mikroemulsi, kemudian diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH dan FRAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serum mikroemulsi kombinasi ekstrak makroalga memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, dengan nilai IC₅₀ sebesar 52,3471 ppm pada metode DPPH dan nilai IC₅₀ ekuivalen sebesar 54,9285 ppm pada metode FRAP. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa serum mikroemulsi kombinasi ekstrak Gracilaria sp. dan Turbinaria ornata berpotensi dikembangkan sebagai sediaan antioksidan berbasis bahan alam laut</em><em>.</em></p>2025-12-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2272Prevalensi Stunting Pedesaan dan Perkotaan: Studi Di Wilayah Binaan CSR PT. Antam TBK. UBPB Kalimantan Barat2025-12-10T21:04:41+07:00Rahma Hefyana221510009@unmuhpnk.ac.idIsmael Salehismaelsaleh@gmail.comDedi Alamsyahdedialamsyah@gmail.comIndah Budiastutikindahbudiastutik@gmail.comWidya Permatawidyapermata@gmail.com<p><em>Stunting adalah masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, dengan prevalensi 19,8% pada tahun 2024, melebihi target nasional (14%). PT. Antam TBK UBPB Kalimantan Barat melakukan upaya untuk mengurangi stunting dengan menerapkan program CSR Generasi Sehat (GEN SEHAT) di wilayah binaannya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stunting di daerah tersebut dan mengidentifikasi faktor risikonya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif cross-sectional terhadap 136 responden dari total populasi 206 KK di Desa Pedalaman dan Desa Tanjung Bunut, dengan teknik simple random sampling. Hasil uji bivariat (Chi-Square) menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara semua variabel independen dengan kejadian stunting secara keseluruhan (p-value = >0,05). Program CSR perusahaan berhasil mengendalikan sanitasi, yang terlihat dari ketersediaan jamban yang layak. Kesimpulan dan saran: Diperlukan evaluasi dan peningkatan program CSR dengan fokus pada intervensi khusus dan sensitif yang telah terbukti berhasil di seluruh negeri. Diperlukan penelitian tambahan dengan sampel dan desain yang lebih baik</em><em>.</em></p>2025-12-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1941Hubungan Antara Beban dan Kualitas Hidup Caregiver Pasien Stroke Hemoragik2025-09-30T06:31:31+07:00Ida Laelatur Rohmahidalaelatr@gmail.comDimas Ria Angga Pribadidra632@ums.ac.id<p><em>Stroke hemoragik merupakan pecahnya pembuluh darah ke otak yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah ke otak. Hal ini, menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia dan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia sebesar 19,42%. </em><em>Pasien stroke hemoragik seringkali mengalami keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan bantuan caregiver. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara caregiver burden dan kualitas hidup caregiver pasien stroke hemoragik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross sectional pada 152 responden yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, menggunakan kuesioner ZBI untuk mengukur caregiver burden dan WHOQOL untuk mengukur kualitas hidup, yang kemudian dianalisis menggunakan SPSS 30. Hasil uji statistic menggunakan spearman rank menunjukkan nilai p-value 0,001 (<0,05) dengan koefisien korelasi -0.839<strong>. </strong>Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara caregiver burden dan kualitas hidup caregiver pasien stroke hemoragik. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi intervensi kesehatan yang dapat mendukung caregiver dan meningkatkan kualitas hidup mereka, sehingga berdampak positif pada perawatan pasien stroke</em><em>.</em></p>2025-12-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2132Uji Efektivitas Ekstrak Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis) Terhadap Mortalitas Cimex hemipterus2025-11-29T10:36:25+07:00Arista Kurniasari Budi Fristianiaristakurnia@unimus.ac.idCitra Firnandacitrafirnanda@gmail.comAnnisa Nurul Hikmahannisanurulhikmah@gmail.comTulus Ariyaditulusariyadi@gmail.com<p><em>Cimex hemipterus merupakan serangga penghisap darah yang mengganggu kenyamanan tidur</em><em> dan g</em><em>igitannya dapat menimbulkan ruam, reaksi alergi, kemerahan pada kulit</em><em>,</em><em> hingga lepuh. Pengendalian serangga yang umum dan efektif yaitu insektisida kimia</em><em> namun berisiko bagi kesehatan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman</em><em>. Salah satunya menggunakan ekstrak kayu bajakah (Spatholobus littoralis) yang mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak kayu bajakah terhadap mortalitas Cimex hemipterus. Metode penelitian </em><em>yaitu</em><em> eksperimental dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 125 ekor Cimex hemipterus dibagi dalam lima kelompok (konsentrasi 5%, 10%, 15%, kontrol positif, dan kontrol negatif) dengan lima kali pengulangan sesuai rumus federer. Cimex dinyatakan mati apabila tidak menunjukkan pergerakan dan tidak bereaksi saat disentuh menggunakan pinset. </em><em>Data dianalisis sec</em><em>a</em><em>ra univariat</em><em>, </em><em>di</em><em>uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Kruskal-Wallis, uji Mann-Whitney, serta analisis probit untuk menentukan nilai LC<sub>50</sub> dan LC<sub>90</sub>. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 15% menyebabkan mortalitas 100% dalam 24 jam. Nilai LC<sub>50</sub> sebesar 6,56% dan LC<sub>90</sub> sebesar 11,39%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Mann W</em><em>h</em><em>itney menunjuk</em><em>k</em><em>an konsentrasi 10% dan 15% tidak berbeda signifikan dengan Baygon (p>0,05). Kesimpulan, ekstrak kayu bajakah terbukti efektif dalam menyebabkan kematian Cimex hemipterus, dengan konsentrasi 15% menunjukkan efektivitas tertinggi yaitu 100% mortalitas dalam 24 jam)</em><em>.