Mitigasi Bencana Pasca Tambang Inkonvensional (TI) Darat: Perspektif Collaborative Governance Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Authors

  • Dina Atikah Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Ernalem Bangun Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Adi Subiyanto Universitas Pertahanan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.2000

Keywords:

Collaborative governance, Lingkungan, Mitigasi bencana, Tambang inkonvensional

Abstract

Penelitian ini mengkaji mitigasi bencana pasca aktivitas penambangan timah inkonvensional (TI) darat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui perspektif collaborative governance. Permasalahan utama yang diangkat adalah lemahnya regulasi terkait tanggung jawab reklamasi dan pemulihan lingkungan, sehingga aktivitas TI menimbulkan kerusakan ekosistem yang berpotensi memicu bencana ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengelaborasi fenomena mitigasi bencana pasca penambangan TI melalui kolaborasi antara aktor negara dan non-negara, serta menelaah bagaimana upaya kolaboratif tersebut dapat mencegah bencana melalui keluaran kebijakan yang mempengaruhi pola tata lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi yang diperoleh dari media lokal, peraturan daerah, serta wawancara dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam mitigasi bencana pasca penambangan timah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif mampu memperkuat koordinasi dan pengawasan lintas sektor, mendorong penataan regulasi pertambangan rakyat, serta memastikan pelaksanaan kewajiban pemulihan lingkungan pasca tambang. Dengan demikian, collaborative governance menjadi strategi penting dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat dengan keberlanjutan lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, R., Yumnatus Syafira, A., Sholichah, A. F., Alvionita, L., & Kodir, A. (2022). Derita Di Balik Tambang: Kontestasi Kepentingan Ekonomi Politik Dalam Pertambangan Timah Di Bangka Belitung. Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Sosiologi, 6(2), 115–132.

Alamsyah, A., Wulandari, N., & Tita Ruslin, I. (2024). Desember 2024 (109-127) ISSN (Print. Vox Populi, 7(2), 109–127.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Aspinall, E., Van Klinken, G., & Kalir, B. (2011). The State And Illegality In Indonesia Edited by.

Damayanti, A., Salsabila, A. P., & Pramasha, R. R. (2023). Pengaruh Pertambangan Timah Terhadap Lingkungan dan Masyarakat Studi Kasus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Journal of Economy and Education Economy, 1(2), 195–210.

Hs, Y. (2017). Analisis Dampak Pertambangan Timah Rakyat Terhadap Bencana Banjir (Studi Pada Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2016). Jurnal Prodi Manajemen Bencana, 3(1), 57–72. www.ciptakarya.pu.go.id

Erman, E. (2010). Aktor, Akses Dan Politik Lingkungan Di Pertambangan Timah Bangka.

Haryadi, D., Ibrahim, I., & Darwance, D. (2022). Environmental Law Awareness as Social Capital Strategic in Unconventional Tin Mining Activities in the Bangka Belitung Islands. Society, 10(2), 665–680. https://doi.org/10.33019/society.v10i2.455

Husaini, M., Sobri, K. M., Najib, A., & Putra, R. (2025). Model Collaborative Governance Quintuple Helix Penanganan Tata Niaga Timah di Kejaksaan Bangka Tengah. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 6(4). https://doi.org/10.38035/jmpis.v6i4

Ismi, N. (2024). Sungai, Timah, dan Buaya Muara Terkait Gadget Kita. Mongabay.

Kamil, I., & Ramadhan, A. (2025). Kejati Babel Usul Ada IUP Rakyat Untuk Kelola Tambang TImah. https://nasional.kompas.com/read/2025/04/25/08251241/kejati-babel-usul-ada-iup-rakyat-untuk-kelola-tambang-timah

Kurniawan, N. I. (2022). Keluar dari Ketergantungan Timah. In Keluar dari Ketergantungan Timah: Mencari Ekonomi Alternatif dan Berkelanjutan di Belitung. PolGov.

Noor, M., Suaedi, F., & Mardiyanta, A. (2022). Collaborative Governance Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktik. Cv. Bildung Nusantara.

Ismi, N. (2024). Tambang Timah dan Ancaman Kerusakan Daratan Kepulauan Bangka Belitung. Https://Mongabay.Co.Id/2024/12/29/Tambang-Timah-Dan-Ancaman-Kerusakan-Daratan-Kepulauan-Bangka-Belitung/.

Nugraha, A., & Purwanto, S. A. (2020). Neo-Esktraktivisme Tambang Timah di Pulau Bangka. Indonesian Journal of Religion and Society, 2(1), 12–22. https://doi.org/10.36256/ijrs.v2i1.95

Perdana, A. P. (2024). Ke DPR, Pemprov Babel Persoalkan Sulitnya Izin Tambang Timah Rakyat. https://www.kompas.id/artikel/tambang-rakyat-di-babel-terdampak-esdm-kedepankan-aspek-legalitas

Rusfiana, Y., & Hermawan, D. (2019). Potensi Bencana Alam Pasca Penambangan Timah Inkonvensional Di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Perspektif Ketahanan Wilayah. Jurnal Konstituen, 1(1), 59–76. http://www.timah.com/v2/ina/home/

Smyth, P. (2025). Chapter Title: Collaborative governance: the community sector and collaborative network governance Title: Collaborative Governance Book Subtitle: A new era of public policy in Australia? In Collaborative Governance (pp. 51–57). ANU Press.

Sopiah, W. U., Fauzi, M. L., & Kushartono, T. (2025). Collaborative Governance Dalam Penanggulangan Bencana Di Kabupaten Bandung. Jurnal Praxis Idealis, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.36859/jp.v2i1.2682

Yahya, A. S., Kusmana, D., & Sururama, R. (2024). Collaborative Governance dalam Penanganan Kemacetan di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. Jurnal Media Birokrasi, 6(1), 54–84. https://doi.org/10.33701/jmb.v6i1.4151

Downloads

Published

2025-11-23