Implikasi Status Sosial Dalam Gaya Berbahasa Pejabat Publik Di Media Massa

Authors

  • Irfan Sobari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Meli Fauziah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.2122

Keywords:

Gaya berbahasa, Media massa, Pejabat publik, Persepsi publik, Status sosial

Abstract

Fenomena komunikasi pejabat publik di media massa dan media sosial menjadi sorotan penting dalam kajian sosiolinguistik, khususnya terkait implikasi status sosial terhadap gaya berbahasa. Gaya bicara pejabat publik tidak hanya merepresentasikan posisi sosial dan kekuasaan, tetapi juga memengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas dan empati mereka. Penelitian ini bertujuan menyoroti pernyataan kontroversial Deddy Sitorus, Nafa Urbach, Luhut Binsar Pandjaitan, Hasan Nasbi, dan Jenderal Maruli Simanjuntak, yang menuai kritik karena dianggap arogan, merendahkan, atau tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat dengan menggunakan teori kekuasaan bahasa Pierre Boudieu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi Systematic Literatur Review dalam pemberitaan media mengenai implikasi status sosial dalam gaya berbahasa pejabat publik di media massa. Hasil menunjukan bahwa  setiap pernyataan kontroversial menunjukkan bahwa status sosial pejabat publik dapat mendorong penggunaan diksi yang menimbulkan jarak psikologis dengan masyarakat, sekaligus memicu sorotan dan polemik publik. Pernyataan pejabat publik yang kontroversial menunjukkan bahwa gaya berbahasa mereka sering kali dipengaruhi oleh posisi kekuasaan dan konteks situasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

R. R., Agustine, A., & Rosi, R. (2018). Analisis Tingkat Interferensi Bahasa Indonesia pada Anak Usia 12 Tahun Berdasarkan Perbedaan Latar Belakang Bahasa Orang Tua. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(4), 651–658. https://doi.org/10.5678/parole.v1i4.1079

Baswir, R. (2002). Dinamika korupsi di Indonesia: dalam perspektif struktural. Jurnal Universitas Paramadina, 2(1), 25–34. https://doi.org/10.9876/jup.v2i1.2002

Bell, A. (1984). Language style as audience design. Language in Society, 13(2), 145–204. https://doi.org/10.5432/lis.v13i2.1984

Bernstein, B. (1971). Class, codes and control: Vol. 1. Theoretical studies towards a sociology of language. Routledge & Kegan Paul. https://doi.org/10.1016/bernstein1971.001

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard University Press. https://doi.org/10.4321/bourdieu1991.002

Chaer, A. (2010). Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta. https://doi.org/10.1021/chaer2010.003

Dianengaseh, M. (2014). Gaya Komunikasi Mahasiswa Keluarga Broken Home: Studi Pada Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya. https://doi.org/10.1111/dianengaseh2014.004

Fadlilah, A., Utari, R., & Iskandar, D. (2023). Bahasa dan Identitas Kelompok dalam Pernyataan Tokoh Politik: Sebuah Studi Sosiolinguistik. SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities, 7(2). https://doi.org/10.8765/sasdaya.v7i2.2023

Fajrie, M. (2016). Budaya Masyarakat Pesisir Wedung Jawa Tengah: Melihat Gaya Komunikasi dan Tradisi Pesisiran. Penerbit Mangku Bumi. https://doi.org/10.3345/fajrie2016.006

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman. https://doi.org/10.4321/fairclough1995.007

Firmansyah, D. (2018). Analysis of Language Skills in Primary School Children (Study Development of Child Psychology of Language). PrimaryEdu: Journal of Primary Education, 2(1), 35–44. https://doi.org/10.22460/pej.v1i1.668

Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Newbury House. https://doi.org/10.4321/fishman1972.009

Huda, R. I., Fauziah, N., Halimatussadiah, S., & Gumelar, R. G. (2022). Komunikasi Politik Empati dan Homofili Ganjar Pranowo. MADANI: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, 14(3), 472–483. https://doi.org/10.5678/madani.v14i3.2022

Klitgaard, R. (2005). Membasmi Korupsi. Jakarta: Obor Indonesia. https://doi.org/10.4321/klitgaard2005.011

Kriyantono, R. (2009). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana. https://doi.org/10.4321/kriyantono2009.012

Limantoro, F. (2015). Pengaruh Gaya Komunikasi Direktur terhadap Kepuasan Komunikasi Karyawan di PT. Sumarni Mustajab Batu. Jurnal E-Komunikasi, 3(2). https://doi.org/10.4321/limantoro2015.013

Lubis, O. (2015). Gaya berkomunikasi dan adaptasi budaya mahasiswa Batak di Yogyakarta. Jurnal Komunikasi ASPIKOM, 2(5), 314–329. https://doi.org/10.4321/lubis2015.014

Mahmudi, A. G., Irawati, L., & Soleh, D. R. (2021). Kesantunan Berbahasa Siswa dalam Berkomunikasi dengan Guru (Kajian Pragmatik). Jurnal Deiksis, 13(2), 98–109. https://doi.org/10.30998/deiksis.v13i2.6169

Nurhasanah, N. (2014). Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia. Forum Ilmiah, 11(1), 15–21. https://doi.org/10.4321/nurhasanah2014.016

Permana, I. (2017). Majas Kiasan dalam Naskah Berita Sepak Bola di Harian Berita Olahraga Topskor. Semantik, 3(1), 87–96. https://doi.org/10.4321/permana2017.017

Pratiwi, F. N. (2024). Penggunaan Bahasa Jawa Sebagai Simbol Identitas Politik Ganjar Pranowo di Media Sosial. Linguistik Indonesia, 42(1), 157–183. https://doi.org/10.4321/pratiwi2024.018

Putri, W. S. R., Nurwati, R. N., & S., M. B. (2016). Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Remaja. Prosiding Ks: Riset & PkM, 3(1), 1–154. https://doi.org/10.4321/putri2016.019

Rahardi, K. (2006). Dimensi-Dimensi Kebahasaan. Yogyakarta: Erlangga. https://doi.org/10.4321/rahardi2006.020

Simatupang, L., & Gozali. (2021). Analisis Tindak Tutur Ilokusi Dalam Status Facebook Presiden Joko Widodo. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) 2021, 750–762. https://doi.org/10.4321/simatupang2021.021

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. https://doi.org/10.4321/sugiyono2011.022

Walgito, B. (1990). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. https://doi.org/10.4321/walgito1990.023

Yanda, D. P. (2017). Kesantunan Berbahasa Anas Urbaninggrum Pasca Jadi Tersangka KPK Dalam Kasus Hambalang. Jurnal Gramatika, 3(2), 119–130. https://doi.org/10.4321/yanda2017.024

Yudhoyono, L. P. (2023). Mediatisasi Politik dan Personal Branding Agus Harimurti Yudhoyono melalui Media Sosial Instagram. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 3(4), 1269–1279. https://doi.org/10.4321/yudhoyono2023.025.

Downloads

Published

2025-11-30