</em></p>2025-12-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2259Pengaruh Terapi Butterfly Hug Teradap Perubahan Kecemasan Pada Ibu Menjelang Persalinan Normal Wilayah Kerja Puskesmas Woha Tahun 20252025-12-09T10:39:47+07:00Dian Apri Nelyantidianaprinelyanty22@gmail.comNurul Jannahnuruljannah140594@gmail.comAmirul Kadafiwandhy.kadafi2@gmail.comHaerunas Haerunasnashaerunas@gmail.com<p><em>Proses melahirkan adalah serangkaian kejadian di mana rahim ibu berkontraksi untuk mengeluarkan janin dan menyelesaikan semua tahapan kelahiran (Rosdahl & Kowalski, 2021). Kecemasan adalah reaksi emosional yang tidak nyaman, yang dapat mencakup tekanan, rasa takut dan kegelisahan hal ini bisa membuat ibu hamil merasa tidak tenang, gelisah, dan dapat mempengaruhi suasana hati mereka. Butterfly hug. Terapi Butterfly hug merupakan teknik yang dilakukan dengan cara memeluk tubuh sendiri, serta menepuk-nepukan telapak tangan di area dada layaknya gerakan sayap kupu-kupu, sambil membayangkan emosi yang dirasakan akan berlalu seperti awan yang bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi butterfly hug terhadap perubahan kecemasan pada ibu menjelang persalianan normal di puskesmas woha. </em><em>Jenis penelitian kuantatif menggunakan desain penelitian quasy eksperimen </em><em>dengan rancangan penelitian pre-pos tes design. Populasi sebanyak 60 ibu bersalin. Teknik sampling yaitu non-probability sampling: purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 38 orang. Instrument yang diguakan dalam penelitian ini berupa Standar operasional proseur (SOP) Terapi butterfly hug dan Kuesioner Pregnancy Related Anxiety Questionnaire-Revised (Praq-R2). Analisis data menggunaka uji Paired Sampel Test. Hasil uji statistik menunjukan p <0,05) yang berarti bahwa pemberian Terapi Butterfly Hug Secara signifikan efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu menjelang persalinan normal. Berdasarkan analisis dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh pemberian Terapi Butterfly hug terhadap perubahan kecemasan pada ibu menjelang persalinan normal di wilayah kerja Puskesmas Woha tahun 2025</em><em>.</em></p>2025-12-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2084Hubungan Stres Dengan Kejadian Keputihan Pada Mahasiswa Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Tahun 20252025-10-31T21:10:17+07:00Nova Rahmawantinova.rahmawanti-2022@fk.unair.ac.idGatut Hardiantogatut.hardianto@fk.unair.ac.idWidati Fatmaningrumwidati-f@fk.unair.ac.idAndriyanti Andriyantiandriyanti@fk.unair.ac.id<p><em>Stres diduga menjadi faktor resiko yang berkontribusi terhadap terjadinya keputihan melalui mekanisme neuroendokrin dan imunologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian keputihan pada mahasiswa kebidanan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa kebidanan angkatan 2022, 2023, dan 2024. Sebanyak 131 responden melalui teknik random sampling. Pada penelitian ini memiliki 2 variabel yaitu stres sebagai variabel Independen dan kejadian keputihan sebagai variabel dependen. Data diperoleh melalui kuesioner DASS, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden yang mengalami keputihan berada pada kondisi stress. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian keputihan (p=0,031). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen stres penting dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi potensi terjadinya keputihan. Implikasi hasil ini menunjukkan pentingnya institusi pendidikan untuk menyediakan program manajemen stres guna mendukung kesehatan reproduksi mahasiswi</em><em>.</em></p>2025-12-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2168Faktor Determinan Maternal Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2–5 Tahun Di Kabupaten Kediri2025-11-18T15:31:48+07:00Febrina Dwi Nurcahyantifebrina.d.nurcahyanti@gmail.comTrihaningsih Puji Astutitrihaning.a@gmail.com<p><em>Stunting remains a significant public health problem affecting children’s growth and development, particularly in Indonesia. Maternal factors are known to play an important role in influencing the risk of stunting during early childhood. This study aimed to identify maternal factors associated with stunting among children aged 2–5 years in Kediri Regency. This study employed an analytical observational design with a case–control approach. The population consisted of 145 children aged 2–5 years, with a sample of 106 respondents selected through purposive sampling. The variables studied included maternal education, family income, childcare practices, maternal nutritional status during pregnancy, and history of low birth weight (LBW). Data were collected using questionnaires and medical record reviews. Data analysis included univariate analysis, Chi-square tests for bivariate analysis, and logistic regression for multivariate modeling. The bivariate analysis showed that childcare practices, maternal education, maternal nutritional status during pregnancy, and LBW were significantly associated with stunting. However, the multivariate analysis revealed that only LBW remained a significant determinant. Children with a history of LBW had an 8.56 times higher risk of experiencing stunting compared to children with normal birth weight. </em><em>Conclusion low birth weight is the dominant maternal-related factor associated with stunting among children aged 2–5 years in Kediri Regency. Strengthening maternal nutrition during pregnancy, improving the quality of antenatal care, and ensuring optimal management of infants with LBW are essential strategies to reduce the risk of stunting</em><em>.