Pendidikan Berbasis Komunitas Adat Suku Boti Sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Ekologis Lokal
DOI:
https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.1854Keywords:
Kearifan lokal, Ketahanan ekologis, Pendidikan komunitas adat, Suku BotiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran pendidikan berbasis komunitas adat Suku Boti dalam memperkuat ketahanan ekologis lokal. Suku Boti, yang terletak di wilayah Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenngara Timur, dikenal dengan praktik hidup yang selaras dengan alam serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap praktik pendidikan dan pengelolaan lingkungan oleh masyarakat Boti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan informal yang dijalankan dalam komunitas Boti—melalui penanaman nilai-nilai spiritualitas alam, larangan-larangan adat, serta praktik pertanian berkelanjutan—telah berkontribusi signifikan terhadap pelestarian sumber daya alam dan daya lenting komunitas terhadap perubahan iklim. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis komunitas adat tidak hanya berperan dalam mempertahankan identitas budaya, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam membangun ketahanan ekologis lokal. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya pengakuan dan integrasi nilai-nilai pendidikan lokal dalam kebijakan pendidikan nasional serta strategi adaptasi ekologi berbasis masyarakat di daerah-daerah rentan.
Downloads
References
Altieri, M. A. (2018). Agroecology: the science of sustainable agriculture. CrC press.
Berkes, F. (2017). Sacred ecology. Routledge.
Berkes, F., Folke, C., & Colding, J. (Eds.). (2000). Linking social and ecological systems: management practices and social mechanisms for building resilience. Cambridge University Press.
Berkes, F., Colding, J., & Folke, C. (2000). Rediscovery of traditional ecological knowledge as adaptive management. Ecological Applications, 10(5), 1251–1262.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative research journal, 9(2), 27-40.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative research in psychology, 3(2), 77-101.
Capra, F., & Luisi, P. L. (2014). The Systems View of Life: A Unifying Vision. Cambridge University Press.
Creswell, J. W. (2013). Steps in conducting a scholarly mixed methods study.
Dooly, M., & O’dowd, R. (2018). Telecollaboration in the foreign language classroom: A review of its origins and its application to language teaching practice. In this together: Teachers’ experiences with transnational, telecollaborative language learning projects, 6, 11-34.
Gadotti, M. (2016). Education for sustainability-A critical contribution to the Decade of Education for Sustainable Development.
Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing paradigms in qualitative research. Handbook of qualitative research, 2(163-194), 105.
Husain, I. H. A. (2019). Ketahanan Dasar Lingkungan: Basic Environment (Vol. 1). Sah Media.
Lave, J., & Wenger, E. (1991). Situated learning: Legitimate peripheral participation. Cambridge University Press.
Ly, P. (2019). Kajian Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kepercayaan Halaika Pada Upacara Adat Bercocok Tanam Masyarakat Boti Dalam Di Desa Boti Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Gatranusantara, 17(1), 21-32
Mailani, N. M. (2021). Kearifan lokal masyarakat Boti. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(11), 1940-1949.
Marfai, M. A. (2019). Pengantar etika lingkungan dan Kearifan lokal. UGM Press.
Naess, A. (2017). The shallow and the deep, long-range ecology movement. A summary. The ethics of the environment (pp. 115-120). Routledge.
Patton, M. Q. (2002). Two decades of developments in qualitative inquiry: A personal, experiential perspective. Qualitative social work, 1(3), 261-283.
Putikadyanto, A. P. A., Wachidah, L. R., & Sari, S. Y. (2024). Menciptakan Generasi Peduli Lingkungan: Inovasi Ekokurikulum Berbasis Kearifan Lokal Madura di SMP Pamekasan. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 47-62.
Rahmayanti, H., & Feryl Ilyasa, S. K. M. (2022). Pendidikan lingkungan dan perubahan iklim. Selat Media.
Sandiningtyas, H., & Wiyono, B. B. (2018). Pendidikan berbasis budaya lokal suku boti: studi kasus di sdn-smpn satu atap oefau desa boti nusa tenggara timur. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 3(1), 77-82.
Spradley, B. W. (1980). Managing change creatively. JONA: The Journal of Nursing Administration, 10(5), 32-36.
Sterling, S. (2001). Sustainable Education: Re-visioning Learning and Change. Totnes: Green Books.
Suminar, E. (2018). Persepsi Suku Boti terhadap lingkungan hidup. Ensains Journal, 1(2), 89-94.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




