Mengapa Sejarah Tidak Lagi Menarik? Studi Empiris Tentang Rendahnya Motivasi Belajar Di Kalangan Mahasiswa Tadris IPS

Authors

  • Muhammad Dzakiy Abdul A’la Hadtan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Zulfa Ariyani UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Dya Pramesti Setya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Rahmaniar Fauziyyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Arif Saefudin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.2105

Keywords:

Mahasiswa, Minat belajar, Motivasi belajar, Pembelajaran sejarah, Perguruan Tinggi

Abstract

Di era digital, sangat sulit untuk membentuk kesadaran historis dan karakter bangsa karena rendahnya motivasi siswa untuk belajar sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan komponen internal dan eksternal yang memengaruhi rendahnya keinginan mahasiswa Program Studi Tadris IPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk belajar sejarah. Persepsi, pengalaman, dan makna belajar mahasiswa tentang mata kuliah sejarah dipelajari melalui pendekatan kualitatif yang dirancang sebagai studi kasus. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah mahasiswa yang menunjukkan tanda-tanda tidak tertarik atau tidak terlibat dalam perkuliahan sejarah. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur agar peneliti dapat menggali pandangan informan secara mendalam, kemudian data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar sejarah disebabkan oleh persepsi negatif terhadap mata kuliah sejarah, metode pembelajaran yang monoton, serta kurangnya relevansi materi dengan kehidupan mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sejarah perlu dirancang lebih interaktif dan kontekstual agar mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan pemahaman teoritis mengenai motivasi belajar sejarah serta rekomendasi praktis bagi pendidik untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih reflektif dan adaptif terhadap kebutuhan generasi digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aliska, Herni, & Sari, H. T. (2025). Hubungan antara minat siswa terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MAN Kotabaru, 6(1), 1–8.

Ananta, B. (2024). Bukan sekedar hafalan. Sejarah tidak semembosankan itu! Universitas PGRI Yogyakarta. https://upy.ac.id/berita/bukan-sekedar-hafalan-sejarah-tidak-semembosankan-itu/

Brankaert, R., Den Ouden, E., Buchenau, M., Fulton Suri, J., de Valk, L., Bekker, T., Eggen, B., et al. (2009). Experiential probes: Probing for emerging behavior patterns in everyday life. International Journal of Design, 9(1), 2880–2888.

Schunk, D. H., Meece, J. L., & Pintrich, P. R. (2014). Motivation in education: Theory, research, and applications (4th ed.). Pearson.

Hasna, D. (2025). Implementasi metode mind mapping untuk meningkatkan minat belajar sejarah peserta didik kelas XI IPS 1 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta tahun ajaran 2025/2026. Holistik Analisis Nexus.

Nurrohma, D. (2025). Penerapan project based learning untuk meningkatkan minat belajar sejarah proklamasi mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya. Jurnal Historis, 10(1). https://doi.org/10.31764/historis.v10i1.27982

Suryani, N. (2016). Pengembangan media pembelajaran sejarah berbasis IT. Jurnal Sejarah dan Budaya, 10(2), 186–196.

Tohari, B., & Rahman, A. (2024). Konstruktivisme Lev Semonovich Vygotsky dan Jerome Bruner: Model pembelajaran aktif dalam pengembangan kemampuan kognitif anak. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(1). https://journal.rumahindonesia.org/index.php/njpi/index

Wineburg, S. (2001). Historical thinking and other unnatural acts: Charting the future of teaching the past. Temple University Press.

Downloads

Published

2025-11-23