</em></p>2025-12-29T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2138Gambaran Program Imunisasi Pada Balita Zero Dose Di Kota Binjai Tahun 20252025-11-16T16:07:34+07:00Wahyudi Wahyudiwahyudi@gmail.comAlvi Azmi Almarendialviazmialmarendi@gmail.comBella Amandabellaamanda@gmail.comYunita Warinaemizura0401@gmail.comMawar Aryulikamawararyulika@gmail.comNur Atifahnuratifah3001@gmail.comDilla Fitri Utamidillafitriutami@gmail.com<p><em>Imunisasi merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang paling penting untuk mencegah penyakit menular dan menurunkan angka kematian anak. Anak dengan status zero dose mencerminkan adanya kesenjangan dalam akses terhadap pelayanan kesehatan dasar. Di Kota Binjai, meskipun telah dilaksanakan kegiatan pendataan dan program vaksinasi lanjutan, masih terdapat beberapa balita yang belum menerima vaksin sesuai jadwal yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan vaksinasi pada balita zero dose di Kota Binjai tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Binjai yang melibatkan 57 balita zero dose. Variabel yang dianalisis meliputi usia ibu, usia anak, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jenis kelamin anak, dan jenis vaksin yang diberikan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia ibu adalah 29,35 tahun dan rata-rata usia anak adalah 11,33 bulan. Sebagian besar ibu merupakan lulusan sekolah menengah pertama (59,6%) dan berstatus ibu rumah tangga (47,4%), sedangkan proporsi anak perempuan sedikit lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki (52,6% vs. 47,4%). Jenis vaksin yang paling sering diberikan adalah DPT1, BCG, dan Polio (54%). Kesimpulannya, pelaksanaan imunisasi pada balita zero dose di Kota Binjai masih belum optimal, terutama dalam tindak lanjut dan penelusuran sasaran. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya penguatan penelusuran sasaran, peningkatan akses layanan, serta perbaikan sistem pencatatan imunisasi untuk menurunkan jumlah balita zero dose</em><em>.</em></p>2025-12-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1838-1851Cost-Effectiveness of Community Pharmacist-Led Smoking Cessation Programs (2015–2025): A Meta-Analysis Review2025-10-21T15:08:03+07:00Favian Rafif Firdausfavianfirdaus@ub.ac.idAlsita Salsabila Yulnandaalsitasyy@gmail.com<p><em>To systematically review the types of economic evaluations used for community pharmacist-delivered smoking cessation programs and to conduct a meta-analysis of their clinical effectiveness. Methods A systematic search was conducted in PubMed, Scopus, Science Direct, EBSCO, and ProQuest for studies published between 2015 and 2025. The participant criteria are active smokers aged over 18 years, not limited by gender, and the program focuses on community settings. Full economic evaluations of pharmacist-led smoking cessation programs for adults were included. Study quality was assessed using the CHEERS 2022 checklist. Clinical effectiveness data were pooled using a random-effects meta-analysis. The protocol was registered with PROSPERO (CRD420251117242). Results </em><em>out of 681 identified records, four studies met the inclusion criteria, encompassing more than 1,300 participants. Interventions were conducted in Spain, Canada, Malaysia, and the USA. The majority used cost-effectiveness analyses and reported significant improvements in smoking cessation rates. Meta-analysis showed that pharmacist-led programs significantly improved quit rates (pooled OR = 2.74; 95% CI: 1.83–4.11; p < 0.001) with low heterogeneity (I² = 8.8%). ICERs were consistently below accepted cost-effectiveness thresholds</em><em>. Based on a threshold analysis using a WTP of CAD$20,000 per QALY, the intervention by Phillips et al. remains cost-effective. The intervention would remain below the threshold unless total costs increased by 23.6% or QALY gains reduced by more than 18%. Conclusion community pharmacist-delivered smoking cessation programs are a clinically effective and economically favorable public health strategy. Policymakers should consider establishing reimbursement models to facilitate their broader implementation</em><em>.</em></p>2025-12-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2145Gambaran Mekanisme Koping Pada Pasien Kanker Serviks yang Menjalani Kemoterapi Di Ruang Tulip dan Poli Seruni Kanker Terpadu RSUD Arifin Achmad Pekanbaru2025-11-16T16:02:08+07:00Skolastika Sekarningrum Tri Ardiskolastikaardi777@gmail.comNurul Hudanurulhuda@gmail.comMusfardi Rustammusfardirustam@gmail.com<p><em>Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Kemoterapi sebagai terapi utama tidak hanya menimbulkan efek fisik, tetapi juga stres psikologis yang memengaruhi mekanisme koping pasien. Penelitian yang menggambarkan mekanisme koping pasien kanker serviks selama kemoterapi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru belum ada secara spesifik dilakukan, sehingga diperlukan analisis lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran mekanisme koping pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi yang dilakukan pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif pada 60 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen Brief COPE digunakan untuk mengidentifikasi strategi koping. Hasil menunjukkan mayoritas pasien menggunakan mekanisme koping berfokus pada masalah sebesar 93,3%, meliputi active coping, religion, dan emotional support. Sebagian kecil (6,7%) menerapkan koping berfokus pada emosi, seperti pengalihan diri dan penyangkalan. Kesimpulan menunjukkan pasien lebih cenderung menggunakan strategi koping adaptif berbasis tindakan untuk menghadapi tantangan fisik dan psikologis akibat kemoterapi</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2073Peran OKKPD Provinsi Sumatera Utara Dalam Penanganan Isu Hoaks Beras Plastik Terhadap Keamanan dan Kepercayaan Konsumen2025-10-29T08:54:23+07:00Rani Surayaranisuraya@uinsu.ac.idAufaa Syahlasyahlaaufaa@hmail.comMeisa Putri Rangkuty meisaputrirkt11@gmail.comAde Degisqi Maharani Hasibuan adedegisqi11003@gmail.comApnisa Nurfadhilahapnisa12345@gmail.comMuhammad Shofwan Rusdy Nasution lkpuptdptphdanpmkpjohor@gmail.com<p><em>Isu hoaks terkait beras plastik yang beredar di masyarakat telah menimbulkan keresahan dan menurunkan kepercayaan konsumen terhadap keamanan pangan, khususnya beras. