Eksistensi Masyarakat Jerieng Dalam Perspektif Small Is Beautiful E.F. Schumacher (Dari Pelaksanaan Tradisi Menuju Pengembangan Ekonomi Kreatif)
DOI:
https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.1825Keywords:
Ekonomi kreatif, Sedekah gunung, Small is beautiful, Suku JeriengAbstract
Penelitian ini mengkaji eksistensi masyarakat Suku Jerieng di Kepulauan Bangka Belitung melalui perspektif teori Small is Beautiful oleh E.F. Schumacher, yang menekankan keberlanjutan dan skala kecil dalam pembangunan. Suku Jerieng, sebagai masyarakat adat tertua di Pulau Bangka, mempertahankan tradisi seperti sedekah gunung atau nama lainnya taber gunung, mandi gong, dan ngerabun pusaka, yang tidak hanya memiliki nilai spiritual tetapi juga berpotensi untuk mendukung ekonomi kreatif. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat Desa Pelangas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Suku Jerieng mencerminkan kearifan lokal yang harmonis dengan alam dan dapat diadaptasi menjadi daya tarik wisata. Tradisi seperti sedekah gunung berfungsi sebagai simbol rasa syukur kepada Sang Pencipta sekaligus memperkuat hubungan sosial dalam komunitas. Dengan mengembangkan kerajinan tangan, makanan khas, dan pertunjukan seni, Suku Jerieng dapat menciptakan ekonomi berbasis budaya yang berkelanjutan. Implementasi prinsip Small is Beautiful memungkinkan masyarakat untuk menjaga tradisi sambil meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berorientasi pada kearifan lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi. Integrasi elemen modern seperti teknologi digital dalam pemasaran dan promosi wisata dapat memperkuat posisi budaya lokal sebagai sumber daya ekonomi yang berdaya saing tanpa mengorbankan identitas budaya.
Downloads
References
Angkat, C.A. br, Lubis, M. Z. H., dan Ginting, L. D. C. U. (2024). Warisan Budaya Karo yang Terancam: Upaya Pelestarian dan Pengembangan Tradisi Topeng Tembut-Tembut. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(8), 2281–2290.
Desa Wisata Budaya Jerieng. (2024). https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/budaya_jerieng
Hannum, H. (2024). Perekonomian Daerah Oleh Jane Jacobs. https://centerforneweconomics.org/publications/the-economy-of-regions/
Ismi, N. (2020). Jerit Suku Jerieng, Ruang Hidupnya Terdesak Perkebunan Sawit dan HTI. https://www.mongabay.co.id/2020/10/08/jerit-suku-jerieng-ruang-hidupnya-terdesak-perkebunan-sawit-dan-hti-bagian-1/
Jaelani, R. (2024). Upaya Suku Jerieng Menjaga Alam dan Tradisi. https://newnaratif.com/upaya-suku-jerieng-menjaga-alam-dan-tradisi/#:~:text=Sejumlah tradisi dari Suku Jerieng,%2C Simpang Tige%2C dan Pelangas.
Laura, N., Sujadmi, & Saputra, P. P. (2020). Eksistensi Kearifan Lokal pada Tradisi Pisau Kuai dan Ngirec Padei di Desa Mancung, Bangka Barat. Scripta: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1), 29–43.
Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive Dan Snowball Sampling. HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39. http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Rangkuti, M. (2023). Ekonomi Kreatif Pengertian, Ciri-Ciri, Manfaat dan Contohnya. https://feb.umsu.ac.id/ekonomi-kreatif-pengertian-ciri-ciri-manfaat-dan-contohnya/
Setyawan, D. (2022). Small is Beautiful. https://www.metrouniv.ac.id/artikel/small-is-beautiful/
Syahrizal, H., & Jailani, M. S. (2023). Jenis-Jenis Penelitian Dalam Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 13–23. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.49
Wahyono, D. (2023). Suku Jerieng Bangka Gelar Tradisi Sedekah Gunung yang Bertahan Ratusan Tahun. https://www.detik.com/sumbagsel/budaya/d-6855787/suku-jerieng-bangka-gelar-tradisi-sedekah-gunung-yang-bertahan-ratusan-tahun.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