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) dalam mengatasi isu hoaks beras plastik serta dampaknya terhadap keamanan pangan dan kepercayaan konsumen. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan magang di UPTD Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Pengawasan Mutu Provinsi Sumatera Utara. Data dianalisis secara deskriptif dengan menekankan pada mekanisme kerja OKKPD dalam tahap pre-market dan post- market. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OKKPD berperan aktif melalui pengambilan sampel beras di lapangan, pengujian laboratorium, audit pre-market, serta klarifikasi publik. Hasil uji laboratorium menegaskan tidak adanya kandungan plastik pada beras yang diuji, sehingga isu tersebut terbukti tidak benar. Meskipun mekanisme pengawasan berjalan baik, rendahnya literasi informasi masyarakat menyebabkan hoaks mudah menyebar dan memengaruhi persepsi publik. Kesimpulan, peran OKKPD sangat penting dalam menjaga keamanan pangan dan memulihkan kepercayaan konsumen, namun perlu ditingkatkan upaya edukasi publik dan sosialisasi penggunaan aplikasi SIPSAT</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2068Manifestasi Klinis dan Penatalaksanaan Neurodermatitis Sirkumskripta Di Dorsum Pedis Sinistra: Suatu Laporan Kasus2025-10-29T08:58:08+07:00Aghniya Maghfiraaghniyamaghfira@gmail.comYenni Yennisantanaface131@gmail.comNenden Lilis Setasihnenden.sobarna@gmail.com<p><em>Neurodermatitis sirkumskripta merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai dengan plak hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama akibat siklus gatal dan garuk berulang. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia dewasa hingga lanjut usia dan sering dipicu oleh stres psikologis serta pajanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan aspek klinis, faktor pencetus, dan hasil penatalaksanaan Neurodermatitis sirkumskripta dengan menekankan peran stres dan lingkungan kerja. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang laki laki berusia 58 tahun yang datang ke Poliklinik Kulit RSUD Arjawinangun pada April 2024 dengan keluhan gatal kronis pada dorsum pedis sinistra selama kurang lebih tiga tahun. Data diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan klinis, dan dokumentasi foto lesi. Pemeriksaan dermatologis menunjukkan satu plak terlokalisasi berukuran sekitar 5 x 8 cm dengan gambaran hiperpigmentasi, skuama, dan likenifikasi berbatas tegas. Keluhan gatal memberat pada malam hari dan saat tidak beraktivitas, serta diperberat oleh stres emosional dan kebiasaan menggaruk kronis. Pasien bekerja sebagai petani dengan pajanan lingkungan yang berpotensi memperburuk kondisi kulit. Penatalaksanaan dilakukan melalui edukasi manajemen stres, modifikasi perilaku untuk menghentikan kebiasaan menggaruk, serta pemberian metilprednisolon oral, loratadine, dan urea 10 persen topikal. Evaluasi klinis setelah dua minggu menunjukkan perbaikan objektif berupa penurunan intensitas gatal dan berkurangnya penebalan lesi. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan lingkungan berperan penting dalam perjalanan penyakit. Implikasi klinisnya menegaskan perlunya pendekatan terapi holistik yang mengintegrasikan intervensi farmakologis dan psikososial untuk meningkatkan hasil pengobatan dan mencegah kekambuhan pada praktik klinik sehari-hari</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2181Pengalaman Lansia Dalam Pencegahan Stunting Di Keluarga Multigenerasi Di Desa Tanjung Gunung2025-11-22T04:50:55+07:00Desvina Khairunisakhairunisadesvina@gmail.comIndah Permata Sarikhairunisadesvina@gmail.comNurwijaya Fitrikhairunisadesvina@gmail.comNova Mardianakhairunisadesvina@gmail.com<p><em>Stunting merupakan masalah kesehatan publik global yang mempengaruhi 148 juta anak di bawah lima tahun. Indonesia mencatat prevalensi 21,6% pada 2022, dengan Desa Tanjung Gunung menunjukkan 24 kasus pada 2025. Lansia memiliki potensi signifikan dalam pencegahan stunting melalui pengasuhan cucu, namun penelitian mendalam tentang pengalaman mereka masih terbatas. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi melibatkan enam partisipan (tiga lansia dan tiga anggota keluarga) melalui wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan metode tematik Braun dan Clarke dengan triangulasi sumber untuk validasi kredibilitas. Hasilnya Ditemukan enam tema utama: (1) pengetahuan lansia tentang stunting terbatas namun dipengaruhi pengalaman pribadi, (2) lansia berperan aktif dalam pengasuhan melalui penyediaan makanan bergizi dan kebersihan, (3) sikap lansia menunjukkan kepedulian meskipun pemahaman belum optimal, (4) budaya lokal berpengaruh signifikan terhadap praktik pengasuhan, (5) pola asuh lansia terstruktur dan konsisten, dan (6) dukungan lingkungan positif mendukung peran mereka. Lansia memiliki potensi besar dalam pencegahan stunting melalui praktik pengasuhan sehari-hari. Pendekatan edukasi berbasis komunitas yang menghormati nilai budaya lokal diperlukan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mendukung tumbuh kembang anak optimal</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2180Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Puskesmas Pati 12025-11-22T04:49:32+07:00Dwi Dyah Putridwidyahputri027@gmail.comDewi Hartinahdwidyahputri027@gmail.comFitriana Kartikasaridwidyahputri027@gmail.com<p><em>Hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat pada lansia merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada kualitas hidup dan komplikasi sistemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Pati 1. Desain penelitian ini adalah analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 38 lansia penderita asam urat, sampel 35 responden dipilih melalui total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan alat pengukur Easy Touch GCU. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 60% responden memiliki pola makan tidak baik dan 62,9% mengalami kadar asam urat tinggi. Uji Spearman Rank menghasilkan p-value 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,941, menunjukkan hubungan sangat kuat dan signifikan antara pola makan dengan kadar asam urat. Kesimpulannya, modifikasi pola makan merupakan strategi fundamental dalam pencegahan dan pengelolaan hiperurisemia pada lansia</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1886Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Desa Gambus Laut Terhadap Pencegahan Demam Berdarah Dengue2025-09-11T10:32:07+07:00Maharani Zahra Nasutionmaharanizahranst@gmail.comYulia Khairina Asharyuliakhairinaa@uinsu.ac.idFitriani Pramita Gurningfitrianigurning@uinsu.ac.idUswatul Hasanahuh7833631@gmail.comWuni Barokahwunibarokah@gmail.com<p><em>Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang menjadi masalah kesehatan global dengan peningkatan kasus signifikan, khususnya di Indonesia. Pada tahun 2024, kasus DBD di dunia mencapai lebih dari 14,6 juta dengan sekitar 12.000 kematian. Di Indonesia sendiri, sepanjang 2025 tercatat sekitar 80.000 kasus dan ratusan kematian, terutama di wilayah pesisir seperti Desa Gambus Laut, Kabupaten Batu Bara, yang memiliki risiko tinggi akibat kondisi lingkungan dan kebersihan yang kurang optimal. Meskipun tingkat pengetahuan masyarakat tentang DBD relatif baik, tidak selalu diikuti oleh perilaku pencegahan efektif sehingga kasus masih terjadi. Oleh karena itu, edukasi dan intervensi yang tepat sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku preventif. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan purposive sampling pada 30 responden untuk menggambarkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait pencegahan DBD serta mengukur efektivitas edukasi melalui kuesioner pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi, dengan rata-rata skor naik dari 14,5 menjadi 16,5 dan nilai p 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi dan media poster efektif meningkatkan pengetahuan dan diharapkan dapat mendorong perilaku pencegahan yang lebih baik guna menurunkan angka kasus DBD di komunitas tersebut</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2108Hubungan Strategi Coping dan Kesehatan Jiwa Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Tahun 20252025-11-10T12:23:29+07:00Mohammad Febian Alhamdi Adhamfebian.aa@gmail.comMuhammad Zul Fahmi Akbarzulfahmipsikiater@gmail.comDuddy Fachrudinduddy.fahrifitria@gmail.com<p><em>Mahasiswa kedokteran rentan mengalami stres akibat beban akademik yang tinggi, sehingga diperlukan strategi coping yang efektif untuk menjaga kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara strategi coping dan kesehatan jiwa pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 97 mahasiswa angkatan 2022–2024 yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Brief COPE dan Self Reporting Questionnaire (SRQ), serta analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan Fisher’s exact. Hasil menunjukkan sebagian besar responden (94,85%) menggunakan problem-focused coping dan 55,67% berada dalam kondisi sehat jiwa. Problem-focused coping tidak berhubungan signifikan dengan kesehatan jiwa (p = 0,748; r = –0,033), sedangkan emotion-focused coping berhubungan signifikan meskipun sangat lemah (p = 0,039; r = 0,210). Kesimpulannya, emotion-focused coping memiliki peran dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa kedokteran, sementara problem-focused coping tidak menunjukkan hubungan yang berarti</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2112Hubungan Gaya Hidup Sedentary Dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Siswa SMA Negeri 8 Kota Cirebon2025-11-10T12:35:45+07:00Mohammad Nazma Salimanassalim081103@gmail.comUswatun khasanahuswatunhasanah7@gmail.com Aris Sunaryoaris.anestesi72@gmail.com<p><em>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang berawal dari gangguan pemanfaatan insulin dan kini tidak lagi terbatas pada kelompok usia dewasa, melainkan semakin sering dijumpai pada remaja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan gaya hidup sedentary dan tingkat risiko DM tipe 2 pada remaja, serta menganalisis hubungan antara keduanya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada siswa SMA Negeri 8 Kota Cirebon pada April–Mei 2025 dengan jumlah responden 288 orang yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ASAQ untuk mengukur tingkat aktivitas sedentary dan FINDRISC untuk menilai risiko DM tipe 2, kemudian dianalisis dengan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki gaya hidup sedentary tinggi dan umumnya berada pada kategori risiko rendah terhadap DM tipe 2. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,007 dan koefisien korelasi r = 0,160, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup sedentary dan risiko DM tipe 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi gaya hidup sedentary, semakin meningkat pula risiko remaja mengalami DM tipe 2, meskipun korelasi tersebut tergolong lemah namun signifikan dan berpola positif</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2117Hubungan Durasi Menonton Video Pendek Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati2025-11-10T12:44:38+07:00Muhammad Wildan Amrullahbikinpresentasidotid@gmail.comRisnandya Primanagararisnandyaprimanagara@gmail.comDuddy Fachrudinduddyfachrudin@gmail.com<p><em>Meningkatnya konsumsi video pendek di kalangan mahasiswa akibat perkembangan media sosial yang sangat cepat. Konten video pendek dinilai mampu mendukung pembelajaran, namun penggunaan berlebihan berpotensi memengaruhi kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi menonton video pendek dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 266 mahasiswa tingkat 1 sampai 4 yang dipilih melalui stratified random sampling pada April sampai Juli 2025. Instrumen penelitian berasal dari Social Media Use Integration Scale dan Kuesioner Berpikir Kritis Peserta Didik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori sedang untuk durasi menonton video pendek dan kategori tinggi untuk keterampilan berpikir kritis. Terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel dengan korelasi sangat lemah (r=0,164; p=0,007). Kesimpulannya, durasi menonton video pendek berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, meskipun pengaruhnya kecil dan kemungkinan dipengaruhi faktor lain seperti kualitas konten, strategi pembelajaran, dan gaya belajar</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1937-1946Pengaruh Terapi Mindfulness Meditation Terhadap Tingkat Stress Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Muhammadiyah Kudus2025-10-31T20:59:44+07:00Naila Aftiyarinanailaaftiyarina@gmail.comAnny RMnailahrifdahthea@gmail.comAshri Maulida Rnailahrifdahthea@gmail.com<p><em>Penelitian ini mengkaji pengaruh terapi mindfulness meditation dengan teknik meditasi rasa syukur terhadap tingkat stres mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Kudus. Desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekivalen melibatkan 96 responden (48 intervensi, 48 kontrol) yang diukur menggunakan DASS-42. Intervensi dilaksanakan selama 4 minggu (2 kali per minggu, 60 menit per sesi). Hasil menunjukkan penurunan signifikan tingkat stres pada kelompok intervensi: 70,8% stres ringan dan 25% tanpa stres setelah terapi, dibandingkan tidak ada perubahan pada kelompok kontrol. Uji Wilcoxon signed rank menunjukkan p-value = 0,000 pada kelompok intervensi, dan uji Mann-Whitney mengkonfirmasi perbedaan signifikan antarkelompok (U = 0,000; p < 0,05). Mindfulness meditation dengan teknik rasa syukur efektif menurunkan stres pada mahasiswa tingkat akhir, memberikan intervensi praktis dan biaya rendah untuk dukungan kesejahteraan mental. Keterbatasan penelitian mencakai ketidakmampuan mengontrol seluruh variabel perancu dan kondisi lingkungan selama intervensi berlangsung</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2076Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai Alternatif Eosin Pada Pewarnaan Sitologi Diff-Quick: Studi Eksperimental2025-10-31T21:03:30+07:00Rochilah Aulidiarochilahintanaulidia.kpr4@gmail.comErni Yohani Mahtutiyohanierni@stikesmaharani.ac.idFaisal Faisalfaisal@gmail.com<p><em>Pewarnaan sel mukosa mulut umumnya menggunakan eosin, namun penggunaan pewarna sintetis menimbulkan kebutuhan akan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak kulit manggis pada konsentrasi 10%, 20%, dan 25% sebagai pengganti eosin dalam pewarnaan sel epitel mukosa mulut. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol. Sampel apusan mukosa mulut diwarnai menggunakan ekstrak kulit manggis pada tiga variasi konsentrasi. Kualitas hasil pewarnaan dinilai berdasarkan ketajaman, warna, dan kejelasan sel, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil menunjukkan bahwa nilai penilaian pada konsentrasi 10%, 20%, dan 25% tidak berbeda secara bermakna. Uji Kruskal–Wallis menghasilkan nilai H = 0,318 dengan derajat kebebasan 2 dan nilai p = 0,853 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis pada ketiga konsentrasi tersebut memiliki efektivitas pewarnaan yang relatif setara. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak kulit manggis sebagai alternatif pewarna alami pengganti eosin, meskipun penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan konsentrasi dan stabilitas warna</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2046Analisis Spasial dan Faktor Penyebab Imunisasi Zero-Dose Pada Anak Di Kota Medan Tahun 20242025-10-25T06:14:23+07:00Susilawati Susilawatisusilawati@uinsu.ac.idTini Rezeki Saragihtinirezekisaragih@gmail.comYuana Wangsa Putriputriyuanawangsa@gmail.comRisca Muril Khairaniriscakhairani62@gmail.comIstiqomah Istiqomahistiqomah8900@gmail.comNurul Fauziahnurulfauziah050719@gmail.comDinda Rahma Auiadindarahmaaulia0211@gmail.com<p><em>Zero-dose merupakan istilah yang digunakan untuk anak yang belum pernah menerima satu pun dosis vaksin DPT-HB-Hib (DPT1) sebagai indikator bahwa anak tersebut belum memulai seri imunisasi dasar (WHO, 2023). Kondisi ini menggambarkan adanya kesenjangan dalam pelaksanaan program imunisasi dasar, terutama di wilayah perkotaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program imunisasi dasar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi masih ditemukannya zero-dose di Kota Medan. Desain artikel ini menggunakan pendekatan mixed method dengan menggabungkan analisis spasial dan wawancara mendalam. Data kuantitatif berupa jumlah zero-dose per kecamatan tahun 2024 diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan dan dianalisis menggunakan aplikasi QGIS serta GeoDa melalui uji Moran’s I menunjukkan nilai 0,0087 (p=0,289) yang mengindikasikan pola acak. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan pemegang program imunisasi untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pelaksanaan program. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan imunisasi dasar di Kota Medan telah berjalan dengan baik, namun belum merata di seluruh wilayah. Faktor sosial, budaya, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan ditemukan sebagai determinan utama. Diperlukan peningkatan edukasi masyarakat dan penguatan koordinasi antar fasilitas kesehatan agar cakupan imunisasi dasar lebih merata.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2034Kelainan Kuku dan Relevansinya Terhadap Kondisi Kesehatan: Suatu Tinjauan Literatur2025-10-29T10:02:05+07:00Zahraan Nisriinaa Syahantiznisriinaa212@gmail.comLusiana Lusianalusiana5344@yarsi.ac.idNenden Lilis Setiasihnenden.sobarna@gmail.com<p><em>Kuku adalah struktur keratin yang berperan melindungi ujung jari, mendukung gerakan motorik halus, dan mencerminkan kondisi kesehatan tubuh. Berbagai kelainan kuku tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga dapat menjadi tanda adanya penyakit kulit, infeksi, gangguan metabolik, atau kelainan sistemik. Studi ini merupakan literature review yang disusun melalui analisis sumber ilmiah dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar mengenai anatomi, fungsi, dan berbagai gangguan pada kuku. Hasil telaah menunjukkan bahwa kelainan infeksi seperti onikomikosis dan paronikia akut umumnya disebabkan oleh mikroorganisme dan dapat menimbulkan nyeri, perubahan bentuk, serta infeksi jaringan sekitarnya, sedangkan kelainan non-infeksi seperti psoriasis kuku, liken planus, dan paronikia kronis berkaitan dengan proses inflamasi atau iritasi jangka panjang. Kesimpulannya, kelainan kuku bersifat multifaktorial sehingga memerlukan diagnosis komprehensif, dan terapi harus disesuaikan dengan penyebab dasarnya untuk mencegah perburukan dan meningkatkan kualitas hidup pasien</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2067Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Di RSU Sundari Tahun 20242025-10-29T09:00:39+07:00Rani Surayaranisuraya@uinsu.ac.idAisyah Sholeh Al-Ansharyaisyahsoleh623@gmail.comSalsabila Salsabilasalsabila@gmail.comJahrani Manurungjahranimanurung665@gmail.comNanda Nabilahnandanabilah@gmail.com<p><em>Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan kejadian DM pada pasien rawat jalan di RSU Sundari Medan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang </em><em>(cross sectional)</em><em>, melibatkan 353 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari populasi 3.026 pasien rawat jalan. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kejadian DM (p=0,001), sementara jenis kelamin (p=0,263) dan tingkat pendidikan (p=0,350) tidak menunjukkan hubungan. Disimpulkan bahwa peningkatan usia berkontribusi terhadap meningkatnya risiko DM. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya kesadaran masyarakat untuk deteksi dini faktor risiko pada kelompok usia lanjut serta penguatan program edukasi pencegahan DM di fasilitas layanan kesehatan</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1989Gambaran Incidence Rate (HAIs) Berdasarkan Data Surveilans RSUP H. Adam Malik Periode Januari-Juni 20252025-10-20T07:31:28+07:00Nurhayati Nurhayatinurhayati1672@uinsu.ac.idKhairunnisa Khairunnisakhairunnisaa699@gmail.comPuti Miratil Hayati Efriputimiratilhayatiefri@gmail.comAsmarani Sinagaasmaranisinaga@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Incidence Rate (IR) infeksi terkait pelayanan kesehatan Healthcare Associated Infections (HAIs) di RSUP H. Adam Malik. Berdasarkan hasil surveilans yang dijadikan data sekunder yang diperoleh dari hasil rekapitulasi laporan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi periode Januari–Juni 2025. Desain yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi retrospektif. Populasi penelitian meliputi seluruh pasien yang menggunakan alat invasif (ventilator, kateter urine dan vena sentral) di RSUP H. Adam Malik Periode Januari - Juni 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif dari hasil data dan informasi yang diperoleh, kemudian dilihat persentasenya dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian HAIs cenderung menurun sepanjang semester pertama tahun 2025. Incidence rate IADP (Infeksi Aliran Darah Primer) mencapai puncak pada Februari (1,87‰), ISK (Infeksi Saluran Kemih) mengalami fluktuasi dengan puncak 0,67‰ pada April dan turun menjadi 0‰ di Juni. IDO (Infeksi Daerah Operasi) menunjukkan lonjakan pada Maret (2,95‰) namun berangsur menurun sehingga tidak ada kasus di akhir periode. Sementara itu, VAP (Ventilator Associated Pneumonia) mengalami peningkatan di akhir semester 0,99‰ pada bulan Juni. Upaya Pencegahan Pengendalian Infeksi di rumah sakit berjalan baik, namun tetap diperlukan peningkatan pengawasan, pelatihan rutin, serta dukungan manajemen untuk mempertahankan dan memperkuat tren penurunan HAIs secara berkelanjutan</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1566Comfort Theory Dari Katharine Kolcaba: Tinjauan Filosofis dan Aplikatif Dalam Praktik Keperawatan Modern2025-06-15T08:42:26+07:00Eni Purwantienipurwantim5@gmail.comSiti Rahmalia Damaniksitirahmalia@lecturer.unri.ac.id<p><em>Nursing care that aims to improve quality of life requires a holistic and human-centered approach. Katharine Kolcaba’s Comfort Theory supports this perspective by placing comfort as the core of nursing care, encompassing physical, psycho-spiritual, social, and environmental dimensions. This literature review explores the philosophical foundation, application, and outcomes of Comfort Theory across various nursing settings. A literature review was conducted using PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, including publications from 2015–2024 in the form of research articles, books, and policy documents. The selected literature was analyzed using <strong>thematic analysis</strong> to identify recurring themes related to the application, benefits, and challenges of Comfort Theory in nursing practice. The findings indicate that Comfort Theory supports patient-centered nursing interventions, such as postoperative music therapy, spiritual support for terminal patients, peer support for individuals with chronic illness, and improvements in the hospital environment. Several studies reported increased patient satisfaction, reduced anxiety, and shorter hospital stays. Identified challenges included limited nursing time, cultural differences, and insufficient training. Despite existing barriers, effective leadership, supportive institutional policies, and continuous education were found to facilitate successful implementation of Comfort Theory. Overall, the theory demonstrates strong relevance in contemporary nursing practice by promoting holistic comfort and contributing to improved patient quality of life</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2233Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Kehamilan Trimester III Di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya2025-12-02T05:19:34+07:00Pramesti Apsara Dewipramesti.apsara.dewi-2022@fk.unair.ac.idAzimatul Karimahazimatul.karimah@fk.unair.ac.idEuvanggelia Dwilda Ferdinanduseuvanggelia.dwilda@fk.unair.ac.idSulistiawati Sulistiawatisulistiawati@gmail.com<p><em>Dukungan keluarga adalah bagian dari dukungan sosial yang berpotensi dapat meningkatkan motivasi dan tingkat kepercayaan diri untuk menghadapi suatu situasi dalam kondisi tertentu. Perubahan fisik dan psikologis kecemasan kehamilan trimester III berpotensi menimbulkan perubahan yang menimbulkan kecemasan yang merupakan suatu ancaman ibu hamil, apabila tidak ditangani akan berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Tujuan penelitian menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan kehamilan trimester III di Puskesmas Mulyorejo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan metode cross sectional pada 32 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi dukungan keluarga dan kuesioner modifikasi kecemasan kehamilan, dengan analisis Spearman Rho. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki dukungan keluarga baik (93,75%) dan separuh kecemasan sedang (50.00%), ditemukan dukungan informasi menjadi aspek tertinggi dan dukungan emosional menjadi aspek terendah, kecemasan point tertinggi terkait kontraksi dan persalinan. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kecemasan kehamilan (p = 0,453 dan r=0,137). Kesimpulannya bahwa kecemasan kehamilan kemungkinan </em><em>berhubungan dengan faktor lain yang perlu diteliti lebih lanjut</em><em>.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1745Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA): Studi Kasus Divisi Internal Audit PT XYZ2025-07-16T10:11:23+07:00Silvi Aditya Ningsihsilviadityaningsih23@gmail.comMaiza Duanamaizaduana@utu.ac.idMardi Fadillahmardifadillah@utu.ac.idJun Musnadi Isjunmusnadi@utu.ac.idPerry Boy Chandra Siahaanperryboy@utu.ac.id<p><em>Postur kerja yang tidak ergonomis serta tingginya intensitas penggunaan komputer dapat meningkatkan risiko terjadinya <strong>Musculoskeletal Disorders (MSDs)</strong> pada karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis postur kerja dan tingkat risiko keluhan MSDs pada karyawan Divisi Internal Audit PT XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan melibatkan 13 karyawan sebagai informan utama, General Manager Health Safety and Environment sebagai informan kunci, serta dokter klinik perusahaan sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen <strong>Nordic</strong> <strong>Body Map (NBM)</strong> digunakan untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang mengalami keluhan, sedangkan metode <strong>Rapid Office Strain Assessment (ROSA)</strong> digunakan untuk menilai tingkat risiko postur kerja. Hasil NBM menunjukkan 62% karyawan berada pada risiko rendah dan 38% pada risiko sedang. Analisis ROSA menunjukkan sebagian besar karyawan berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi. Permasalahan dipengaruhi oleh postur kerja yang tidak tepat serta fasilitas kerja yang kurang ergonomis. Rekomendasi perbaikan meliputi penyesuaian postur kerja dan penggunaan kursi kerja adjustable sesuai antropometri karyawan.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompahttps://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2088Hubungan Kelompok Usia Terhadap Kadar Glukosa Darah Sebelum dan Sesudah Senam Pada Lansia Paguyuban Triyagan2025-11-03T10:09:39+07:00Khaila Adinda Oktaviadhiajengnarendra@gmail.comOmry Tri Asmara Adiomryadi@stikesnas.ac.id<p><em>Penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis, termasuk metabolisme glukosa, sehingga lansia lebih berisiko mengalami gangguan regulasi kadar glukosa darah. </em><em>Aktivitas fisik seperti senam pagi diketahui dapat menurunkan glukosa darah, namun besar penurunannya dapat berbeda berdasarkan kelompok usia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kelompok usia dengan perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah senam pagi pada lansia Paguyuban Triyagan, Sukoharjo.</em><em> Desain penelitian menggunakan pre–post test design dengan teknik purposive sampling pada lansia ≥60 tahun. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan menggunakan fotometer sebelum dan sesudah senam. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk. Karena data post-test tidak berdistribusi normal, analisis perbedaan kadar glukosa pre–post menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Perbandingan perubahan kadar glukosa antar kelompok usia dianalisis dengan t-test independen sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam pagi menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan, Setelah senam pagi (p=0,028). Namun, tidak terdapat perbedaan perubahan glukosa darah antara lansia usia 60–69 tahun dan ≥70 tahun (p=0,763). Dapat disimpulkan bahwa senam pagi efektif menurunkan kadar glukosa darah pada lansia, tetapi besarnya penurunan tidak dipengaruhi oleh perbedaan kelompok usia.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa